Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Automotive Technology Vocational Education

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PORTOFOLIO BERBASIS KKNI DAN SN-DIKTI UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI MBKM: Studi pada Kurikulum Outcome-Based Education Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin Universitas Ivet Mahendra, M.T., Sena; Suwignyo, Joko; Hafidz, Miftah Al; Bahtiar, Fahmy Zuhda
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a portfolio assessment instrument based on the Indonesian National Qualifications Framework (KKNI) and the National Higher Education Standards (SN-DIKTI) to support the implementation of the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) program in the Outcome-Based Education (OBE) curriculum. The research subject is the Mechanical Engineering Vocational Education (PVTM) study program at IVET University. The research method uses the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate), which consists of the stages of needs definition, instrument design, validation, and development. The developed instrument was designed in a five-level Likert scale format, covering three main aspects: cognitive, affective, and psychomotor. The results of validation by experts showed a high level of validity with an average score of 0.85 (very valid). Testing was conducted in the Research Methods course involving 30 students, resulting in an average portfolio assessment score of 78.5 (good). Feedback from lecturers showed that this instrument increased the accuracy of the assessment, while students found the instrument easy to understand and use. Keywords: Portfolio Assessment Instrument, KKKNI, SN-Dikti, MBKM, OBE, Vocational Education, Mechanical Engineering
EFEKTIVITAS PERGANTIAN DIAMETER PISTON TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK Fatra, Fahmy; Suwignyo, Joko; Aziz, Abdul
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v4i1.4962

Abstract

Perkembangan sepeda motor keluaran terbaru mengalami perkembangan teknologi dan juga sparepart, salah perkembangan sparepart dalam sepeda motor salah satunya adalah piston. Piston komponen penting pada kendaraan khususnya sepeda motor. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pergantian diameter piston terhadap kinerja mesin sepeda motor. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sepeda motor Supra X 125 dengan pergantian diameter piston. Analisis data pada penelitian ini yaitu membandingkan pergantian diameter piston 52,4 mm, 54,0 mm dan 55,25 mm terhadap kinerja mesin dan emisi gas buang sepeda motor supra x 125. Hasil penelitian didapat torsi tertinggi pada 2000 RPM yaitu pada piston 52,4 mm sebesar 82,6N.m, piston 54,0 mm menghasilkan 109 N.m, dan piston 55,25 mm menghasilkan 121 N.m. Daya pada piston 52,4 mm adalah 0,893 Hp pada 7500 RPM, piston 54,0 mm adalah 1,23 Hp pada 8000 RPM, dan piston 55,25 mm adalah 1,38 Hp pada 8000 RPM. (Sfc) terendah 2500 RPM. Piston 52,4 mm sebesar 0,366 kg/hp.jam, piston 54,0 mm sebesar 0,313 kg/hp.jam, dan piston 55,25 menghasilkan 0,279 kg/hp.jam. Emisi gas buang piston 52,4 mm, piston 54,0 mm dan piston 55,25 mm ada penurunan dan kenaikan kadar emisi CO,CO2,HC dan O2. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kinerja mesin tertinggi dicapai oleh piston 55,25 mm. Kata kunci : Piston, Supra x 125, kinerja mesin, emisi gas buang.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PORTOFOLIO BERBASIS KKNI DAN SN-DIKTI UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI MBKM: Studi pada Kurikulum Outcome-Based Education Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin Universitas Ivet Mahendra, M.T., Sena; Suwignyo, Joko; Hafidz, Miftah Al; Bahtiar, Fahmy Zuhda
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a portfolio assessment instrument based on the Indonesian National Qualifications Framework (KKNI) and the National Higher Education Standards (SN-DIKTI) to support the implementation of the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) program in the Outcome-Based Education (OBE) curriculum. The research subject is the Mechanical Engineering Vocational Education (PVTM) study program at IVET University. The research method uses the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate), which consists of the stages of needs definition, instrument design, validation, and development. The developed instrument was designed in a five-level Likert scale format, covering three main aspects: cognitive, affective, and psychomotor. The results of validation by experts showed a high level of validity with an average score of 0.85 (very valid). Testing was conducted in the Research Methods course involving 30 students, resulting in an average portfolio assessment score of 78.5 (good). Feedback from lecturers showed that this instrument increased the accuracy of the assessment, while students found the instrument easy to understand and use. Keywords: Portfolio Assessment Instrument, KKKNI, SN-Dikti, MBKM, OBE, Vocational Education, Mechanical Engineering
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ASAM TARTRAT TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK DI DALAM PIPA PENGEBORAN MINYAK BUMI Fatra, Fahmy; Suwignyo, Joko
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v1i2.991

