Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Informatika

RANCANGAN TATAKELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PABRIK PUPUK Surendro, Kridanto
Jurnal Informatika Vol 9, No 2 (2008): NOVEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.466 KB) | DOI: 10.9744/informatika.9.2.115-121

Abstract

Many believe that information technology will be the major driver for economic wealth in the 21st century, but investing in information technology implementation on supporting corporate business process have a huge risk of failure because of the huge investment involved. There is a need of a comprehensive and structured IT governance from design until monitoring phase. This paper was trying to propose an IT governance model for a fertilizer company as a strategic state company in Indonesia’s macro economics. It identified current IT implementation, governance model requirements aligned with corporate resources and vision and mission base on COBIT standard. COBIT Standard is used because it has a good combination of the width and the depth of IT governance processes compared to other standards. Identification of current IT process maturity level showed that 50% of COBIT IT processes have maturity scale at 2, 37,5% at 1, and 12,5% at 3. None of current IT process maturity level had the same level with the expected one, so all of the process had a gap to be closed. The action in closing the maturity gap need a hard work for PT XYZ management. There are actions about defining policies and procedures, documentation of the defined policies and procedures, and a routine reviews of it. Abstract in Bahasa Indonesia: Teknologi Informasi diyakini sebagai pendukung utama tercapainya tujuan perusahaan di abad 21 ini, namun investasi penerapan teknologi informasi dalam menunjang proses bisnis suatu perusahaan mempunyai resiko kegagalan yang cukup besar dikarenakan nilai investasi yang menyertainya cukup besar. Untuk itu diperlukan suatu tatakelola teknologi informasi yang komprehensif dan terstruktur dari mulai perancangan sampai pengawasannya. Makalah ini mencoba memberikan suatu usulan model tatakelola teknologi informasi di sebuah pabrik pupuk yang merupakan salah satu BUMN yang mempunyai nilai strategis dalam menunjang makro ekonomi di Indonesia. Penelitian ini akan melakukan identifikasi profil penerapan TI yang telah ada, kebutuhan model pengelolaan yang disesuaikan dengan sumber daya dan visi misi perusahaan dengan menggunakan standar COBIT. Standar COBIT digunakan karena mempunyai kompromi yang cukup baik dalam keluasan cakupan pengelolaan dan kedetailan proses-prosesnya dibandingkan dengan standar-standar lainnya. Pada pengukuran kematangan proses TI di PT XYZ, terlihat bahwa 50% proses TI COBIT mempunyai kematangan pada skala 2 (repeateable but intuitive), 37,5% pada skala 1 (initial/ad hoc), dan 12,5% pada skala 3 (defined process). Hal ini menunjukkan bahwa belum satupun proses TI COBIT yang sudah mempunyai tingkat kematangan yang seharusnya dimiliki. Seluruh proses masih memiliki gap yang harus ditutup. Kata kunci: tatakelola, teknologi informasi, COBIT
PEMANFAATAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING UNTUK PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI Surendro, Kridanto
Jurnal Informatika Vol 8, No 1 (2007): MAY 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.042 KB) | DOI: 10.9744/informatika.8.1.pp. 1-9

Abstract

In the endeavor to attain its goal, an enterprise strives to undertake challenges and changes of which strategies for effective measures and efficient resource usage become necessary. To this necessity, the role of information system for supporting and enhancing enterprise performance has become more strategic and widely established. This elicits mission for information system and advises a general course of action to give a unified direction for planning, implementation and control in alignment with enterprise business strategy. A planning that identifies enterprise's information requirement and possible innovations in technology utilization for enhancing enterprise performance is a first step to begin the fulfillment of information system mission. Such a planning can be satisfied by employing Enterprise Architecture Planning methodology, which is purposed to deliver data architecture, application architecture, technology architecture and implementation plan. Implementation plan is comprised of a sequence of application development and technology platform migration / acquisition. Such a sequence is elaborated further according to business aspect as a main drive, organizational aspect which addresses people who will be involved in implementation, information system and information technology environment aspect as an interface for existing and future systems, and application development aspect which interconnects one stage in the development sequence with another. Abstract in Bahasa Indonesia : Pencapaian tujuan suatu enterprise menghadapi berbagai tantangan serta perubahan yang memerlukan strategi untuk langkah-langkah efektif dan pemanfaatan sumber daya yang efisien. Salah satu strategi yang penting dan semakin banyak digunakan adalah pemanfaatan dan peningkatan dukungan sistem informasi bagi enterprise. Penerapan strategi ini mengembankan misi pada sistem informasi yang pemenuhannya memerlukan keterpaduan arah dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang selaras dengan strategi bisnis enterprise. Pembangunan strategi untuk pemenuhan misi sistem informasi dimulai dari perencanaan yang mengidentifikasi kebutuhan informasi dan kemungkinan inovasi pemanfaatan teknologi untuk peningkatan kinerja enterprise. Perencanaan ini dapat memanfaatkan metodologi Perencanaan Arsitektur Enterprise yang menghasilkan arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, dan arah rencana implementasinya bagi enterprise. Rencana implementasi berupa urutan pengembangan aplikasi dan migrasi / akuisisi landasan teknologi dielaborasikan menurut aspek bisnis sebagai pendorong utama, aspek organisasional untuk penentuan peran bagi sumber daya pelaku implementasi, aspek lingkungan sistem informasi dan teknologi informasi untuk menjembatani kondisi sistem-sistem saat ini dan yang akan diwujudkan, serta aspek pengembangan aplikasi yang mempertautkan satu tahap pengembangan dengan tahap pengembangan lainnya. Kata kunci: rencana strategis, sistem informasi, EAP, Zachman Framework.