Claim Missing Document
Check
Articles

Refleksi dan Run Up Gelombang Melalui Pemecah Gelombang Berlubang Tipe Box Culvert Nastain Nastain; Suripin Suripin; Nur Yuwono; Ignatius Sriyana
Dinamika Rekayasa Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2022
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2022.18.2.524

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji refleksi dan tinggi run-up gelombang pada pemecah gelombang berlubang tipe box culvert, yaitu struktur pemecah gelombang dengan bagian atas berbentuk dinding kedap air dan bagian bawah berbentuk lubang tipe box culvert. Metode penelitian dilakukan dengan eksperimen model fisik di laboratorium. Parameter struktur lubang dan parameter gelombang divariasi untuk mengetahui unjuk kerja pemecah gelombang berdasarkan indikator nilai koefesien refleksi (KR) dan tinggi run-up (Ru). Parameter penelitian berdasarkan analisis non dimensional adalah tinggi lubang relatif (hL/d), panjang lubang relatif (B/L) dan kecuraman gelombang (H/L). Eksperimen model fisik di laboratorium menggunakan saluran gelombang dengan panjang 15,0 m, lebar 0,3 m dan tinggi 0,45 m. Simulasi gelombang menggunakan gelombang reguler dan tinggi gelombang diukur menggunakan alat wave probe yang ditempatkan di depan model. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai KR dan Ru akan meningkat dengan menurunnya nilai hL/d, meningkatnya nilai B/L dan meningkatnya nilai H/L.
Analisis Risiko Kegagalan Bendungan Paselloreng Dengan Metode Pohon Kejadian (Event Tree) Ricky Zefri; Dyah Ari Wulandari; Suripin
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i2.10574

Abstract

Selain pemeriksaan keamanan bendungan, penilaian risiko juga sangat diperlukan guna pengelolaan keamanan bendungan. Pada penelitian ini penilaian risiko menggunakan metode pohon kejadian serta menggunakan metode tradisional. Metode pohon kejadian memiliki keuntungan dalam memetakan potensi keruntuhan bendungan secara sistematis sejak awal dibandingkan dengan metode tradisional yang berkaitan dengan manfaat kriteria yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis penilaian risiko, probabilitas kegagalan bendungan yang paling berpengaruh adalah pada komponen bangunan pengambilan dengan nilai 5,30x10-16 sementara probabilitas terjadinya risiko kegagalan Bendungan Paselloreng secara keseluruhan dengan metode pohon kejadian sebesar 15,30x10-20 dimana syarat dari batas yang dapat diterima untuk bendungan eksisting maksimum 1,00x10-5. Nilai probabilitas risiko Bendungan Paselloreng memenuhi syarat nilai risiko yang dapat diterima
Analisis Probabilitas Kegagalan Bendungan Pacal Menggunakan Metode Event Tree Analysis Andrean Rahady Juanizar; Suripin Suripin; Ignatius Sriyana; Suprapto Suprapto
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v1i2.2652

Abstract

Kegagalan bendungan merupakan suatu bencana besar yang dapat menimbulkan kerugian besar dan dapat menimbulkan korban jiwa. Usaha dalam mengidentifikasi kemungkinan kegagalan bendungan dapat dilakukan dengan analisis risiko kegagalan bendungan. Pada penelitian ini, dilakukan analisis risiko untuk menentukan nilai probabilitas kegagalan tahunan pada Bendungan Pacal yang terletak di Kabupaten Bojonegoro. Analisis dilakukan dengan menginventarisasi seluruh mode kegagalan yang mungkin terjadi berdasarkan laporan inspeksi besar yang dilaksanakan di bendungan. Setiap potensi bahaya yang ada dilakukan perhitungan perkiraan risiko dengan menggunakan metode FMECA. Terhadap seluruh potensi bahaya yang memiliki nilai risiko dan kekritisan yang tinggi, dilakukan analisis risiko menggunakan metode pohon kejadian (event tree) sehingga diketahui proses kejadian yang mungkin terjadi. Hasil analisis yaitu probabilitas kumulatif dari beberapa potensi bahaya kegagalan Bendungan Pacal adalah sebesar:  1,29 x 10-5. Probabilitas kegagalan bendungan tertinggi yaitu pada potensi bahaya deformasi tubuh bendungan. Status risiko Bendungan Pacal berada dalam "batas yang ditoleransi untuk bendungan eksisting". Untuk mengurangi risiko bahaya kegagalan bendungan, direkomendasikan untuk dilakukan analisis deformasi lebih lanjut dan dilakukan penanganan pada keretakan pada plat beton untuk menghindari terjadinya perluasan keretakan.
Rasionalisasi Pos Curah Hujan Menggunakan Metode Kagan di DAS Ciliwung untuk Operasi Bendungan Ciawi dan Sukamahi Propezite Nurhutama Mustain; Dyah Ari Wulandari; Hari Nugroho; Suripin Suripin
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 11 No 1 (2023): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Januari 2023)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v11i1.5614

