Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penguat Jembatan sebagai Pengganda Daya Penguat Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1659.559 KB) | DOI: 10.31358/techne.v18i01.182

Abstract

Penguat audio mempunyai daya maksimual tertentu karena besar tegangan atau arus keluaran terbatas pada suatu nilai tertentu. Tegangan keluaran maksimum terbatas pada besar tegangan catu dayanya dan arus keluaran maksimum terbatas pada batas arus dari transistor daya atau penguat operasi pada penguat akhirnya. Ada 2 cara untuk memperbesar daya keluaran penguat akhir (power amplifier) audio tersebut, yaitu memperbesar tegangan keluaran (bridged modes) atau memperbesar arus keluaran (paralleled modes) penguat akhir audio. Pada tulisan ini akan dibahas tentang memperbesar daya penguat akhir audio dengan metode jembatan atau bridged modes. Prinsip Penguat Jembatan ini juga dikenal dengan Bridge -Tied Load (BTL) atau Bridged Transformerless. Penguat akhir audio yang dipergunakan adalah cepis TDA2050. Besaran yang akan dilihat dan diukur adalah bati, masukan, keluaran dan impedansi penguat jembatan dibandingkan dengan penguat biasa. Secara teoritis pada penguat jembatan tegangan keluarannya bisa ditingkatkan 2x, maka dayanya akan meningkat 4x dengan beban yang sama.
Sistem Pensaklaran pada Masukan dan Keluaran Penguat Awal Audio Deddy Susilo; Budihardja Murtianta; Albert Tarra Wahyu Setiadi
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.895 KB) | DOI: 10.31358/techne.v18i02.218

Abstract

Perangkat audio fidelitas tinggi (high fidelity) memiliki arti seberapa mirip bentuk sinyal keluaran hasil rekonstruksi terhadap sinyal masukan. Pada penelitian ini dirancang suatu sistem pensaklaran yang diterapkan pada masukan dan keluaran penguat awal (pre-amplifier) audio mono (1 kanal), lalu dengan diberikannya sistem pensaklaran tersebut, maka penguat awal audio mono tersebut dapat berfungsi menjadi seolah-olah penguat awal audio stereo. Dari hasil pengujian pada sistem pensaklaran yang sudah digabung pada penguat awal audio mono didapatkan penguatan yang mendekati sama tiap kanalnya dengan kanal kiri sebesar 20.844dB dan kanal kanan sebesar 20.842dB. Akan tetapi, pada hasil perancangan ini masih memiliki beberapa kekurangan yaitu naiknya distorsi sinyal keluaran sebesar 1.550% untuk kanal kiri dan 1.565% untuk keluaran kanal kanan, serta bertambahnya cakap silang (crosstalk) antar kanalnya menjadi -26.24dB dan menurunnya nilai SNR (signal to noise ratio) menjadi 64.06 dB.
Perancangan Pengatur Nada Rendah dan Nada Tinggi Berbasis Komponen Pasif Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v20i2.277

Abstract

Pada penelitian ini dirancang pengatur nada rendah dan nada tinggi berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika. Untai pengatur nada rendah dan nada tinggi ini hanya menggunakan komponen elektronika pasif yaitu komponen yang tidak memerlukan catu daya dan tidak mempunyai penguatan daya. Pengatur nada rendah dapat mengatur penguatan dan pelemahan frekuensi rendah. Pengatur nada tinggi dapat mengatur penguatan dan pelemahan frekuensi tinggi. Pemisahan antara nada rendah dan nada tinggi pada titik frekuensi pusat 1 kHz. Penguatan dan pelemahan pengatur nada rendah dan nada tinggi masing-masing adalah ±20 dB. Untai ini menggunakan prinsip tapis pelewat frekuensi rendah dan tapis pelewat frekuensi tinggi orde 1. Hasil perancangan diukur dengan menggunakan Circuit Maker. Hasil simulasi menunjukkan pemisahan antara pengatur nada rendah dan nada tinggi menyimpang 2,7% dari 1 kHz dan pengaturan nada rendah +18,9 dB hingga -16 dB serta pengaturan nada tinggi +17,4 dB hingga -12,7 dB.
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.311

