Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

PENGARUH PENGISIAN RONGGA PADA PERKERASAN ASPAL PORUS TERHADAP KECEPATAN RESAPAN, PERMEABILITAS, DAN SKID RESISTANCE Yhudianto, Bondan; Setyawan, Ary; Suryoto, Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.142 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36895

Abstract

Aspal porus didesain memiliki ruang pori tinggi sehingga dapat meloloskan air permukaan dengan baik. Namun ruang pori tinggi menyebabkan aspal porus mudah tersumbat oleh material berupa pasir. Penyumbatan tersebut menyebabkan kemampuan aspal porus menyerap air permukaan menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengisian rongga terhadap kecepatan resapan, permeabilitas. Dan seberapa besar pengaruh jumlah pemadatan terhadap skid resistance. Benda uji lapangan berdimensi 5m x 1,5m., setiap 1,6 meter dilakukan 6 kali, 8 kali, dan 10 kali pemadatan. Pemadatan menggunakan baby roller dengan berat operasional 1,2 ton. Urutan pengujian yang pertama adalah uji skid resistance menggunakan alat rolling straightedge, selanjutnya pengujian kecepatan resapan dan permeabilitas dengan perlakuan tanpa pengisian dan pengisian rongga berupa pasir Progo dan Panca Darma. Pengujian permeabilitas menggunakan benda uji hasil bor pipa coredrill lalu diuji di laboratorium. Sedangkan pengujian kecepatan resapan dilakukan langsung di lapangan. Kemudian didapatkan data hasil uji laboratorium dan lapangan untuk dilakukan analisa hasil. Analisa hasil penelitian aspal porus dengan pengisi rongga menunjukkan terjadi penurunan nilai permeabilitas dan kecepatan resapan. Nilai koefisien permeabilitas dengan perlakuan tanpa pengisian berturut-turut yaitu hasil laboratorium 1,518 cm/dt, 6 kali pemadatan 0,962 cm/dt, 8 kali pemadatan 0,863 cm/dt, 10 kali pemadatan 0,651 cm/dt. Perlakuan pengisian pasir Panca Darma berturut-turut, laboratorium 0,442 cm/dt, 6 kali pemadatan 0,003 cm/dt, 8 kali pemadatan 0,002 cm/dt, 10 kali pemadatan 0,002 cm/dt. Perlakuan pengisian pasir Progo berturut-turut, laboratorium 0,321 cm/dt, 6 kali pemadatan 0,003 cm/dt, 8 kali pemadatan 0,002 cm/dt, 10 kali pemadatan 0,002 cm/dt. Nilai koefisien kecepatan resapan dengan perlakuan tanpa pengisian berturut-turut untuk 6 kali pemadatan 1,136 cm/dtk., 8 kali pemadatan 0,555 cm/dtk., 10 kali pemadatan 0,432 cm/dtk. Perlakuan pengisian pasir Panca Darma berturut-turut untuk 6 kali pemadatan 0,606 cm/dtk., 8 kali pemadatan 0,301 cm/dtk., 10 kali pemadatan 0,209 cm/dtk., Perlakuan pengisian pasir Progo berturut-turut untuk 6 kali pemadatan 0,420 cm/dtk., 8 kali pemadatan 0,225 cm/dtk., 10 kali pemadatan 0,171 cm/dtk. Nilai koefisien Profile Ride Index (PrI) aspal porus dengan 6 kali pemadatan, 8 kali pemadatan, dan 10 kali pemadatan berturut-turut adalah 23,85 mm/m, 15,38 mm/m, dan 13,85 mm/m.
KARAKTERISTIK EKSTRAK ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN PEREMAJA SOLAR YANG DIMODIFIKASI DENGAN ASPAL PENETRASI 60/70 (SEMARBUT ASPAL TIPE 4) Sarwono, Djoko; Suryoto, Suryoto; Rahmawati, Dian Putri
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.8 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36607