Abstract

Hydrological stations are an important element in order to provide preliminary information to dam managers in planning and managing dams. Rainfall data generated from rainfall stations is one of the inputs in hydrological analysis that can be used in dam management. To support the hydrological analysis, an appropriate network of rainfall stations is needed, both in terms of the number and location of rainfall stations. Therefore, it is necessary to study the rationalization of the hydrological station network within the Ciliwung Watershed, so that it can be utilized in dam operations. The purpose of this study is to obtain an efficient and effective network of rainfall stations in the Ciliwung watershed to support the operation of the Ciawi and Sukamahi Dams. In this case, the Kagan method was used in the analysis of the rationalization of the rainfall station network by producing the optimum number of rainfall stations in the Ciliwung watershed, that is 29 rainfall stations. Based on these results, the number of rainfall stations in the Ciliwung watershed has met in terms of number, but the location point needs to be adjusted to the Kagan triangle.
Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Dan Tindakan Pengurangan Risiko Pada Bendungan Nglangon: Risk Assessment Of Dam Failure And Risk Reduction Measures At Nglangon Dam Bramantyo Herawanto; Suripin Suripin; Dyah Ari Wulandari
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2023): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v11i1.4071

Abstract

The dam failure that has been operating has a great potential to occur if the administrator does not carry out proper maintenance. Dams require proper and correct maintenance and operation which will greatly affect the safety of the dam itself. Especially for dams that have been operating for a long time, major maintenance activities including repairs and rehabilitation are urgently needed to avoid the worst conditions such as facing natural disasters. Because a dam can cause a large impact if it fails, it is necessary to have a risk assessment to analyze and evaluate the hazard of the dam. Risk research conducted at the Nglangon Dam uses the event tree method, traditional and modified ICOLD. Based on the results of individual and group extreme probability analysis, both traditional and event tree methods, the risk probability value is above the acceptable risk value threshold of 1.00E-05, which means that the Nglangon Dam requires further action. This is in line with the results of the ICOLD modified risk assessment method with classification III (high) which means that the Nglangon Dam is included in a dam that requires special attention and corrective actions to reduce the level of risk in the Nglangon Dam
Pemodelan Hujan Limpasan Menggunakan HEC-HMS pada Daerah Tangkapan Air Waduk Wonogiri Amir Hadziq Fahmi; Suripin Suripin; Dyah Ari Wulandari; Khoirul Murod
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.082 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6687

