Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Journal of The Civil Engineering Student

Analisi Perbandingan Kinerja Jalan T. Iskandar, Ulee Kareng, B.Aceh Pada Saat Pademi dan Normal Ruhdi Faisal; Taslimul Haq; Fitrika Mita Suryani; Juliana Fisaini
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i3.19057

Abstract

Jalan Teuku Iskandar merupakan salah satu jalan yang mudah diakses oleh masyarakat yang tinggal di seputaran Aceh Besar yang langsung dengan Kota Banda Aceh. Jalan Teuku Iskandar termasuk kedalam jalan Arteri Primer bertipe 2 lajur 2 arah tak terbagi (2/2 UD) dengan panjang jalan 3.802 kilometer dan lebar badan jalan 8 meter dengan lebar bahu efektif 0,5 meter. Diktum Kesatu Huruf a Instruksi Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 4 untuk Berdasarkan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pada bulan Agustus 2021, Kota Banda Aceh termasuk dalam zona merah sehingga diberlakukan PPKM level 4.Adapaun tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pergerakan lalu lintas sebelum dan pada saat diperlakukan PPKM level 4 untuk Kota B.Aceh. Metode yang digunakan untuk menganalisis kinerja ruas jalan adalah menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) khususnya untuk jalan perkotaan. Parameter data yang diperlukan untuk kinerja jalan adalah data berupa volume lalu lintas, kapasitas jalan, RVK (rasio volume kapasitas) kecepatan arus bebas dan kecepatan perjalanan. Pengawasan dilakukan selama 3 (tiga) hari dalam satu minggu yakni hari Senin (16 Agustus 2021), Rabu (18 Agustus 2021), dan Minggu (15 Agustus 2021) pada jam puncak pagi dan sore yaitu 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB .Setelah dilakukan pengolahan data, Senin (16 Agustus 2021) pukul 17.00-18.00 WIB merupakan volume lalu lintas tertinggi sebesar 1645,7 smp/jam, kapasitas sebesar 2737,37 smp/jam, RVK = 0,60. Sedangkan penelitian Muzwar pada tahun 2017 mendapatkan hasil RVK = 0,60. Ini berarti PPKM level 4 yang diberlakukan di Kota B.Aceh tidak mempengaruhi pergerakan kendaraan. Karena biasanya pergerakan kendaraan di Kota seharusnya setiap tahun ada kenaikan pergerakan arus lalu lintas.
PERANCANGAN RUANG PARKIR DI KAWASAN RUMAH SAKIT JALAN SAMUDERA KOTA LHOKSEUMAWE Hafiez, Muhammad; Suryani, Fitrika Mita; Mutiawati, Cut; Faisal, Ruhdi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 September 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i3.23342

Abstract

Kesrem General Hospital and PMI Hospital are public service facilities in Lhokseumawe City. The parking area for the Kesrem General Hospital and PMI cannot accommodate all vehicles so vehicle users must park their vehicles on the road which results in congestion in front of the hospital. Therefore this study aims to design parking space requirements. The method used is the method based on the largest difference between the arrival and departure of vehicles according to the Guidelines for Planning and Operation of Parking Facilities at the Directorate General of Land Transportation 1998. Observations start from 08.00 WIB to 17.00 WIB for 3 days, namely Monday, Tuesday and Thursday, namely the 8th, 9 and 11 August 2022. The results of the analysis show that the parking area for motorbikes can still accommodate parking requests because the available land area is 271.5 m², while the required land area is only 222.63 m². The car parking area is no longer able to accommodate the demand. This can be seen from the calculation results that the required area is 300 m², while the available area is only 212.5 m². The parking pattern for motorcycle parking areas is island parking pattern with an angle of 90°, for car parking areas a one-sided parking pattern and two-sided parking patterns are used with an angle of 90°, and for car parking areas on the road using a one-sided parking pattern with an angle of 60°.
PENGGUNAAN ASPAL PENETRASI 60/70 DAN PLASTIK POLYPROPYLENE TERHADAP CAMPURAN BETON ASPAL AC-WC DENGAN PERENDAMAN PRODUK MINYAK BUMI Hanif, Aida; Suryani, Fitrika Mita; Isya, M
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i3.19285

