Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

Hubungan Usia dan Status Gizi dengan Enzim Cholinesterase pada Pekerja Industri Pembuatan Bahan Baku Cat di Surabaya Chotimah, Chusnul; Susilowati, Indah Tri
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v13i3.3242

Abstract

The additive is one component of paint that inhibits the growth of bio-organisms in the finished paint product with pesticide-like properties. Workers in the manufacture of paints are one of the populations that are at risk of being exposed to heavy metals and pesticides, which enter the workers through inhalation for a long time continuously. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between the age of workers and the nutritional status of the Cholinesterase enzyme in workers in one of the paint raw material industries in Surabaya. This study used a cross-sectional study design with a sample of 89 workers. The variables in this study were age, nutritional status values as measured by BMI values, and cholinesterase enzyme activity. The correlation test results using a nonparametric test, namely the Spearman correlation test. The correlation results show no significance between age and CHE levels (p-value=0.376) and that there is a relationship between BMI and CHE levels (p-value=0.003). It is recommended for future researchers to add research variables including the influence of the length of work, work habits including smoking habits and exercise as well as the use of Personal Protective Equipment (PPE) while working.
Hubungan Masa Kerja dan Paparan Pestisida terhadap Kadar Cholinesterase Petugas Penyemprot di Perkebunan Kelapa Sawit Himayati, Himayati; Susilowati, Indah Tri
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i2.3247

Abstract

Pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebagian besar cara penggunaan pestisida oleh petani adalah dengan cara penyemprotan. Saat penyemprotan merupakan keadaan dimana petani sangat mungkin terpapar bahan kimia yang terdapat dalam pestisida yang digunakan. Bahaya yang dapat terjadi saat penyemprotan tersebut dapat mengakibatkan gangguan yang menyebabkan penyakit. Salah satu parameter untuk mengetahui terjadinya keracunan pestisida adalah menurunnya aktivitas enzim Cholinesterase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara lama masa kerja dan lama paparan pestisida terhadap kadar cholinesterase darah petugas penyemprotan di PT. X Jambi. Jenis penelitian ini observasional analitik, untuk pengambilan sampel dilakukan di perkebunan kelapa sawit PT. X Jambi. Pemeriksaan kadar cholinesterase darah diperiksa di pusat rujukan nasional Prodia Jakarta dengan metode Tes fotometri kinetic. Hasil pengukuran kadar cholinesterase dalam darah dari 43 responden didapatkan hasil dalam batas normal. Uji koreksi pearson product moment menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama masa kerja dan lama paparan pestisida terhadap kadar cholinesterase darah petugas penyemprot PT. X Jambi.
Hubungan Kadar Feritin Serum dengan Tes Fungsi Hati pada Pasien Thalasemia Mayor Yutarti, Christina Sita; Susilowati, Indah Tri
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i1.3360

Abstract

Thalassemia merupakan penyakit yang ditandai dengan rusaknya sel darah merah sehingga umur sel darah merah menjadi lebih pendek dibandingkan eritrosit normal sehingga penderita Thalassemia memerlukan transfusi darah rutin seumur hidupnya yang berakibat terjadinya penumpukan atau kelebihan zat besi sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan organ tubuh salah satunya hati. Zat besi didalam tubuh berikatan dengan feritin dan disimpan dalam hati. Feritin diperlukan untuk melihat kelebihan atau penyimpanan zat besi dalam tubuh, sedangkan SGOT dan SGPT diperlukan untuk menggambarkan kerusakan sel hati akibat penimbunan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kadar feritin serum dengan test fungsi hati serta melihat hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi kelasi besi dengan kadar ferritin pasien thalasemia mayor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan Subyek penelitian adalah 22 anak Thalassemia Mayor di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo yang memenuhi kriteria inklusi untuk dilakukan pemeriksaan Feritin, SGOT dan SGPT. Hasil uji korelasi dengan menggunakan sprerman menunjukkan tidak ada hubungan antara kadar serum ferritin dengan kadar SGPT (sig. 0.776) maupun SGOT (sig. 0.766). Uji korelasasi Eta untuk kepatuhan mengkonsumsi kelasi besi dengan kadar ferritin serum menunjukkan dengan kepatuhan mengkonsumsi kelasi besi akan mempengaruhi kadar ferritin serum sebesar 36.2% pada anak Thalassemia Mayor di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.