Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Diet Diabetes, Self Management diabetes dan Penurunan Tingkat Stres Menjalani Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Prabowo, Nurhasan Agung; Ardyanto, Tonang Dwi; Hanafi, Muchtar; Kuncorowati, Niken Dwi Aryani; Dyanneza, Frieska; Apriningsih, Hendrastutik; Indriani, Astri Tantri
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.585 KB) | DOI: 10.23917/warta.v24i2.12515

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Diet Diabetes dan Self management Diabetes menjadi poin penting pada tata laksana DM tipe 2. Persadia (Perhimpunan Diabetes Indonesia) adalah perkumpulan pasien dan keluarga penderita diabetes di Indonesia yang bertujuan untuk edukasi pada pasien DM tipe 2. Persadia bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dan mencegah komplikasi diabetes pada pasien diabetes. Analisis situasi sebelumnya menunjukkan pasien diabetes anggota persadia cabang Surakarta mempunyai keterbatasan dalam pengetahuan tentang diet diabetes, self managemengt diabetes, dan tingkat stres dalam menjalakan diet cukup tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan diet diabetes, self management diabetes, dan menurunkan tingkat stres pada pasien DM tipe 2 anggota persadia di RS UNS. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian ceramah, diskusi, dan video edukasi. Sebelum dan sesudah pengabdian dilakukan pemberian kuesioner pengetahuan diet diabetes, kuesioner self management diabetes, dan kuesioner tingkat stres dalam menjalankan diet. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan diet diabetes (rerata peningkatan skor pengetahuan diet diabetes adalah 24,5+6,2), self management diabetes (rerata peningkatan skor self management diabetes 8,2+ 4,34), dan penurunan tingkat stres (rerata penurunan skor 14,5+5,32) pada pasien DM tipe 2 anggota persadia di RS UNS. Secara tidak langsung kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pada pasien DM tipe 2 dalam lingkungan persadia RS UNS.
Peningkatan Pengetahuan Diet Diabetes, Self Management diabetes dan Penurunan Tingkat Stres Menjalani Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Nurhasan Agung Prabowo; Tonang Dwi Ardyanto; Muchtar Hanafi; Niken Dwi Aryani Kuncorowati; Frieska Dyanneza; Hendrastutik Apriningsih; Astri Tantri Indriani
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i2.12515

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Diet Diabetes dan Self management Diabetes menjadi poin penting pada tata laksana DM tipe 2. Persadia (Perhimpunan Diabetes Indonesia) adalah perkumpulan pasien dan keluarga penderita diabetes di Indonesia yang bertujuan untuk edukasi pada pasien DM tipe 2. Persadia bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dan mencegah komplikasi diabetes pada pasien diabetes. Analisis situasi sebelumnya menunjukkan pasien diabetes anggota persadia cabang Surakarta mempunyai keterbatasan dalam pengetahuan tentang diet diabetes, self managemengt diabetes, dan tingkat stres dalam menjalakan diet cukup tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan diet diabetes, self management diabetes, dan menurunkan tingkat stres pada pasien DM tipe 2 anggota persadia di RS UNS. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian ceramah, diskusi, dan video edukasi. Sebelum dan sesudah pengabdian dilakukan pemberian kuesioner pengetahuan diet diabetes, kuesioner self management diabetes, dan kuesioner tingkat stres dalam menjalankan diet. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan diet diabetes (rerata peningkatan skor pengetahuan diet diabetes adalah 24,5+6,2), self management diabetes (rerata peningkatan skor self management diabetes 8,2+ 4,34), dan penurunan tingkat stres (rerata penurunan skor 14,5+5,32) pada pasien DM tipe 2 anggota persadia di RS UNS. Secara tidak langsung kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pada pasien DM tipe 2 dalam lingkungan persadia RS UNS.
Psikoedukasi untuk Mengurangi Nyeri Pasien Lupus Eritematosus Sistemik Nurhasan Agung Prabowo; Arief Nurudhin; Yulyani Werdiningsih; Zainal Arifin Adnan; Fatichati Budiningsih; Arifin Arifin
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.12519

