Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

EDUKASI DAN SCREENING DIABETES MELITUS PADA REFUGEE DI SIAK RESORT PEKANBARU Rika Mianna; Riska Epina Hayu; Hirza Rahmita; Eva Maya Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 2 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/8fvsb205

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan tingginya prevalensi kejadian penyakit tidak menular yang salah satu kasus teringgi yaitu Diabetes Melitus (DM). Prevalensi DM meningkat 0,5 persen dari tahun 2013 ke tahun 2018. Pemerintah sudah melakukan upaya dalam penjaringan kasus DM melalui kegiatan screening dan edukasi DM pada masyarakat, namun tentunya tidak semua masyakat dapat terjaring, terutama bagi refugee. Beberapa tahun terakhir jumlah reefugee di Pekanbaru mengalami peningkatan. Semakin bertambahnya reefugee, tentunya juga dengan permasalahan kesehatan yang beragam diantaranya DM.  Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengedukasi dan meng screening DM pada refugee yang ada di Siak Resort Pekanbaru. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu edukasi berupa memberikan penyuluhan tentang DM yang terdiri dari beberapa materi dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia karena mereka mengalami kendala berbahasa, setelah dilakukan edukasi, dengan persetujuan dilakukan screening DM dengan alat glukometer. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hail kegiatan sesuai dengan yang diharapkan, refugee memahami apa yang disampaikan dan mereka aktif bertanya mengenai DM. Berdasarkan hasil screening pada 25 refugee tidak ditemukan penderita DM
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Balita di Kelurahan Maharani Desvitasari, Ririt; Wati, Yesi Septina; Rahmita, Hirza; Desriva, Nia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8247

Abstract

The coverage of Complete Basic Immunization (Imunisasi Dasar Lengkap or IDL) in Maharani Village remains low at 38.8%, falling short of the national target of 95%. This condition increases the health risk of toddlers contracting Vaccine-Preventable Diseases (PD3I). This study aimed to determine the relationship between mothers' knowledge and husbands' support regarding the completeness of basic immunization for toddlers in Maharani Village, within the working area of Rumbai Bukit Public Health Center. This research employed a quantitative analytic method with a cross-sectional design. The population in this study comprised all mothers with toddlers in the area, with a sample of 73 respondents selected using the purposive sampling technique. Data collection was conducted using validated questionnaires and observation of Maternal and Child Health (KIA) books, followed by univariate and bivariate analysis using the Chi-square statistical test. The results indicated that the majority of toddlers had incomplete immunization status (61.6%), mothers had a low level of knowledge (61.6%), and respondents did not receive support from their husbands (58.9%). Statistical test results confirmed a very significant relationship between mothers' knowledge (p-value = 0.000) and husbands' support (p-value = 0.000) with the completeness of basic immunization. The conclusion confirms that knowledge and husband's support are the main determinant factors. It is suggested that Rumbai Bukit Public Health Center implement a more inclusive health promotion strategy by involving the active role of husbands in monitoring child health.
Edukasi pemberian asi eksklusif: kunci optimalisasi tumbuh kembang anak pada ibu menyusui Rika Ruspita; Komaria Susanti; Hirza Rahmita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33626

Abstract

Abstrak ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena kandungan gizinya sangat lengkap, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Air Susu Ibu memang diciptakan khusus untuk memenuhi nutrisi bayi manusia sehingga tidak ada makanan atau minuman lain yang dapat menyamainya. Di Indonesia, keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada tahun 2020 tercatat mencapai 66,1%, melebihi target nasional sebesar 40%. Bahkan di Provinsi Riau, capaian ASI eksklusif lebih tinggi lagi, yaitu 78%. Data tersebut menunjukkan bahwa baik secara nasional maupun di tingkat provinsi, pencapaian pemberian ASI eksklusif sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Pengabdian ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan ASI eksklusif dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak secara optimal. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15 Juli 2025 di Posyandu Adinda, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya. Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif, sehingga mendorong partisipasi aktif peserta dan memudahkan mereka dalam memahami informasi yang diberikan. Tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menjadi cerminan keberhasilan metode penyampaian yang digunakan, sekaligus menunjukkan ketertarikan dan kepedulian yang tinggi terhadap topik yang diangkat. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu menyusui tentang pentingnya ASI eksklusif sebagai pondasi utama dalam mendukung kualitas tumbuh kembang anak. Kata kunci: ASI eksklusif; tumbuh kembang anak; ibu menyusui. Abstract Breast Breast milk is the best food for babies because its nutritional content is complete, balanced, and meets the needs of infant growth and development. Breast milk is specifically designed to meet the nutritional needs of human babies, and no other food or drink can match it. In Indonesia, the success rate of exclusive breastfeeding in 2020 was recorded at 66.1%, exceeding the national target of 40%. In Riau Province, the exclusive breastfeeding rate was even higher, at 78%. This data shows that both nationally and at the provincial level, the achievement of exclusive breastfeeding has exceeded the government's target. This community service was held as a form of educational effort to increase knowledge and awareness of the community, especially mothers, regarding the importance of providing breast milk (ASI) and exclusive breastfeeding in supporting optimal child health and development. This activity was carried out on July 15, 2025, at the Adinda Integrated Health Post, Rejosari Village, Tenayan Raya District. All materials were delivered interactively and communicatively, thus encouraging active participation of participants and making it easier for them to understand the information provided. The high level of participant enthusiasm throughout the event reflected the success of the delivery method used, demonstrating a strong interest and commitment to the topic. Overall, the event had a positive impact, particularly in increasing breastfeeding mothers' understanding and awareness of the importance of exclusive breastfeeding as a key foundation for supporting quality child growth and development. Keywords: exclusive breastfeeding; child growth and development; breastfeeding mothers.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Minat Ibu Hamil dalam Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Siak Delfi Sartika; Rifa Yanti; Hirza Rahmita; Wira Ekdeni Aifa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3483

