Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Social Cohesivity of The Indonesian Muslim Community During the Ramadan Nurus Shalihin; M Yusuf; Hulwati Hulwati
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 9, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v9i1.6169

Abstract

This study aims to analyze the social cohesiveness of Indonesian Muslim communities during Ramadan. Moral sense, sense of belonging, social har mony, sense of security, and tolerance in this study are used as indicators to understand social cohesiveness.  Data were collected through questionnaires with 600 respondents randomly selected in three districts/cities in West Sumatra and Yogyakarta provinces. The study found that two indicators of social cohesion were in the high category, namely a sense of morality (3.39 or 84.75%) and social harmony (3.30 or 82.50%), while three other indicators of social cohesion were in the medium category, namely a sense of belonging (2.34 or 58.50%), a sense of security (2.54 or 63.50%), and tolerance (2.70 or 67.50%). Thus, the social cohesion of the Muslim community during Ramadan is in the moderate category, with an average of 2.85 or equivalent to 71.17 percent. This study concludes that Ramadan has not contributed significantly to building social cohesiveness. The ambiguity of faith, which is ambiguous in understanding reality; sacred and profane, can be identified as one of the reasons why Ramadan has not been able to build social cohesiveness.
Islamic Investment among Entrepreneurs: the Impact of Financial Literacy, Religiosity, and Risk Profile, With Technology as Moderating Variable Hadie Bandarian Syah; Hulwati Hulwati; Aidil Novia; Trinitaria Marlis Putri
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i2.9871

Abstract

The low level of entrepreneurial participation in Islamic investment, despite the promising growth of the Islamic finance industry, serves as the main motivation for this study. This research aims to analyze the influence of financial literacy, religiosity, and risk profile on Islamic investment decisions, with technology as a moderating variable, among entrepreneurs in Padang City. A quantitative approach with descriptive and associative design was employed. Data were collected through questionnaires distributed to 100 Muslim entrepreneurs in Padang who owned at least one type of Islamic investment. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. The findings reveal that financial literacy, religiosity, and risk profile have a significant positive effect on Islamic investment decisions. Technology was found to play a significant moderating role by strengthening the relationship between the independent variables and investment decisions. This study addresses a research gap by highlighting technology as a rarely discussed factor and positioning entrepreneurs as research objects based on the assumption that they possess greater investment capacity. Practically, the study provides insights for Islamic finance practitioners to continuously innovate and develop marketing strategies through technology. Academically, this research enriches the literature on Islamic finance by integrating it with social behavior and technological perspectives. Tingkat partisipasi kewirausahaan yang rendah dalam investasi syariah, meskipun industri keuangan syariah menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan, menjadi motivasi utama penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, keagamaan, dan profil risiko terhadap keputusan investasi syariah, dengan teknologi sebagai variabel moderator, di kalangan wirausahawan di Kota Padang. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan asosiatif digunakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 wirausaha Muslim di Padang yang memiliki setidaknya satu jenis investasi syariah. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Temuan menunjukkan bahwa literasi keuangan, keagamaan, dan profil risiko memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan investasi syariah. Teknologi ditemukan memainkan peran moderasi yang signifikan dengan memperkuat hubungan antara variabel independen dan keputusan investasi. Studi ini mengisi celah penelitian dengan menyoroti teknologi sebagai faktor yang jarang dibahas dan menempatkan wirausaha sebagai objek penelitian berdasarkan asumsi bahwa mereka memiliki kapasitas investasi yang lebih besar. Secara praktis, studi ini memberikan wawasan bagi praktisi keuangan Islam untuk terus berinovasi dan mengembangkan strategi pemasaran melalui teknologi. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur keuangan Islam dengan mengintegrasikannya dengan perspektif perilaku sosial dan teknologi.
Pengaruh Transparansi dan Akuntabilitas terhadap Kinerja Pengelola Zakat dengan Jenis Lembaga Sebagai Moderasi Denta Safitri; Alim Erdiansah; Aidil Novia; Hulwati Hulwati
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v10i1.2585

