Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL KOTA METRO (STUDI KASUS SIMPANG JALAN JEND. SUDIRMAN, JALAN MAULANA, DAN JALAN YOS SUDARSO) Agus Surandono
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2013): November 2013
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v3i1.196

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengalisa kinerja simpang dalam kondisi eksiting dengan pendekatan MKJI serta memberikan alternatif pemecahan masalah yang tepat pada simpang tersebut. metode yang digunakan adalah dengan melakukan survey volume lalu lintas, sinyal setting panjang antrian serta road inventory survey. Hasil analisis diketahui bahwa dalam kondisi eksisting kinerja simpang tergolong burukterutama pada pendekat timur. Hal ini ditunjukkan dengan nilai derajat kejenuhan telah mencapai 0.75 pada jam puncak.
ANALISIS DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAMPEAN BONDOWOSO JAWA TIMUR Angga Prasetyo; Eri Prawati; Agus Surandono
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1845.152 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i2.3666

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi di mana air yang berasal dari air hujan yang jatuh, terkumpul dalam kawasan tersebut. Air pada DAS merupakan aliran air yang mengalami siklus hidrologi secara alamiah, sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Selama berlangsungnya daur hidrologi, yaitu siklus air dari permukaan laut ke atmosfer kemudian ke permukaan tanah dan kembali lagi ke laut. Proses terjadinya siklus hidrologi dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang. Debit banjir rancangan merupakan debit banjir terbesar tahunan dengan suatu kemungkinan terjadi kala ulang tertentu, atau debit dengan suatu kemungkinan periode ulang tertentu. Dalam menghitung Analisis Debit banjir rancangan pada penelitian DAS Sampean Kabupaten Bondowoso Jawa Timur yang memiliki luas daerah sebesar 1254,48 km2 dengan panjang sungai 35,12 km dilakukan perhitungan hidrograf banjir dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu. Hasil perhitungan debit banjir rancangan menggunakan HSS Nakayasu di dapat nilai sebesar kala ulang 2 tahun adalah 7759,08 m3/detik, untuk kala ulang 5 tahun adalah 9773,87 m3/detik, untuk kala ulang 10 tahun adalah 11534,87 m3/detik, untuk kala ulang 25 tahun adalah 14273,82 m3/detik, untuk kala ulang 50 tahun adalah 16652,00 m3/detik, untuk kala ulang 100 tahun adalah 19572,58 m3/detik, untuk kala ulang 200 tahun adalah 22875,96 m3/detik, dan untuk kala ulang 1000 tahun adalah 32903,04 m3/detik.
ANALISIS PENGARUH BUNDARAN TERHADAP KINERJA PERSIMPANGAN (Studi Kasus Jl. Pattimura, Jl. Dewi Sartika, Jl.Ra Kartini) Regendra Alfatih; Agus Surandono; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.963 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i2.3669

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat modern, dimana teknologi yang berkembang dengan pesat serta laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, Perencanaan simpang yang berbentuk bunderan merupakan bagian dari jalan raya yang amat penting.volume kendaraan yang melintas semakin meningkat sehingga persimpangan ini diperkirakan kedepannya memiliki arus lalu lintas akan semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi perencanaan bundaraan jalan serta mencari hubungan persamaan antara volume kendaraan dengan pengaruh bundaran, kemudian memberikan pemecahan masalah yang ada di bundaran yang sesuai dengan tigkat pelayananarus laluliintas di lokasi penilitian. Adapun langkah analisis yang akan dilakukan adalah menghitung smp, yang terdiri dari (C) pada jam sibuk / tertinggi dan (C0) Pada Jam non sibuk / Terendah dan dicocokan dengan Kondisi pola arus lalu lintas atau kinerja yang terjadi pada bundaran. Dari hasil analisis yang dilakukan didapat nilai yang terdiri dari (C) pada jam sibuk / tertinggi untuk di jalan pattimura 6852,9 smp/jam, di jalan dewi sartika 596,4 smp/jam, dan di jalan ra kartini 596.4 smp/jam. Sehingga Kondisi pola arus lalu lintas atau kinerja yang terjadi pada bundaran 29 pada tahun 2019 ini masih terbilang memenuhi kapasitas yang tersedia, karena telah disesuaikan dengan peraturan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997.
ANALISIS PENAMBAHAN ZAT ADDITIVE (POLIMER) TERHADAP KUAT TEKAN BETON Sigit Hernowo Putra; Agus Surandono; Sari Utama Dewi
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.616 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i2.3670

