Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Teknik Sterilisasi Eksplan Daun Lahung (Durio dulcis) pada Media MS Secara In Vitro Agustiningrum, Eka; Hardarani, Nofia; Susanti, Hilda
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1248

Abstract

Lahung adalah salah satu jenis Durio yang merupakan tanaman endemik Kalimantan yang sudah sulit dijumpai sehingga status lahung di alam saat ini adalah rawan atau genting. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelestarian pada tanaman ini dengan teknik kultur jaringan untuk memperoleh tanaman yang sama dengan induknya. Sterilisasi merupakan tahapan penting dalam kultur jaringan agar memperoleh eksplan yang aseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik sterilisasi terbaik terhadap eksplan daun lahung pada media MS secara in vitro. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan teknik sterilisasi yang terdiri dari 6 taraf yaitu: s1 = NaOCl, alkohol 70%, s2 = fungisida, NaOCl, alkohol 70%, s3 = bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, s4 = fungisida, bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, s5 = fungisida, bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, HgCl2 0,1% dan s6 = fungisida, bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, HgCl2 0,1%, H2O2 17,6%. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah waktu muncul kontaminasi, persentase kontaminasi, persentase browning, persentase eksplan hidup, waktu muncul kalus, warna kalus dan tekstur kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sterilisasi yang efektif digunakan untuk eksplan daun lahung adalah fungisida + NaOCl + alkohol 70%.
Pengaruh Berbagai Formulasi Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit Varietas Crv 212 Di Tanah Ultisol Noraina, Noraina; Susanti, Hilda
AgroGreen Jurnal AgroGreen, Vol. 2, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the effect of various fertilizer formulations on the growth and yield of cayenne pepper on ultisol soil was conducted from February to July 2025 at the research land of the Agronomy Study Program, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru, South Kalimantan. The study used a single factor Completely Randomized Design (CRD). The factors used were Fertilization Formulation with 4 treatment levels, namely, p0 = basal fertilizer, p1 = cayenne pepper fertilizer CRV 212 variety, p2 = cayenne pepper fertilizer Hiyung variety, p3 = National cayenne pepper fertilizer. The treatment was repeated 5 times to obtain 20 experimental units. Each experimental unit contained 2 plant samples so that a total of 40 plants were obtained. The parameters observed were increase in plant height (cm), increase in the number of leaves (blades), stem diameter (mm), number of branches (fruits), age of first flowering (DAP), age of first fruiting (DAP), age of first harvest (DAP), number of harvested fruit (fruit), harvested fruit weight (g), fruit length (cm), and fruit diameter (mm). The results of the study showed that the fertilizer formulation had a significant effect on the increase in plant height, the age of the first harvest and had a very significant effect on stem diameter.
Bimbingan teknis budidaya cabai besar sistem surjan di Lahan Rawa Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Susanti, Hilda; Purnomo, Joko; Zairin, Zairin; Nazari, Yudhi Ahmad; Dewi, Indya; Sukmana, M. Laily Qadry; Prasetyo, Bayu; Indra, Indra; Kirana, Hashimia Nindya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35991

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Timbul Tani Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk mengelola lahan rawa untuk budidaya padi sawah yang ditanam secara polikultur dengan tanaman hortikultura dengan sistem surjan.  Tanaman cabai besar merupakan tanaman andalan yang dibudidayakan sejak tahun 2020.  Permasalahan yang dihadapi petani setempat saat ini adalah penurunan produksi cabai jauh di bawah potensi hasil serta serangan organisme pengganggu tanaman.  Bimbingan teknis mengenai budidaya cabai besar sistem surjan di lahan rawa telah dilakukan pada bulan Agustus 2024 di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Tabuk.  Kegiatan ini berbasis permasalahan pada pengolahan lahan dan tindak budidaya cabai pada lahan sub optimal rawa. Mitra sasaran adalah kelompok tani Timbul Tani dengan kategori masyarakat produktif secara ekonomi. Metode pelaksanaan adalah ceramah dan diskusi. Narasumber adalah tim pengabdi.  Petani menyatakan bahwa kegiatan ini sangat berharga karena petani dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan dan bertukar pengalaman dalam melakukan budidaya.  Saat ini, petani telah melakukan rotasi tanaman untuk meningkatkan produktivitas cabai besar di lahan rawa pada pertanaman selanjutnya. Kata kunci: hortikultura; kelompok tani; pengabdian masyarakat; kearifan lokal. Abstract The Timbul Tani Farmer Group in Abumbun Jaya Village, Sungai Tabuk District, manages swamp land for cultivating lowland rice planted in polyculture with horticultural plants using the surjan system. Large chili plants are the mainstay plants that have been cultivated since 2020. The problems currently faced by local farmers are a decrease in chili production far below the potential yield and attacks by plant pests. Technical guidance on cultivating large chilies using the surjan system in swamp land was carried out in August 2024 at the Balai Penyuluhan Pertanian of Sungai Tabuk District. This activity is based on the problems faced in order to increase chili production in Abumbun Jaya Village. The target partners are the Timbul Tani farmer groups with an economically productive community category.. The implementation method is lectures and discussions. The resource person is a community service team. Farmers stated that this activity was very valuable because farmers could convey the problems faced in the field and exchange experiences in carrying out cultivation. This activity is expected to continue to help farmers increase the production of large chilies. Keywords: horticulture; farmer groups; community service; local wisdom.