Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Binawan Student Journal

HUBUNGAN STATUS GRAVIDA TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL Qonita Fauziah; Puji Astuti Wiratmo; Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.147 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v1i3.81

Abstract

Mual dan muntah saat kehamilan merupakan hal wajar pada kehamilan usia muda. Salah satu factor yang mempengaruhi terjadinya mual dan muntah saat kehamilan adalah status gravida. Sekitar 60 - 80% mual dan muntah terjadi pada primigravida dan 40-60% pada multigravida.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gravida terhadap tingkat keparahan mual dan muntah pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Ciracas Jakarta Timur dengan menggunakan desain deskriptif korelasi sederhana. Analisa data menggunakan metode Spearman Rank dengan responden 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara status gravida terhadap tingkat keparahan mual muntah pada kehamilan dengan nilai korelasi (r = 0,469) dan p-value sebesar 0,000 (p-value <0,05). Status gravida dapat menjadi salah satu faktor tingkat keparahan mual dan muntah. Pada primigravida, merupakan adaptasi baru dengan adanya perubahan fisiologis dan perubahan hormon kehamilan. Sedangkan ibu multigravida telah mengalami pengalaman perubahan kondisi hormonal sehingga mempunyai pengalaman mengatasi tingkat keparahan mual dan muntah terkait kehamilan.
HUBUNGAN MOTIVASI DIRI TERHADAP KEBERLANJUTAN PENGOBATAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER Sri Asnita; Erika Lubis; Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.292 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v2i2.167

Abstract

Kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian pertama atau kedua sebelum usia 70 tahun di 91 negara dari 172 negara di dunia, (WHO, 2015). Menurut Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementrian kesehatan Republik Indonesia (2019) angka kejadian kanker di Indonesia 136.2/100.000 penduduk, berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan 23. Kemoterapi merupakan pengobatan kanker, yang dapat menyebabkan efek samping sehingga pasien sering kurang termotivasi dalam melanjutkan pengobatan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan motivasi diri terhadap keberlanjutan pengobatan kemoterapi pada pasien kanker di instalasi layanan terapi sistemik ruang Anyelir rs kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik korelatif, dengan design cross sectional. Subjek penelitian ini berjumlah 85 responden. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai motivasi diri yang kuat (62,4%), dan pada keberlanjutan pengobatan kemoterapi menunjukkan bahwa responden dapat melanjutkan pengobatan kemoterapi (95,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,01 dengan nilai r =0,353,maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara motivasi diri terhadap keberlanjutan pengobatan kemoterapi pada pasien kanker. Saran untuk penelitian ini perlu ditingkatkan pengetahuan tentang kanker dan pengobatan kemoterapi, sehingga dapat memotivasi diri pasien untuk menjalankan pengobatan kemoterapi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF Ade Widaningsih; Siswani Marianna; Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.502

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilasi mekanik baik pada endotracheal tube atau tracheostomy yang merupakan penyebab penting mortalitas dan morbiditas di ruang perawatan intensif. World Health Organization pada tahun 2016 mencatat 53,9 juta kematian orang di seluruh dunia akibat menderita penyakit Ventilator Associated Pneumonia. Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menyebutkan prevalensi pneumonia mencapai angka 2.2 %. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku perawat dalam tindakan pencegahan Ventilator Associated Pneumonia di ruang perawatan intensif RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan total sampling 44 responden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebesar 93.2% responden berjenis kelamin perempuan, berdasarkan usia sebesar 65.9% dalam rentang 20-40 tahun, dengan 81.8% mayoritas pendidikan DIII Keperawatan, mayoritas lama kerja lebih dari 10 tahun sebesar 79.5% dan mayoritas tingkat pengetahuan ba ik 79.5% dan mayoritas perilaku kurang baik 52.3%.  Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0.006 dapat diartikan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku perawat dalam tindakan pencegahan Ventilator Associated Pneumonia. Dengan nilai OR 1,09. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang hubungan pengetahuan maupun faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku pencegahan Ventilator Associated Pneumonia terhadap kejadian Ventilator Associated Pneumonia di ruang intensif.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENJALANI KEMOTERAPI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER KOLON DI RSUD TARAKAN JAKARTA Shenda Maulina Wulandari; Eko Winarti; Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i2.510