Abstract

Seiring dengan banyaknya pergerakan yang membutuhkan kendaraan baik itu motor, mobil atau angkutan umum, ada kemungkinan terjadinya ketidaksengajaan pertumpahan produk minyak bumi di antara lain solar dan bensin, sehingga dapat mengurangi umur rencana dari perkerasan jalan. Karena itu,  perlu adanya penelitian terkait pengaruh tumpahan produk minyak bumi tersebut. Pemanfaatan bahan substitusi (additive) dari limbah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan dan nilai keawetan pada jalan. Oleh karena itu, Adanya penelitian ini untuk mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana sifat AC-WC yang aspal penetrasinya diganti dengan substitusi polypropylene 4% guna sebagai bahan pengikat dan filler fly ash sebagai bahan pengisi yang dapat meningkatkan kualitas campuran aspal (AC-WC) dalam perendaman permukaan produk minyak bumi. Permulaan dari penelitian ini yaitu mencari nilai Kadar Aspal Optimum (KAO), kemudian dibuatkan benda uji dengan substitusi polypropylene sebesar 4% terhadap kadar aspal. Setelah nilai KAO didapatkan, maka dilakukan pengujian benda uji untuk direndam perendaman minyak (oli, bensin, solar) dengan 3 lama waktu rendaman yaitu 3, 5 dan 7 menit yang diuji pengujian empiris menggunakan alat marshall. Hasil pengujian stabilitas marshall menunjukkan bahwa pada benda uji lapisan AC-WC tanpa rendaman minyak ialah 1288,27 kg. Terjadi penurunan kekuatan stabilitas yang sangat signifikan dengan lamanya durasi perendaman dan hanya oli dengan 3 menit perendaman yang masih memenuhi spesifikasi yaitu ≥ 1000 kg. Nilai durabilitas yang didapat pada campuran aspal penetrasi yang disubstitusi 4% polypropylene dan dilakukan perendaman dengan oli yaitu ≤ 90% dan ini tidak tercapai persyaratan umum Bina Marga 2018 revisi 2 (2020).
Analisis Tarif Angkutan Paratransit Berdasarkan Ability To Pay dan Willingness To Pay Rute Banda Aceh - Medan Mutiawati, Cut; Sastra, Muhammad Defri; Suryani, Fitrika Mita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i1.22527

Abstract

Paratransit Transportation is a system of using public transportation whose services are provided by the operator and can be used by everyone. Hiace public transportation is one of the public transportations used by the community as a mode of transportation that uses the Paratransit system. The determination of the Hiace transportation fare is something that has a direct effect on the usability of the community. The problem discussed in this study is to determine the ideal Hiace transportation fare based on Ability To Pay and Willingness To Pay. The purpose of this study was to determine the characteristics of Hiace public transport users on the Banda Aceh – Medan route and evaluate Hiace fares based on Ability To Pay (ATP) and Willingness To Pay (WTP). This research consists of collecting data, namely primary data and secondary data. Primary data was obtained by distributing questionnaires to Hiace transportation users on the Banda Aceh – Medan route. The method of data collection was carried out by distributing questionnaires using a google form link and the Stated Preference technique by directly providing alternative answers to each question. While secondary data was obtained from the relevant agencies as a basis for determining the population of Hiace transport users. The basic fare for Hiace transportation for the Banda Aceh – Medan route is currently IDR 240,000. The results obtained from this study are the ideal Hiace transportation fare in terms of passengers as users of Hiace transportation services based on Ability To Pay (ATP) which is Rp. 213,000.00 and Willingness To Pay (WTP) which is Rp. 238,000.00. The value of the ATP rate is below the WTP rate, this illustrates that Hiace users are a group of captive riders who have low income but want to pay above their ability to pay. User satisfaction on this transportation is good, with an average satisfaction score of 3.9 out of 5.
Studi Pemakaian Plastik LDPE Sebagai Substitusi Aspal dan Penentuan Kadar Aspal Optimum pada Lapisan AC-WC Firyal, Salsabila; Suryani, Fitrika Mita; Salmannur, Alfi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v6i2.27335