Abstract

Sirkuit crossover pasif terdiri dari komponen pasif (induktor dan kapasitor) yang tidak mempunyai penguatan daya. Sirkuit crossover aktif terdiri dari komponen pasif (resistor dan kapasitor) serta komponen aktif (penguat operasi) yang mempunyai penguatan daya. Prinsip crossover ini memilah frekuensi audio menjadi dua rentang frekuensi yaitu rentang frekuensi rendah yang lewat tapis pelewat frekuensi rendah menuju woofer dan rentang frekuensi tinggi yang lewat tapis pelewat  frekuensi tinggi menuju tweeter. Pada penelitian ini dirancang crossover dua jalur pasif dan aktif order dua berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika. Rentang  frekuensi rendah dan rentang frekuensi tinggi dipisah pada titik frekuensi persilangan 3 kHz. Crossover dirancang mempunyai tanggapan frekuensi datar. Nilai faktor kualitas Q tapis dipilih = 0,5 untuk mencapai tanggapan frekuensi datar. Pengukuran tanggapan frekuensi pada keluaran crossover adalah superposisi keluaran woofer dan tweeter. Hasil perancangan diukur dengan menggunakan Circuit Maker. Hasil simulasi menunjukkan tanggapan keluaran woofer dan tweeter adalah datar dengan pemisahan antara rentang frekuensi rendah dan rentang frekuensi tinggi pada frekuensi persilangan 3 kHz dan aras tegangan pada titik frekuensi kutub tapis turun menjadi setengahnya atau sebesar 6 dB. Crossover aktif diberi penguat operasi yang penguatan tegangannya diatur sebesar 3× dan hasil pengukuran menunjukkan tegangan keluarannya  meningkat 3× dari keluaran crossover pasif.
Analisis BTS Initial Planning Jaringan Komunikasi Selular PT. Provider GSM di Sumatera Eva Yovita Dwi Utami; Nabella Previana Yosinta; Budihardja Murtianta
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 4 No 2: Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1763.976 KB)

Abstract

Initial planning of cellular communication network is required before implementing new BTSs. This paper reports an analysis of BTS initial planning based on existing coverage area data using ASSET Tools simulation software. Coverage area on operational area of GSM service provider in Sumatera is simulated to obtain 95% coverage. The operational area of the provider includes Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau and Kepulauan Riau. Okumura-Hata propagation model is used in this simulation. In each province, four clutters have been investigated, which are dense urban, urban, sub urban and rural. The result shows that urban and sub urban clutter in Sumatera Utara fulfill the target of 95%, all clutters of Sumatera Barat and Riau reach the target of 95%, while only sub urban and rural clutter of Kepulauan Riau reach the target. Total amount of BTS which has been added to cover Sumatera area are 853 BTSs, which consist of 305 BTSs in Sumatera Utara area, 151 BTSs in Sumatera Barat area, 306 BTSs in Riau area, and 91 BTSs in Kepulauan Riau.
Penguat Kelas D tanpa Tapis untuk Subwoofer Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i2.326

Abstract

Pada penelitian ini dirancang penguat kelas D tanpa tapis untuk subwoofer berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika. Penguat kelas D tanpa tapis mempunyai rugi-rugi daya lebih kecil dan dimensi rangkaian lebih kecil daripada penguat kelas D tradisional. Penguat ini terdiri dari untai pembanding, pembangkit gelombang segitiga, dan penguat daya yang bekerja sebagai pensakelaran. Subwoofer mempunyai kemampuan menghasilkan gelombang suara yang sangat rendah dan membutuhkan daya penggerak cukup besar. Penguat kelas D tanpa tapis untuk subwoofer ini dirancang untuk mempunyai tanggapan frekuensi 20 Hz-200 Hz dengan daya ±35 W dan mempunyai penguatan tegangan sebesar 15 kali pada beban 8 ?. Hasil perancangan diukur dengan menggunakan Circuit Maker. Hasil pengukuran menunjukkan daya penguat sebesar 35,9 W saat arus masukan 1,7 A dan penguatan tegangan 14,9 kali pada masukan maksimal 2 V dan mampu menghasilkan gelombang suara 200 Hz ke bawah.
Perancangan Prototype Smart Indoor Greenhouse IoT untuk Membantu Permasalahan Budidaya Tanaman Selada di Kota Kupang Budihardja Murtianta; Stevano Danis Ronaldo; Deddy Susilo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i2.331

