Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) dengan Metode Maserasi Panas Terhadap Profil Lipid Tikus Sprague Dawley Diet Lemak Tinggi Utami, L. N. S.; Leliqia, N. P. E.; Swastini, D. A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.361 KB)

Abstract

Kulit kacang tanah (Arachis hypogeae L.) secara empiris telah dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Kandungan kimia kulit kacang tanah seperti polifenol, saponin, dan serat diduga memiliki aktivitas yang berhubungan dengan dislipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah yang diperoleh dengan metode maserasi panas serta pengaruh pemberian ekstrak tersebut terhadap profil lipid tikus Sprague Dawley yang diinduksi diet lemak tinggi. Penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu: induksi diet lemak tinggi yang dilakukan selama 14 hari sebelum perlakuan. Kelompok penelitian dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kontrol positif (simvastatin 0,9 mg/kgBB), dan perlakuan yang diberikan tiga variasi dosis ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah yaitu 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 1200 mg/kgBB selama 14 hari dengan pembawa CMC Na 0,5%. Pengambilan darah dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Pengukuran kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL menggunakan reaksi ezimatis. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan analisis paired t-test dan ANOVA-one way dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah mengandung senyawa golongan polifenol dan serat. Ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah pada dosis 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, dan 1200 mg/kgBB yang diperoleh dengan metode maserasi panas tidak berpengaruh terhadap profil lipid darah pada tikus sprague dawley yang diinduksi diet lemak tinggi.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA TEH KOMBUCHA LOKAL BALI Viviandari, I D. A. A; Leliqia, N.P. E.; Ramona, Y.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.772 KB)

Abstract

Teh kombucha lokal Bali merupakan produk fermentasi teh oleh yeast dan bakteri. Teh kombucha memiliki kandungan metabolit yang memiliki khasiat bagi kesehatan. Kandungan metabolit dipengaruhi oleh adanya mikroorganisme didalamnya. Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang banyak ditemukan pada produk fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri asam laktat pada teh kombucha. Identifikasi bakteri asam laktat berdasarkan pada karakterisasi morfologis, dan biokimiawi Parameter morfologi meliputi bentuk sel dan metode pewarnaan gram. Parameter biokimiawi meliputi uji katalase, uji produksi gas, dan uji motilitas. Hasil penelitian diperoleh 5 isolat yang selnya berbentuk batang, Gram positif, katalase negatif, bersifat homofermentatif, dan non motil. Karakteristik tersebut memiliki kemiripan dengan ciri bakteri asam laktat genus Lactobacillus.
PENETAPAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN YANG OPTIMAL PADA TEH HITAM KOMBUCHA LOKAL DI BALI DENGAN VARIASI WAKTU FERMENTASI Pande Putu Ayu Sukmawati; Yan Ramona; Ni Putu Eka Leliqia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.175 KB)

Abstract

Teh Kombucha yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, merupakan campuran teh dan gula yang difermentasi dengan bantuan simbiosis antara bakteri asam asetat dan yeast. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi yang memberikan aktivitas antioksidan optimal pada teh hitam Kombucha lokal di Bali. Uji penangkapan radikal DPPH dilakukan pada teh hitam Kombucha lokal di Bali dengan konsentrasi gula 5% b/v pada waktu fermentasi yang bervariasi (hari ke-1, 8 dan 15). Analisis data dilakukan dengan repeated ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hitam Kombucha lokal di Bali pada waktu femerntasi hari ke-1 memberikan aktivitas antioksidan yang optimal karena dalam waktu fermentasi yang pendek mampu menghasilkan % penangkapan radikal DPPH yang tidak berbeda signifikan dibandingkan teh hitam Kombucha lokal yang memberikan aktivitas antioksidan terbesar.
PENGARUH VARIASI KEPOLARAN FASE GERAK ASETON-DIKLOROMETANA: METANOL-ASAM ASETAT TERHADAP % DISTRIBUSI (+)-KATEKIN DARI GAMBIR DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR VAKUM Era S.Y.,; Eka L; I.N.K. Widjaja
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 1, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.824 KB)