Abstract

Penelitian ekstraksi asbuton dengan metode emulsi menggunakan peremaja minyak yang sudah dilakukan masih ditemukan beberapa kendala, yaitu waktu pencampuran asbuton dan peremaja kerosin lama menyebabkan kandungan mineral banyak dan aspal yang dihasilkan dengan menggunakan peremaja premium getas. Untuk memperbaiki karakteristik ekstrak asbuton maka ditambahkan aspal penetrasi 60/70 dan mengganti peremaja. Penelitian ini peremaja yang digunakan adalah solar, karena memiliki nilai viskositas yang tinggi dan merupakan minyak berat, sehingga aspal yang dihasilkan tidak getas. Selanjutnya ekatrak asbuton dimodifikasi dengan aspal penetrasi 60/70 menjadi Semarbut Aspal Tipe 4. Tinjauan yang digunakan adalah waktu mixing asbuton dan solar untuk memperoleh kadar kelarutan ekstrak asbuton optimum dan variasi komposisi dari Semarbut Aspal Tipe 4 untuk memperoleh komposisi optimum semarbut. Hasil pengujian kadar kelarutan ekstrak asbuton diperoleh waktu mixing asbuton dan solar 2 menit 50 detik menghasilkan kadar kelarutan optimum sebesar 86,62%. Nilai daktilitas ekstrak asbuton yang dihasilkan terlalu kecil, sehingga untuk memperbaikinya ditambahkan aspal penetrasi 60/70 menjadi Semarbut Aspal Tipe 4. Hasil pengujian karakteristik Semarbut Aspal Tipe 4 diperoleh komposisi optimum yaitu kadar ekstrak asbuton sebesar 40% dan kadar aspal penetrasi 60/70 sebesar 60%, dengan hasil uji karakteristik yaitu nilai penetrasi 45,7 dmm; titik lembek 55,5 oC; titik nyala 242 oC; titik bakar 279 oC; daktilitas 54,75 cm; berat jenis 1,2304 gr/cc dan kelekatan 100%.
ANALISIS KONDISI FUNGSIONAL JALAN DENGAN METODE PSI DAN RCI SERTA PREDIKSI SISA UMUR PERKERASAN JALAN STUDI KASUS : JALAN BATAS KOTA WATES - MILIR Nugraheni, Novia Ayu; Setyawan, Ary; Suryoto, Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.304 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36602

Abstract

Pertumbuhan ekonomi memberi dampak pada meningkatnya kebutuhan pergerakan barang dan jasa melalui jalur darat. Ini juga terjadi pada Jalur Selatan Pulau Jawa terutama di ruas Batas Kota Wates - Milir yang mengalami kerusakan lebih cepat dari umur rencana. Langkah awal untuk mencegah penurunan kondisi jalan tersebut adalah dengan melakukan inspeksi untuk menilai kondisi jalan. Dari nilai kondisi jalan tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memprediksi sisa umur perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi fungsional jalan berdasarkan indeks permukaan (PSI) dan indeks kondisi jalan (RCI), serta memprediksi sisa umur perkerasan pada ruas jalan Batas Kota Wates - Milir. Pada penelitian ini dilakukan penilaian kondisi jalan dengan analisis nilai kondisi fungsional jalan berdasarkan tingkat kerataan jalan (International Roughness Index, IRI) yang didapatkan dari data P2JN Yogyakarta. Parameter kondisi jalan yang dianalisis antara lain Indeks Permukaan (Present Serviceability Index, PSI) untuk fungsi pelayanan jalan dan Indeks Kondisi Jalan (Road Condition Index, RCI) untuk kondisi permukaan. Sedangkan untuk prediksi sisa umur perkerasan menggunakan data lalu lintas dengan Metode AASHTO 1993 dari sumber data yang sama. Berdasarkan analisis penilaian kondisi jalan didapatkan hasil rata-rata nilai PSI sebesar 1,79 yang menunjukkan fungsi pelayanan kurang, sedangkan rata-rata nilai RCI sebesar 7,51 menunjukkan kondisi permukaan yang sangat baik. Hasil analisis terhadap umur perkerasan jalan menyatakan bahwa untuk tahun 2017, perkerasan jalan masih memiliki porsentase umur sisa sebesar 14,35% dan umur sisa jalan diprediksi akan berakhir pada tahun ke 6 yaitu pada tahun 2018.
SIFAT-SIFAT MARSHALL DAN RESILIENT MODULUS PADA CAMPURAN LAPIS TIPIS DENGAN PENGGUNAAN POLYMER MODIFIED BITUMEN E60 Verry Maenkar; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41524

