Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemeriksaan Kehamilan secara Teratur terhadap Kejadian Preeklamsi Ekasari, Tutik; Natalia, Mega Silvian
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 3 No. 1 (2019): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i1.125

Abstract

ABSTRAKKematian ibu tertinggi disebabkan oleh Preeklamsi. Kejadian preeklamsia dapat dikatakan sebagai masalah kesehatan masyarakat jika CaseFatalityRate (CFR) preeklamsia mencapai 1,4% - 1,8%.Menurut data terakhir prevalensi kejadian preeklamsia di Indonesia sekitar 3-10%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kejadian preeklamsia di Indonesia melewati batas CFR sehingga preeklamsia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2017 di Kabupaten Probolinggo sebanyak 14 orang. Penyebab langsung kematian ibu pada tahun 2017 disebabkan karena Perdarahan (15%), Preeklamsi/Eklamsi (50%), Infeksi (5%), Emboli Air Ketuban (5%), dan Lain-lain(25%). Semakin meningkatnya kejadian preeklampsi di Kabupaten Probolinggo diduga karena ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya secara teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemeriksaan kehamilan secara teratur terhadap kejadian preeklamsia.Desain yang digunakananalitik korelasional dengan pendekatan Retrospektifstudy. Populasi yang digunakan semua ibu hamil pada tahun 2018. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan diperoleh sampel sejumlah 200 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 50% ibu hamil yang mengalami preeklamsi, sedangkan 59% dari ibu hamil yang mengalami preeklamsi tidak memeriksakan kehamilannya secara teratur. Setelah dianalisis dengan Chi Square didapatkan p value 0,003 yang artinya ada pengaruh pemeriksaan kehamilan secara teratur terhadap kejadian preeklamsi. Kata kunci : pemeriksaan kehamilan, teratur, preeklamsi ABSTRACTThe highest maternal mortality is caused Preeclampsia. The incidence of preeclampsia can be said to be a public health problem if the Case Fatality Rate (CFR) of preeclampsi areaches 1.4% - 1.8%. According to the latest data, the prevalence of preeclampsiain Indonesia is around 3-10%. This figures hows that the incidence of preeclampsiain Indonesia exceeds the CFR limit so that preeclampsia is one of the public health problems. The maternal mortality rate (AKI) in 2017 in Probolinggo Districtis 14 people. The direct cause of maternal deathin 2017 is caused by bleeding (15%), preeclampsia / eclampsia (50%), infection (5%), amnioticembolism (5%), and others (25%). The increasing incidence of preeclampsiain Probolinggo Regency is suspected because pregnant women do not check their pregnancy regularly. This study aims to analyze the effect of regular pregnancy examinations on the incidence of preeclampsia. The design used correlational analytic with a retrospective study approach. The population used was all pregnant women in 2018. The sampling technique was purposive sampling and a sample of 200 people met the inclusion criteria. Data collection used questionnaires and interviews. The statistical test used is Chi Square. The results showed that there were 50% of pregnant women who experienced preeclampsia, while 59% of pregnant women who experienced preeclampsia did not check their pregnancy regularly. After being analyzed with Chi Square, it was obtained p value 0.003, which means that the reisan effect of regula rpregnancy examinations on the incidence of preeclampsia. Keywords: pregnancy checkup, regular, preeclampsia
Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Inspeksi Visual Asam (IVA) Yessy Nur Endah Sary; Tutik Ekasari; Homsiatur Rohmatin; Iit Ermawati
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.1427

Abstract

Cervical cancer is one of the most common causes of cancer. The incidence of cervical cancer and death from cervical cancer continues to increase worldwide. This community service activity was carried out at the Darul Ulum Foundation, Patokan, Probolinggo Regency with respondents namely women of childbearing age. The purpose of this community service activity is to provide information to women of childbearing age about the importance of early detection of cervical cancer. This activity begins with a pre-test to measure respondents' knowledge about early detection of cervical cancer, then provides health education and ends with a post-test to measure respondents' knowledge about early detection of cervical cancer after providing health education. By providing Health Education, it is hoped that respondents will become self-aware and motivated to carry out early detection by participating in an Acid Visual Inspection (IVA) at the nearest Health Center.
Edukasi Jajanan Sehat Sebagai Upaya Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Tahun Yessy Nur Endah Sary; Tutik Ekasari; Tri Iriyani; Nova Hikmawati; Iit Ermawati; Muthmainnah zakiyyah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i4.2353

