Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Digital communication strategy for public campaign to prevent stunting in Medan Tenerman; Yenni, Elvita; Sari, Mila Trisna; Hajar, Siti
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i3.10196

Abstract

Medan City is one of the regions with significant stunting reduction achievements, from 19.9% ​​in 2021 to 5.8% in 2023. This achievement demonstrates the success of various intervention programs. However, the effectiveness of public communication, particularly through digital media, still requires in-depth evaluation to ensure that stunting prevention messages are truly understood and internalised by the target group. This study aims to analyse digital communication strategies for public stunting prevention campaigns in Medan City, Sumatra, Indonesia. The research method used is a mixed method with quantitative analysis through SEM-PLS and qualitative analysis through content analysis of digital campaigns. The results show that digital communication through social media can expand the reach of information, enhance interactivity, and strengthen public awareness of the importance of stunting prevention. However, the effectiveness of messages is still influenced by digital literacy, content relevance, and active audience involvement in the communication process.
Association Between Anti-Tuberculosis Drug (OAT) Adherence and Tuberculosis Recurrence Among Pulmonary TB Patients at Dr. Pirngadi Regional Hospital, Medan Metia Ariani Br Ginting; Heppy Jelita Sari Batubara; Hapsah Hapsah; Mila Trisna Sari
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2582

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB), caused by Mycobacterium tuberculosis, remains a major public health problem. Treatment success depends heavily on adherence to anti-tuberculosis drug (ATD) therapy; however, the long treatment duration may reduce adherence and increase the risk of recurrence. Objective: This study aimed to describe the demographic characteristics of pulmonary TB patients and to analyze the association between adherence to ATD therapy and TB recurrence at Dr. Pirngadi General Hospital, Medan. Methods: A quantitative observational analytic study with a cross-sectional design was conducted among 33 pulmonary TB patients treated at Dr. Pirngadi General Hospital, Medan (November–December 2025). Data were collected using an ATD adherence questionnaire and complemented with medical record data. Descriptive statistics were used to summarize patient characteristics, adherence levels, and recurrence status, while the Chi-square test was applied to assess the association between adherence and recurrence (p < 0.05). Results: Most respondents exhibited low adherence to ATD therapy (66.7%), and a high proportion experienced TB recurrence (78.8%). The majority were male (51.5%), predominantly in the adult age group (41–60 years; 51.5%), had a senior high school education (87.9%), and were self-employed. A statistically significant association was found between adherence to ATD therapy and TB recurrence (p = 0.046). Implications: These findings reinforce the need to strengthen adherence-support strategies in hospital TB services, including structured counseling, active follow-up, and family or treatment supervisor involvement, to reduce recurrence risk and improve program outcomes. Originality/Value: This study provides facility-based evidence from Dr. Pirngadi General Hospital, Medan, demonstrating a significant relationship between adherence level and recurrence status, offering locally relevant data to guide targeted adherence interventions and recurrence prevention in hospital settings.
Determinant Factors Related to Outcomes in Breast Cancer Survivors: A Systematic Review Mila Trisna Sari
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.24298

Abstract

Background: The global incidence of breast cancer continues to rise, yet so too does survivorship, due to advances in early detection and treatment. As survivorship improves, understanding the determinants that influence long-term outcomes becomes paramount. Objective: To systematically review and synthesize the current literature on clinical, psychological, social, and socioeconomic factors associated with outcomes in breast cancer survivors. Methods: Following PRISMA guidelines, databases including PubMed, ScienceDirect, Ovid, and Google Scholar were searched for studies published between 1995 and 2023. Determinants were categorized by domain, and only peer-reviewed, original research articles were included. Quality assessment was conducted using the Newcastle-Ottawa Scale. Results: Thirty-three studies involving over 1.3 million breast cancer survivors were included. Key determinants of outcomes included cancer stage, comorbidities, psychological resilience, depression, perceived social support, income, and educational level. The impact of these factors varied across geographical and cultural contexts. Conclusion: Survivorship outcomes in breast cancer are influenced by a complex interplay of biomedical and psychosocial factors. Integrative survivorship care must be tailored to address not only disease characteristics but also individual psychological and social circumstances.
Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) di Puskesmas Kota Medan dan Puskesmas Deli Serdang Yulia Afrina Nasution; Mila Trisna Sari; Pinta Pudiyanti Siregar; Ika Nopa
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i2.9311

