Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Characteristics and Photocatalytic Performance of Coprecipitation Praseodymium (Pr)-doped Strontium Titanate for Methylene Blue Degradation Khoiria, Salsa Nurul; Sandi, Dianisa Khoirum; Nurosyid, Fahru; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Sains Materi Indonesia
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jsmi.2026.13450

Abstract

Strontium titanate (SrTiO₃ or STO) is a perovskite material with promising photocatalytic properties for wastewater degradation. Doping with rare-earth elements such as praseodymium (Pr) can enhance its performance by modifying structural and electronic characteristics. In this study, Pr-doped STO (Sr1-xPrxTiO3, x = 0%, 2%, and 4%) was synthesized via the coprecipitation method. X-ray diffraction (XRD) confirmed a single-phase perovskite structure with high crystallinity, while Fourier transform infra-red (FTIR) analysis verified the formation of Sr–Ti–O bonds. Particle size analysis (PSA) and surface area analysis (SAA) with the Brunauer-Emmett-Teller (BET) method revealed that higher Pr concentrations reduced particle size and increased surface area. Photocatalytic activity was evaluated using methylene blue (MB) degradation under ultraviolet (UV) irradiation for up to 5 hours. The Sr0.98Pr0.02TiO3 sample exhibited the best performance, achieving 73.08% MB degradation after 5 hours, demonstrating the effectiveness of moderate Pr doping in enhancing photocatalytic activity
Microwave-assisted roasting time on Ilmenite Bangka Belitung extraction using hydrometallurgical method Mutakin, Ikbalul; Suryana, Risa; Septiani, Eka Lutfi; Arutanti, Osi; Widiyandari, Hendri
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 8, No 1 (2024): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v8i1.90259

Abstract

Titanium Dioxide (TiO2) was extracted from Bangka Ilmenite through a hydrometallurgical process employing the microwave-assisted method using a 20% HCl solution. The highest crystallinity percentage in XRD result, reaching 75%, was achieved after a roasting duration of 25 minutes, with a corresponding crystallite size of  35.57 nm at the TiO2-Anatase phase's peak intensity of 25.24°. Analysis of the extracted ilmenite revealed alterations in its compound composition, notably an increase in TiO2 content. The most substantial increase in TiO2 content, rising to 69.7% from 33.76%, was observed after 25 minutes of roasting. UV–Vis spectroscopy revealed an energy band gap of 2.329 eV.
Pengaruh Suhu Sintering Pada Pembuatan Strontium Titanat (SrTiO3) Terhadap Konstanta Dielektrik Menggunakan Metode Co-Precipitation Rofiko, Husnah; iriani, Yofentina; Suryana, Risa
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 7, No 1 (2017): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v7i1.1778

Abstract

Strontium Titanate (SrTiO3) with variation of sintering temperatures were prepared by co-precipitation methods. Sintering temperature were varied at 700oC, 800oC, and 900oC for 4 hours. SrTiO3 samples were prepared by Strontium Nitrate and Titanium Tetrabutoxide. SrTiO3 samples were characterized by X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Resistance Capacitance Inductance (RCL) meter, and Sawyer Tower.  SEM images show that the sintering temperatures could affect the grain size of SrTiO3. In addition, crystal size of SrTiO3 (110) affected by sintering temperature. The highest of dielectric constant is 137 on SrTiO3 at sintering temperature of 900oC. Sawyer Tower curves confirmed that SrTiO3 has paraelectric property.Keyword: Strontium Titanate, Co-precipitation, dielectrics constant, paraelectrics 
Pemanfaatan Antosianin dari Ekstrak Kol Merah (Brassica oleracea var) sebagai Pewarna Dye-Sensitized Solar Cells (DSSC) Pratiwi, Dinasti Dwi; Suryana, Risa; Nuryoshid, Fahru
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 6, No 01 (2016): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v6i01.1790

Abstract

A prototype of Dye-Sensitized Solar Cells (DSSC) utilizing anthocyanin extract from red cabbage was fabricated. This study aims to determine the wavelength absorption of dye contributed in highest efficiency. The sandwich structure of DSSC consists of TiO2 as working electrode, carbon layer as counter electrode, anthocyanin dye as photosensitizer, and electrolyte as electron transfer media. The absorbance of dye was characterized using UV-Vis spectrophotometer, the efficiency of DSSC was calculated using I-V Meter Keithley, and the quantum efficiency was characterized using IPCE Measurement System. The absorption of dye anthocyanin of red cabbage is 450 nm–580 nm wavelengths, I-V characteristic curves resulted efficiency of 0,029%, and IPCE characteristic resulted highest efficiency at wavelength of 420 nm with efficiency of 0,099%.
Pengaruh Ketebalan Elektroda Kerja TiO2 Transparan terhadap Kinerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) sebagai Aplikasi Solar Window Dewi, Nadya Aruma; Nurosyid, Fahru; Supriyanto, Agus; Suryana, Risa
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 6, No 02 (2016): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v6i02.1362