Abstract

Children with malnutrition or malnutrition tend to be vulnerable to disease and stunting. Providing nutrition or food intake to children must first be in accordance with the child's growth and development level, secondly it must be in accordance with economic and socio-cultural conditions, and thirdly its nutritional value must be balanced. The aim of this community partnership program is to increase the knowledge of parents who have children aged 4 to 6 years about what types of snacks are beneficial for the growth and development of early childhood. This activity consists of three stages. The first stage is preparation and pre-test, the second stage is providing education about healthy snacks, the third stage is post-test, analysis of increasing knowledge and reporting the results of activities. The results of the activity analysis indicate that there is an increase in parents' knowledge about healthy snacks after being provided with education. The implication of this community partnership program activity is that parents need to continuously obtain information from various sources about healthy snacks and continue to accompany and monitor the snacks consumed by children, so that optimal growth and development can be achieved.
Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Pemberian Asi dengan Sikap Ibu dalam Pencegahan Hiperbilirubin pada Bayi Baru Lahir di RSIA Karinda Husada Musyarirotur Rizki, Firdalia; Ekasari, Tutik; Faraswati, Riska
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3884

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) memiliki peran penting dalam pembentukan sikap positif terhadap pencegahan hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin merupakan kondisi yang umum terjadi pada neonatus dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam upaya pencegahan hiperbilirubin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan dilaksanakan di RSIA Karinda Husada pada bulan Mei 2025. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang baru melahirkan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, yang kemudian melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik mengenai pemberian ASI juga menunjukkan sikap yang baik dalam pencegahan hiperbilirubin, yaitu sebanyak 34 orang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam pencegahan hiperbilirubin dengan nilai ? = 0,000 (? < 0,05). Diharapkan adanya peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu pasca melahirkan mengenai pentingnya pemberian ASI secara optimal sebagai salah satu langkah dalam mencegah terjadinya hiperbilirubin pada bayi baru lahir.
Hubungan Status Gizi dan Usia Ibu Hamil dengan Kejadian Pre Eklamsia di Ponek RSUD Waluyojati Kabupatenm Probolinggo Marfuatun; Ekasari, Tutik; Hanifah, Iis
Jannatul Makwa Health : Jurnal Ilmiah Kesehatan (Scientific Journal of Health) Vol 4 No 1 (2026): Jannatul Makwa Health : Jurnal Ilmiah Kesehatan (Scientific Journal of Health)
Publisher : AHM Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69886/jmh.v4i1.48

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy complication characterized by increased blood pressure, proteinuria, and edema after 20 weeks of gestation, which can cause morbidity and mortality in both mother and baby. Various risk factors can influence the incidence of preeclampsia, including maternal nutritional status and age. This study aims to determine the relationship between maternal nutritional status and age with the incidence of preeclampsia at CEmONC RSUD Waluyo Jati, Probolinggo Regency. This study used a cross-sectional design with secondary data from the medical records of pregnant women at CEmONC RSUD Waluyo Jati. Nutritional status and maternal age were classified into risk groups. The sampling technique used in this study was purposive sampling with a total of 59 pregnant women as respondents during January–February 2025. The results showed that 20 pregnant women (33.9%) had nutritional risk, 19 pregnant women (32.2%) had age-relaed risk, and 22 respondents (37.3%) experienced preeclampsia. Data analysis using the chi-square test showed a significant relationship with a p-value = 0.000 (p < 0.005). This indicated that maternal nutritional status and age had a significant relationship with the incidence of preeclampsia. Therefore, monitoring nutritional status and age before pregnancy is important as an effort to detect and prevent preeclampsia earl.
Edukasi Isi Piringku Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Ekasari, Tutik
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 : Desember (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy is a condition where the hemoglobin (Hb) level in the blood is less than normal and the hemoglobin (Hb) level in the mother decreases from the normal Hb level, which is <11 g / dL. Anemia that often occurs in pregnancy is iron deficiency anemia which is referred to as a "potential danger to mother and child" (potential to endanger mother and child). The purpose of this PKM is to increase maternal knowledge in preventing anemia in pregnancy and the output target to be achieved is the Community Service Journal. The method of this Community Service is health education to women of childbearing age about the contents of my plate. Participants in this Community Service are women of childbearing age and cadres, totaling 30 people. The location of the Community Service is in Pajurangan Village, Gending District, Probolinggo Regency. Based on the results of the PKM activity on Saturday, May 31, 2025, participants understand and are able to explain again about the contents of my plate as an effort to prevent anemia, especially for pregnant women. This Community Service is expected to provide understanding and change community behavior. To overcome the problem of anemia, the role of Posyandu cadres is needed to provide information about the importance of understanding the contents of my plate for balanced nutrition.
Hubungan Dukungan Suami Dengan Motivasi Ibu Hamil Untuk Melakukan Pemeriksaan Anc Sesuai Standar (K6) Di Puskesmas Tunjung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Yulia Agustina; Iit Ermawati; Tutik Ekasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5202