Abstract

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan suatu penyakit kronis autoimun yang menimbulkan nyeri pada semua ODAPUS (Orang dengan Lupus). Intervensi psikososial untuk mengurangi rasa sakit serta meningkatkan kualitas hidup ODAPUS. Analisis situasi menunjukkan nyeri merupakan masalah utama dan sering dialami oleh ODAPUS walaupun sudah rutin minum obat, sehingga perlu pendekatan lain untuk mengurangi nyeri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan nyeri pada pasien ODAPUS dengan psikoedukasi. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan metode ceramah dan diskusi pada ODAPUS anggota Yayasan Tittari. Pengabdian dilaksanakan di poli Reumatologi Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan dilakukan secara luring dengan ceramah di poliklinik dan daring dengan media Zoom. Materi yang diangkat adalah tentang pengetahuan nyeri bagi ODAPUS, metode sederhana menurunkan angka nyeri, peran depresi, stres, dan ansietas dalam menimbulkan nyeri, psikoedukasi komprehensif dalam mengurangi nyeri pasien lupus. Pemateri adalah dokter ahli nyeri rematologi. ODAPUS yang mengikuti kegiatan ada 50 orang. Luaran dinilai dengan membandingkan skor nyeri sebelum dan 1 minggu sesudah psikoedukasi dengan mengisi Gform untuk peserta daring dan menggunakan kertas kuesioner untuk peserta luring. Skor nyeri yang dipakai adalah skor mankoski untuk nyeri dengan rentang nilai 1-10, berisi 10 pertanyaan untuk deskripsi nyeri. Penilaian skor nyeri menunjukkan rerata skor mankoski sebelum psikoedukasi adalah 4,58+2,36 akan turun setelah psikoedukasi dengan skor 3,28+2,34. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan mafaat pada pasien lupus dengan penurunan skor nyeri pada pasien LES.
PENGELOLAAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE 2 MELALUI PEMBERDAYAAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UNS Desy Puspa Putri; Nurhasan Agung Prabowo; Risalina Myrtha; Hendrastutik Apriningsih; Berty Denny Hermawati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.224-229.2021

Abstract

Insidensi Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 meningkat di Indonesia seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat ke arah sedentary lifestyle. DM tipe 2 merupakan penyakit katastrofik karena angka kecacatan dan kematiannya cukup tinggi, serta memerlukan pembiayaan yang besar. Pengelolaan diabetes yang baik perlu melibatkan kemandirian penderita dalam hal diet, aktivitas fisik, pemakaian obat dan pemeriksaan gula darah berkala. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemberdayaan penderita DM tipe 2 dalam tata kelola penyakit sehingga didapatkan luaran dan kualitas hidup yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui live Instagram, webinar awam dan pelatihan melalui pembentukan Persadia. Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) merupakan organisasi mandiri yang aktif bergerak khususnya di bidang diabetes. Dalam Persadia, penderita DM dapat berinteraksi dengan penderita DM lainnya, tenaga kesehatan dan simpatisan sehingga memberikan dukungan untuk pengelolaan DM yang baik. Kegiatannya meliputi senam rutin tiap minggu, pemeriksaan kesehatan gratis, dan diskusi mengenai diabetes dan penyakit metabolik. Sebelum dan sesudah kegiatan diberikan kuesioner mengenai pengetahuan dan kepuasan penderita DM tipe 2 terhadap pelayanan yang diberikan. Didapatkan peningkatan rerata pengetahuan, kepuasan dan kunjungan penderita DM tipe 2 di poliklinik RS UNS (p<0.005). Pengabdian ini secara tidak langsung meningkatkan kualitas hidup melalui pemberdayaan penderita diabetes. Kata kunci: diabetes mellitus, edukasi, kepuasan, persadia, pengetahuan ABSTRACT The incidence of type 2 Diabetes Mellitus (DM) is increasing in Indonesia along with changes towards a sedentary lifestyle. Type 2 DM is a catastrophic disease because the rate of disability and death is quite high, and requires an enormous funding. We involved the patient's independence in terms of diet, physical activity, drug use, and regular blood sugar checks for better management. We aim to increase the empowerment of diabetic patients in disease management to improve disease outcomes and thus, their quality of life through this service. We used educational method through live Instagram, webinar, and Persadia. Persadia (IDA/Indonesian Diabetes Association) is an independent organization that is actively engaged in diabetes. In Persadia, diabetic patient can interact with another patients, health workers, and sympathizers to provide better support. We scheduled weekly gymnastics, free medical check-ups, and discussions about diabetes and metabolic diseases. Before and after the activity, we prepared questionnaires regarding knowledge and satisfaction level of diabetic patients. There was an increase in the average knowledge, satisfaction, and visits of diabetic patients at outpatient clinic in UNS Hospital (p<0.005). This service indirectly improves the quality of life by empowering diabetic patients. Keywords: diabetes mellitus, education, satisfaction, persadia, knowledge
PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA ORANG DENGAN LUPUS DI SURAKARTA Evi Nurhayatun; Nurhasan Agung Prabowo
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.390-394.2020