Abstract

Lapis tipis campuran aspal panas (Thin Surfacing Hot Mix Asphalt) merupakan salah satu alternatif yang dapat mengantisipasi masalah ketebalan perkerasan jalan, salah satu teknologi yang sedang dikembangkan sebagai usaha ramah lingkungan untuk perkerasan jalan, namun penggunaan lapis tipis aspal dianggap masih belum maksimal dengan beberapa kelemahan yang masih terdapat pada lapisan ini. Penggunaan lapis tipis aspal, daya lekat aspal yang semakin sedikit juga harus dipertimbangkan. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas aspal adalah dengan menggunakan bahan modifikasi yang telah tersedia di pasaran. Suatu bahan baru yang tersedia di pasaran adalah Starbit E-60. Starbit E-60 adalah sebuah produk aspal Polymer Modified Bitumen yang di formulasikan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan kebutuhan transportasi. Jadi perlu adakan penelitian tentang berapa  kadar aspal optimum lapis tipis aspal panas dan sifat karakteristik aspal dengan menggunakan starbit E-60 dan aspal penetrasi 60/70 optimum pada campuran aspal dengan metode Marshall. Dengan metode eksperimental menggunakan metode Marshall dapat ditentukan nilai stabilitas, kelelahan plastis (flow), berat volume (density), persen rongga, Marshall Quotient (MQ) pada campuran lapis tipis denwtgan starbit E-60 dan aspal penetrasi 60/70, selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan kadar aspal optimum, serta mengetahui sifat karakteristik marshall. Hasil test Marshall dari lapis tipis campuran aspal panas didapatkan kadar starbit optimum sebesar 5,53%, dengan menggunakan gradasi yang sama didapatkan kadar aspal optimum aspal penetrasi 60/70 sebesar 5,84%. Pada uji ITSM campuran aspal starbit E-60  mendapatkan nilai resilient modulus sebesar 5060,05 Mpa pada suhu 200C dan 2479,78 Mpa pada suhu 400C, sedangkan campuran aspal Penetrasi 60/70 mendapatkan nilai resilient modulus sebesar 4667,32 Mpa pada suhu 200C dan 1502,78 Mpa pada suhu 400C.
KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA (CO2) PADA PROSES PELAKSANAAN PEKERJAAN PERKERASAN JALAN Rusdi Fadholah; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.109 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36975