Abstract

 Senditized Dye Solar Cells (DSSC) consist of photoelectrode, dye, electrolyte and counter electrode which is one of the photochemical electric cells. In this article will discuss the influence of the thickness of the electrode on the electrical properties. Electrodes made by screen printing method. Screen by type T-49. TiO2 deposited on the FTO variation of the number of layers to obtain a thickness of 1, 2, 3 and 4. DSSC tested thickness by Screen Electron Microscopy (SEM), absorbance test by UV Visible Lambda 25 and characterization of current and voltage test by Keithley Measurenment 2602A. The test results showed the thickness of the TiO2 electrode thickness (1.5 ± 0.2) μm, (2.9 ± 0.5) μm, (3.5 ± 0.6) μm, and (4.5 ± 0.8 ) μm. Based on the test results absorbance maximum value contained in thickness (4.5 ± 0.8) μm having a dye adsorbed at most and have the highest efficiency  2.41%. 
Sosialisasi dan Kinerja Pemasangan CCTV Berbasis Panel Surya sebagai Pengaman Lingkungan di Desa Triyagan, Jawa Tengah Supriyanto, Agus; Suryana, Risa; Nurosyid, Fahru; Iriani, Yofentina; Kusumandari, Kusumandari; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin; Nurmala, Dina Siti; Dewi, Galuh Anjani Kirana; Her Rekenalita, Imevia; Putri, Karini Kayala; Putri, Safitri Amalia
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.109479

Abstract

Kegiatan sosialisasi kinerja Closed Circuit Television (CCTV) berbasis energi surya dilaksanakan di Desa Triyagan, kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo.  Kedgiatan ini sebagai upaya peningkatan keamanan lingkungan dengan teknologi yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat, cara kerja, dan keunggulan sistem CCTV yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama. Teknologi ini memungkinkan sistem pengawasan lingkungan beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap pasokan listrik PLN.  Metode sosialisasi meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif bersama masyarakat dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam menjaga keamanan desa. Program ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi hijau untuk sistem keamanan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Edukasi Pengelolaan Sampah Organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Menuju Sekolah Berwawasan Mandiri Energi Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.77098

Abstract

Sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung usai dan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia dalam pengelolaan sampah masih harus terus ditingkatkan. Secara umum sampah dapat dikategorikan sebagai sampah organik dan non organik. Kedua jenis sampah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan lagi. Sebagai contoh dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti vas bunga, pot, tempat pensil dan lain sebagainya Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos atau bahkan untuk sampah organik dalam jumlah banyak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru biogas. Oleh karenanya dalam usulan pengabdian ini, akan dilakukan edukasi pengelolaan sampah organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Sukoharjo. Yayasan Pendidikan Mutiara Insan membawahi beberapa institusi pendidikan yaitu SMPIT Mutiara Insan, SDIT Mutiara Insan dan TKIT/PAUD Mutiara Insan. Sebagai lembaga Pendidikan dengan kurikulum fullday, yayasan menerapkan kebijakan pemberian katering snack maupun makan siang setiap harinya. Selain berdampak positif, hal tersebut tentunya menimbulkan masalah karena banyaknya sampah organik yang berasal dari potongan sayuran maupun sisa makanan siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan edukasi untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah organik tersebut. Edukasi dengan pemberian materi in class tentang pengelolaan sampah menjadi energi alternatif biogas. Kegiatan diikuti oleh pemangku kebijakan dari Yayasan Mutiara Insan dan juga perwakilan pemerintah setempat. Dari hasil pelatihan, peserta merasa mendapatkan pencerahan mengenai sampah organik sebagai sumber energi alternatif dan siap mendukung penerapannya di Yayasan Mutiara Insan sebagai usaha mewujudkan sekolah yang berwawasan mandiir energi. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan edukasi dan teknologi tepat guna dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik. 
Pengembangan Energi Alternatif Biogas dari Sampah Organik di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin; Yunianto, Mohtar; Praptomo, Mokhamad Sahid
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94019

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai usaha pengelolaan sampah dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah. Salah satunya dengan pengelolaan sampah jenis organik menjadi sumber energi alternatif yaitu biogas. Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan pengolahan sampah organik menjadi energi alternatif Biogas. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo. Desa Wonorejo terdiri atas beberapa dukuh dengan total penduduk berjumlah 5783 orang. Selain rumah penduduk, di desa Wonorejo juga terdapat beberapa institusi Pendidikan mulai dari SD sampai SMA dan juga pondok pesantren dibawah Muhammadiyah. Oleh karenanya wilayah desa Wonorejo termasuk wilayah yang padat penduduk dengan beban sampah yang dihasilkan per hari yang cukup banyak. Sampah tersebut terdiri atas sampah organik dan non organik. Untuk sampah non organik warga dapat mengumpulkannya dan menjual ke pengepul sampah non organik. Tetapi untuk sampah organik, penduduk masih menghadapi kendala karena belum dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Oleh karenanya pengolahan limbah organik menjadi biogas menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pengolahan dimulai dengan pembuatan biodigester sebagai reaktor tempat terbentuknya gas, kemudian pengisian dengan starter dan uji fungsional. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan teknologi tepat guna untuk menunjang kehidupan dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik.