Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perspektif guru Bahasa Indonesia terhadap pendekatan deep learning dalam pembelajaran yang mindful, meaningful dan joyful Fuadin, Ahmad; Kurniawan, Khaerudin; Anshori, Dadang S.; Sastromiharjo, Andoyo; Sitaresmi, Nunung
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i3.28958

Abstract

Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menuntut pembaruan pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga menggali kedalaman berpikir, kesadaran diri, dan pengalaman belajar yang bermakna. Pendekatan deep learning yang memadukan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful menjadi salah satu alternatif untuk menjawab tantangan tersebut. Namun, pemahaman dan penerimaan guru terhadap pendekatan ini masih menjadi pertanyaan terbuka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas guru bahasa Indonesia dalam menerapkan pembelajaran berbasis deep learning. Metode pelaksanaan dilakukan secara daring dan luring dalam bentuk pelatihan serta diskusi reflektif kepada forum MGMP Bahasa Indonesia SMP di Kabupaten Sleman. Hasil menunjukkan bahwa guru merespons positif pendekatan ini dan mulai merancang strategi pembelajaran yang lebih reflektif dan kontekstual. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan deep learning mampu membangun kesadaran pedagogis guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa dan berdampak jangka panjang. Kegiatan serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang humanis dan transformatif.
Kesalahan Perubahan Bunyi pada Pelafalan Pembelajar BIPA Dasar Asal Korea Selatan Sitaresmi, Nunung; Naufalia, Afina; Siti Sulistyaningsih, Lilis; Cahyani, Isah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3003

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan aturan berbahasa antara bahasa Indonesia dan Korea. Hal ini menyebabkan pembelajar BIPA asal Korea mengalami kesalahan berbahasa, khususnya kesalahan pelafalan. Aturan fonetik antara bahasa Indonesia dengan bahasa Korea sangat berbeda. Kesalahan pelafalan tersebut menyebabkan pembelajar BIPA Korea melakukan perubahan bunyi atau fonem, yakni melafalkan bunyi lain untuk mengganti bunyi yang seharusnya dilafalkan. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem yang terjadi ketika pembelajar BIPA asal Korea melafalkan kata dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber dan subjek data penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Korea di Balai Bahasa UPI. Adapun teknik pengambilan data yang dilakukan adalah teknik wawancara. Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan kesalahan pelafalan yang berupa perubahan bunyi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan bunyi dari bunyi [ə] menjadi bunyi [ε], bunyi [s] berubah menjadi bunyi [š], dan bunyi [r] berubah menjadi [l]. Penyebabnya adalah pembelajar BIPA masih terpengaruh oleh aturan pelafalan bahasa Korea yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian BIPA dan mempermudah pengajar BIPA untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dapat membantu melancarkan pelafalan pembelajar BIPA asal Korea.
The Vitality of Mother Tongues in a Multilingual Society in Dieng, Central Java Nunung Sitaresmi; Meilani Puji Astini; Lilis Siti Sulistyaningsih; Isah Cahyani; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Arbitrer Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.10.4.309-322.2023

Abstract

Multilingual conditions can threaten the mother tongue in a tourism area because most people use other languages when interacting with tourists. Thus, it can hamper the inheritance of the mother tongue or even replace it with another language. This study used a sociolinguistic theoretical approach to measure the mother tongue’s vitality level in a multilingual community in Dieng, Central Java. This descriptive study used a mixed method. Data were collected from interviews with 53 informants and with the help of a research instrument namely the Interview Package of “Basa Urang”. Data were analyzed based on Miles dan Huberman’s model (1984), covering data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The study results showed that the vitality of the mother tongue in the multilingual community in Dieng, Central Java is in the vulnerable category as the mother tongue is only used in the domestic domain. This is proven by the percentage level of mother tongue use based on patterns ‘with’, patterns ‘in’, and patterns ‘for’. The main factors causing the low vitality of the mother tongue in the multilingual community in this area are economic and educational. This study describes the condition of each living language in a multilingual society in Dieng, Central Jawa. This study provides quite large implications in describing the vitality of mother tongues in a multilingual society in Dieng, Central Java, but further studies are needed to get a deeper understanding of the implications.
Implementasi Metode BCCT untuk Pengembangan Lingkungan Belajar Literasi Anak Usia Dini Isah Cahyani; Lilis Siti Sulistyaningsih; Nunung Sitaresmi; Intan Karunia Dewi; Rohmat Rohmat; Layyina Elwirda Yahya
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Metode Beyond Centers and Circle Time (BCCT) sebagai metode yang berkualitas untuk mengajarkan literasi kepada anak pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari observasi, wawancara dengan pendidik, jawaban dari kuesioner yang diberikan kepada pengajar PAUD, dan kajian pustaka guna memperkuat hasil penelitian. Metode yang dilakukan adalah kualitatif dengan menganalisis data yang didapatkan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa BCCT berkontribusi pada keterampilan literasi anak. Sebanyak 43 responden dari 22 lembaga PAUD di Bandung Raya secara dominan memberikan respons bahwa pengimplementasian BCCT mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan berekspresi anak, terutama mendukung literasi anak pada bidang dasar menyimak, berbicara, membaca, bahkan menulis. Dengan mengadakan pelatihan terhadap pendidik PAUD, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bekal para pendidik untuk menerapkan BCCT sebagai metode dalam menyiapkan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Meskipun ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman guru, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, dan dukungan orang tua maupun pemerintah, pendidik direkomendasikan untuk menjawab kendala tersebut melalui kolaborasi dan kreativitas yang memang menjadi esensi dari BCCT. 
Persepsi Warganet Terhadap Konten Bermuatan Kebanggaan Berbahasa Indonesia dalam Kanal Youtube Nihongo Mantappu Rahmawati, Rahmawati; Sitaresmi, Nunung; Sulistyaningsih, Lilis Siti
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya konten YouTube bermuatan kebanggaan berbahasa Indonesia dalam kanal YouTube Nihongo Mantappu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi warganet terhadap konten YouTube Nihongo Mantappu. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teoretis sosiolinguistik dan sintaksis. Data penelitian ini berupa komentar tertulis warganet yang diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk, yaitu preposisi mendukung, preposisi membantah, dan preposisi ambigu, sesuai teori anggapan penanggap dari Saifullah (2019). Komentar tertulis warganet diperoleh dari lima buah video yang bermuatan kebanggaan berbahasa Indonesia di kanal YouTube Nihongo Mantappu. Data dikumpulkan dengan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode analisis data model Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa warganet memberikan persepsi yang positif terhadap konten YouTube Nihongo Mantappu. Hal itu ditandai dengan banyaknya komentar warganet yang termasuk ke dalam preposisi mendukung kanal YouTube Nihongo Mantappu. Banyaknya komentar/dukungan positif terhadap konten YouTube dapat menjadi salah satu faktor eksternal dalam keberlangsungan kanal YouTube tersebut.
Penerapan strategi Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran menulis bagi guru-guru SD Kabupaten Kuningan Nunung Sitaresmi; Isah Cahyani
Jurnal Abmas Vol. 8 No. 1 (2008): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v8i1.99

