Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Sistem dan Dokumentasi Kelahiran Bayi Daniel Jahja Surjawan; Sulaeman Santoso; Erico Darmawan Handoyo
Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2023): JuTISI (in progress)
Publisher : Maranatha University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jutisi.v9i1.5743

Abstract

Every newly married couple will usually document whatever events they experienced to be remembered in the future. Especially when the process of giving birth will be a very happy moment. Documentation activities can be through photos or videos, sometimes also parents who save birth data by tearing up the calendar on the day of their child's birth and saving it in an album. Saving some of this data looks like can't be a complete of information, and often in a long time they won't pay attention to what they have stored, so data like piece of calendar will look outdated. In this research will develop the system and documentation of baby. The system will record every baby data that is born. In addition to birth data, photo documentation of the baby will also be stored. Furthermore, from all the data stored, a system will be created that can make a complete of documentation containing photos and details of the baby's birth data. The system that will be built is expected to increase value and satisfaction for patients, especially parents of babies with the services that the hospital provides, so that it can become a promotional for Kebonjati Hospital in establishing good relationships with patients
PELATIHAN GURU DAN TANTANGAN BEBRAS 2024 UNTUK PENGENALAN COMPUTATIONAL THINKING DI BIRO BEBRAS MARANATHA Wijanto, Maresha Caroline; Toba, Hapnes; Ayub, Mewati; Karnalim, Oscar; Tan, Robby; Natasya, Rossevine Artha; Senjaya, Wenny Franciska; Adelia; Edi, Doro; Bunyamin, Hendra; Kasih, Julianti; Yulianti, Diana Trivena; Widjaja, Andreas; Johan, Meliana Christianti; Surjawan, Daniel Jahja; Zakaria, Teddy Marcus; Risal; Kandaga, Tjatur
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i2.5237

Abstract

Pemahaman siswa terhadap konsep Computational Thinking (CT) masih tergolong rendah, sementara pengenalan terhadap CT menjadi krusial di era digital saat ini. Tantangan Bebras menjadi sarana edukatif yang efektif untuk memperkenalkan CT melalui berbagai soal (Bebras task) yang bersifat aplikatif dan menantang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam CT melalui pembekalan guru dan pelaksanaan Tantangan Bebras 2024. Mitra kegiatan adalah guru dan siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang tergabung dalam Biro Bebras Maranatha. Metode yang digunakan meliputi lokakarya nasional, pelatihan guru, technical meeting, pelaksanaan Tantangan Bebras, dan evaluasi prestasi siswa. Hasil menunjukkan peningkatan partisipasi peserta sebanyak 4.429 siswa dari 136 sekolah, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 165 siswa berhasil meraih peringkat 1–6, dengan sebagian besar berasal dari sekolah yang mengikuti Gerakan PANDAI. Evaluasi juga menunjukkan bahwa pembekalan guru efektif meningkatkan kesiapan dalam mengenalkan CT kepada siswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pelatihan guru dan Tantangan Bebras dapat menjadi strategi efektif untuk memperluas pemahaman dan kemampuan siswa dalam CT.
Pembelajaran Computasional Thinking melalui Program Gerakan Pandai untuk Guru dan PKBM Ayub, Mewati; Wijanto, Maresha Caroline; Tan, Robby; Surjawan, Daniel Jahja; Toba, Hapnes; Christianti, Meliana; Edi, Doro; Bunyamin, Hendra; Adelia, Adelia; Risal, Risal
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13430

Abstract

Program Gerakan Pandai yang digagas oleh Bebras Indonesia dengan dukungan Google bertujuan untuk membuat guru mulai menjadi guru penggerak dalam menyemaikan dan menumbuh-kembangkan kemampuan Computational Thinking (CT). Melalui gerakan PANDAI ini, diharapkan guru mengenal CT dan memperkenalkan CT kepada para siswa, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan  berpikir komputasional yang bersifat kritis dan kreatif. Biro Bebras Maranatha menjalankan program Gerakan Pandai dalam dua batch yang dimulai pada bulan September 2020 sampai dengan Desember 2021. Pelatihan guru  batch1 diikuti oleh 148 guru, sedangkan batch2 diikuti 394 guru. Indikator guru yang berhasil menerapkan kemampuan CT adalah guru yang melaksanakan  paling sedikit 4 sesi microteaching dalam dua semester. Guru yang tuntas melakukan microteaching untuk batch1 ada 110 orang (74%), dan batch2 ada 184 guru (47%), dengan persentase rata-rata 60.5% untuk seluruh batch. 
Pengembangan Computational Thinking Siswa melalui Tantangan Bebras 2023 di Biro Bebras Universitas Kristen Maranatha Ayub, Mewati; Tan, Robby; Wijanto, Maresha Caroline; Nathasya, Rossevine Artha; Adelia, Adelia; Senjaya, Wenny Franciska; Karnalim, Oscar; Surjawan, Daniel Jahja; Edi, Doro; Toba, Hapnes; Christianti, Meliana; Kasih, Julianti; Risal, Risal; Yulianti, Diana Trivena; Zakaria, Teddy Marcus; Liliawati, Swat Lie
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.18162