Abstract

Kunjungan antenatal care (ANC) merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Namun, masih banyak ibu hamil yang memiliki minat rendah dalam melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Salah satu faktor yang memengaruhi minat tersebut adalah pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap Minat ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care di wilayah kerja Puskesmas Siak Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 22 orang ibu hamil dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor Minat ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi. Nilai rata-rata Minat meningkat dari 46,91 menjadi 84,55. Uji Paired Samples Test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan minat ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Disarankan agar pihak Puskesmas meningkatkan intensitas dan kualitas pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan partisipasi Antenatal Care.
Pengaruh Sayur Jantung Pisang Terhadap Kecukupan Asi Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura Fitriyana Fitriyana; Wira Ekdeni Aifa; Hirza Rahmita; Ary Oktora Sri Rahayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3535

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, namun masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah kecukupan ASI. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pemanfaatan pangan lokal yang berperan sebagai galaktagog alami, seperti jantung pisang (Musa paradisiaca). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sayur jantung pisang terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 15 ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kecukupan ASI yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden (80%) memiliki kecukupan ASI yang tidak lancar dengan rata-rata skor 4,40 (SD = 1,056). Setelah intervensi, mayoritas responden (60%) memiliki kecukupan ASI lancar dengan rata-rata skor meningkat menjadi 5,80 (SD = 0,414). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi sayur jantung pisang terhadap kecukupan ASI. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi sayur jantung pisang efektif dalam meningkatkan kecukupan ASI pada ibu menyusui. Pemanfaatan pangan lokal ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diakses, serta dapat diintegrasikan dalam program edukasi gizi dan laktasi di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Perbedaan Pengaruh Metode Simulasi Game dengan Metode Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri di SMPN 1 Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Nani Hariyani; Rifa Yanti; Hirza Rahmita; Nurhidaya Fitria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47641

Abstract

In Indonesia, reproductive health education is still considered taboo, so many teenagers do not know the dangers of engaging in risky sexual behavior and its impacts. The results of interview in 10 female teenagers at SMPN 1 is 7 of whom stated the importance of conducting counseling on health education because learning in schools about reproductive health is still lacking. Objective: to determine the difference in the effect of game simulation method with audio visual method on inluence reproductive health knowledge of female adolescents at SMPN 1 Pelangiran District, Indragiri Hilir Regency. Method: the research design is true experimental pre test-post test control group design. The population of this study was all female adolescents at SMPN 1 Pelangiran District as many as 140 respondents and the sample used was 28 people. The sample was divided into 2 groups, namely 14 people using the game simulation method and 14 people using the audio visual method with sample selection using the simple random sampling technique. The results of Wilcoxon test, the average pre-post value in the game simulation method group (8.36 : 9.50) with a p value of 0.02 <0.05 and the audio-visual method group is (8.50: 8.93) with a p value of 0.03 <0.05. The results of the Mann Whitney test obtained a p value of 0.04 <0.05 indicating that there is a significant difference in influence reproductive health knowledge between health promotion using game simulation and audio visual.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Akseptor Kb Implan Di Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru Mardiya, Rizka; Putri, Tengku Isni Yuli Lestari; Rahmita, Hirza
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.340

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi Implan merupakan salah satu metode pengendalian kelahiran jangka panjang yang memiliki tingkat efektivitas tinggi. Meskipun demikian, banyak calon akseptor mengalami kecemasan sebelum pemasangan, yang dapat menghambat proses penerapannya. Pendekatan non farmakologis seperti aromaterapi dengan minyak esensial lavender diketahui memiliki sifat menenangkan yang berpotensi mengurangi kecemasan secara alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada perempuan yang menjadi akseptor KB implan. Metode: Penelitian ini menerapkan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest one group design. Responden terdiri dari akseptor KB implan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi. Analisis data menggunakan uji statistik yang relevan untuk menguji signifikansi perubahan yang terjadi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian aromaterapi lavender. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik. Rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi adalah 21,77 dan menurun menjadi 18,90 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 13,87 poin. Kesimpulan: Aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada akseptor KB implan. Efek relaksasi dari aroma lavender diyakini mampu meredakan ketegangan emosional serta meningkatkan kenyamanan selama prosedur pemasangan implant berlangsung.
PENGARUH PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP RESPON FISIOLOGIS BAYI PREMATUR DI RUANG NICU RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN Susanti, Desi; Lisviarose, Lisviarose; Meri, Dilgu; Rahmita, Hirza
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.149