Abstract

The purpose of this study was to examine how transparency and accountability affect the performance of zakat managers with the type of institution as a moderating variable. The population in this study were muzaki at Baznas Padang City and Lazismu Padang City. The sample size used Hair's formula which resulted in a sample size of 200. The sampling technique used purposive sampling and the analysis technique used SEM (Structural Equation Model) with Smart-PLS. The results of this study indicate that there is one direct effect test whose results are positive and significant, namely: Transparency has a positive and significant effect on Zakat Management Performance, while Accountability has a positive but insignificant effect on Zakat Management Performance. The results of the influence test with moderating variables show that the Type of Institution strengthens the relationship between Transparency and Zakat Management Performance but is not significant.
Transformasi Digital dan Reproduksi Ketimpangan Sosial Ekonomi di Indonesia: Perspektif Sosiologi Ekonomi Aulia Febri Khairani; Hulwati Hulwati; Duhriah Duhriah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11105

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Perkembangan teknologi digital tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital, tetapi juga memengaruhi pola interaksi sosial, struktur pekerjaan, serta distribusi akses ekonomi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi digital mereproduksi ketimpangan sosial-ekonomi di Indonesia dalam perspektif sosiologi ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis melalui studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, artikel akademik, laporan penelitian, serta data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak yang bersifat dualistik. Di satu sisi, digitalisasi mampu membuka peluang ekonomi baru melalui perkembangan e-commerce, financial technology (fintech), dan ekonomi platform yang meningkatkan efisiensi serta produktivitas masyarakat. Namun, di sisi lain, transformasi digital juga berpotensi memperkuat reproduksi ketimpangan sosial-ekonomi akibat adanya kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, dan ketidakmerataan infrastruktur digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Dalam perspektif sosiologi ekonomi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital tidak bersifat netral, melainkan turut memengaruhi distribusi kekuasaan, akses sumber daya, dan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan digital di Indonesia perlu diarahkan pada prinsip inklusivitas, pemerataan akses teknologi, dan keadilan sosial agar transformasi digital dapat menciptakan pembangunan sosial-ekonomi yang lebih berkelanjutan dan merata.
GIG ECONOMY DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI EKONOMI : DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP KEAMANAN KERJA DAN KESEJAHTERAAN Fuja Dastiana; Hulwati Hulwati; Duhriah Duhriah
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/wh227m79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gig economy dalam perspektif sosiologi ekonomi, khususnya terkait dampak globalisasi terhadap keamanan kerja dan kesejahteraan pekerja. Perkembangan teknologi digital dan globalisasi ekonomi telah mendorong munculnya sistem kerja berbasis platform digital yang menawarkan fleksibilitas kerja, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai bentuk kerentanan sosial bagi pekerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelitian dilakukan melalui tahapan perencanaan, pencarian literatur, seleksi artikel, analisis data, dan pelaporan hasil penelitian. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional periode 2019–2025 yang diakses melalui Google Scholar, ScienceDirect, Springer, dan Taylor & Francis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi digital telah mengubah hubungan kerja tradisional menjadi sistem kerja fleksibel berbasis platform yang cenderung menciptakan ketidakamanan kerja. Pekerja gig economy menghadapi berbagai masalah seperti ketidakstabilan pendapatan, minimnya perlindungan sosial, kontrol algoritma platform, serta lemahnya posisi tawar pekerja terhadap perusahaan digital. Selain itu, kesejahteraan pekerja dipengaruhi oleh stabilitas pendapatan, perlindungan sosial, fleksibilitas kerja, dan kondisi lingkungan kerja. Penelitian ini juga menemukan bahwa metode kuantitatif menjadi pendekatan yang paling dominan digunakan dalam kajian gig economy. Dengan demikian, gig economy tidak hanya menjadi fenomena ekonomi digital, tetapi juga persoalan sosial yang berkaitan dengan keamanan kerja, ketimpangan kekuasaan, dan kesejahteraan pekerja di era globalisasi digital Kata kunci: gig economy, sosiologi ekonomi, globalisasi digital, keamanan kerja, kesejahteraan pekerja