Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi pemberian asi eksklusif: kunci optimalisasi tumbuh kembang anak pada ibu menyusui Rika Ruspita; Komaria Susanti; Hirza Rahmita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33626

Abstract

Abstrak ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena kandungan gizinya sangat lengkap, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Air Susu Ibu memang diciptakan khusus untuk memenuhi nutrisi bayi manusia sehingga tidak ada makanan atau minuman lain yang dapat menyamainya. Di Indonesia, keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada tahun 2020 tercatat mencapai 66,1%, melebihi target nasional sebesar 40%. Bahkan di Provinsi Riau, capaian ASI eksklusif lebih tinggi lagi, yaitu 78%. Data tersebut menunjukkan bahwa baik secara nasional maupun di tingkat provinsi, pencapaian pemberian ASI eksklusif sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Pengabdian ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan ASI eksklusif dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak secara optimal. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15 Juli 2025 di Posyandu Adinda, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya. Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif, sehingga mendorong partisipasi aktif peserta dan memudahkan mereka dalam memahami informasi yang diberikan. Tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menjadi cerminan keberhasilan metode penyampaian yang digunakan, sekaligus menunjukkan ketertarikan dan kepedulian yang tinggi terhadap topik yang diangkat. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu menyusui tentang pentingnya ASI eksklusif sebagai pondasi utama dalam mendukung kualitas tumbuh kembang anak. Kata kunci: ASI eksklusif; tumbuh kembang anak; ibu menyusui. Abstract Breast Breast milk is the best food for babies because its nutritional content is complete, balanced, and meets the needs of infant growth and development. Breast milk is specifically designed to meet the nutritional needs of human babies, and no other food or drink can match it. In Indonesia, the success rate of exclusive breastfeeding in 2020 was recorded at 66.1%, exceeding the national target of 40%. In Riau Province, the exclusive breastfeeding rate was even higher, at 78%. This data shows that both nationally and at the provincial level, the achievement of exclusive breastfeeding has exceeded the government's target. This community service was held as a form of educational effort to increase knowledge and awareness of the community, especially mothers, regarding the importance of providing breast milk (ASI) and exclusive breastfeeding in supporting optimal child health and development. This activity was carried out on July 15, 2025, at the Adinda Integrated Health Post, Rejosari Village, Tenayan Raya District. All materials were delivered interactively and communicatively, thus encouraging active participation of participants and making it easier for them to understand the information provided. The high level of participant enthusiasm throughout the event reflected the success of the delivery method used, demonstrating a strong interest and commitment to the topic. Overall, the event had a positive impact, particularly in increasing breastfeeding mothers' understanding and awareness of the importance of exclusive breastfeeding as a key foundation for supporting quality child growth and development. Keywords: exclusive breastfeeding; child growth and development; breastfeeding mothers.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Minat Ibu Hamil dalam Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Siak Delfi Sartika; Rifa Yanti; Hirza Rahmita; Wira Ekdeni Aifa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3483

Abstract

Kunjungan antenatal care (ANC) merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Namun, masih banyak ibu hamil yang memiliki minat rendah dalam melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Salah satu faktor yang memengaruhi minat tersebut adalah pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap Minat ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care di wilayah kerja Puskesmas Siak Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 22 orang ibu hamil dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor Minat ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi. Nilai rata-rata Minat meningkat dari 46,91 menjadi 84,55. Uji Paired Samples Test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan minat ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Disarankan agar pihak Puskesmas meningkatkan intensitas dan kualitas pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan partisipasi Antenatal Care.
Pengaruh Sayur Jantung Pisang Terhadap Kecukupan Asi Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura Fitriyana Fitriyana; Wira Ekdeni Aifa; Hirza Rahmita; Ary Oktora Sri Rahayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3535

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, namun masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah kecukupan ASI. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pemanfaatan pangan lokal yang berperan sebagai galaktagog alami, seperti jantung pisang (Musa paradisiaca). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sayur jantung pisang terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 15 ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kecukupan ASI yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden (80%) memiliki kecukupan ASI yang tidak lancar dengan rata-rata skor 4,40 (SD = 1,056). Setelah intervensi, mayoritas responden (60%) memiliki kecukupan ASI lancar dengan rata-rata skor meningkat menjadi 5,80 (SD = 0,414). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi sayur jantung pisang terhadap kecukupan ASI. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi sayur jantung pisang efektif dalam meningkatkan kecukupan ASI pada ibu menyusui. Pemanfaatan pangan lokal ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diakses, serta dapat diintegrasikan dalam program edukasi gizi dan laktasi di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Perbedaan Pengaruh Metode Simulasi Game dengan Metode Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri di SMPN 1 Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Nani Hariyani; Rifa Yanti; Hirza Rahmita; Nurhidaya Fitria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47641

