Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Tingkat Stres Akademik Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Ariqah, Nona Nisrina; Hamzah, Errol; Nurshasanah, Nurshasanah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28905

Abstract

Abstrak : Stres akademik merupakan tekanan psikologis yang umum dialami mahasiswi akibat tuntutan perkuliahan yang tinggi, seperti beban tugas, evaluasi akademik, serta tekanan untuk meraih prestasi. Aktivasi hormon stres, khususnya kortisol, dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi sehingga memengaruhi keteraturan siklus menstruasi. Kondisi ini sering terjadi pada mahasiswi fakultas kedokteran yang memiliki beban akademik lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres akademik dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 128 mahasiswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Holmes and Rahe Stress Scale, Perception of Academic Stress Scale (PASS), dan kuesioner siklus menstruasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan gangguan siklus menstruasi (p = 0,001). Mahasiswi dengan tingkat stres tinggi lebih banyak mengalami siklus menstruasi tidak normal (72,6%) dibandingkan mahasiswi dengan tingkat stres sedang (43,9%). Mayoritas mahasiswi yang memiliki tingkat stres akademik tinggi menunjukkan kecenderungan lebih besar mengalami gangguan siklus menstruasi. Oleh karena itu, pengelolaan stres dan perhatian terhadap kesehatan reproduksi mahasiswi perlu ditingkatkan untuk meminimalkan dampak akademik dan fisiologis.
PEMBERDAYAAN REMAJA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PROGRAM KIE DENGAN METODE PENYULUHAN INTERAKTIF Aidil Akbar; Asnika Putri Simanjuntak; Alltop Amri Ya Habib; Nita Andrini; Rahmanita Sinaga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38843

Abstract

Abstrak: Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih ditandai oleh keterbatasan pengetahuan, rasa malu untuk bertanya, dan rendahnya keberanian mengakses informasi yang benar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja sekolah tentang kesehatan reproduksi melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Kegiatan dilaksanakan pada 40 remaja sekolah dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, pre-test, post-test, dan evaluasi melalui angket. Evaluasi dilakukan berdasarkan respons instrumen yang terkumpul. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 91,0 menjadi 98,0 atau naik 7,7%. Sebanyak 65% responden mengalami peningkatan skor, 35% tetap, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Selain itu, 79,2% peserta menilai kegiatan sangat baik dan 20,8% menilai baik. Program KIE efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kenyamanan remaja dalam memahami kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescent reproductive health problems are still characterized by limited knowledge, embarrassment in asking questions, and low confidence in accessing accurate information. This community service aimed to improve students’ knowledge of reproductive health through a Communication, Information, and Education (CIE) program. The activity involved 40 students and was conducted through interactive counseling, discussion, question-and-answer sessions, pre-test, post-test, and questionnaire-based evaluation. The evaluation was based on returned responses. The results showed that the mean knowledge score increased from 91.0 to 98.0, or by 7.7%. A total of 65% of respondents improved their scores, 35% remained unchanged, and none showed a decrease. In addition, 79.2% of participants rated the activity as very good and 20.8% as good. The CIE program effectively improved adolescents’ knowledge, awareness, and comfort in understanding reproductive health.