Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Jajanan Sehat Sebagai Upaya Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Tahun Yessy Nur Endah Sary; Tutik Ekasari; Tri Iriyani; Nova Hikmawati; Iit Ermawati; Muthmainnah zakiyyah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i4.2353

Abstract

Children with malnutrition or malnutrition tend to be vulnerable to disease and stunting. Providing nutrition or food intake to children must first be in accordance with the child's growth and development level, secondly it must be in accordance with economic and socio-cultural conditions, and thirdly its nutritional value must be balanced. The aim of this community partnership program is to increase the knowledge of parents who have children aged 4 to 6 years about what types of snacks are beneficial for the growth and development of early childhood. This activity consists of three stages. The first stage is preparation and pre-test, the second stage is providing education about healthy snacks, the third stage is post-test, analysis of increasing knowledge and reporting the results of activities. The results of the activity analysis indicate that there is an increase in parents' knowledge about healthy snacks after being provided with education. The implication of this community partnership program activity is that parents need to continuously obtain information from various sources about healthy snacks and continue to accompany and monitor the snacks consumed by children, so that optimal growth and development can be achieved.
Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Pemberian Asi dengan Sikap Ibu dalam Pencegahan Hiperbilirubin pada Bayi Baru Lahir di RSIA Karinda Husada Musyarirotur Rizki, Firdalia; Ekasari, Tutik; Faraswati, Riska
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3884

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) memiliki peran penting dalam pembentukan sikap positif terhadap pencegahan hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin merupakan kondisi yang umum terjadi pada neonatus dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam upaya pencegahan hiperbilirubin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan dilaksanakan di RSIA Karinda Husada pada bulan Mei 2025. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang baru melahirkan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, yang kemudian melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik mengenai pemberian ASI juga menunjukkan sikap yang baik dalam pencegahan hiperbilirubin, yaitu sebanyak 34 orang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam pencegahan hiperbilirubin dengan nilai ? = 0,000 (? < 0,05). Diharapkan adanya peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu pasca melahirkan mengenai pentingnya pemberian ASI secara optimal sebagai salah satu langkah dalam mencegah terjadinya hiperbilirubin pada bayi baru lahir.
Hubungan Status Gizi dan Usia Ibu Hamil dengan Kejadian Pre Eklamsia di Ponek RSUD Waluyojati Kabupatenm Probolinggo Marfuatun; Ekasari, Tutik; Hanifah, Iis
Jannatul Makwa Health : Jurnal Ilmiah Kesehatan (Scientific Journal of Health) Vol 4 No 1 (2026): Jannatul Makwa Health : Jurnal Ilmiah Kesehatan (Scientific Journal of Health)
Publisher : AHM Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69886/jmh.v4i1.48

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy complication characterized by increased blood pressure, proteinuria, and edema after 20 weeks of gestation, which can cause morbidity and mortality in both mother and baby. Various risk factors can influence the incidence of preeclampsia, including maternal nutritional status and age. This study aims to determine the relationship between maternal nutritional status and age with the incidence of preeclampsia at CEmONC RSUD Waluyo Jati, Probolinggo Regency. This study used a cross-sectional design with secondary data from the medical records of pregnant women at CEmONC RSUD Waluyo Jati. Nutritional status and maternal age were classified into risk groups. The sampling technique used in this study was purposive sampling with a total of 59 pregnant women as respondents during January–February 2025. The results showed that 20 pregnant women (33.9%) had nutritional risk, 19 pregnant women (32.2%) had age-relaed risk, and 22 respondents (37.3%) experienced preeclampsia. Data analysis using the chi-square test showed a significant relationship with a p-value = 0.000 (p < 0.005). This indicated that maternal nutritional status and age had a significant relationship with the incidence of preeclampsia. Therefore, monitoring nutritional status and age before pregnancy is important as an effort to detect and prevent preeclampsia earl.
Hubungan Dukungan Suami Dengan Motivasi Ibu Hamil Untuk Melakukan Pemeriksaan Anc Sesuai Standar (K6) Di Puskesmas Tunjung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Yulia Agustina; Iit Ermawati; Tutik Ekasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5202