Abstract

The research was conducted to determine the influence of mobile phase polarity of acetone-dichloromethana : methanol-acetic acid on the percent distribution of (+)-catechin from gambier by vacuum liquid chromatography and to determine the polarity mobile phase required to obtain the largest amount of (+)-catechin percent distribution. Gambier extract was fractionated using vacuum liquid chromatography with several variations of polarity of acetone-dichloromethane : methanol-acetic acid mobile phase expressed by the dielectric constant value (?) of 13.74 to 17.51. Fractions were analyzed by TLC-spectrophotodensitometer to calculate the concentration and the percent distribution of (+)-catechin. To know the effect of variations in mobile phase polarity on the percent distribution of (+)-catechin performed statistical analysis using one-way ANOVA test (? = 0.05). The results show that the variation of polarity of acetone-dichloromethane : methanol-acetic acid mobile phase (? = 13.74 to 17.51) had a significant influence on percent distribution of (+)-catechin from gambier by vacuum liquid chromatography method (p <0.05). Fraction with a mobile phase of acetone-dichloromethane (4:6) 50% : methanol-acetic acid (3:4) 50%, which had a value of dielectric constant of 15.62 yield the largest amount of (+)-catechin percent distribution value (45.40%).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT KACANG TANAH DENGAN METODE MASERASI TERHADAP PROFIL LIPID PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY DIET LEMAK TINGGI Junior, I.K.P.; Swastini, D.A.; Leliqia, N.P.E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.305 KB)

Abstract

Kandungan kimia kulit kacang tanah seperti serat, saponin dan senyawa fenol diduga memiliki pengaruh terhadap profil lipid tikus Sprague Dawley yang diberi diet lemak tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit kacang tanah (Arachis hypogaea) dengan metode maserasi terhadap profil lipid tikus Sprague Dawleyyang diberi diet lemak tinggi. Penelitian diawali dengan melakukan skrining fitokimia ekstrak etanol 70% kulit kacang tanah. Pengukuran profil lipid dilakukan dengan membagi tikus menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol  negatif (CMC-Na 1  ml), kelompok kontrol positif (Simvastatin 0,9% mg/BB) dan tiga kelompok perlakuan (ekstrak etanol kulit kacang tanah 300 mg/kgBB,600 mg/kgBB dan 1200 mg/kgBB). Semua  perlakuan diberikan secara oral sekali sehari selama 14 hari, mulai hari ke 14 setelah induksi lemak tinggi sampai hari ke 28. Kadar kolesterol total dan kadar HDL diukur secara enzimatis dengan spektrofometer pada panjang gelombang 500 nm. Data dianalisis menggunakan paired T-test dan anova one-way dilanjutkan dengan bonferroni pos hoct pada p<0,05. Hasil pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% kulit kacang tanah mengandung serat, saponin dan senyawa fenol. Ekstrak etanol 70% kulit kacang tanah pada dosis 300mg/kgBB, 600mg/kgBB dan 1200mg/kgBB memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan HDL.
PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA Wahyuni, N.N.S; Warditiani, N.K.; Leliqia, N.P.E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.452 KB)