Abstract

Ilmu geriatri menjadi sangat penting untuk dipahami oleh tenaga kesehatan karena jumlah penduduk lanjut usia semakin meningkat dan masih sedikitnya penelitian tentang pengkajian paripurna pasien geriatri. Peningkatan jumlah penduduk berusia lanjut ini akan mengakibatkan transisi epidemiologi. Jumlah Lansia tahun 2017 mencapai 9,03% dari jumlah penduduk dan Tahun 2020 mencapai 27,08 juta dan akan menjadi negara ke lima paling banyak jumlah lansia pada Tahun 2025. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melihat gambaran pengkajian paripurna geriatri di Puskesmas Kota Medan dan Puskesmas Deli Serdang Tahun 2018. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui gambaran pengkajian paripurna pasien geriatri di Puskesmas Kota Medan dan Deli Serdang tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, Populasi adalah lansia yang berumur ? 60 tahun sebanyak 700 orang dengan sampel 60 orang untuk Puskesmas Kota Medan dan 60 orang di Puskesmas Deli Serdang. Pengambilan data penelitian dengan wawancara kuesioner dan dilakukan analisis data menggunakan SPSS. Jumlah lansia di Puskesmas Kota Medan sebesar 83,1% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 91,7%. ADL dengan Instrumen Indeks Barthel Modifikasi pada lansia di puskesmas kota medan lebih banyak mengalami ketergantungan ringan sebesar 38,3% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 70,0%. IADL Lawton pada lansia di Puskesmas Kota Medan lebih banyak independen/mandiri sebesar 88,3% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 78,3%. Risiko jatuh pasien lanjut usia pada pasien geriatri di Puskesmas Kota Medan lebih banyak mengalami risiko rendah sebesar 55,0% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 53,3 %. GDS pada lansia di Puskesmas Kota Medan lebih banyak tidak memiliki risiko untuk gangguan depresi sebesar 68,3% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 56,7%. CDT4 pada lansia di Puskesmas Kota Medan lebih banyak tidak mengalami gangguan kognisi sebesar 78,3% sedangnkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 68,3%. MMSE pada lansia di Puskesmas Kota Medan lebih banyak tidak mengalami gangguan kognisi sebesar 78,3% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 73,3%. AMT pada lansia di Puskesmas Kota Medan lebih banyak tidak mengalami gangguan ingatan sebesar 71,7% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 68,3%. MNA pada lansia di Puskesmas Kota Medan yang mempunyai risiko untuk mengalami malnutrisi sebesar 60,0% sedangkan di Puskesmas Deli Serdang sebesar 66,7%. Jumlah lansia di Puskesmas Kota Medan dan Deli Serdang Tahun 2018 sangat tinggi sehingga pelu adanya peningkatan pelayanan kesehatan bagi lansia seperti home visite, penyuluhan kesehatan, dan senam lansia
Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2: Literatur Review Mila Trisna Sari
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i2.9775

Abstract

Peningkatan penderita DM tipe 2 terus meningkat terutama di negara berkembang terjadi karena faktor genetik, faktor demografi dan faktor perubahan gaya hidup. Pengabaian terhadap faktor risiko terjadinya DM tipe 2 menimbulkan peningkatan DM tipe 2. Tujuan pengkajian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian penyakit DM tipe 2. Mengetahui faktor risiko apa saja yang meningkatkan kasus DM amat penting karena dengan mengetahui faktor risikonya akan lebih mudah dalam melakukan pencegahannya. Desain penelitian ini adalah Literatur Review. Penulis memilih artikel penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan case control yang terbit dari tahun 2017 sampai 2021. Penulis menggunakan database yang dijadikan sebagai sumber sumber pencarian yang terkait dalampenelitian yaitu Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko terjadinya DM tipe 2 terbagi atas 2. Pertama faktor risiko yang tidak dapat bisa diubah yakni umur, jenis kelamin dan riwayat keluarga. Kedua yaitu faktor yang bisa diubah yakni obesitas, aktivitas fisik, pola konsumsi, stres, dan kebiasaan merokok.
Hubungan Obesitas Sentral dan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Prolanis di Klinik Iman Medan Tahun 2025 Desyka Nur Syafitri; Mila Trisna Sari; Shahrul Rahman; Fardella Lufiana
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i4.26214

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 adalah satu diantara beberapa penyakit kronik yang total kasusnya terus bertambah di Indonesia. Faktor risiko seperti obesitas sentral dan rendahnya aktivitas fisik diyakini berperan dalam peningkatan kejadian penyakit ini terutama di kalangan anggota Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Tujuan pada studi kali ini ialah guna menganalisis hubungan antara obesitas sentral dan aktivitas fisik dengan diabetes melitus tipe 2 pada pasien PROLANIS di Klinik Iman Medan tahun 2025. Metode: Observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sejumlah 50 responden ditetapkan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil dengan cara pemeriksaan lingkar pinggang dan kuesioner Global Physycal Activity Questionnaire (GPAQ). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi dan rank spearman. Hasil: Karakteristik responden paling banyak berusia 60-69 tahun sebanyak 16 orang (32%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (74%). Sebanyak 37 orang (74%) responden mengalami obesitas sentral dan 27 orang (54%) dengan aktivitas fisik ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan diabetes melitus tipe 2 (p-value 0.001 dan koefisien kontingensi 0,421). Aktivitas fisik juga menunjukkan hubungan bermakna dengan diabetes melitus tipe 2 (p-value 0.046 dan koefisien spearman 0.284). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara obesitas sentral dan aktivitas fisik dengan diabetes melitus tipe 2 pada pasien PROLANIS di Klinik Iman Medan tahun 2025. Kata Kunci: Obesitas Sentral, Aktivitas Fisik, Diabetes Melitus Tipe 2, PROLANIS