Abstract

Greenhouse merupakan sebuah bangunan tempat tanaman dibudidayakan untuk melindungi tanaman dari kondisi lingkungan yang ekstrim dan hama yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Namun, suhu di dalam greenhouse umumnya lebih panas pada siang hari. Penggunaan sistem pendinginan dengan metode misting menggunakan mist maker yang dihembuskan dengan kipas DC mampu menurunkan suhu dan menaikkan kelembaban udara dalam greenhouse. Penggunaan LED putih sebagai pengganti sumber cahaya dari matahari dapat membantu karena spektrum yang dihasilkan oleh LED putih mirip dengan sinar matahari. Pada penelitian ini dirancang alat smart indoor greenhouse yang dapat mengontrol suhu, kelembaban tanah, dan waktu penyinaran secara otomatis maupun manual. Alat yang dirancang menggunakan ESP32 DevKit V1 sebagai mikrokontroler, DHT11 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban udara, serta capacitive soil moisture sensor untuk mendeteksi kelembaban tanah. Alat ini juga dapat menampilkan kondisi greenhouse di LCD I2C 16×2 dan pada aplikasi blynk di smartphone menggunakan internet. Pengujian alat ini dilakukan dalam jangka waktu 30 hari dan menggunakan delapan tanaman selada. Dari hasil pengamatan diperoleh empat selada yang ditanam menggunakan alat ini jauh lebih baik daripada empat selada tanpa menggunakan alat ini.
Pelatihan Robotika Dasar di SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang oleh Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer UKSW Atyanta Rumaksari; Lukas Bambang Setyawan; Budiharja Murtianta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.443 KB)

Abstract

Teknik Robotika merupakan ilmu pengetahuan untuk mendesain dan membuat robot. Sedangkan, robot diartikan sebagai suatu mesin yang sistem pengaturannya diatur oleh kontroler yang mampu melakukan kegiatan otomasi dalam hal pengambilan keputusan yang bertujuan untuk mempermudah kegiatan manusia. Teknik ini merupakan dasar dari proses mesin-mesin industry dengan teknologi tinggi. Oleh karena begitu pentingnya arti teknik robotika bagi perkembangan perindustrian di Indonesia, Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga melakukan program training di SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang mana merupakan kegiatan rutin periodik FTEK UKSW. Hasil dari kegiatan tersebut adalah pemahaman dasar bagi masyarakat khususnya siswa-siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Bringin agar dapat mengerti bagaimana sistem robotika berfungsi. Dengan hasil tersebut diharapkan para siswa-siswa SMA Negeri 1 minimal dapat berperan serta dengan percaya diri dan solutif dalam pengembangan industri maju terutama dalam bidang yang menggunakan robotika. Sehingga di masa depan, para siswa-siswa ini dapat ikut pengembang sistem otomasi robotika untuk meningkatkan kualitas produk industri di Indonesia sehingga bangsa ini semakin memilki daya tawar bisnis samapai ke tingkat dunia.
Real world design and implementation of pathfinding sewer inspection robot using a-star algorithm Atyanta Rumaksari; Adri Gabriel Sooai; Gloria Song Abimanyu; Gunawan Dewantoro; Hartanto Kusuma Wardana; Budihardja Murtianta; Lukas Bambang Setyawan
Jurnal Mantik Vol. 7 No. 1 (2023): May: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v7i1.3702

Abstract

This paper presents the design and implementation of a sewer inspection robot that utilizes the A-Star algorithm for pathfinding. The robot is intended to provide a more efficient solution for culvert workers in inspecting sewer pipes, particularly in hard-to-reach areas. The A-Star algorithm was chosen due to its ease of implementation and low computational resource requirements, making it suitable for real-time applications. The robot was designed with a modular approach, allowing for flexibility in adapting to different pipe sizes and configurations. It is equipped with various sensors and cameras, allowing for accurate inspection of pipe conditions and identification of potential issues. The A-Star algorithm was used to plan the robot's path through the sewer pipes, minimizing the time required for inspection and reducing the risk of damage to the pipes. The results of the implementation showed that the sewer inspection robot using the A-Star algorithm was able to efficiently navigate through the sewer pipes, reducing the time required for inspection and minimizing the need for manual labor. In order to check the performance, we performed experiments on six test models through simulation. On average, the proposed algorithm showed remarkable results, where all models can generate path planning to find the target from the start position. We obtained an average time completion from Models 1 to 6 with a maximum travel distance of 30 meters of 12.96, 4.47, 18.59, 20.71, 24.93, and 19.34 seconds.
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA OFF GRID DAN APPLIKASINYA Utomo, Darmawan; Handoko, Handoko; Murtianta, Budihardja
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v4i22023p129-138

Abstract

As a tropical country and elongated on the equator, Indonesia greatly benefits from high exposure to sunlight irradiation. This energy can be harvested and used as a substitute for fossil energy which produces a lot of pollution. Unfortunately, this technology is not yet known to many people, including STEM teachers, how to implement it. Schools have a double advantage if they use solar energy because they have a large area and are active when there is exposure to sunlight. This article describes training activities for five MIPA teachers at SMA Kristen I Salatiga. This is a form of disseminating the knowledge possessed by the SWCU Electronics and Computer Engineering Faculty instructors. From the average questionnaire result of 4.76, it can be concluded that they got new knowledge and also stated that solar energy mining is actually quite easy to implement in schools.