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan global yang menghantui berbagai aspek kehidupan. Orang dengan lupus (ODAPUS) merupakan populasi rentan terjadi penularan COVID-19, dengan tingkat kematian lebih tinggi daripada populasi normal. Mitra pengabdian ini adalah Yayasan Tittari Surakarta. Yayasan Tittari merupakan yayasan yang bertujuan mensejahterakan ODAPUS dengan melakukan berbagai macam kegiatan, Analisis masalah bersama mitra menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang COVID-19 yang rendah pada ODAPUS menyebabkan ODAPUS lebih rentan terkena COVID-19, ODAPUS menjadi takut kontrol ke rumah sakit dan menjadi tidak disiplin minum obat serta tingkat stress yang tinggi pada ODAPUS. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang COVID-19 pada ODAPUS dan menurunkan stress ODAPUS selama pandemik COVID-19. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan di poliklinik dan webinar awam melalui aplikasi daring, pembuatan buku saku COVID-19 khusus ODAPUS. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang COVID-19 dan menurunkan angka stress pada ODAPUS Yayasan Tittari Surakarta. Kata kunci: Pencegahan, COVID-19, Lupus, ODAPUS, Yayasan Tittari ABSTRACT COVID-19 is a global health problem that haunts various aspects of life. People with lupus (ODAPUS) are a population susceptible to transmission of COVID-19, with a higher mortality rate than the normal population. The Tittari Foundation is a foundation that aims to improve ODAPUS by carrying out various kinds of activities, Problem analysis with partners shows that the low level of knowledge about COVID-19 in ODAPUS makes ODAPUS more susceptible to COVID-19, ODAPUS is afraid to go to the hospital and becomes undisciplined taking medication and high stress levels in ODAPUS. This service aims to increase knowledge about COVID-19 in ODAPUS and reduce stress for ODAPUS during the COVID-19 pandemic. Community service activities include counseling at the clinic and webinars through online applications, making a special COVID-19 pocket book for ODAPUS. This service can increase knowledge about COVID-19 and reduce stress levels for ODAPUS at the Tittari Surakarta Foundation. Keywords: Prevention, COVID-19, Lupus, ODAPUS, Tittari Foundation
PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Hendrastutik Apriningsih; Nurhasan Agung Prabowo; Risalina Myrtha; Coana Sukma Gautama; Meirina Mulia Wardani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.556-564.2020

