Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Children's Digital Rights: An In-depth Analysis of Indonesia, Europe, and the US Tahir, Ridwan; Lestari, Titie Yustisia
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i2.50770

Abstract

The protection of children's digital privacy has become an increasingly critical issue in the modern digital age, as children are more connected to the internet than ever before. This study conducts a comparative analysis of child privacy protection frameworks in Indonesia, Europe, and the United States, focusing on legislative approaches, enforcement mechanisms, and parental in-volvement. While the General Data Protection Regulation (GDPR) in Europe provides a com-prehensive and flexible framework, the Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) in the United States takes a more targeted approach, focusing on children under 13. Indonesia’s Per-sonal Data Protection Law (PDP Law), still in development, offers potential but lacks specific child-focused provisions. Key findings highlight the strengths and weaknesses of these frame-works, particularly in age thresholds for consent, parental involvement mechanisms, and penal-ties for violations. This study underscores the need for Indonesia to harmonize its legal frame-work with international best practices by incorporating child-specific protections, fostering digital literacy, and strengthening enforcement mechanisms. By leveraging lessons from global stand-ards, Indonesia can ensure a safer and more empowering digital environment for its younger generation. The research provides actionable insights for policymakers, educators, and technol-ogy providers to collaboratively address the complexities of safeguarding children’s digital privacy.
PENYULUHAN HUKUM TENTANG KARAKTER SISWA YANG TERTIB BERLALU LINTAS DI MADRASAH ALIYAH DDI LONJA Titie Yustisia Lestari; Ridwan Tahir; Irzha Friskanov. S
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat November 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v7i1.4951

Abstract

Kendaraan bermotor menjadi sarana transportasi umum yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Lemahnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan berlalu lintas terlihat dari rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat dalam berkendara, sehingga melahirkan budaya tidak disiplin pada masyarakat. Keselamatan dalam berkendara di jalan raya harus diutamakan oleh setiap pemakai jalan raya agar dapat menghindari terhadinya kecelakaan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Permasalahan inilah yang melatar belakangi penulis untuk membahasnya dalam penelitian, Pertama, masih minimnya pemahaman siswa tentang tertib berlalu lintas berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kedua, kurangnya sosialisasi kepada pelajar mengenai hal tersebut yang menganggap hal tersebut adalah hal yang perlu untuk didiskusikan. Target yang ingin dicapai dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada pelajar tentang berlalu lintas kepada siswa-siswi.
KONSEKUENSI HUKUM DAN PENCEGAHAN CYBERBULLYING TERHADAP MEDIA SOSIAL PADA SISWA DI SMAN 4 PALU Abdullah; Titie Yustisia Lestari; Ridwan Tahir; Muhammad Ayub Mubarak R.; Fidyah Faramita Utami; S, Irzha F.
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6856

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah, seperti berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Media sosial telah menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, terutama oleh remaja. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk cyberbullying, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku sesuai Undang-Undang ITE dan KUHP. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang dihadiri 32 orang yang melibatkan pengurus OSIS. Tim pengabdi menyampaikan materi mengenai jenis-jenis cyberbullying seperti ejekan, hinaan, penyebaran konten tanpa izin, serta ancaman daring. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menanyakan solusi praktis jika menghadapi kasus cyberbullying. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman baru mengenai batasan antara candaan dan perundungan, pentingnya etika digital, serta kesadaran hukum dalam menggunakan media sosial. Pengurus OSIS berkomitmen untuk menyebarkan informasi yang diperoleh kepada siswa lainnya melalui program kerja sekolah, sehingga upaya pencegahan dapat berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa SMA Negeri 4 Palu terhadap bahaya cyberbullying serta menumbuhkan pemahaman bahwa perundungan di dunia maya bukanlah hal sepele, melainkan dapat berdampak serius baik secara psikologis maupun hukum.
Penyuluhan Hukum Tentang Peran Guru Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual di SMA Negeri 1 Luwuk Lestari, Titie Yustisia; Tahir, Ridwan; Tahir, Maulana Amin; Abdullah, Abdullah; Patila, Manga; Friskanov. S, Irzha
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v9i1.6017

Abstract

Sexual violence in the school environment is a problem that requires serious attention, especially from educators. This community service activity aims to increase teachers' understanding of the legal aspects in preventing sexual violence in schools. This community service activity was attended by 25 people involving teachers and students of SMA Negeri 1 Luwuk. The methods used include the presentation of interactive materials and interactive discussions. It is known that some teachers have a minimal understanding of the categories of sexual violence regulated in the law. These results demonstrate the importance of ongoing training and help teachers realize the huge role it plays in preventing sexual violence. Improving education and self-awareness is an important way to protect students from the threat of sexual violence. This means that many parties should learn about the importance of being themselves and knowing their limits when interacting with others. Teachers who have an understanding of the laws relating to sexual violence have the ability to take preventive measures, provide appropriate instruction to their students, and report incidents correctly according to legal procedures.