Abstract

Energi merupakan kebutuhan manusia yang semakin diperlukan seiring dengan semakin majunya peradaban. Peningkatan jalan dan pembuatan jalan baru yang dibutuhkan untuk meningkatkan mobilitas manusia selalu memerlukan energi yang tidak sedikit selain juga menghasilkan emisi gas rumah kaca berupa CO2 dan lainnya. Pekerjaan jalan dengan jenis perkerasan yang berbeda yaitu perkerasan lentur, kaku, dan komposit memerlukan energi yang berbeda pula, demikian pula dengan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk memperkirakan jumlah konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca pada proses pelaksanaan ketiga jenis perkerasan tersebut. Tujuannya untuk memberikan estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca tiap jenis perkerasan sehingga dapat dipilih jenis perkerasan yang paling sesuai dengan kondisi lapangan dengan tetap memperhatikan lingkungan. Lokasi penelitian adalah di 27 ruas jalan yang tersebar di 9 (sembilan) balai Provinsi Jawa Tengah. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara. Data primer berupa dimensi jalan didapatkan dari hasil wawancara dengan pihak DPU Provinsi Jawa Tengah. Data alat berat dan konsumsi bahan bakarnya didapatkan dari hasil wawancara dengan pihak PT Pancadharma Puspawira Surakarta. Metode pengolahan data dilakukan dengan metode tabel energy use and ghg emissions for pavement construction dan metode konversi konsumsi bahan bakar. Analisis data yang digunakan adalah metode komparasi yaitu perbandingan langsung. Hasil analisis kedua metode dicari perbandingannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan antara ketiga jenis perkerasan jalan. Proses pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan lentur menghasilkan konsumsi energi 508,61 MJ/m3 dan emisi gas rumah kaca 39,18 kgCO2. Perkerasan jalan kaku menghasilkan konsumsi energi 126,67 MJ/m3 dan emisi gas rumah kaca 9,17 kgCO2. Sedangkan perkerasan komposit menghasilkan konsumsi energi 221,68 MJ/m3 dan emisi gas rumah kaca 16,83 kgCO2. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) perkerasan jalan lentur 2,18 kali lipat perkerasan jalan komposit, perkerasan jalan komposit 1,99 kali lipat perkerasan jalan kaku, dan perkerasan jalan lentur 4,84 kali lipat perkerasan jalan kaku.
EVALUASI NILAI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) MENGGUNAKAN APLIKASI ROAD EVALUATION AND MONITORING SYSTEM (REMS) (Studi Kasus : Ruas Jalan Surakarta - Sragen) Manuel Simeon Marpaung; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36542

Abstract

Kemajuan teknologi dewasa ini berkembang kian pesat hingga merambah ke bidang teknologi, begitu juga dalam hal mengevaluasi nilai kondisi perkerasan jalan raya. Teknologi tercipta untuk mempermudah segala sesuatu, terlebih survei kondisi perkerasan jalan raya menggunakan metode PCI. Pada tahun 2017, developer  Infrasoft merilis perangkat lunak berbasis web bernama Road Evaluation and Monitoring System (REMS) yang bertujuan monitoring, pelaporan survei, dan analisis kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kondisi permukaan perkerasan jalan pada ruas jalan Surakarta – Sragen dengan menggunakan metode PCI dan menggunakan aplikasi REMS.Evaluasi kondisi permukaan perkerasan dengan metode Pavement Condition Index (PCI), dengan data yang diperoleh dari lapangan dan menuliskan hasilnya pada formulir yang tersedia, kemudian mengolah data. Sedangkan evaluasi PCI dengan menggunakan REMS, yang dibutuhkan hanyalah input data kerusakan, kemudian hasil analisis dapat langsung diperoleh pada website infrasoft.id .Hasil analisis kondisi permukaan jalan Surakarta - Sragen menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) diperoleh nilai sebesar 75,30 atau dalam kategori “Satisfactory” atau “Memuaskan”. Sedangkan hasil analisis PCI menggunakan aplikasi REMS diperoleh nilai sebesar 80.59 atau dalam kategori “Satisfactory” atau “Memuaskan”. Perbandingan nilai antara PCI manual dan PCI REMS didapat sebanyak terdapat 16 segmen dari 30 segmen memiliki perbedaan simpangan yang melebihi 1%. Hal ini disebabkan karena perbedaan tingkat keakuratan dalam pembacaan grafik (DV dan CDV). Selain itu, untuk pemilihan nilai CDV, dalam metode PCI manual digunakan nilai CDV terbesar, sedangkan pada aplikasi REMS, nilai PCI yang dihasilkan mendekati nilai CDV urutan pertama pada tiap segmen.
SELERA MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PERUMAHAN DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN METODE FUZZY-AHP Setiono Setiono; Koosdaryani Koosdaryani; Suryoto Suryoto; Nur Ulyanisa
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.995 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44178

