Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Dan Frekuensi Respirasi Pada Pasien Kanker Paru Mahridha Dwi Ariyani; Mira Mira; Izma Daud
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.697

Abstract

Latar Belakang: Kanker paru merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di dunia. Pasien kanker paru sering mengalami berbagai gangguan fisiologis dan psikologis, seperti sesak napas, kecemasan, serta perubahan tanda-tanda vital berupa peningkatan tekanan darah dan frekuensi respirasi. Kondisi tersebut dapat memperburuk kenyamanan dan kualitas hidup pasien selama menjalani proses pengobatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah relaksasi otot progresif. Teknik ini dilakukan dengan cara mengontraksikan dan merilekskan kelompok otot secara sistematis untuk menurunkan ketegangan otot serta meningkatkan respon relaksasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah dan frekuensi respirasi pada pasien kanker paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan kelompok kontrol pre-test dan post-test. Sebanyak 60 responden dipilih menggunakan pengambilan sampel dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menerima terapi PMR dalam sesi terstruktur. Tekanan darah dan laju pernapasan diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dan Kesimpulan: Terjadi penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,000) tekanan darah diastolik (p = 0,000) dan laju pernapasan (p = 0,000) pada kelompok intervensi. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p > 0,05). Relaksasi Otot Progresif secara signifikan menurunkan tekanan darah dan laju pernapasan pada pasien kanker paru-paru dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TATA LAKSANA HENTI JANTUNG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA KELAS XI DI SMAN 12 BANJARMASIN Indah Nurcahyani; Noor Khalilati; Joko Priyanto Wibowo; Mira
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1820

Abstract

Henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam 7–10 menit jika tidak ditangani segera. Studi pendahuluan di SMAN 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum pernah mendapat pelatihan resusitasi jantung, dan sebagian besar hanya memiliki pengetahuan dasar yang tidak memadai untuk bertindak dalam situasi darurat. Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang tata laksana henti jantung terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa kelas XI dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi berdasarkan Guideline AHA 2020. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner benar–salah (19 item), dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebelum intervensi, 80% siswa berada pada kategori pengetahuan cukup, 13% kurang, dan 7% baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 90% siswa mencapai kategori baik, 10% cukup, dan tidak ada yang kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang tata laksana henti jantung.
Pengaruh Resusitasi Cairan terhadap Nilai Revised Trauma Score (RTS) pada Pasien Trauma di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Kota Banjarmasin Durratun Nafisah; Hanura Aprilia; Mira Mira; Noor Khalilati
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.662

Abstract

Trauma is one of the leading causes of death and disability worldwide, accounting for approximately 50% of all deaths. Generally, trauma patients experience both external bleeding, which is visible, and internal bleeding, which is not visible; both result in the loss or reduction of blood volume. Fluid resuscitation is the primary treatment for trauma to maintain and restore oxygenation following blood loss. This study aims to analyze the effect of fluid resuscitation on the Revised Trauma Score (RTS) in trauma patients at the emergency department of Dr. H. Moch Ansari Saleh Regional General Hospital in Banjarmasin. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design involving 14 participants selected via accidental sampling. Using the nonparametric Wilcoxon test, the results showed a change in the RTS score with a p-value (0.001) < α (0.005). This indicates that fluid resuscitation has an effect on increasing the RTS score in trauma patients. Rapid and appropriate fluid resuscitation plays a crucial role in supporting the initial stabilization process and improving the clinical condition of trauma patients.
Hubungan Literasi Masyarakat dengan Respons Kegawatdaruratan pada Layanan 112 di Kota Banjarmasin Rufaida; Novia Heriani; Diah Retno Wulan; Mira
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1156

Abstract

Literasi layanan 112 di Kelurahan Sungai Andai masih terbatas, ditandai tingginya panggilan non-darurat. Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 100 responden ini bertujuan menganalisis hubungan literasi dengan respons gawat darurat. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hubungan signifikan namun lemah (p=0,044; r=0,202). Keterbatasan: desain potong lintang dan cakupan satu kelurahan. Simpulan: peningkatan respons tidak cukup hanya dengan literasi, perlu penguatan keberanian dan dukungan lingkungan. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal atau eksperimen.
Hubungan Obesitas dan Diabetes Melitus dengan Derajat Keparahan Stenosis Arteri Koroner pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUD Ulin Banjarmasin Fani Tatun Habibah; Hanura Aprilia; Mira Mira; Muthmainah Muthmainah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.715

Abstract

Coronary heart disease (CHD) is caused by narrowing of the coronary arteries due to atherosclerosis. Obesity and diabetes mellitus are factors that may influence the progression of coronary artery stenosis. This study aimed to determine the relationship between obesity and diabetes mellitus and the severity of coronary artery stenosis in patients with CHD at Ulin Hospital Banjarmasin. This study used a correlational design with a cross-sectional approach and total sampling involving 123 patients. Data were obtained from medical records and analyzed using the Spearman correlation test. The results showed no significant relationship between obesity and the severity of coronary artery stenosis (r = 0.155; p = 0.088), while diabetes mellitus was significantly associated with the severity of coronary artery stenosis (r = 0.278; p = 0.002), with a weak positive correlation. In conclusion, diabetes mellitus is associated with the severity of coronary artery stenosis, whereas obesity was not significantly associated with stenosis severity.
Rebranding Produk UMKM di Desa Baruh Bahinu Luar melalui Pengembangan Kemasan dan Promosi Digital: Rebranding OF MSME Products In Baruh Bahinu Luar Village Through Packaging Development And Promotion mira mira; Ahmad sairi; Hendri Anugrah Wibowo; M. Rezky Rahman; Gabriyuvela; ⁠Jannatun Nisa; Musa’adah; Oktriyisa Tantia Mini; Maura Putri Ariqah; Mifta Dewi; Astri Lestari; Jainatul Rahmah; Resa Tri susanti; Zanuba Nurhayani; Septia Dwi Syahrida; Lidia Andriani
Borneo Community Development Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i1.1500

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, tetapi pelaku UMKM di Desa Baruh Bahinu Luar masih menghadapi keterbatasan dalam identitas produk dan pemasaran digital. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin bertujuan mendampingi pelaku UMKM melalui rebranding produk dan pengenalan media promosi digital. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui observasi kondisi usaha, diskusi dengan pelaku UMKM, perancangan label dan kemasan, pendaftaran lokasi rumah produksi pada Google Maps, serta pengunggahan informasi produk pada aplikasi/website desa. Kegiatan menghasilkan luaran berupa label dan kemasan sebagai identitas visual produk, lokasi rumah produksi yang terdaftar pada Google Maps, serta informasi produk yang tersedia pada aplikasi/website desa. Luaran tersebut menjadi sarana awal untuk memperkuat identitas produk dan membuka peluang promosi yang lebih luas. Keberlanjutan manfaat program memerlukan penggunaan label secara konsisten serta pemeliharaan informasi usaha pada media digital oleh pelaku UMKM dan pengelola desa.