Abstract

Usada tenung Tanyalara merupakan salah satu naskah di Bali yang memuat mengenai pengobatan tradisional. Namun belum terdapat data mengenai bagaimana profil data pengobatan dan kesesuaian efek farmakologi dari tanaman obat yang digunakan berdasarkan publikasi ilmiah dengan efek secara empiris menurut Usada tenung Tayalara. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui profil pengobatan dan kesesuaian efek farmakologi dengan efek empiris dari tanaman obat dalam Usada Tenung Tanyalara. Profil data pengobatan dalam Usada Tenung Tanyalara yaitu dari 145 tanaman obat yang terdapat dalam lontar Usada tenung Tanyalara sebanyak 114 (79%) tanaman sudah diketahui nama ilmiahnya, kelompok efek empiris tanaman obat dalam Usada Tenung Tanyalara terdiri dari 6 kelompok yaitu gangguan pada sistem pernapasan, berbagai keadaan demam, bengkak dan gatal pada kulit, nyeri pada tubuh, gangguan pada sistem pencernaan, dan penyakit lainnya, dan cara penggunaan tanaman obat dalam lontar Usada Tenung Tanyalara sebanyak 61% ditujukan untuk di luar tubuh. Persentase kesesuaian efek farmakologi terhadap efek empiris dalam Usada Tenung Tanyalara dari 12 tanaman yang diinvetarisasi yaitu sebanyak 2 tanaman obat memiliki persentase kesesuaian efek di atas 50%, 4 tanaman obat memiliki kesesuaian efek di bawah 50%, dan 6 tanaman obat  masih belum ditemukan publikasi ilmiah yang sesuai dengan efek empiris berdasarkan Usada Tenung Tanyalara.
UJI AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL DPPH EKSTRAK PRODUK TEH HITAM (Camellia sinensis (L.) O.K.) DAN GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) SERTA PROFIL KLT-DENSITOMETERNYA Jaya, I. G. N. I. P; Leliqia N. P. E; I.N.K. Widjaja
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 1, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.019 KB)

Abstract

The purpose of this research was to compare the DPPH scavenging activity of black tea (Camellia sinensis (L.) OK) and gambier (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) product extract and to determine their TLC-densitometer profile. This research was conducted in two stages, first stage was to examine the DPPH scavenging activity of black tea and gambier product extract. This assay used some concentrations of black tea product extract, gambier product extract, and standard vitamin C (10, 20, 40, 80, 160, 200, and 320 µg/mL). The second stage was to determine the extracts profile by TLC-densitometer. The result of this research showed that the DPPH scavenging activity of gambier product extract was greater (IC50 = 88,57±0,64 µg/mL) than black tea product extract (IC50 = 311,54±2,79 µg/mL). The result of profile determination of black tea product extract at a mobile phase of MeOH:toluene (50:50) showed that no spot was supposed a volatile oil group; at mobile phase of ethyl acetate:formic acid:acetic acid:H2O (100:11:11:26) showed two spots that was supposed a flavonoid group, spot with Rf 0,41 (?max 365 nm) and spot with Rf 0,97 (?max 280 nm); at mobile phase of CHCl3:MeOH (90:10) showed that spot with Rf 0,87 (?max 275 nm) was supposed an alkaloid group; at mobile phase of acetic acid:diethyl ether:n-hexane:ethyl acetate (20:20:20:40) showed that spot with Rf 0,62 (?max 290 nm) was supposed a tannin group. While the result of profile determination of gambier product extract at mobile phase of ethyl acetate:formic acid:acetic acid:H2O (100:11:11:26) showed two spots that was supposed a flavonoid group, spot with Rf 0,81 (?max 280 nm) and spot with Rf 0,92 (?max 280 nm); at mobile phase of acetic acid:diethyl ether:n-hexane:ethyl acetate (20:20:20:40) showed that spot with Rf 0,42 (?max 285 nm) was supposed a tannin group.
PENENTUAN PROFIL BIOAUTOGRAFI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana Auct. non Lamk.) DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL DPPH P. O. Samirana; I. D. M. R Taradipta; N. P. E. Leliqia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 2, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.109 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i02.p04