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan Computational Thinking (CT) siswa melalui kegiatan Tantangan Bebras. Tantangan Bebras adalah kegiatan untuk memberi tantangan kepada siswa berupa sekumpulan Bebras task yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas. Bebras task mengandung konsep Computational Thinking dan informatika yang dikemas dalam bentuk persoalan yang harus dipecahkan. Tantangan Bebras diadakan oleh Bebras Indonesia setiap tahun pada minggu kedua bulan November dengan melibatkan mitra Biro Bebras di seluruh Indonesia. Biro Bebras Universitas Kristen Maranatha mempersiapkan guru pendamping siswa melalui pelatihan guru agar dapat membimbing siswa dalam berlatih memecahkan Bebras task. Dalam pelatihan, guru diperkenalkan dengan Bebras task melalui kuis yang kemudian dibahas bersama. Guru juga diberi materi pengenalan CT dan aktivitas unplugged. Masa pendaftaran peserta Tantangan Bebras dilakukan setelah pelatihan, pendaftaran dilakukan secara kolektif melalui sekolah. Ada 4 kategori lomba, yaitu SiKecil untuk SD kelas 1-3, Siaga untuk SD kelas 4-6, Penggalang untuk SMP, dan Penegak untuk SMA. Terdapat 54 sekolah yang mendaftarkan siswanya. Menjelang hari Tantangan diadakan technical meeting untuk guru sebagai persiapan untuk mendampingi siswa pada saat uji coba akun dan pada saat tantangan. Peserta yang mengikuti Tantangan melalui Biro Bebras UK Maranatha berjumlah 3429 orang, yang terbanyak adalah kategori Penggalang. Hasil Tantangan menunjukkan kategori Siaga dan SiKecil sudah baik, sedangkan kategori Penggalang dan Penegak perlu mempersiapkan diri lebih baik di tahun mendatang.
Pengembangan Aplikasi Kursus Digital Menggunakan Framework Multiplatform dan Clean Architecture Handoyo, Erico Darmawan; Santoso, Sulaeman; Surjawan, Daniel Jahja
Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 10 No 2 (2024): JuTISI
Publisher : Maranatha University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jutisi.v10i2.8402

Abstract

The 2020 pandemic taught many people how the digital world can play a big role in life. One area that is affected is the world of learning. Various types of Learning Management Systems (LMS) and learning software were developed. However, many of these learning applications are not designed for one type of learning but to accommodate learning in general. This makes the LMS and software flexible for different types of learning but also makes the system cumbersome and difficult to navigate or manage. Therefore, LMS is generally not appropriate to accommodate learning in a course. A course differs from a formal institution of learning because it is simpler in nature and the needs of its users are also different. This research will design and develop learning software specifically made for digital courses. This software was developed using a multiplatform framework so that it can be used on various platforms.
Service Learning in Teachers and Students Mentoring for 2020 Bebras Challenge in Pandemic Era at Maranatha Bebras Bureau Christian University Mewati Ayub; Maresha Caroline Wijanto; Adelia Adelia; Billy Susanto Panca; Doro Edi; Julianti Kasih; Hapnes Toba; Risal Risal; Meliana Christianti; Robby Tan; Daniel Jahja Surjawan
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Smart Technology and Engineering, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jice.v2i2.3802

Abstract

Bebras Challenge is a competition for elementary to high school students to educate informatics and computational thinking, followed by sixty countries all over the world. Bebras Indonesia Community in coordination with the International Bebras Committee holds the challenge yearly. Indonesia has participated in the Bebras Challenge since 2016. Faculty of Information Technology Maranatha Christian University as a Bebras Bureau has also been involved in the challenge since 2016. To prepare students for Bebras Challenge, Maranatha Bebras Bureau holds a teacher workshop yearly. The Teacher Workshop supports teachers to strengthen students in practicing Bebras tasks. Data on students who participated in the Bebras Challenge at Maranatha Bebras Bureau indicates increasing numbers from 2016 until 2020. This paper describes a service learning for mentoring teachers and students in the Bebras Challenge, which was held in the pandemic year 2020. Teacher mentoring was using a service learning approach, where the lecturers provided training to the teachers and then the teachers would share their knowledge back to their students. There were advantages and disadvantages of the execution during the pandemic. Although in a distance learning condition, teachers and students were still enthusiastic to participate in Bebras Challenge. The number of students who followed the 2020 Bebras Challenge nearly five times compared to 2019 in the Maranatha Bebras Bureau. The scores of elementary school students who followed the challenge showed very good results. On the other side, the results of junior and senior high school students were not as good as the scores of elementary school students.