Abstract

Berdasarkan hasil kuat tekan rata – rata beton yang nilai kuat tekan beton meningkat seiring dengan umur beton. Untuk beton normal pada umur 7 hari mengalami kuat tekan beton rata-rata mencapai 187,403 kg/cm2 dan pada umur 28 hari mencapai 298,372 kg/cm2. Sedangkan beton yang ditambahkan zat addtive polimer sebesar 0,2%, peningkatan kuat tekan beton pada umur 7 hari sebesar 202,689 kg/cm2 dan pada umur 28 hari sebesar 298,938 kg/cm2. Adapun penambahan zat Additive 0,4% mengalami peningkatan kuat tekan beton pada 7 hari sebesar 218,543 kg/cm2 dan pada umur 28 hari sebesar 314,791 kg/cm2 dan penambahan zat additive 0,6% mengalami penurunan di umur 7 hari sebesar 129,087 kg/cm2 tetapi di umur 28 hari menigkat sebesar 339,703 kg/cm2 dan penambahan zat additive 0,8% di umur 7 hari sebesar 201,557 kg/cm2 dan pada umur 28 hari sebesar 339,127 kg/cm2. Disini kita dapat melihat kuat tekan rata-rata yang paling optimum pada umur 28 hari yaitu campuran 0,6% yaitu 339,703 kg/m2 .Dikarnakan pengunaan kadar zat additive 0,2%, 0,4%, terlalu sedikit sehingga mempengaruhi nilai slump sedangkan penggunaan kadar zat additive 0,8% terlalu banyak sehingga mempengaruhi kuat tekan beton dan meyebabkan kuat tekan menjadi turun. Maka semakin tinggi penggunaan kadar zat addtive, maka semakin rendah pula nilai slump yang dihasilkan.
ANALISIS SISTEM DRAINASE PERKOTAAN AKIBAT CURAH HUJAN PADA KELURAHAN MULYOJATI KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO (Studi Kasus Jalan Tangkil Dan Jalan Puskel – Jalan Arjuna) Satrio Adhi Wicaksono; Eri Prawati; Agus Surandono
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.043 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3683

Abstract

Pada analisis kapasitas saluran drainase menggunakan data curah hujan 10 tahun terakhir dengan analisa frekuensi hujan menggunakan metode distribusi Log Person III untuk mendapatkan curah hujan rencana tiap tahun. Perhitungan debit banjir rencana pada analisis saluran drainasenya menggunakan metode Weduwen. Hasil perhitungan kapasitas saluran drainase memperlihatkan bahwa terdapat saluran yang tidak aman karena debit saluran eksisting (Qs) lebih kecil dari debit banjir rencana (Qr) pada saluran 1, saluran 6 dan saluran 14 sehingga saluran tesebut perlu untuk diredesain. Kapasitas saluran tidak aman pada saluran 1 terjadi pada kala ulang 2 sampai 100 tahun. Untuk kapasitas saluran tidak aman saluran 6 terdapat pada kala ulang 2, sampai 100 tahun. Untuk kapasitas tidak aman saluran 14 terdapat pada kala ulang 2 sampai 100 tahun. Untuk kapasitas saluran drainase lainnya sudah aman tetapi kondisinya perlu diperhatikan pada saluran terdapat rumput dan sedimen yang dapat mengurangi kapasitas dari saluran itu sendiri sehingga dapat menyebabkan genangan air di sekitar saluran. Untuk perhitungan redesain saluran 1, 6 dan 14 dapat ditinjau dari debit banjir rencana dan elevasi saluran yang telah dihitung sebelumnya sehingga dapat dengan mudah menentukan dimensi saluran ekonomis yang sesuai dengan debit rencananya.
PENGARUH SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI MATERIAL TAMBAHAN PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Muhammad Taufik Kurniawan; Agus Surandono; Sari Utama Dewi
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.566 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3686

Abstract

Perkembangan teknologi beton dimasa ini menuntut dilakukannya usaha untuk meningkatkan kinerja beton yang dihasilkan, baik dari segi mutu, bahan maupun cara yang diterapkan, hal ini tidak lepas dari tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur yang semakin maju. Oleh karena itu perlu kiranya mencari alternatif lain sebagai bahan tambahan pada brton. Telah dibuat beton alternatif dengan penambahan serbuk cangkang kerang jenis Anadara Granosa. Proses pre-treatment kulit kerang yaitu dijemur terlebih dahulu kemudian dihaluskan menggunakan alat penghancur (palu) sehingga dihasilkan tumbukan kulit kerang dengan lolos saringan 5 cm sebagai subtitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton k-225 dengan komposisi penambahan serbuk cangkang kerang 0% : 5% : 10% : 15% dalam waktu perwatan 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari menggunakan metode SNI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada usia 28 hari beton normal (0%) = 299,504 kg/cm2 , beton campuran 5% = 317,622 kg/cm2, beton campuran 10% = 286,482 kg/cm2, beton campuran 15% = 127,388 kg/cm2. Dari hasil analisa disimpulkan, penambahan tumbukan kulit kerang jenis Anadara Granosa sebanyak 0%, 5%, 10% dan 15% .
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE KELURAHAN MARGOREJO KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO (Studi Kasus Jalan Cemara Dan Jalan Kapten Tendean) Agus Musodik; Eri Prawati; Agus Surandono
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.431 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3704

Abstract

Saluran drainase pada ruas Jalan Cemara dan Kapten Tendean tidak mampu menahan debit air saat hujan deras. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas tiap saluran dan membandingkan dengan debit banjir rencana yang didapat dari perhitungan data curah hujan 10 tahun. Analisa frekuensi hujan menggunkan Log Pearson III dan perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode rasional. Hasil perhitungan terdapat 3 saluran drainase yang mempunyai kapasitas saluran lebih kecil dari debit banjir rencana yaitu saluran S.5, S.6 dan Saluran S.8. Pada saluran tersebut perlu adanya redesain agar mampu menahan debit banjir rencana yang telah diketahui. Untuk saluran ekonomis S.5 lebar dasar saluran (b) 0.90 m, tinggi muka air (h) 0.45 m dan tinggi jagaan (w) 0.15 m. Untuk saluran ekonomis S.6 lebar dasar saluran (b) 0.84 m, tinggi muka air (h) 0.25 m dan tinggi jagaan (w) 0.14 m. Untuk saluran ekonomis S.8 lebar dasar saluran (b) 0.71 m, tinggi muka air (h) 0.36 m dan tinggi jagaan (w) 0.12 m.