Articles
Sistem Modulator dan Demodulator BPSK dengan Costas Loop
Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (737.379 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v14i01.120
Pada tulisan ini akan dibahas suatu sistem transmisi data berbasis BPSK (Binary Phase Shift Keying) menggunakan Costas Loop pada demodulatornya. Pada prinsipnya Costas Loop adalah bentuk khusus dari PLL yang difungsikan untuk melakukan demodulasi sinyal-sinyal yang termodulasi secara supressed-carrier. Costas Loop menggunakan umpan balik negatif untuk melakukan carrier recovery, kemudian sinyal pembawa yang dihasilkan digunakan untuk melakukan demodulasi sinyal BPSK-nya. Sistem ini terdiri dari modulator dan demodulator BPSK yang menggunakan format Non Return Zero Bipolar. Pada sistem modulator BPSK akan menghasilkan isyarat Ac cos(?ct) untuk menyatakan ”high” dan - Ac cos?ct untuk menyatakan ”low” sedang pada sistem demodulator BPSK akan menghasilkan aras ”high” untuk isyarat yang sefasa dan menghasilkan aras ”low” untuk isyarat berbeda fasa 180°.
Perancangan dan Realisasi Perangkat Keras Demodulator BPSK dengan Costas Loop
Budihardja Murtianta;
Deddy Susilo;
Arivia Aurelia Devina P.
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 02 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1090.372 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v14i02.126
Pada tulisan ini akan dirancang dan direalisasikan suatu perangkat demodulator data berbasis BPSK (Binary Phase Shift Keying) menggunakan metode Costas Loop. Costas Loop difungsikan untuk melakukan demodulasi sinyal-sinyal yang termodulasi secara supressed-carrier. Costas Loop menggunakan umpan balik negatif untuk melakukan carrier recovery, kemudian sinyal pembawa yang dihasilkan digunakan untuk melakukan demodulasi sinyal BPSK-nya. Perangkat yang dibuat berupa demodulator BPSK yang menggunakan format Non Return Zero Bipolar dengan frekuensi 10kHz-48kHz. Untuk proses demodulasi BPSK harus dilakukan secara koheren[1]. Deteksi koheren adalah deteksi yang membutuhkan informasi fasa dan frekuensi asli dari sinyal pembawanya secara tepat[2]. Sehingga yang sering menjadi masalah pada deteksi koheren adalah bagaimana mendapatkan informasi tentang frekuensi dan fasa asli sinyal pembawa menggunakan sinyal pembawa yang telah termodulasi fasanya[3], proses ini sering disebut carrier recovery. Pada umumnya terdapat dua metode yang sering digunakan untuk carrier recovery pada deteksi koheren sinyal BPSK, yaitu Squaring Loop dan Costas Loop. Keduanya memiliki noise performance yang hampir sama [1], tapi metode Costas Loop memiliki toleransi yang lebih baik untuk pergeseran isyarat pembawa dan dapat beroperasi untuk lebar pita yang lebih lebar, sehingga lebih sering digunakan dibandingkan dengan Squaring Loop [4].
Printer Nir Kabel
Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (535.914 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v15i01.138
Printer Nir Kabel dengan Amplitude Shift Keying merupakan salah satu solusi pengganti kabel atau infrared link yang menghubungkan piranti yang satu dengan piranti yang lainnya menggunakan gelombang elektromagnetik. Pada tulisan ini dirancang dan direalisasikan sebuah printer nir kabel dengan Amplitude Shift Keying (ASK) menggunakan mikrokontroler AT89S52 sebagai basis pengendaliannya. Alat ini dapat digunakan pada printer yang berbasiskan parallel port. Dengan alat ini komputer dapat terhubung dengan printer secara nir kabel. Port komputer yang dapat digunakan untuk aplikasi ini adalah paralel. Modul ASK TLP434 dan RLP434 masih dapat bekerja dengan baik pada jarak 14 meter dengan kondisi tanpa halangan dan di dalam gedung.
Perancangan Sistem Modulator Binary Phase Shift Keying
Deddy Susilo;
Budihardja Murtianta;
Arivia Aurelia Devina P.