Abstract

Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap infrasruktur jalan menyebabkan banyaknya kerusakan yang terjadi di jalan raya, dibutuhkan peningkatan baik dalam hal kuantitas maupun kualitas jalan. Maka dari itu diperlukan perencanaan struktur perkerasan yang kuat, dan tahan lama. Salah satu cara yaitu dengan meningkatkan mutu dari campuran aspal dengan melakukan modifikasi pada aspal. Modifikasi yang dilakukan adalah menambahkan bahan polimer ke campuran aspal. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan yaitu berupa limbah plastik Low Density Polythylene (LDPE). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja campuran laston AC-WC dengan penambahan LDPE berdasarkan karakteristik Marshall dan membandingkan kinerja dari pengaruh penetapan nilai kadar aspal optimum (KAO) dari nilai batas bawah, tengah, dan batas atas dari rentang kadar aspal yang memenuhi standar Marshall. Untuk hasil dari penentuan kadar aspal yang paling bagus didapatkan pada rentang nilai tengah dengan kadar aspal 5,34% dan persentase LDPE 6%. Nilai parameter Marshall yang diperoleh yaitu nilai density (2,45 t/m3), VIM (4,54%), VMA (17,16%), VFA (73,62%), stabilitas (1371,16 kg), flow (3,07 mm), Marshall Quotient (448,33 kg/mm). Untuk nilai durabilitas diperoleh 97,75% telah memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (2020) yaitu 90% artinya campuran memiliki keawetan yang baik.
Evaluasi Kinerja Campuran Laston AC-WC Dengan Substitusi Agregat RAP Dan Styrofoam Terhadap Parameter Marshall Noralita, Putri Amalia; Suryani, Fitrika Mita; Salmannur, Alfi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.33975

Abstract

Jalan merupakan pilar utama konektivitas, karena memiliki peranan yang sangat berpengaruh pada kegiatan dan aktivitas sehari-hari. RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) adalah limbah sisa dari perkerasan jalan yang telah rusak dan telah habis umur rencananya. Pada umumnya rehabilitasi jalan dilakukan dengan menambah lapis perkerasan namun penambahan lapisan perkerasan secara terus menerus dapat mengakibatkan bertambahnya elevasi jalan. Daur ulang menjadi suatu pilihan yang menarik untuk merehabilitasi perkerasan. Satu dari upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas bahan campuran aspal RAP adalah menggunakan aspal yang dimodifikasi dengan bahan aditif seperti styrofoam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan RAP terhadap campuran laston AC-WC yang dilihat melalui parameter Marshall dan pengaruh penggunaan styrofoam pada campuran yang menggunakan material RAP terhadap campuran laston AC-WC yang dilihat melalui parameter Marshall. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Marshall. Adapun persentase variasi RAP yang digunakan yaitu 18%, 22%, dan 26% dan persentase variasi styrofoam yaitu 9,5%, 11,5%, dan 13,5%. Hasil dari penelitian ini diperoleh parameter Marshall terbaik pada kadar aspal 5,54%, RAP 18%, dan styrofoam 13,5% dengan nilai stabilitas 1740,57 kg. Pengujian durabilitas digunakan variasi styrofoam 13,5% dengan tujuan pemanfaatan limbah yang lebih banyak dan diperoleh nilai durabilitas sebesar 94,86% yang telah memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2 (2020) yaitu minimal 90%. Dari nilai stabilitas dan durabilitas tersebut, menunjukkan lapisan AC-WC memiliki ketahanan yang baik terhadap lalu lintas, lebih tahan lama, dan mampu bertahan diberbagai kondisi cuaca.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK JENIS POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) TERHADAP KINERJA CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC-WC) SERTA PENGGUNAAN FILLER ABU TEMPURUNG KELAPA DENGAN CARA KERING Alfiansyah, Reza; Isya, Muhammad; Suryani, Fitrika Mita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.3829

Abstract

Perkerasan beton aspal yang baik sangat dipengaruhi oleh sifat fisis material yang digunakan yaitu berupa agregat, aspal serta bahan pengisi (filler). Banyak usaha telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas campuran, salah satunya dengan menggunakan limbah plastik pada campuran beraspal. Salah satu cara untuk memanfaatkannya dengan menggunakan sebagai bahan tambahan pada campuran beraspal. Pada penelitian ini bahan polimer yang digunakan dari jenis plastik Polyethylene Terephthalate (PET) serta penggunaan abu arang tempurung kelapa sebagai filler pada campuran AC-WC. Abu batu, semen dan fly ash susah didapatkan dan harganya relatif mahal. Abu arang tempurung kelapa memiliki unsur-unsur pada aspal yaitu Carbon non Polar sebesar 91% diharapkan dapat menjadi salah satu alternatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi plastik PET dengan cara kering serta penggunaan filler kombinasi abu arang tempurung kelapa dan semen portland terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Tahapan awal penelitian ini adalah mencari kadar aspal optimum (KAO). Setelah KAO didapat kemudian dilakukan pembuatan benda uji tanpa substitusi plastik dan dengan substitusi variasi persentase limbah plastik PET 1%, 3%, 5% terhadap berat aspal yang disubstitusikan ke dalam agregat. Hasil penelitian menunjukkan substitusi plastik PET pada campuran aspal, nilai stabilitas campuran meningkat dibandingkan dengan tanpa substitusi plastik. Nilai stabilitas tanpa substitusi plastik sebesar 1270,24 kg sedangkan nilai stabilitas dari persentase substitusi terbaik jenis PET 1% pada kadar aspal 4,70% yaitu sebesar 1786,13 kg. Untuk nilai durabilitas campuran AC-WC dengan dan tanpa substitusi plastik PET tidak memenuhi persyaratan yaitu 90%.
Analisis Kinerja Campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) Dengan Penggunaan Polypropylene (PP) dan Abu Tempurung Kelapa Nasution, Wenny Rahmadhani; Isya, Muhammad; Suryani, Fitrika Mita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.4114