Abstract

Kepatuhan pasien terhadap rekomendasi dan perawatan dari pemberi pelayanan kesehatan adalah penting untuk kesuksesan suatu intervensi. Ketidakpatuhan menjadi masalah yang besar terutama pada pasien yang akan mejalani kemoterapi dan dapat berdampak pada berbagai aspek perawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker kolon di RSUD Tarakan. Metode penelitian diskriptif ini dilakukan dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Responden dengan tingkat kepatuhan kategori rendah dan mempunyai kualitas hidup kurang baik sebanyak 75% dan responden dengan kepatuhan tinggi dan mempunyai kualitas hidup baik sebanyak 100%. Hubungan kepatuhan menjalani kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien ca colon di RSUD Tarakan Jakarta didapatkan nilai p-value sebesar = 0,003. Saran untuk petugas kesehatan khususnya perawat di RSUD Tarakan hendaknya dapat meningkatkan pelayanan pada pasien yang menjalani kemoterapi karena kepuasaan terhadap pelayanan juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien.
ANALISIS DESKRIPTIF: USIA DAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Yoanita Hijriyati; Nur Ati Wulandari; Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i2.843

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat dikontrol dengan pengobatan yang teratur. Komplikasi dapat terjadi akibat ketidakpatuhan dalam pengobatan.   Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat, namun penelitian terkait hal ini belum banyak dilakukan di Rumah Sakit di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis deskripstif terhadap  faktor usia dan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif Cross-Sectional dengan teknik pengambilan sampel Insidental Sampling di Poliklinik Endokrin RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dengan jumlah sampel 64 responden. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berada pada rentang usia 46 – 59 tahun yaitu pada usia pertengahan yang berjumlah 28 responden (43,7%), sedangkan untuk tingkat kepatuhan didapati 36 responden (53,1%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan bagi peningkatan pelayanan keperawatan di Rumah Sakit terhadap pasien di usia tertentu untuk meningkatkan kepatuhan minum obat khususnya bagi pasien Diabetes Mellitu tipe II yang diberikan secara komprehensif, dengan tetap melibatkan pasien dan keluarga dalam perawatan jangka panjang.
Korelasi Antara Riwayat Hemodialisa, Faktor Psikososial, Kognitif, Dan Kelelahan Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa: Correlation Between Hemodialysis History, Psychosocial, Cognitive, And Fatigue Factors In CKD Patients Undergoing Hemodialysis Andriawan, Enjang; Setiyadi, Agung; Sutandi, Aan
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/18rthb35

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan proses patofisiologi dengan penyebab yang beragam yang mengakibatkan penuruan fungsi ginjal secara progresif dan biasanya berakhir dengan gagal ginjal. Salah satu penatalaksanaan medis untuk pasien dengan CKD yaitu terapi hemodialisis (HD). Prognosis hemodialisa yang tidak menyembuhkan penyakit gagal ginjal sering menimbulkan kendala psikososial, kognitif dan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor psikososial, kognitif dan kelelahan pada pasien CKD yang menjalani HD di RSUD Koja. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara total sampling sebanyak 100 pasien yang menjalani hemodialisis. Pengolahan data menggunakan chi-square test. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Hasil diketahui bahwa ada hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor psikososial dengan nilai ρ=0.003, ada hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor kognitif dengan nilai ρ=0.004 dan ada hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor kelelahan dengan nilai ρ=0.007 pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD Koja. Kesimpulannya pasien dengan CKD yang menjalani hemodialisa cenderung mengalami faktor psikososial, kognitif dan kelelahan. Saran untuk perawat agar lebih meningkatkan pemantauan selama HD berlangsung dan mengevaluasi keluhan pasien. Selain itu memberikan edukasi pada pasien agar dapat mengurangi dampak pengaruh psikososial, penurunan kognitif dan kejadian kelelahan pada pasien CKD. 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja: The Correlation Between Adolescents' Level Of Knowledge Regarding Sexually Transmitted Infections With Adolescents' Pre-Marital Sexual Behavior Lubis, Erika; Novi, Nunung Ayu; Sutandi, Aan; Setiyadi, Agung; Manurung, Sondang
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/aenejr76

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan suatu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Remaja memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dalam mengalami infeksi menular seksual dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga mereka perlu dianggap sebagai populasi yang rentan terhadap infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMA 84 Jakarta Barat. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja kelas XII di SMAN 84 Jakarta Barat sebanyak 252 siswa. Pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 173 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai p value sebesar 0,005 <nilai α (0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMAN 84 Jakarta Barat. Disarankan untuk meningkatkan edukasi seksual pada remaja melalui seminar atau penyuluhan pada remaja yang diselenggarakan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas setempat.