Abstract

COVID-19 merupakan masalah Kesehatan global yang melanda berbagai lini kehidupan masyarakat. Transmisi penularan COVID 19 pada tenaga kesehatan menjadi isu penting di era pandemi COVID 19 ini. Pada bulan Juli 2020, terjadi penularan COVID-19 di RS UNS dalam jumlah besar. Mitra pengabdian adalah PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) RS UNS. Salah satu misi PPNI RS UNS adalah keselamatan kerja perawat dalam pandemi COVID-19. Analisis masalah menunjukkan bahwa kurang waspada terhadap penularan sesama perawat, kurangnya pengetahuan tentang penularan dan alat pelindung diri yang baik, stress dan kecemasan pada perawat, dan kurangnya dukungan manajemen rumah sakit adalah akar masalah dari penularan COVID-19 di tenaga kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk melakukan pencegahan bagi tenaga kesehatan agar tetap dapat melakukan pelayanan kesehatan tetapi terlindungi dan terjamin keselamatannya sebagai upaya untuk meminimalisir risiko tertular virus COVID-19. Pengabdian ini bertema pencegahan penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan di RS UNS. Kegiatan pengabdian meliputi edukasi penularan COVID-19 dengan bentuk video dan media sosial, pembuatan video adaptasi kebiasaan baru dan pemakaian APD, dan memberi masukan kepada manajemen RS mengenai pencegahan penularan COVID-19 bagi tenaga Kesehatan. Pengabdian pencegahan penularan COVID-19 pada tenaga Kesehatan di RS UNS menyebabkan penurunan angka penularan COVID-19 di RS UNS. Kata kunci: Pencegahan, Penularan, Corona virus disease-19, Tenaga kesehatan, RS UNS ABSTRACT COVID-19 is a global health problem that affects various lines of people's lives. The transmission of COVID 19 to health workers is an important issue in the era of the COVID 19 pandemic. In July 2020, there was a large number of COVID-19 transmission at the UNS Hospital. The community service partner is PPNI (Indonesian National Nurses Association) UNS Hospital. One of the missions of PPNI RS UNS is the safety of nurses in the COVID-19 pandemic. Problem analysis shows that less awareness of transmission among nurses, lack of knowledge about transmission and good personal protective equipment, stress and anxiety in nurses, and lack of hospital management support are the main cause of transmission of COVID-19 in health workers. Therefore it is necessary to prevention effort for health workers so that they can still provide health services but are protected and guaranteed their safety as an effort to minimize the risk of contracting the COVID-19 virus. The aim of this dedication is to preventing the transmission of COVID-19 to health workers at UNS Hospital. Dedication activities include education on the transmission of COVID-19 in the form of videos and social media, make videos of adaptation of new habits and the use of PPE, and providing input to hospital management regarding the prevention of COVID-19 transmission for health workers. The dedication to prevent the transmission of COVID-19 to health workers at UNS Hospital has led to a decrease in the number of COVID-19 transmission at UNS Hospital. Keywords: Prevention, Transmission, Corona virus disease-19, Health workers, UNS hospital
A 38 Years Old Man with ANCA Negative Wegener’s Granulomatosis Vasculitis with Type 2 Diabetes Mellitus and Electrolyte Imbalance: A Case Report: ANCA Negative Wegener’s Granulomatosis Vasculitis Bryan Arief Aji Rudita; Yulyani Werdiningsih; Arief Nurudhin; Nurhasan Agung Prabowo; Zainal Arifin Adnan
Indonesian Journal of Rheumatology Vol. 12 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Rheumatology
Publisher : Indonesian Rheumatology Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ijr.v12i2.163