Abstract

Perkerasan jalan yang umum digunakan di Indonesia adalah lapis aspal beton. Mutu campuran beraspal pada perkerasan dapat ditingkatkan, salah satu caranya dengan menambahkan bahan tambah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah plastik Polypropylene (PP) yang berfungsi untuk meningkatkan daya ikat aspal beton. Selain itu, bahan pengisi (filler) juga mempengaruhi campuran beraspal. Pada penelitian ini filler yang digunakan adalah filler abu tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh subsitusi plastik Polypropylene (PP) serta penggunaan filler gabungan abu tempurung kelapa dan Portland cement terhadap karakteristik Marshall yaitu stabilitas dan durabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase subsitusi Polypropylene (PP) yang efektif sebesar 2% pada kadar aspal 4,70% dengan nilai stabilitas yang didapat sebesar 1665,55 kg. Hasil penelitian menunjukkan nilai stabilitas dengan subsitusi PP cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya kadar plastik di dalam aspal.
Penggunaan Filler Abu Serabut Kelapa dan Kombinasi Limbah Plastik Pada Aspal Pen. 60/70 Terhadap Stabilitas dan Durabilitas Campuran Beton Aspal Tahtayusmar, Nadia Rayhana; Saleh, Sofyan M.; Suryani, Fitrika Mita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.4125

Abstract

Salah satu alternatif membangun konstruksi jalan yang lebih ekonomis adalah dengan melakukan pemodifikasian pada campuran beton aspal dengan mengganti filler menggunakan abu serabut kelapa. Selain itu, penggunaan limbah kombinasi plastik akan dicampurkan pada campuran agregatnya (cara kering) dimana jenis plastik yang digunakan adalah kombinasi dari jenis Polyethylene Terephthate (PET), Polypropylene (PP) dan Polystyrene (PS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil karakteristik campuran beton aspal menggunakan filler abu serabut kelapa pada laston lapis aus (AC-WC) kombinasi plastik pada aspal penetrasi 60/70 dengan cara kering. Penelitian ini diawali dengan mencari kadar aspal optimum (KAO). Kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan kombinasi limbah plastik sebesar 2,7%; 4,7% dan 6,7% terhadap berat aspal pada KAO dan KAO. Hasil pengujian stabilitas tertinggi memenuhi spesifikasi yaitu 1000 kg sebesar 2025,30 kg, namun pada nilai durabilitasnya adalah sebesar 33,27% sangat jauh dari nilai spesifikasi yaitu 90%.
Penentuan Lokasi Prioritas Penanganan Untuk Mengidenfitikasi 9 Simpang Rawan Kecelakaan di Banda Aceh Handayani, Endang; Sugiarto, Sugiarto; Suryani, Fitrika Mita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.3820

Abstract

Kecelakaan yang telah terjadi pada simpang memberi dampak yang begitu besar terhadap kerugian materi hingga kematian. Berdasarkan data dari Kepolisian resor kota (Polresta) Banda Aceh untuk 3 tahun berturut-turut 2013, 2014, dan 2015 jumlah kecelakaan tercatat 15 kali terjadi dengan kerugian materi telah mencapai 82 juta rupiah. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi simpang rawan kecelakaan dan menentukan lokasi rawan yang perlu mendapatkan penanganan terlebih dahulu. Berdasarkan Prosedur Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Pd T-09-2004-B) untuk kasus simpang digunakan metode frekuensi kecelakaan lalu lintas, metode tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan atau Equivalent Property Damage Only (EPDO). Hasil perhitungan dengan menggunakan metode tersebut disimpulkan bahwa Simpang Tujuh merupakan simpang yang pertama diprioritaskan untuk mendapatkan penanganan terlebih dahulu, selanjutnya Simpang Pasar Aceh merupakan simpang kedua yang diprioritaskan sedangkan simpang Dodik merupakan simpang yang ketiga diprioritaskan.