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2153.632 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v15i01.143
Sistem yang dibangun adalah sebuah modul sistem modulator BPSK (Binary Phase Shift Keying). Perangkat yang dibahas adalah modulator BPSK dengan frekuensi 10kHz-48kHz dan untuk transmisi secara nirkabel ditambahkan pemancar FM yang akan mentranslasikan sinyal pembawa pada frekuensi radio sebesar 80MHz. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, sistem perangkat modulator BPSK yang dibangun dapat bekerja dengan baik. Perancangan pseudorandom generator dengan menanamkan algoritma register geser 5 tingkat dengan mikrokontroler AVR ATTINY13A dapat diatur dengan bit rate bervariasi dari 1200, 2400, 4800 dan 9600 bps. Untai tapis lolos rendah Bessel orde 2 dengan fc 48kHz dapat berfungsi memperhalus hasil keluaran pseudorandom generator dan level shifter. Untai selektor keluaran BPSK dapat berfungsi dengan baik untuk pemilih sinyal sinus 0° dan 180° serta pemancar FM dapat menghasilkan spectrum sinyal paling tinggi pada frekuensi 80MHz.
Analisis Perencanaan Jaringan Akses Fiber-to-the-Home Berdasarkan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) di STO Banyumanik Semarang
Maria Enggar Santika;
Eva Yovita Dwi Utami;
Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 02 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (764.709 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v15i02.146
Migrasi dari jaringan akses tembaga menuju jaringan akses optik maupun penggelaran baru jaringan akses serat optik menjadi solusi bagi penyedia layanan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan suara, data dan video yang terintegrasi atau triple play services. Dalam makalah ini dilaporkan analisis perencanaan jaringan akses serat optik FTTH berbasis GPON di PT Telkom pada Cluster Kruing Raya STO Banyumanik Semarang. Perencanaan jaringan berdasarkan demand pelanggan dan kelayakan jaringan yang digelar diuji menggunakan parameter Link Power Budget, Rise Time Budget dan Signal-to-Noise-Ratio (SNR). Dalam perencanaan dan penggelaran dibutuhkan satu ODC (Optical Distribution Cabinet) dan 17 ODP (Optical Distribution Pack) dengan jumlah demand sebesar 132. Hasil perhitungan parameter Link Power Budget yaitu total redaman yang dihasilkan pada user 1 sebesar 21,5276 dB sedangkan user 2 sebesar 21,5276 dB, kedua redaman ini memenuhi standar yang ditentukan oleh PT Telkom yaitu maksimal sebesar 28 dB. Parameter Rise Time Budget pada user 1 menghasilkan 0,2124 ns dan untuk user 2 sebesar 0,21221 ns. Kedua hasil tersebut masih berada di bawah batas nilai waktu sistem NRZ sebesar 0,28011 ns. Parameter SNR pada user 1 didapatkan sebesar 20,6457 dB dan user 2 sebesar 24,128 dB. Hasil tersebut memenuhi batas yang telah ditentukan oleh PT Telkom yaitu lebih dari sama dengan 20 dB.
Pengaruh LPF Orde Satu dan Dua pada Karakteristik PLL Menggunakan IC CD4046
Budihardja Murtianta;
J. P. Tirtayasa;
F. Dalu Setiaji
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 02 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.116 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v15i02.149
Pada tulisan ini disampaikan hasil pengukuransistemPhase Locked Loop (PLL) menggunakan IC CD4046, dengan menggunakan dua macam tapis yaitu tapis lolos bawah (LPF)orde satu dan orde dua. Pengukuran yang dilakukan meliputi nilai frekuensi frekuensi maksimum dan minimum VCO(Voltage Controlled Oscillator), lock range, capture range danpengaruh frekuensi penggal LPF terhadap karakteristikPLL. Hasil pengujian menunjukkan frekuensi penggal tapis yang makin besar cenderung memperbesar nilai capture range, sedangkan lock range tetap.
Transmisi Suara dan Pengendalian Penyuara melalui Jala-Jala berbasis IC LM1893
Budihardja Murtianta;
Hendry Yuwono Ariowibowo;
F. Dalu Setiaji
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 16 No. 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1323.614 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v16i01.156
LM 1893 (Carrier Current Transceiver) adalah IC (Integrated Circuit) yang dapat digunakan untuk komunikasi melalui jala-jala listrik atau PLC (Power Line Communication). Pada umumnya LM 1893 dipergunakan untuk mengirimkan data digital yang akan dimodulasi (di bagian pengirim) secara FSK (Frequency Shift Keying) oleh IC tersebut sebelum ditumpangkan ke tegangan sinusoidal jala-jala. Di bagian penerima, LM 1893 akan mendemodulasinya menjadi data digital kembali. Namun demikian, IC tersebut sebetulnya juga memiliki kemampuan untuk mengirimkan data analog yaitu wicara (voice) melalui modulasi dan demodulasi FM (Frequency Modulation). Makalah ini menggabungkan kedua kemampuan tersebut untuk mengirimkan suara melalui jala-jala secara selektif ke salah satu dari beberapa penyuara yang terhubung ke sistem. Setiap penyuara diberi alamat tertentu sehingga sistem dapat mengendalikan penyuara mana yang akan menyuarakan data suara yang dikirim. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat yang dibuat mampu mengirimkan data suara ke penyuara yang dipilih. Namun demikian kualitas suara yang sampai ke penerima masih kurang bagus antara lain akibat adanya derau pada tegangan jala-jala.