Abstract

Keberadaan Kabupaten Sukoharjo yang merupakan daerah berkembang, dimana beberapa kegiatan perekonomian bertaraf internasional, pendidikan, layanan kesehatan dan sektor informal. Dengan kondisi demikian maka banyak para pendatang dari daerah sekitar maupun dari luar daerah yang datang dengan tujuan bekerja, sekolah, berdagang dan sebagainya. Keadaan ini di satu sisi menimbulkan masalah tempat tinggal bagi masyarakat pendatang, tetapi di sisi lain merupakan peluang pengembangan perumahan untuk menyediakan sarana hunian dengan membangun perumahan-perumahan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui selera dan faktor yang paling mempengauhi masyarakat dalam memilih perumahan di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang berupa hasil dari kuisioner kepada masyarakat terkait. Peninjauan langsung terhadap kondisi terkini masing-masing perumahan serta pengkajian terhadap masing-masing faktor terpilih. Setelah data terkumpul dilakukan penilian terhadap kriteria dan kemudian penilaian terhadap alternatif dan dilakukan pembobotan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy-AHP dengan bantuan Software Microsoft Excel 2010. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, faktor legalitas merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam memilih perumahan yaitu sebesar 33,22%. Faktor yang berpengaruh kedua yaitu faktor keamanan dan kenyamanan sebesar 24,19%, kemudian faktor lokasi sebesar 21,81%, faktor kelengkapan rumah sebesar 13,58%, dan faktor persepsi harga sebesar 7,27%.
ANALISIS KONDISI FUNGSIONAL JALAN DENGAN METODE PSI DAN RCI SERTA PREDIKSI SISA UMUR PERKERASAN JALAN STUDI KASUS : JALAN MILIR - SENTOLO Diar Kurnia Sari; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.905 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36603

Abstract

Jalan Milir - Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta merupakan daerah rawan kecelakaan salah satu penyebabnya adalah kerusakan permukaan jalan seperti kulit buaya, retak dan lendutan. Kerusakan jalan juga dapat berdampak pada pengurangan umur layan jalan. Maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi fungsional jalan dengan nilai PSI (Present Serviceability Index) dan RCI (Road Condition Index) serta memprediksi sisa umur jalan berdasarkan lalu lintas kendaraan. Penelitian ini dilakukan analisis fungsi pelayanan jalan, kondisi permukaan jalan dan prediksi sisa umur jalan berdasarkan beban lalu lintas pada ruas jalan Milir - Sentolo. Fungsi pelayanan jalan dianalisis menggunakan nilai PSI (skala 0-5), kondisi permukaan jalan dianalisis menggunakan nilai RCI (skala 2-10) dan prediksi sisa umur jalan berdasarkan lalu lintas kendaraan dianalisis menggunakan metode AASHTO 1993. Nilai PSI dihitung dari hubungan antara IRI dan PSI sedangkan nilai RCI dihitung dari hubungan antara IRI dan RCI untuk Indonesia. Hasil analisis menunjukkan fungsi pelayanan jalan Milir - Sentolo adalah kurang dengan nilai PSI rata-rata 1,41. Kondisi permukaan jalan bernilai rata-rata 6,93 yang berarti kondisi permukaan baik. Hasil perhitungan prediksi sisa umur jalan menunjukkan bahwa jalan mengalami penurunan umur rencana akibat lalu lintas kendaraan sebesar 6,14% pada tahun 2017. Ruas jalan Milir - Sentolo direncanakan dengan umur rencana 10 tahun (2015 - 2025). Karena faktor lalu lintas yang berlebihan mengakibatkan jalan mengalami overload, maka jalan akan berakhir pada tahun ke 8 yaitu tahun 2023 sehingga umur jalan mengalami penurunan umur 2 tahun dari umur rencana awal. Kata kunci: Present Serviceability Index (PSI), Road Condition Index (RCI), sisa umur jalan, beban berlebih (overload)
PEMBUATAN JOB MIX FORMULA UNTUK PORUS ASPAL DAN EVALUASI CAMPURAN DARI PENERAPAN PADA JALAN LINGKUNGAN Yahya Abdurrohim; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.557 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36910

