Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peristiwa Alih Kode dan Campur Kode Bahasa pada Masyarakat Pesisir Pelabuhan Ratu, Sukabumi Hidayat, Gilang Ramadhan Putra; Raihan, Muhammad; Gunawan, Nurul Azizah Juliyani; Mupaqih, Tarisha Terreste; Pramudita, Tanaya Athifa; Cholif, Aditya; Sitaresmi, Nunung
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 26, No 1 (2025): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra (in procces)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v26i1.pp301-312

Abstract

This study aims to analyze code switching and code mixing events in the coastal community of Pelabuhan Ratu, Sukabumi, West Java. Using a descriptive-qualitative research method, data were collected through observation and semi-structured interviews with research subjects, namely fishermen and traders around Pelabuhan Ratu. The data samples were 4 fishermen at the Fish Auction Market and 2 traders at the Traditional Market. The results showed that there were 21 internal code switching events with 18 events in fishermen and 3 events in traders. The significant difference in frequency between the code switching data of fishermen and traders was caused by differences in the background of the research subjects. This affected the speech of indigenous fishermen so that many code switching events occurred, while traders were indigenous people who had lived in Pelabuhan Ratu for a long time. Meanwhile, 37 code mixing events were found consisting of 4 code mixing in the form of words, 22 code mixing in the form of phrases, and 11 code mixing in the form of clauses. Based on these data, code switching events generally occur when speakers adjust their language to their conversation partners, while code mixing occurs because of the speaker's habit of mixing the use of Indonesian and Sundanese in everyday conversation. This study implies that the coastal community of Pelabuhan Ratu is a bilingual community that actively uses Indonesian and Sundanese in everyday communication. This finding can contribute to the development of sociolinguistic studies in other coastal areas. In addition, it can also be a suggestion and input for educational institutions to develop policies on the use of Indonesian in public spaces and the maintenance of local languages in the Pelabuhan Ratu area.Keywords: code switching, code mixing, bilingual speakers, coastal community linguistics, language maintenance
Perspektif guru Bahasa Indonesia terhadap pendekatan deep learning dalam pembelajaran yang mindful, meaningful dan joyful Fuadin, Ahmad; Kurniawan, Khaerudin; Anshori, Dadang S.; Sastromiharjo, Andoyo; Sitaresmi, Nunung
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i3.28958

Abstract

Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menuntut pembaruan pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga menggali kedalaman berpikir, kesadaran diri, dan pengalaman belajar yang bermakna. Pendekatan deep learning yang memadukan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful menjadi salah satu alternatif untuk menjawab tantangan tersebut. Namun, pemahaman dan penerimaan guru terhadap pendekatan ini masih menjadi pertanyaan terbuka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas guru bahasa Indonesia dalam menerapkan pembelajaran berbasis deep learning. Metode pelaksanaan dilakukan secara daring dan luring dalam bentuk pelatihan serta diskusi reflektif kepada forum MGMP Bahasa Indonesia SMP di Kabupaten Sleman. Hasil menunjukkan bahwa guru merespons positif pendekatan ini dan mulai merancang strategi pembelajaran yang lebih reflektif dan kontekstual. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan deep learning mampu membangun kesadaran pedagogis guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa dan berdampak jangka panjang. Kegiatan serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang humanis dan transformatif.
Kesalahan Perubahan Bunyi pada Pelafalan Pembelajar BIPA Dasar Asal Korea Selatan Sitaresmi, Nunung; Naufalia, Afina; Siti Sulistyaningsih, Lilis; Cahyani, Isah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3003

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan aturan berbahasa antara bahasa Indonesia dan Korea. Hal ini menyebabkan pembelajar BIPA asal Korea mengalami kesalahan berbahasa, khususnya kesalahan pelafalan. Aturan fonetik antara bahasa Indonesia dengan bahasa Korea sangat berbeda. Kesalahan pelafalan tersebut menyebabkan pembelajar BIPA Korea melakukan perubahan bunyi atau fonem, yakni melafalkan bunyi lain untuk mengganti bunyi yang seharusnya dilafalkan. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem yang terjadi ketika pembelajar BIPA asal Korea melafalkan kata dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber dan subjek data penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Korea di Balai Bahasa UPI. Adapun teknik pengambilan data yang dilakukan adalah teknik wawancara. Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan kesalahan pelafalan yang berupa perubahan bunyi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan bunyi dari bunyi [ə] menjadi bunyi [ε], bunyi [s] berubah menjadi bunyi [š], dan bunyi [r] berubah menjadi [l]. Penyebabnya adalah pembelajar BIPA masih terpengaruh oleh aturan pelafalan bahasa Korea yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian BIPA dan mempermudah pengajar BIPA untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dapat membantu melancarkan pelafalan pembelajar BIPA asal Korea.
The Vitality of Mother Tongues in a Multilingual Society in Dieng, Central Java Nunung Sitaresmi; Meilani Puji Astini; Lilis Siti Sulistyaningsih; Isah Cahyani; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Arbitrer Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.10.4.309-322.2023

Abstract

Multilingual conditions can threaten the mother tongue in a tourism area because most people use other languages when interacting with tourists. Thus, it can hamper the inheritance of the mother tongue or even replace it with another language. This study used a sociolinguistic theoretical approach to measure the mother tongue’s vitality level in a multilingual community in Dieng, Central Java. This descriptive study used a mixed method. Data were collected from interviews with 53 informants and with the help of a research instrument namely the Interview Package of “Basa Urang”. Data were analyzed based on Miles dan Huberman’s model (1984), covering data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The study results showed that the vitality of the mother tongue in the multilingual community in Dieng, Central Java is in the vulnerable category as the mother tongue is only used in the domestic domain. This is proven by the percentage level of mother tongue use based on patterns ‘with’, patterns ‘in’, and patterns ‘for’. The main factors causing the low vitality of the mother tongue in the multilingual community in this area are economic and educational. This study describes the condition of each living language in a multilingual society in Dieng, Central Jawa. This study provides quite large implications in describing the vitality of mother tongues in a multilingual society in Dieng, Central Java, but further studies are needed to get a deeper understanding of the implications.
Implementasi Metode BCCT untuk Pengembangan Lingkungan Belajar Literasi Anak Usia Dini Cahyani, Isah; Sulistyaningsih, Lilis Siti; Sitaresmi, Nunung; Dewi, Intan Karunia; Rohmat, Rohmat; Yahya, Layyina Elwirda
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Metode Beyond Centers and Circle Time (BCCT) sebagai metode yang berkualitas untuk mengajarkan literasi kepada anak pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari observasi, wawancara dengan pendidik, jawaban dari kuesioner yang diberikan kepada pengajar PAUD, dan kajian pustaka guna memperkuat hasil penelitian. Metode yang dilakukan adalah kualitatif dengan menganalisis data yang didapatkan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa BCCT berkontribusi pada keterampilan literasi anak. Sebanyak 43 responden dari 22 lembaga PAUD di Bandung Raya secara dominan memberikan respons bahwa pengimplementasian BCCT mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan berekspresi anak, terutama mendukung literasi anak pada bidang dasar menyimak, berbicara, membaca, bahkan menulis. Dengan mengadakan pelatihan terhadap pendidik PAUD, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bekal para pendidik untuk menerapkan BCCT sebagai metode dalam menyiapkan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Meskipun ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman guru, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, dan dukungan orang tua maupun pemerintah, pendidik direkomendasikan untuk menjawab kendala tersebut melalui kolaborasi dan kreativitas yang memang menjadi esensi dari BCCT.Â