Abstract

Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu danberisiko tinggi mengalami ketidakstabilan fisiologis seperti gangguan pengaturan suhu tubuh, ketidakstabilan denyut jantung, pernapasan yang tidak teratur, serta penurunan saturasi oksigen. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaruh perawatan metode kanguru terhadap respons fisiologi bayi premature di NICU RSUD Puri Husada Tembilahan tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan pra- experimental dengan rancangan one – group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi premature sebanyak 30 bayi, dan sampel penelitian ini di ambil menggunakan sampel Quasi-experiment dengan jumlah 18 bayi BBLR. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini di dapatkan suhu tubuh bayi premature sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu dengan nilai p value 0.000 < kecil dari 0,05, denyut jantung bayi prematur sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu p value 0.000 < kecil dari 0,05, saturasi oksigen bayi premature sebelum dan sesudah dilakukan PMK yaitu p value 0.000 < 0,05. Diharapkan kepada responden agar lebih meningkatkan minat dalam mencari informasi dan menambah pengetahuan baik melalui media elektronik, buku, artikel maupun melalui diskusi dengan petugas kesehatan terdekat mengenai pelaksanaan PMK terhadap respons fisiologi bayi premature.   Premature baby is a baby born with a gestational age of less than 37 weeks and is at high risk of experiencing physiological instability such as difficulty regulating body temperature, heart rate instability, irregular breathing, and decreased oxygen saturation. The purpose of this study is to determine the effect of kangaroo care on the physiological responses of premature babies in the NICU at RSUD Puri Husada Tembilahan in 2025. This type of research is quantitative research with a pre-experimental approach using a one-group pre-post test design. The population in this study consists of all mothers who have premature babies, totaling 30 babies, and the study sample was taken using a quasi-experimental sampling method with a total of 18 low birth weight babies. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. The results of this study showed that the body temperature of premature babies before and after PMK was performed had a p-value of 0.000, which is less than 0.05; the heart rate of premature babies before and after PMK had a p-value of 0.000, which is less than 0.05; and the oxygen saturation of premature babies before and after PMK had a p-value of 0.000, which is less than 0.05. It is hoped that respondents will be more proactive in seeking information and increasing their knowledge, whether through electronic media, books, articles, or discussions with nearby healthcare workers regarding the implementation of PMK and its effects on the physiological responses of premature babies.
Birth Ball terhadap Lama Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin Linawati, Linawati; Rahmita, Hirza; Aifa, Wira Ekdeni; Meri, Dilgu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/92sk8s67

Abstract

This study aimed to determine the effect of birth ball use on the duration of the first active phase of labor in laboring women in the Lubuk Kandis Community Health Center (Puskesmas) in Indragiri Hulu Regency. The method used was a quantitative study with a quasi-experimental, posttest-only control-group design. The results showed a difference in the duration of the first active phase between the intervention and control groups (p = 0.003; p < 0.05), indicating that birth ball use significantly shortened the first active phase in laboring women. The conclusion, birth ball use is effective in accelerating the progress of the first active phase of labor and can be used as a safe and beneficial non-pharmacological intervention in labor care.   Keywords: Birth Ball, Laboring Women, First Active Phase
Optimalisasi Pencegahan Stunting melalui Edukasi Pengolahan Menu Variatif dan Porsi Makanan Ekonomis Makanan Balita terhadap Upaya Pencegahan Stunting Marhamah, Marhamah; Yenita, Riski Novera; Aifa, Wira Ekdeni; Rahmita, Hirza
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6p974646

Abstract

This study aimed to determine the effect of education on varied menu preparation and economical portion sizes for toddlers on stunting prevention efforts in the Lubuk Kandis Community Health Center (Puskesmas) working area in Indragiri Hulu Regency. The research method used a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest. The results showed a Z-value of -5.657 with a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of education on improving mothers' understanding of varied menu preparation and economical portion sizes for toddlers. This education helped mothers understand how to prepare nutritious, affordable meals that meet their child's growth and development needs. The conclusion, education on varied menu preparation and economical portion sizes has proven effective in improving stunting prevention efforts. Therefore, similar educational activities need to be implemented on a scheduled, ongoing basis to ensure consistent improvement in mothers' knowledge.   Keywords: Toddlers, Nutrition Education, Economical Portion Size, Varied Menu, Stunting Prevention, Stunting