Abstract

Pemeriksaan kehamilan sesuai standar (K6) merupakan indikator penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan adalah dukungan dari suami. Suami sebagai figur utama dalam sistem dukungan sosial keluarga memiliki peran signifikan dalam membentuk motivasi ibu untuk menjaga kesehatan kehamilan. Namun, keterlibatan suami dalam praktik ANC masih bervariasi antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan ANC sesuai standar (K6) di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 ibu hamil yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memperoleh dukungan suami dalam kategori baik (71,7%) dan memiliki motivasi kuat dalam pemeriksaan ANC (65,0%). Berdasarkan uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan sesuai standar, dengan nilai r = 0,828 dan p = 0,000 (<0,05). Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan emosional, informasional, dan instrumental dari suami meningkatkan motivasi ibu hamil untuk mengikuti pemeriksaan kehamilan sesuai standar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam meningkatkan cakupan dan kualitas layanan ANC. Dukungan suami yang tinggi berperan sebagai determinan penting dalam meningkatkan motivasi ibu untuk menjaga kesehatan kehamilannya.
Studi Etnomedisin Penggunaan Tanaman Obat untuk Perawatan Pasca Melahirkan pada Suku Madura di Kelurahan KandangjatinKulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Alfi, Nur Mufidah; Ekasari, Tutik; Ermawati, Iit
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan pada masa nifas bertujuan untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati komplikasi pada ibu nifas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikis ibu dan bayi. Perawatan pasca melahirkan dapat menggunakan obat tradisional. Penelitian dilakukan pada suku Madura di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo untuk mengumpulkan data pemanfaatan tanaman obat untuk perawatan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep sehat dan sakit menurut suku Madura di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan, cara pengolahannya, dan cara pemanfaatan obat tradisional untuk perawatan nifas di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Metode dalam penelitian ini yaitu wawancara bebas, terbuka, dan mendalam yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Family Importance Value (FIV), kemudian hasilnya ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel, dan diagram disertai dengan uraian penjelasan. Penelitian menemukan 37 responden yang memberikan informasi mengenai 15 spesies tanaman yang termasuk dalam 8 famili. Tanaman yang paling banyak digunakan adalah kunyit (Curcuma longa Linn). Cara pengolahan tanaman obat yang paling banyak digunakan adalah dengan diparut. Sementara itu, cara penggunaan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara diminum
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Dengan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Desa Pandean Kabupaten Probolinggo Miftahul Jennah; Ekasari, Tutik; Zakiyyah, Muthmainnah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.342

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kurangnya asupan energi dan protein dalam jangka panjang yang sering dialami ibu hamil, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini berdampak pada kesehatan ibu dan janin serta dapat memicu gangguan psikologis, salah satunya kecemasan selama kehamilan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat memengaruhi kondisi fisik ibu, perkembangan janin, dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara KEK dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Desa Pandean, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menentukan status KEK dan kuesioner HARS untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan KEK mengalami kecemasan sedang hingga tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara KEK dan tingkat kecemasan (p < 0,05). Diperlukan edukasi gizi dan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah KEK dan menurunkan kecemasan ibu hamil.
Hubungan Pendidikan dan Paritas Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi KB Suntik di Polindes Tongas Wetan Fitrianingsih; Irayani, Tri; Ekasari, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.393

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting terhadap pandangan dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas akan melakukan penilaian terhadap keputusan yang dipilih, salah satunya yakni pemilihan akseptor KB. Menurut WHO, 2020 penggunaan alat kontrasepsi didunia sebesar 87%, dengan pemilihan kontrasepsi hormonal 75% dan 25% non hormonal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 50 PUS dengan akseptor KB, menggunakan accidental Sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil yakni pendidikan (p-value 0,000 < 0,05) paritas (p-value 0,000 < 0,05), dengan demikian dapat diputuskan bahwa H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB Suntik di Polindes Tongas Wetan. Tingginya jumlah pengguna KB suntik yang hanya berpendidikan tingkat SD menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap pilihan kontrasepsi masih terbatas. Selain itu, faktor biaya menunjukkan keterbatasan akses responden terhadap kontrasepsi yang lebih aman dan ramah tubuh.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Minat Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Maron Susanti, Maria Ulfa; Ekasari, Tutik; Hanifah, Iis
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.395

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) direkomendasikan sebagai metode skrining karena bersifat sederhana, murah, dan efektif. Namun, partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih tergolong rendah, salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan minat WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 95 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mendapat dukungan keluarga (64,2%) dan tidak berminat melakukan pemeriksaan IVA (86,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan minat pemeriksaan IVA (p = 0,000). Keterlibatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker serviks.
Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Keputihan Pada Akseptor KB di Ponkesdes Sariwani Puspitasari, Hanik Eka Ratna; Irayani, Tri; Ekasari, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.397

Abstract

Penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan merupakan salah satu metode keluarga berencana hormonal yang paling banyak dipilih di Indonesia karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan, yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis dan berpotensi mengganggu kesehatan reproduksi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Ponkesdes Sariwani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 33 akseptor KB suntik tiga bulan, dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang menggunakan KB suntik ≥6 bulan mengalami keputihan, yaitu sebanyak 23 responden. Uji Chi-square memperoleh nilai p = 0,012 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai efek samping kontrasepsi hormonal dan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Preeklamsia di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Mursyida; Ekasari, Tutik; Zakiyyah, Muthmainnah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.418

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor risiko penting adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) pada ibu hamil. IMT yang tidak normal, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Wangkal. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari Buku KIA. Teknik purposive sampling digunakan dengan jumlah sampel 53 ibu hamil dari kluster 2 pada periode Mei–Juni 2025. Hasil menunjukkan mayoritas memiliki IMT ≥25 kg/m² sebanyak 28 orang (52,8%) dan kejadian preeklamsia sebanyak 22 orang (41,5%). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara IMT ibu hamil dengan dan tanpa preeklamsia (p=0,015). Hal ini menegaskan IMT berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia. Oleh karena itu, pemantauan IMT sejak awal kehamilan serta edukasi gizi dan pengendalian kenaikan berat badan perlu dilakukan untuk mencegah preeklamsia dan komplikasi kehamilan.