Pemancar dan Penerima FM
Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 16 No. 02 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.699 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v16i02.160
Pada tulisan ini dirancang dan direalisasikan piranti pemancar dan penerima FM. Pada piranti pemancar dan penerima FM, isyarat pembawa bekerja pada frekwensi 88–108 MHz dengan isyarat informasi berupa isyarat sinusoidal dengan frekwensi 10KHz. Bagian pemancar akan memodulasi isyarat informasi dengan isyarat pembawa sehingga dihasilkan isyarat FM. Isyarat FM ini kemudian ditransmisikan secara wireless ke bagian penerima radio FM dengan daya pada penguat RF 0,8 Watt. Bagian penerima akan mendemodulasikan isyarat FM menjadi isyarat informasi awal. Dari pengujian yang dilakukan, secara keseluruhan piranti pemancar dan penerima FM yang direalisasikan dapat digunakan untuk mengirimkan dan menerima informasi sesuai yang diharapkan. Akan tetapi isyarat informasi yang diterima pada penerima mengalami gangguan derau yang cukup besar.
Pengaruh Duty Cycle dan Frekuensi Terhadap Kecepatan Putar Motor DC
Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 17 No. 01 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.636 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v17i01.167
Tulisan ini dibuat untuk mengetahui pengaruh perubahan frekuensi dan duty cycle terhadap kecepatan putar motor DC saat terbebani dan saat tidak dibebani yang diterapkan dengan menggunakan sistem PWM ( Pulse Width Modulation ). DC Chopper direalisasikan guna menerapkan sistem PWM. DC Chooper mengubah secara langsung dari dc ke dc dan biasanya hal ini disebut konverter dc ke dc. Alat ini disimulasikan dengan motor DC tape 9V dan IGBT sebagai saklar chopper. Perancangan terdiri dari modul regulator 5V, modul microcontroller AT89S52, modul keypad, modul receiver IR sebagai pendeteksi kecepatan, modul transmiter IR, modul LCD, dan modul DC Chopper + driver. Setiap operasi dilakukan dari sebuah keypad dan besarnya kecepatan motor yang terdeteksi dapat ditampilkan pada LCD. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa pemakaian DC Chopper untuk aplikasi motor, IGBT yang dipakai bekerja lebih baik saat mendapat masukan frekuensi lebih besar dari 1KHz. Dari hasil percobaan duty cycle 10% frekuensi pensaklaran chopper dc adalah >2Khz tanpa beban dan >1Khz dengan beban1 dan beban 2. Pada duty cycle 25% dan 50% adalah >3Khz tanpa beban, >2Khz pada beban 1 dan >1Khz pada beban 2. Pada duty cycle 75% adalah >2Khz tanpa beban, dan duty cycle 90% adalah >800Hz tanpa beban. Semakin tinggi nilai frekuensi maka semakin baik titik kerja dari DC Chopper.
Pemancar Modulasi Frekuensi dengan Modul GRF-3300
Budihardja Murtianta;
Deddy Susilo;
Rizky Salenda
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 17 No. 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1300.78 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v17i02.174
Dalam era teknologi telekomunikasi, sistem pemancar (transmitter) dan sistem penerima (receiver) merupakan hal yang sangat mendasar. Pada tulisan ini dibahas sisitem pemancar yang berperan untuk mengirim suatu sinyal informasi. Perngiriman informasi bisa lewat beberapa media transmisi, seperti serat optik, microwave, udara dan sbagainya.Pemancar ini mengirimkan sinyal informasi lewat udara dan terdiri dari : Modulator, mixer, PLL, preamplifier, attenuator, penguat daya, antena. Pada tulisan ini dijelaskan cara kerja prinsip dasar sistem pemancar dengan dengan modul GRF-3300.