Abstract

Ketersediaan data debit sangat penting dalam upaya pemanfaatan sumber daya air. Keterbatasan data menjadi kendala dalam menganalisis potensi air pada suatu wilayah sehingga perlu dilakukan pemodelan hujan limpasan. Salah satu perangkat lunak untuk memodelkan hujan limpasan adalah HEC-HMS. Model HEC-HMS dapat mensimulasikan proses hujan menjadi limpasan dengan memasukkan parameter sesuai dengan karakteristik dari suatu Daerah Tangkapan Air (DTA). Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model hujan limpasan pada DTA Waduk Wonogiri sehingga diketahui debit yang masuk ke Waduk Wonogiri dari masing-masing subdas. Kinerja model dinilai berdasarkan parameter statistik Koefisien deterministik (R2), Nash-Sutcliff Efficiency (NSE) dan percent bias (PBIAS). Model hujan limpasan menggunakan HEC-HMS memiliki hasil yang bagus pada dua titik observasi (Ngadipiro dan Waduk Wonogiri). Pada titik observasi Ngadipiro menghasilkan nilai parameter R2 sebesar 0,793, NSE sebesar 0,721 dan PBIAS sebesar 8,721%. Sedangkan pada titik observasi Waduk Wonogiri menghasilkan nilai parameter R2 sebesar 0,803, NSE sebesar 0,792, dan PBIAS sebesar 0,122%. Sehingga model dapat digunakan untuk analisis berikutnya.
PERBANDINGAN METODE PEMBUATAN SHAFT UNTUK PEKERJAAN JACKING PIPE DENGAN METODE CAISSON SHAFT SINKING DAN SHEET PILE SHAFT : STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN JARINGAN IPAL PALEMBANG PAKET B2A Osfaldo, O; Arief Budihardjo, M; Suripin, S
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 7 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23851

Abstract

Pekerjaan jacking merupakan suatu metode pekerjaan yang sering dipakai dalam pembangunaninfrastruktur suatu kota, khususnya terkait dengan pembangunan infrastruktur yang ada di dalam tanahseperti pemasangan pipa, pembuatan terowongan, pembuatan rel kereta bawah tanah, dan lainsebagainya. Salah satu pekerjaan yang merupakan bentuk aplikasi dari metode jacking adalah pekerjaanpemasangan pipa, atau biasa disebut pipe jacking. Cara kerja dari metode pipe jacking yakni mendorongpipa ke dalam tanah yang bersamaan dengan proses pengikisan tanah tersebut dengan mata bor(cuttinghead). Pada pekerjaan pipe jacking, terdapat suatu galian yang disebut sebagai shaft / pit yangmerupakan titik awal dan titik akhir dari satu trase pekerjaan pipe jacking. Terdapat 2 jenis shaft dipekerjaan jacking, yakni departure shaft yang berguna untuk menentukan titik awal kedalaman pipa yangdirencanakan sekaligus sebagai tempat meletakkan mesin jacking, dan arrival shaft yang merupakan titikakhir dari trase pipe jacking. Pada Proyek IPAL Palembang Paket B2 A terdapat 2 metode pembuatanshaft yang diaplikasikan yakni metode sheetpile shaft dan caisson shaft sinking. Masing-masing metodememiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat ditinjau dari segi waktu, biaya, serta mutunya. Pemilihanmetode pembuatan shaft erat kaitannya dengan kondisi lokasi, ketersediaan akses, kebutuhan area ataukapasitas mesin jacking. Hal ini menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pekerjaanpembuatan shaft. Metode penelitian yang digunakan yakni metode gabungan data observasi denganwawancara dengan responden di Proyek IPAL Palembang Paket B2 A, dengan membandingkan pekerjaanpembuatan shaft sheetpile dan caisson shaft dari segi waktu, biaya dan mutu pada pekerjaan pipe jackingRCP 1000 menggunakan mesin MTs 1000. Setelah dianalisa, metode sheetpile shaft memiliki waktu yangrelatif lebih lama dan memerlukan biaya yang lebih besar jika dibandingkan dengan metode caisson shaft,namun caisson shaft memerlukan material khusus yang memiliki keterbatasan terhadap proses pengadaandan pengiriman ke lokasi, tidak seperti metode sheetpile shaft yang memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalamketersediaan alat dan materialnya.
Penentuan Debit Aliran Berbasis Data Satelit GPM pada Daerah Tangkapan Air (Studi Kasus: Waduk Sepaku Semoi) Maknun, Dillon Asmara; suripin, Suripin
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.59015