Abstract

Realitas kemampuan menulis para generasi muda saat ini sungguh tidak menggembirakan. Kondisi tersebut terjadi karena skenario pembelajaran yang diterapkan kurang mendukung terciptanya situasi belajar yang menyenangkan. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia lebih tidak menarik jika situasi pembelajaran bersifat monoton, sehingga bagi siswa mata pelajaran ini menjadi mata pelajaran yang membosankan. Dewasa ini penyajian dan pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL), dikenal sebagai salah satu satu strategi pembelajaran dengan konsep mengajar dan belajar yang membantu guna mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa mengaitkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, dan masyarakat.
Beyond Center and Circle Time training for early childhood language development Isah Cahyani; Lilis Sulistyaningsih; Nunung Sitaresmi; Rohmat Rohmat; Layyina Elwidra Yahya; Intan Karunia Dewi
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.75565

Abstract

The Beyond Centers and Circle Time (BCCT) training emerges as a progressive pedagogical intervention, strategically designed to amplify early childhood educators’ capacity in fostering holistic language development among young learners. One of the prevailing challenges educators face in early childhood education (ECE) settings is their limited pedagogical acumen and practical proficiency in employing instructional methodologies that effectively stimulate linguistic growth. This article critically examines the implementation of BCCT training programs for ECE educators and elucidates their implications for children’s language acquisition. The training encompassed a two-day seminar and interactive workshops, engaging 43 educators from 24 ECE institutions across Greater Bandung. The BCCT training at PAUD Bandung Raya began with a comprehensive seminar discussing the importance of literacy for children’s language and cognitive development, early literacy strategies, and the principles and practices of BCCT. Participants then engaged in simulations of eight learning centers—religion, art, music, language, motor skills, science, social studies, and block play—as pedagogical exploration spaces for designing educational play-based activities. The results showed that implementing BCCT successfully constructed a dynamic learning environment, enriched children’s linguistic experiences, strengthened social interactions, and accelerated the expansion of their vocabulary and communication skills.   Abstrak Pelatihan Beyond Centers and Circle Time (BCCT) merepresentasikan sebuah intervensi pedagogis progresif yang dirancang secara strategis untuk memperkuat kapasitas profesional pendidik PAUD dalam mengakselerasi perkembangan bahasa anak secara holistik. Salah satu permasalahan krusial yang kerap mengemuka di ranah pendidikan anak usia dini ialah keterbatasan kompetensi pedagogis serta lemahnya keterampilan praktis pendidik dalam menerapkan metodologi instruksional yang efektif dan transformatif dalam merangsang perkembangan linguistik peserta didik. Artikel ini secara kritis mengevaluasi implementasi program pelatihan BCCT bagi pendidik PAUD serta mengkaji dampaknya terhadap akuisisi bahasa anak. Program pelatihan dilaksanakan dalam bentuk seminar dan lokakarya interaktif selama dua hari, melibatkan 43 pendidik dari 24 lembaga PAUD di kawasan Bandung Raya. Pelatihan BCCT di PAUD Bandung Raya diawali dengan seminar komprehensif yang mengulas pentingnya literasi bagi perkembangan bahasa dan kognitif anak, strategi literasi dini, serta prinsip dan praktik BCCT. Peserta kemudian terlibat dalam simulasi delapan sentra pembelajaran agama, seni, musik, bahasa, motorik, sains, sosial, dan balok sebagai ruang eksplorasi pedagogis dalam merancang aktivitas berbasis permainan edukatif. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan BCCT mampu mengkonstruksi lingkungan belajar yang dinamis, memperkaya pengalaman linguistik anak, memperkuat interaksi sosial, serta mengakselerasi perluasan kosakata dan keterampilan komunikasi mereka. Kata Kunci: BCCT; Beyond Centers and Circle Time; pelatihan interaktif; pendidikan anak usia dini; perkembangan bahasa