Abstract

Kerak yang ditimbulkan pada pipa pengeboran minyak bumi yaitu kerak barium sulfate (BaSO4). Kerak ini merupakan masalah serius yang banyak dihadapi pada proses pengeboran minyak bumi dan gas di laut lepas. Masalah serius tersebut mengakibatkan penyempitan diameter dalam pipa, dan berkurangnya transfer air pada pipa sehingga dapat berakibat pipa menjadi pecah. Pada penelitian ini menjelaskan proses pengerakan barium sulfat (BaSO4) pada aliran laminer disistem perpipaan. Larutan barium sulfat (BaSO4) dibuat dengan cara mencampurkan larutan equimolar barium chloride (BaCl2) dan natrium sulfate (Na2SO4). Parameter yang diteliti adalah variasi konsentrasi barium sulfate yaitu 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm, dan 3000 ppm, laju aliran 30 ml/menit (konstan), temperatur 20oC (konstan) dan konsentrasi aditif asam tartrat (0, 5, 10 ppm). Proses pembentukan kerak barium sulfate (BaSO4) dimonitor dengan alat konduktivity meter. Hasil kerak barium sulfate (BaSO4) yang diperoleh baik sebelum penggunaan aditif asam tartrat (C4H6O6) maupun setelah dicampur aditif asam tartrat (C4H6O6) kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi dengan analisa SEM dan XRD. Dari hasil pengujian SEM dapat disimpulkan bahwa larutan tanpa menggunakan aditif kristalnya akan mudah menempel di pipa dikarenakan bentuknya yang tumpul sehingga kristal mudah untuk menempel di pipa. Sedangkan larutan dengan menggunakan aditif bentuk kristalnya runcing itu artinya kristal akan sulit untuk menempel di pipa sehingga dapat menghambat pertumbuhan kerak di dalam pipa. Sedangkan dari hasil uji XRD kerak yang terjadi yaitu kerak barium sulfate (barite). Kata Kunci: Barium sulfate, konsentrasi larutan, asam tartrat
PENGARUH PUTARAN MIXTURE ADJUSTING SCREW DAN SPEED ADJUSTING SCREW DENGAN VARIASI PENYETELAN CELAH KATUP TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR Suwignyo, Joko; Fatra, Fahmy
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i1.1486