Abstract

Sepaku Semoi Reservoir is located in Tengin Baru Village, Sepaku District, North Penajam Paser Regency, East Kalimantan Province, and has a water catchment area of 70.19 km2. This research aims to determine the amount of flow discharge entering the Sepaku Semoi Reservoir Catchment Area using the Mock Method. The rain data used is GPM satellite data as an alternative to the unavailability of rain recording posts in the Sepaku Semoi Reservoir Water Catchment Area. GPM satellite data needs to be calibrated and validated against rain recording posts in the field to determine the accuracy of the data. The highest GPM satellite data calibration is the Intercept linear regression equation with a value of R2 = 0.852. The best validation of GPM satellite data was shown in the 2004 period with a value of RMSE=65.04; KR=13%; R=0.91. The annual average maximum discharge is 6.26 m3/sec and the minimum is 3.17 m3/sec. Validation of the Mock Method flow rate is shown with a value of NSE=0.78; R=0.79. Based on the results of the analysis that has been carried out, concluded that an alternative in predicting observed discharge data in the field can be done using the Mock Method based on GPM satellite data.
Pemodelan Debit Banjir Rencana Berbasis Data Hujan Satelit pada Daerah Tangkapan Air Bendungan Meninting Hartyan, Dionysius Edna; Suripin, Suripin
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.59024

Abstract

Rainfall stations around the Meninting Dam catchment area are very limited. Global Precipitation Measurement (GPM) satellite rainfall data can be utilized to fulfill the lack of rainfall data. This research aims to improve the quality of flood discharge in the Meninting Dam catchment area through rainfall data correction. GPM rainfall data was corrected using the probability curve method, while flood discharge analysis used HEC-HMS modeling. The results showed that the correlation coefficient of GPM rainfall data with Sesaot Rainfall Station was 0,73, the average HHMT error decreased by 2.99% after correction, and the correction factor level was 0-1,2 for each rainfall value range. The flood discharge (Q) of HEC-HMS modeling for each return period was obtained Q2th = 117,1 m3/sec, Q5th = 142,5 m3/sec, Q25th = 242,3 m3/sec, Q100th = 335,6 m3/sec, Q1000th = 529,3 m3/sec, and QPMF = 930,9 m3/sec.
Uji Keandalan Teori Empiris Dalam Memprediksi Laju Sedimentasi Waduk (Studi Kasus Sedimentasi Waduk Salomekko, Sulawesi Selatan) Wahyudi, Wahyudi; Wulandari, Dyah Ari; Suripin, Suripin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 6 : Al Qalam (November 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i6.3764