Abstract

A B S T R A C TBackground: Wegener's granulomatosis is a very rare long-term systemicdisorder, in which granuloma formation occurs and inflammation of bloodvessels (vasculitis). The cause of disorder is not yet known, but geneticfactors are thought to play an important role. Clinical symptoms are oftensimilar to other disorders, making diagnosis difficult. However, earlydiagnosis is very important in order to provide effective management.Objective: Diagnosis and management in a rare case of Wegener’sgranulomatosis vasculitis, especially it was found with other comorbidities.Methods: This case report showed a-38-years-old-man that came to theemergency room of Dr Moewardi Hospital with complaints of swellingaccompanied by redness and stiff on the face, hands and feet that worseningsince 7 days ago. He also complained of fever fluctuating, nasal congestionaccompanied by clear discharge and sometimes hearing loss in the rightear. Since the last 3 months, he was often experience similar complaints.History of diabetes was recognized by the patient for 5 years, but he did notregularly take medication. Results: In this case, examination of vital signswithin normal limits. Physical examination revealed a saddle nose with cleardischarge, swelling and redness around the face, hands and feet. Laboratorytests showed hemoglobin 12.9 g/dl, HbA1c 8.4%, sodium level 128 mmol/L,potassium level 3.1 mmol/L, calcium level 1.12 mmol/L. The Anti -Neutrophil Cytoplasmic Antibodies (ANCAs) and Anti Nuclear Antibody(ANA) Indirect Immunofluorescence (IF) method were negative.Electrocardiogram and chest x-ray examination within normal limits.Histopathological examination revealed epidermal atrophy and multiplegranulomas of the dermis. The patient underwent treatment for 10 dayswith tappering-off dose steroid, immunosuppressants, insulin, calcium,and potassium preparations therapy. Conclusions: Wegener’sgranulomatosis vasculitis is a rare case. Prompt and accurate diagnosis andmanagement will prevent poor progression of them, especially it was foundwith other comorbidities.
Neuthropil-to-Lymphocyte Ratio Correlation with Pneumonia Severity Index in COVID-19 Patients Hendrastutik Apriningsih; Nurhasan Agung Prabowo; Reviono; Betty Suryawati; Tonang Dwi Ardyanto
Nusantara Science and Technology Proceedings Multi-Conference Proceeding Series D
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3004

Abstract

COVID-19 is still a major problem and characterized by the development and progression of inflammatory responses. Assessment of disease degree includes several tools, such as the pneumonia severity index (PSI). However, because the pandemic occurs in all regions in Indonesia, not all health facilities have a complete diagnostic tool to assess the severity of pneumonia. It is necessary to have an easy, inexpensive, and readily available examination to determine the COVID-19 disease's severity, such as Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR). The purpose of this study was to determine the correlation between NLR and PSI in COVID-19 patients. The research was carried out on the COVID-19 ward of Universitas Sebelas Maret (UNS) Hospital in February 2021. Examination of laboratory parameters and X-rays was carried out when the patients entered the Emergency Room at the hospital. A prospective cohort study, with the population being patients >18 years old with mild to critical COVID-19 and being admitted from February to March 2021. Statistical analysis was conducted using the Pearson correlation test with SPSS 25, in which case p was deemed significant if it was <0.05. Results were obtained from 49 COVID-19 patients treated in the COVID-19 ward, whose mean age was 49.83 + 13.31, NLR and PSI were 8.85 + 13.25, 61.673 + 26.635, respectively. There was a strong positive correlation between NLR and PSI (p = 0.001; r = 0.488). NLR was correlated with PSI in COVID-19 patients.
Pengaruh Ekstrak Daun Moringa Oleifera terhadap Mean Platelet Volume dan Neutrophil-To-Lymphocyte Ratio pada Pasien Autoimun Nurhasan Agung Prabowo; Arief Nurudhin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.693 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.2219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak MO terhadap MVP dan NLR pada pasien autoimun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang dilakukan pada 30 pasien autoimun yang terdiri dari 28 pasien lupus dan 2 pasien rheumatoid arthritis di Poliklinik Reumatologi RSUD Moewardi pada Januari-Juli 2020. Pasien dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Pasien kelompok perlakuan mendapat 2gram ekstrak MO per hari, sedangkan pada kelompok kontrol mendapat plasebo. Perlakuan dilakukan selama 4 minggu, Pemeriksaan MPV dan NLR menggunakan haemositometer. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji-T berpasangan dan uji-T independen. Nilai p dianggap signifikan ketika p <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MO menurunkan MPV (delta MPV = 4.141; r = 0.656; p = 0.02) dan NLR (delta NLR = 4.1391; r 0.489; p-value = 0.04). dapat disimpulkan MO menurunkan MPV dan NLR pada pasien autoimun.
The Importance of Hyperthyroid Screening in Acute Decompensated Heart Failure with Persistent Tachycardia Despite Optimal Decongestion: A Case Report Myrtha, Risalina; Wijayanto, Matthew Aldo; Prabowo, Nurhasan Agung
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol 43 No 3 (2022): Indonesian Journal of Cardiology: July - September 2022
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.1328