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi penyetelan mixture adjusting screw dan putaran speed adjusting screw. 2) Mengetahui pengaruh variasi celah katup terhadap konsumsi bahan bakar Sepeda Motor. 3) Mengetahui pengaruh variasi putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan jenis Deskriptif untuk mengetahui tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi penyetelan idle mixture adjusting screw . Dan idle speed adjusting screw serta mengetahui pengaruh variasi penyetelan celah katup terhadap konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan di Bengkel Laboratorium PVTMO Unisvet. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2007 dipengaruhi dengan variasi idle Speed Adjusting Screw dan idle mixture adjusting screw dan celah katup. Teknik analisis data dengan deskriptif yang membandingkan pengaruh variasi idle  speed adjusting screw dan idle mixture adjusting srew dan celah katup terhadap konsumsi bahan bakar Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2007. Hasil penelitian : 1). Penelitian pengaruh konsumsi bahan bakar dengan celah katup (IN 0,02 OUT 0,05) dan idle mixture adjusting screw 1/5, 1, dan 2 putaran dengan hasil idle mixture adjusting screw (IMAS ) (1/5) yaitu 33 ml ( 2000 RPM ), 38 ml ( 3000 RPM ) dan 48 ml ( 4000 RPM ). Selanjutnya pada IMAS (1 ) yaitu 13 ml ( 2000 RPM ), 19 ml ( 3000 ) dan 26 ml ( 4000 RPM ). Kemudian pada IMAS (2) yaitu 12 ml ( 2000 RPM ), 17 ml ( 3000 RPM ) dan 23 ml ( 4000 RPM). 2). Pengaruh konsumsi bahan bakar dengan celah katup ( IN 0,05 OUT 0,08 ) dan idle  mixture adjusting screw 1/5, 1, dan 2 putaran. Dengan hasil idle mixture adjusting screw  ( IMAS ) (1/5) yaitu 24 ml (2000 RPM), 32 ml (3000 RPM) dan 43 ml (4000 RPM). Hasil dari IMAS (1) yaitu 12 ml (2000 RPM), 17 ml (3000 RPM) dan 23 ml (4000 RPM). Kemudian hasil dari IMAS (2) yaitu 10 ml (2000 RPM), 15 ml (3000 RPM) dan 22 ml (4000 RPM ). 3). Dari hasil penelitian pengaruh konsumsi bahan bakar dengan celah katup (IN 0,15  OUT 0,15) dan  idle  mixture adjusting screw  (1/5, 1 dan 2) putaran selama 3 menit, menunjukkan hasil  mixture adjusting screw  (IMAS) (1/5) yaitu 22 ml (2000 RPM), 29 ml (3000 RPM) dan 38 ml ( 4000 RPM). Hasil dari IMAS (1) yaitu 10 ml (2000 RPM), 15 ml (3000 RPM) dan 21 ml (4000 RPM). Kemudian hasil dari IMAS (2) yaitu 9 ml (2000 RPM), 14 ml (3000 RPM) dan 19 ml (4000 RPM).
IMPLEMENTASI VIDEO PADA KOMPETENSI TUNE UP MESIN EFI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Joyo, Dhiran; Abdillah, Fuad; Suwignyo, Joko; Purnomo, Bayu Gilang
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i2.2067

Abstract

Siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran, minat mengikuti pelajaran teori kejuruan yang masih kurang selain itu kurang tepatnya model dan media pembelajaran yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui hasil dari proses pembelajaran. (2) Mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio video pembelajaran kompetensi dasar tune-up mesin EFI kelas XII TKR. (3) Mengetahui seberapa besar keaktifan siswa setelah menggunakan media audio video pada kompetensi dasar tune-up mesin EFI siswa kelas XII TKR. (4) Mengetahui hasil observasi guru sebelum dan sesudah menggunakan media audio video. Penelitian ini termasuk dalam penelitian PTK, menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengkaji pengaruh keaktifan, hasil belajar siswa dan kinerja guru. Sample yang digunakan adalah siswa kelas XII TKR SMK Islam Pemalang sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan nilai. Hasil keaktifan siswa siklus I kategori aktif (20%<75%). Pada siklus II keaktifan siswa kategori aktif (83.33% >75%). Hasil belajar siswa siklus I tuntas (33.33%), belum tuntas (66.67%). Pada siklus II siswa tuntas (83.33%), belum tuntas (16.67%). Kemudian hasil observasi guru yaitu siklus I sebesar (67.05%). kinerja guru sebesar (67.83%). Meningkat pada siklus II menjadi (83.53%) dan kinerja guru meningkat menjadi (83.48%) lebih dari klasikal yang ditetapkan yaitu 80%. Kata kunci: implementasi video pembelajaran, peningkatan keaktifan siswa, peningkatan hasil belajar