Abstract

Bendungan merupakan infrastruktur sumber daya air yang berfungsi membendung aliran air sungai untuk dialirkan secara teratur guna memenuhi berbagai kebutuhan air untuk pertanian, air minum, pembangkit listrik tenaga air dan konservasi. Salah satu faktor yang menentukan dalam perencanaan bendungan adalah adanya volume sedimen yang akan tertampung di waduk dalam kurun waktu umur waduk, dimana elevasi bangunan pengambilan akan ditempatkan di atas elevasi kumulasi volume sedimen di waduk, atau yang dikenal dengan tanpungan mati (dead storage). Permasalahan yang terjadi pada bendungan yang telah dibangun di Indonesia adalah terjadi gap yang besar antara laju sedimentasi waduk rencana dengan realisasi hasil observasi yang dilakukan dengan pengukuran batimetri waduk. Tujuan penelitian adalah untuk menguji keandalan metode empiris USLE yang digunakan secara luas untuk perencanaan laju sedimentasi waduk di Indonesia, terhadap realisasi sedimen yang mengendap di waduk. Penelitian diadakan di bendungan Salomekko, yaitu suatu bendungan urugan yang terletak di Propinsi Sulawesi Selatan dengan luas DTA 12,92 Km2 dan mulai beroperasi  sejak ahun 1998. Hasil uji keandalan laju sedimentasi waduk teoritis terhadap hasil observasi menunjukkan nilai yang rendah, yaitu sebesar 41,92%. Kondisi tersebut mengakibatkan rencana umur operasi waduk berdasarkan faktor sedimentasi tidak akan tercapai.  Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa rumus empiris USLE perlu dilakukan modifikasi pada rumus faktor kemiringan lereng (LS) yang sesuai dengan kondisi kepulauan Indonesia yang berkontur terjal, sementara rumus empiris USLE dibuat dengan sampel Daerah Tangkapan Air yang landai.
Co-Authors ., Muhrozi ., Soebroto Adi Saputra Adika Cakranagara agung fitra siregar Agus Eko Kurniawan, Agus Eko Agus Priyanto Agus Priyanto Ahmad Fauzi Rosandi Ahsan Habib Aji Perdana Wira Utama Alvin Aditya Amir Hadziq Fahmi Andhika Rhama Mahardika Andrean Rahady Juanizar Andreas Tigor Oktaga, Andreas Andrey Suryanto Andung Yunianta Arief Budihardjo, M Arif Kurniawan As'ad, Mohammad Bagus Wiratama Ashri Febrina Rahmasari Aulia Wahyu Rahmawati Bagus Hario Setiadji Baihaqi, Fajar Andi Baskoro, Ari Yudha Benson Limbong Bramantyo Herawanto Brian Ridhlo Adila Darwin Pakpahan, Darwin Denny Nugroho Sugianto Desyta Ulfiana Dwi Kurniani Dwi Kurniani Dwi Kurniani Dwi Kurniani Dwi Purwantoro Sasongko Dwi Yuliasari Dwitama Aji Putriana Dyah Ari Wulandari Dyah Ari Wulandari Evi Rahmawati Fadilah . Fadilah . Fahmi Anggriawan Yulianto Faqih, Nasyiin Fredy suryanto Hari Budieny Hari Budieny Hari Nugroho Hari Nugroho Harjanti, Widyayuni Nur Hartuti Purnaweni Hartyan, Dionysius Edna Hary Budieny Hary Budieny Henny Herawati heru budhi krisnanto Hidayat Pawitan Ignatius Sriyana Ignatius Sriyana intan fauziah ramadhini Iwan K. Hadihardaja Jati Utomo Dwi Hatmoko Joko Windarto Kartini Kartini Khoirul Murod Kikis Dinar Yuliesti Kinathi Fitria Krisma Adijaya Lisa Adatika Luckman Ismail M. Januar J.P. Maknun, Dillon Asmara Martin Martunas Agung P.S. Marupa, Ivan Matias Roy Adi Wijaya, Matias Muchammad Chusni Irfany Muhammad Firqotul Ulum Muhammad Helmi Muhrozi . Mushthofa Nastain Nur Yuwono Nur Yuwono Osfaldo, O Pradnya Paramita Soka Pudyawati Pranoto Samto Atmodjo Prasetyo Hari Wibowo Pratama, Alfyan Amar Priyo Nugroho priyo Nugroho P. Priyo Nugroho Parmantoro Propezite Nurhutama Mustain Purwanto Purwanto Qomaruddin, Mochammad Rahadianti Kusuma Dewi Ratih Pujiastuti Ricky Zefri Riekea Astika Putri Gultom Rudi Yuniarto Adi Sahat Hamanangan Sinaga Salamun Salamun Salamun Salamun Salamun Salamun Sari, Yunitta Chandra Satriyo Pandu Wicaksono Slamet Hargono Soebroto . Sri Eko Wahyuni Sri Prabandiyani R. Wardani Sri Prabandiyani R. Wardani, Sri Prabandiyani R. Sri Sangkawati Sachro Sri Sangkawati Sachro, Sri Sriyana Sriyana Sudarno Sudarno Sudarno Sudarnoutaomo Sudarnoutaomo SUHARYANTO SUHARYANTO Suharyanto Suharyanto Suharyanto Suharyanto Sukma Adji Nugrahedi Sumbogo Pranoto Suprapto Suprapto surya adi kusuma Suseno Darsono Suseno Darsono Suseno Darsono Sutarto Edhisono Sutrisno Gultom Syafrudin Syafrudin TATI NURHAYATI Taufik Dani Thomas Resa Putra Trias Wigyarianto Vita Ariesta Fitriana Wahyudi Wahyudi Wahyuningrum, Catur Ayu Widyayuni Nur Harjanti Wisnu Prianto Zefri, Ricky