Abstract

Lahan terbuka hijau sebagai daerah resapan air semakin berkurang karenasemakin berkembangnya zaman, maka dikembangkan teknologi Aspal Porus. Komposisi penyusun Aspal porus terdiri dari Agregat seragam, Aspal dan filler. Untuk memperoleh hasil yang dapat digunakan di Lapangan maka perlu diadakan penghamparan berdasarkan data di Lab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Marshall Test, Porositas dan Densitas dari Aspal Porus di lapangan dan membandingkannnya dengan hasil uji di Laboratorium. Penelitian ini terdiri atas pengujian agregat, pengujian Aspal, pengujian hasil coring di Lapangan. Setelah didapatkan kadar aspal optimum kemudian dibuat benda uji di Laboratorium. Berdasarkan kadar aspal optimum di laboratorium di buat job mix Formula untuk skala Lapangan . Pada saat penghamparan di lapangan dilakukan pemadatan dengan tiga variasi gilasan. Kemudian dilakukan coring dan selanjutnya diuji di laboratorium. Dari Pengujian didapatkan nilai karakteristik Marshall Aspal Porus di Laboratorium dengan pengikat SBS E-60, yaitu stabilitas 643,98 kg, nilai densitas 1,7 gram/cc, nilai porositas sebesar 26,91 %, nilai flow sebesar 2,51 mm, dan nilai Marshall Quotient sebesar 265,07 kg/mm. Sedangkan pengujian hasil coring di lapangan mempunyai nilai yaitu stabilitas 199.91 kg, nilai densitas 1,67 gram/cc, nilai porositas sebesar 28.1 %, nilai flow sebesar 3,4 mm, dan nilai Marshall Quotient sebesar 59.64 kg/mm.
EVALUASI NILAI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) MENGGUNAKAN APLIKASI ROAD EVALUATION AND MONITORING SYSTEM (REMS) (Studi Kasus : Ruas Jalan Prambanan - Pakem). Fakhri Muhammad; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36522

Abstract

Seiring berkembangnya zaman maka teknologi pun juga semakin maju begitu juga dalam evaluasi kondisi permukaan perkerasan jalan raya. Dalam metode PCI dibutuhkan waktu relatif lama dan ketelitian untuk dilakukan, tergantung pada banyaknya segmen yang diteliti. Pada tahun 2017 developer Infrasoft mengeluarkan perangkat lunak berbasis web untuk monitoring, pelaporan survey dan analisa kerusakan jalan yang dinamakan REMS (Road Evaluation and Monitoring System). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kondisi permukaan perkerasan jalan pada ruas jalan Prambanan – Pakem dengan metode PCI menggunakan lembaran form survey untuk mendapatkan data kerusakan lalu menghitung nilai PCI nya dan metode PCI menggunakan aplikasi REMS.Penelitian ini dilakukan dengan membagi 30 segmen yaitu mulai dari STA 0+450 sampai STA 15+000. Evaluasi kondisi permukaan perkerasan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), dengan data yang diperoleh dari lapangan dan menuliskan hasilnya pada form yang tesedia. Sedangkan evaluasi PCI dengan menggunakan REMS hanya perlu menginput data kerusakan dan hasil analisisnya akan langsung tersedia pada website infrasoft.id.Hasil evaluasi kondisi permukaan perkerasan Jalan Prambanan - Pakem STA 0+450 sampai STA 15+000 menggunakan metode PCI Manual menghasilkan nilai sebesar 77.4  dengan kategori “Satisfactory”. Hasil perhitungan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan menggunakan aplikasi Road Evaluation and Monitoring System (REMS) pada ruas tersebut didapatkan nilai sebesar 80.3 dengan kategori “Satisfactory”. Analisis perbandingan nilai kondisi PCI manual dan PCI REMS dari total 30 segmen, diperoleh 15 segmen yang mempunyai pesentase simpangan kurang dari atau sama dengan 1%. Hal ini disebabkan karena perbedaan keakuratan dalam pembacaan grafik (DV dan CDV) dan dalam metode PCI untuk pemilihan nilai CDV, dipilih dari nilai paling tinggi tetapi untuk PCI REMS diambil nilai dengan urutan pertama.