Abstract

Background: Hyperthyroid has various effects on the cardiovascular system. Cardiac arrhythmias ranging from sinus tachycardia to atrial fibrillation and low/high cardiac output state to congestive heart failure are observed in patients with hyperthyroidism. If hyperthyroidism is recognized and treated early, the cardiac dysfunction could be corrected. This case presentation will discuss the importance of thyroid function screening. Case Illustration and Discussion: A man was admitted to the emergency department with signs and symptoms of acute decompensated heart failure. Further examination was performed to confirm the diagnosis, namely ECG, laboratory examination including thyroid function test, and echocardiography. During hospitalization, heart failure medication was given and up titrated. The patient was still tachycardia until hyperthyroid was corrected with anti-thyroid medicines. Conclusion: Hyperthyroidism can cause or worsen left ventricular dysfunction, especially in individuals with a history of cardiovascular disease. Thus, thyroid function tests should be assessed during initial laboratory examination, especially on patients with acute decompensated heart failure.This article has a related Erratum.
Co-Authors Adji Suwandono adji suwandono Andri Haryanto Anindita, Brigitta Devi Aprilningsih, Hendrastutik Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Apriningsih, Hendrastutik Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arifin Arifin Arsyi Dasa Ramadhan Asih Anggraeni Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Berty Denny Hermawati Betty Suryawati Bryan Arief Aji Rudita Coana Sukma Gautama Desy Puspa Putri Dyanneza, Frieska Dyanneza, Frieska Evi Liliek Wulandari Evi Nurhayatun Fatichati Budiningsih Gede Abhirama Daniswara Habibah, Sopia Nur Hafi Nurinasari Harioputro, Dhani Redhono Hartono Hartono Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hermawati, Berty Denny I Made Adi Palguna Rama Daffa Indriani, Astri Tantri Kuncorowati, Niken Dwi Aryani Kuncorowati, Niken Dyah Aryani Laily Shofiyah Laily Shofiyah Laily Shofiyah Maria Galuh Kamenyangan Maria Galuh Kamenyangan Sari Maria Galuh Kamenyangan Sari Maria Galuh Kamenyangan Sari, Maria Galuh Kamenyangan Matthew Aldo Wijayanto Meirina Mulia Wardani Muchtar Hanafi Myrtha, Risalina Niken Dwi Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Novianto Adi Nugroho Novianto Adi Nugroho Novianto Adi Nugroho Nugroho, Novianto Adi Putri, Desy Puspa Rachmah, Azkia Ratih Puspita Febrinasari Reviono Reviono Reviono Riandini Aisyah Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Satrio Budi Susilo Shofiyah Shofiyah, Laily Sri Sulistyowati Sunarso, Indrayana Syahrini Wisdayanti Tamaulina Br Sembiring Tonang Dwi Ardyanto Wedhiningsih, Yulyani Werdiningsih, Yulyani Wijayanto, Matthew Aldo Yeni Farida Yulyani Werdiningsih Yulyani Werdiningsih Yulyani Werdiningsih Zainal Arifin Adnan Zainal Arifin Adnan