Abstract

Bidara atau yang dikenal dengan bahasa latin Ziziphus mauritiana Lam. telah diketahui memiliki beberapa aktivitas, diantaranya adalah aktivitas hepatoprotektif, antidiabetes, imunomodulator dan antioksidan. Selain itu terdapat penelitian yang melaporkan bahwa ekstrak etanol daun Z. mauritiana memiliki aktivitas adaptogenik. Suatu teori menyatakan bahwa aktivitas antioksidan berkontribusi terhadap aktivitas adaptogenik yang dimiliki oleh suatu tanaman. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan uji antioksidan ekstrak etanol daun Z. mauritiana serta penentuan profil bioautografi dengan KLT. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Z. mauritiana memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 59,52 ± 1,2 ?g/mL. Dibandingkan dengan vitamin C yang memiliki nilai IC50 sebesar 2,73 ± 0,05 ?g/mL, ekstrak etanol daun Z. mauritiana memiliki aktivitas antioksidan lebih rendah. Hasil profil bioautografi menunjukkan bercak ke-4 dan 10 pada uji flavonoid, bercak ke-12 dan 15 pada uji saponin serta bercak ke-10 pada uji triterpenoid diduga memiliki aktivitas antioksidan.
OPTIMASI KOMPOSISI SPAN® 60 DAN TWEEN® 80 SEBAGAI EMULGATOR TERHADAP STABILITAS FISIK DALAM FORMULASI COLD CREAM EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Wedana JS S. M.; N P. E. Leliqia; Arisanti C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.243 KB)

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan konsentrasi 10% telah terbukti memiliki aktivitas antiluka. Ekstrak tersebut diformulasikan menjadi sediaan cold cream. Penggunaan variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 bertujuan untuk mendapatkan formula cold cream yang paling stabil. Untuk menentukan kestabilan cold cream, maka dilakukan pengujian pengaruh variasi nilai HLB emulgator Span® 60 dan Tween® 80 terhadap stabilitas fisik cold cream ekstrak kulit buah manggis. Variasi nilai HLB dengan kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4,958; 5,573 dan 6,760. Untuk mengetahui pengaruh nilai HLB dilakukan pengujian terhadap stabilitas fisik yang meliputi pH, tipe emulsi dan derajat pemisahan fase. Uji stabilitas dilakukan pada suhu penyimpanan yang berbeda yaitu suhu ruang (25-28 °C) dan suhu 40°C. Data hasil pengujian tersebut dianalisis dengan metode ANOVA one-way, uji Least Significant Different (LSD) dan Independent Samples Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian terhadap stabilitas fisik cold cream ekstrak kulit buah manggis menunjukkan bahwa variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 tidak berpengaruh terhadap tipe emulsi namun memberikan pengaruh terhadap pH dan derajat pemisahan fase. Uji stabilitas menunjukkan bahwa perbedaan suhu penyimpanan tidak menyebabkan perubahan tipe emulsi, namun berpengaruh terhadap pH dan derajat pemisahan fase sediaan cold cream ekstrak kulit buah manggis. Formula dengan kombinasi Span® 60 dan Tween® 80 dengan nilai HLB 4,958 menghasilkan sediaan cold cream dengan stabilitas fisik yang paling stabil.
Uji Aktivitas Chelating Logam Ion Besi Minuman Gambir Kombucha Lokal Bali Secara In Vitro yang Berpotensi Untuk Pengobatan Alzheimer Satiawan, I. P. J; Widjaja I.N.K.; Leliqia N. P. E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.539 KB)

Abstract

Alzheimer adalah penyakit progresif dan neurodegeneratif fatal yang secara klinik ditandai dengan adanya penurunan kemampuan kognitif dan daya ingat. Salah satu terapi yang disarankan untuk penyakit ini adalah penggunaan kombinasi antioksidan dan chelating logam ion besi. Minuman gambir kombucha lokal Bali telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Namun kemampuan chelating logam ion besi dari minuman tersebut belum dibuktikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas chelating logam ion besi dari minuman gambir kombucha lokal Bali menggunakan metode Ferrous Ion Chelating (FIC) dan aktivitasnya dibandingkan dengan standar (+)-katekin dan larutan produk gambir. Metode FIC mengukur kemampuan suatu senyawa untuk bersaing dengan ferrozine dalam mengkelat logam ion besi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa minuman gambir kombucha lokal Bali memiliki aktivitas chelating logam ion besi (IC50 37, 85 mg/mL) lebih lemah dibandingkan larutan produk gambir (IC50 7,76 mg/mL) dan standar (+)-katekin (IC50 3,35 mg/mL)  (p<0,05).