Abstract

In Indonesia, reproductive health education is still considered taboo, so many teenagers do not know the dangers of engaging in risky sexual behavior and its impacts. The results of interview in 10 female teenagers at SMPN 1 is 7 of whom stated the importance of conducting counseling on health education because learning in schools about reproductive health is still lacking. Objective: to determine the difference in the effect of game simulation method with audio visual method on inluence reproductive health knowledge of female adolescents at SMPN 1 Pelangiran District, Indragiri Hilir Regency. Method: the research design is true experimental pre test-post test control group design. The population of this study was all female adolescents at SMPN 1 Pelangiran District as many as 140 respondents and the sample used was 28 people. The sample was divided into 2 groups, namely 14 people using the game simulation method and 14 people using the audio visual method with sample selection using the simple random sampling technique. The results of Wilcoxon test, the average pre-post value in the game simulation method group (8.36 : 9.50) with a p value of 0.02 <0.05 and the audio-visual method group is (8.50: 8.93) with a p value of 0.03 <0.05. The results of the Mann Whitney test obtained a p value of 0.04 <0.05 indicating that there is a significant difference in influence reproductive health knowledge between health promotion using game simulation and audio visual.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 1-12 BULAN DI BUBBLE N ME PEKANBARU rahmi safitri, nadyatul; Lisviarose, Lisviarose; Herawati, Meirita; Rahmita, Hirza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52220

Abstract

Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan, di mana kualitas tidur menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan fisik maupun mental anak. Tidur yang cukup dapat merangsang sekresi hormon pertumbuhan serta mendukung perkembangan otak. Namun, gangguan tidur masih banyak dijumpai pada bayi. Salah satu intervensi non-farmakologi yang terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi di Bubble n Me Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh bayi usia 1–12 bulan yang menjalani pijat bayi di Bubble n Me Pekanbaru dengan jumlah sekitar 20 bayi. Sampel berjumlah 16 bayi yang ditentukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kualitas tidur bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat bayi mayoritas kualitas tidur bayi berada pada kategori cukup sebanyak 81,3% (13 bayi). Setelah intervensi pijat bayi, mayoritas kualitas tidur meningkat menjadi kategori baik sebesar 75% (12 bayi). Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,001< 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat bayi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur bayi. Dengan demikian, pijat bayi dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi non-farmakologi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi melalui perbaikan pola tidurnya.
Birth Ball terhadap Lama Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin Linawati Linawati; Hirza Rahmita; Wira Ekdeni Aifa; Dilgu Meri
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/92sk8s67

Abstract

This study aimed to determine the effect of birth ball use on the duration of the first active phase of labor in laboring women in the Lubuk Kandis Community Health Center (Puskesmas) in Indragiri Hulu Regency. The method used was a quantitative study with a quasi-experimental, posttest-only control-group design. The results showed a difference in the duration of the first active phase between the intervention and control groups (p = 0.003; p < 0.05), indicating that birth ball use significantly shortened the first active phase in laboring women. The conclusion, birth ball use is effective in accelerating the progress of the first active phase of labor and can be used as a safe and beneficial non-pharmacological intervention in labor care.   Keywords: Birth Ball, Laboring Women, First Active Phase
Optimalisasi Pencegahan Stunting melalui Edukasi Pengolahan Menu Variatif dan Porsi Makanan Ekonomis Makanan Balita terhadap Upaya Pencegahan Stunting Marhamah Marhamah; Riski Novera Yenita; Wira Ekdeni Aifa; Hirza Rahmita
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6p974646