Abstract

Pemeriksaan kehamilan sesuai standar (K6) merupakan indikator penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan adalah dukungan dari suami. Suami sebagai figur utama dalam sistem dukungan sosial keluarga memiliki peran signifikan dalam membentuk motivasi ibu untuk menjaga kesehatan kehamilan. Namun, keterlibatan suami dalam praktik ANC masih bervariasi antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan ANC sesuai standar (K6) di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 ibu hamil yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memperoleh dukungan suami dalam kategori baik (71,7%) dan memiliki motivasi kuat dalam pemeriksaan ANC (65,0%). Berdasarkan uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan sesuai standar, dengan nilai r = 0,828 dan p = 0,000 (<0,05). Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan emosional, informasional, dan instrumental dari suami meningkatkan motivasi ibu hamil untuk mengikuti pemeriksaan kehamilan sesuai standar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam meningkatkan cakupan dan kualitas layanan ANC. Dukungan suami yang tinggi berperan sebagai determinan penting dalam meningkatkan motivasi ibu untuk menjaga kesehatan kehamilannya.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik dengan Perubahan Siklus Menstruasi pada Akseptor KB Zafarina, Safira Devi; Iriyani, Tri; Ekasari, Tutik
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v7i2.755

Abstract

Family Planning (FP) is a strategic effort in birth control and improving maternal welfare. One of the most widely used contraceptive methods is injectable contraception, both 1-monthly and 3-monthly injections. The use of injectable contraception can cause hormonal side effects, one of which is changes in the menstrual cycle. The purpose of this study was to analyze the relationship between injectable contraception use and changes in the menstrual cycle in family planning users. This study used a correlative design with a cross-sectional approach. The study population was all 95 mothers who accepted injectable contraception at PMB Ani Farmadiani, using an accidental sampling technique. Data were collected using questionnaires and observation sheets, then analyzed using the chi-square test with the help of SPSS. The results showed that most users of 3-monthly injectable contraception experienced irregular menstrual cycles, while users of 1-monthly injectable contraception tended to have regular menstrual cycles. Statistical tests showed a p-value of 0.005 (p<0.05), indicating a significant relationship between injectable contraception use and changes in the menstrual cycle. The conclusion of this study is that there is a relationship between injectable contraception use and changes in the menstrual cycle, where changes occur more frequently in users of 3-monthly injectable contraception. It is hoped that the results of this study can be used as a consideration for health workers in providing contraceptive counseling to family planning acceptors.
Studi Etnomedisin Penggunaan Tanaman Obat untuk Perawatan Pasca Melahirkan pada Suku Madura di Kelurahan KandangjatinKulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Alfi, Nur Mufidah; Ekasari, Tutik; Ermawati, Iit
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan pada masa nifas bertujuan untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati komplikasi pada ibu nifas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikis ibu dan bayi. Perawatan pasca melahirkan dapat menggunakan obat tradisional. Penelitian dilakukan pada suku Madura di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo untuk mengumpulkan data pemanfaatan tanaman obat untuk perawatan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep sehat dan sakit menurut suku Madura di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan, cara pengolahannya, dan cara pemanfaatan obat tradisional untuk perawatan nifas di Desa Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Metode dalam penelitian ini yaitu wawancara bebas, terbuka, dan mendalam yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Family Importance Value (FIV), kemudian hasilnya ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel, dan diagram disertai dengan uraian penjelasan. Penelitian menemukan 37 responden yang memberikan informasi mengenai 15 spesies tanaman yang termasuk dalam 8 famili. Tanaman yang paling banyak digunakan adalah kunyit (Curcuma longa Linn). Cara pengolahan tanaman obat yang paling banyak digunakan adalah dengan diparut. Sementara itu, cara penggunaan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara diminum
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Dengan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Desa Pandean Kabupaten Probolinggo Miftahul Jennah; Ekasari, Tutik; Zakiyyah, Muthmainnah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.342

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kurangnya asupan energi dan protein dalam jangka panjang yang sering dialami ibu hamil, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini berdampak pada kesehatan ibu dan janin serta dapat memicu gangguan psikologis, salah satunya kecemasan selama kehamilan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat memengaruhi kondisi fisik ibu, perkembangan janin, dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara KEK dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Desa Pandean, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menentukan status KEK dan kuesioner HARS untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan KEK mengalami kecemasan sedang hingga tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara KEK dan tingkat kecemasan (p < 0,05). Diperlukan edukasi gizi dan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah KEK dan menurunkan kecemasan ibu hamil.