Abstract

This study aimed to determine the effect of education on varied menu preparation and economical portion sizes for toddlers on stunting prevention efforts in the Lubuk Kandis Community Health Center (Puskesmas) working area in Indragiri Hulu Regency. The research method used a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest. The results showed a Z-value of -5.657 with a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of education on improving mothers' understanding of varied menu preparation and economical portion sizes for toddlers. This education helped mothers understand how to prepare nutritious, affordable meals that meet their child's growth and development needs. The conclusion, education on varied menu preparation and economical portion sizes has proven effective in improving stunting prevention efforts. Therefore, similar educational activities need to be implemented on a scheduled, ongoing basis to ensure consistent improvement in mothers' knowledge.   Keywords: Toddlers, Nutrition Education, Economical Portion Size, Varied Menu, Stunting Prevention, Stunting
Bimbingan dan Konseling terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Personal Hygiene saat Menstruasi Yusmaneli Yusmaneli; Dilgu Meri; Hirza Rahmita; Wira Ekdeni Aifa
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9g3g2q83

Abstract

This study aims to determine the effect of guidance and counseling on improving adolescent girls' knowledge and attitudes regarding personal hygiene during menstruation at SMP Negeri 3 Sungai Lala, Indragiri Hulu Regency. The method used was a quantitative study with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest. The results showed an increase in adolescent girls' knowledge and attitudes following guidance and counseling. The Wilcoxon Signed Rank Test yielded p-values of 0.000 for knowledge and 0.007 for attitude (p < 0.05). In conclusion, guidance and counseling significantly improved adolescent girls' knowledge and attitudes regarding personal hygiene during menstruation at SMP Negeri 3 Sungai Lala, Indragiri Hulu Regency.   Keywords: Guidance, Counseling, Knowledge, Personal Hygiene, Attitude
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU ANYELIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU DESA PANTAI CERMIN KABUPATEN KAMPAR Amelia Yarsi; Rifa Yanti; Meirita Herawati; Hirza Rahmita
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3539

Abstract

Visits of toddlers to integrated health posts (Posyandu) are a vital effort to monitor child growth and development. However, the frequency of these visits remains suboptimal in several areas, including Posyandu Anyelir in Pantai Cermin Village, Kampar Regency. This study aimed to determine the influence of knowledge, attitude, support from health workers, the role of health cadres, and family support on toddler visits to Posyandu. A quantitative method with a cross-sectional design was applied, involving 92 mothers of toddlers as respondents. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that all variables had a significant relationship with the activeness of Posyandu visits: knowledge (p=0.000; OR=4.590–96.073), attitude (p=0.003; OR=1.565–10.222), support from health workers (p=0.001; OR=1.923–12.124), the role of cadres (p=0.000; OR=4.755–37.559), and family support (p=0.001; OR=1.923–12.124). It can be concluded that all these factors significantly influence the activeness of toddler visits to Posyandu. Educational interventions, strengthening the roles of cadres and health workers, and involving the family are essential strategies to increase community participation in Posyandu activities. Kata Kunci : Toddler visits, Posyandu, knowledge, attitude, family support
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI DESA SUNGAI PUTIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI CERMIN KABUPATEN KAMPAR Sri Wahyuni; Komaria Susanti; Lisviarose Lisviarose; Hirza Rahmita
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3541

Abstract

Pregnant women in the first trimester are at risk of experiencing emesis gravidarum which can endanger the mother and fetus. Treatment can be done with non-pharmacological methods such as lemon aromatherapy. Data from the Pantai Cermin Health Center UPT, in Sungai Putih Village there are 41.7% of high-risk pregnant women, including those experiencing hyperemesis gravidarum. The study aims to determine the effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in first trimester pregnant women in Sungai Putih Village, Pantai Cermin Health Center Working Area, Kampar Regency. This type of research is quantitative with a quasi-experimental approach with one group pre-test and post-test. The population is 62 pregnant women, a sample of 16 respondents. Sampling uses a purposive sampling technique. The research instrument is a questionnaire. Data are analyzed using a dependent T test. The results of the study, before giving lemon aromatherapy, the majority of respondents experienced moderate emesis gravidarum, as many as 81.3%. After giving lemon aromatherapy, the majority of respondents experienced mild emesis gravidarum, as many as 87.5%. There is an effect of lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester (ρ = 0.000). It is recommended that community health centers use lemon aromatherapy as part of their maternal health services, particularly as a non-pharmacological intervention to manage emesis gravidarum in the first trimesterKeywords: Lemon Aromatherapy, Emesis Gravidarum, Pregnant Women