Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan Konsep Arsitektur Organik pada Hunian Majemuk Studi Kasus : Apartemen Regatta Faturrahman, Ray; Afgani, Jundi Jundullah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk menjadi tantangan terhadap kualitas perumahan yang menjadi dasar bagi kebutuhan manusia, munculnya konsep perumahan majemuk dengan fasilitas pendukung bisa menjadi solusi tepat bagi masyarakat, hunian majemuk diantaranya yaitu apartemen. Konsep arsitektur organik bisa menjadi pilihan dalam mewujudkan integrasi keharmonisan antara lingkungan hunian dengan lingkungan alam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini melihat penerapan delapan prinsip arsitektur organik pada studi kasus hunian majemuk apartemen regatta. Dari delapan prinsip arsitektur organik, hunian apartemen regatta menerapakan delapan prinsip arsitektur organik tersebut.Kata kunci: Hunian, Arsitektur, Arsitektur Organik
PENGARUH BAHAN MATERIAL DINDING RUMAH HEBEL DAN BATU BATA TERHADAP KONDISI TERMAL RUANG DALAM DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK Afgani, Jundi Jundullah; Hardiman, Gagoek; Budi, Wahyu Setia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The conditions of houses in densely populated areas vary, some use brick and Hebel materials. the high density of an area makes air movement not work properly so that the temperature in the area of the region increases and will have an effect on the inner space of the houses in the settlement. therefore the purpose of this study is to find out the type of material that provides thermal comfort in indoor space in densely populated settlements. used in this study is a quantitative method with direct measurements in the field for 11 hours, to find out the temperature, humidity, and air movement, the results will be compared with the theory of thermal comfort standards of mom and wiesebron.Keyword: Thermal Comfort, House Wall, Densely SettlementAbstrak: Kondisi dari rumah-rumah yang berada di daerah padat penduduk bermacam-macam, ada yang menggunakan bahan material batu bata dan juga hebel. Tingginya kepadatan suatu wilayah membuat pergerakan udara menjadi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga suhu pada wilayah wilayah tersebut meningkat dan akan berefek pada ruang dalam dari rumah-rumah yang ada di permukiman tersebut. Oleh karena itu Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis material yang memberikan kenyaman termal pada ruang dalam rumah di permukiman padat penduduk. Metode yang digunakan didalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pengukuran langsung di lapangan selama 11 jam untuk mengetahui temperature, kelembaban dan pergerakan udara, hasilnya nanti akan dibandingkan dengan teori standar kenyamanan termal Mom dan Wiesebron.Kata Kunci: kenyamanan Termal, dinding rumah, Permukiman padat.
Residents' Perceptions of Passive Design Responding to Climate Change in Simple Houses in Depok, West Java, Indonesia Anisa, Anisa; Jundullah Afgani, Jundi; Lissimia, Finta
Sustainability Science and Resources Vol. 6 (2024): Sustainability Science and Resources
Publisher : The Indonesian Forestry Certification Cooperation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55168/ssr2809-6029.2024.6001

Abstract

Since the last few years, environmental issues related to global warming and increasing earth surface temperatures have had an influence on various fields. This environmental issue also affects the micro and macro climate. Architecturally, design can respond to changes in microclimate with passive design and active design. Passive design has long been applied to vernacular architecture, namely responding to local conditions in buildings. Meanwhile, active design is related to the latest technology and developments, such as energy-saving technology, as well as the use of natural elements as energy sources. This research uses quantitative methods. Primary data was collected using a questionnaire to determine the tendency of residents' perceptions of passive design. The analysis of this research is descriptive statistics, based on the answers of 35 respondents who live in simple houses in Depok, West Java, Indonesia. The research results showed that respondents' tendency towards passive design was shown in several things, namely: additional elements of the building at the front (canopy) can reduce heat and create shadow areas, the location and size of openings can support natural lighting and ventilation. Openings can be doors, windows, grilles, rosters and other elements. The existence of open space at the front and back of the house can reduce heat and cool the microclimate.
Kajian Konsep Arsitektur Modular Pada Stadion Arena Da Baixada, Brazil Ikmal Tiffani Syaftino; Jundi Jundullah Afgani
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2025): NJMS - Agustus 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur modular adalah pendekatan desain dan konstruksi yang menggunakan modul prefabrikasi yang dapat dirakit untuk membentuk berbagai jenis bangunan. Konsep ini didasarkan pada prinsip keberlanjutan, efisiensi, dan fleksibilitas. Modul standar dibuat di luar lokasi konstruksi dan kemudian dipasang di lokasi utama. Hal ini mengurangi waktu dan biaya konstruksi sekaligus mengurangi jumlah material yang dibuang. Studi ini mempelajari berbagai aspek arsitektur modular, seperti teknik produksi, desain struktural, dan aplikasi di berbagai bidang seperti perumahan, komersial, pendidikan, dan fasilitas publik. Selain itu, penelitian ini membahas keuntungan besar dari menggunakan modul prefabrikasi, seperti peningkatan kualitas konstruksi melalui kontrol produksi yang ketat, pengurangan dampak lingkungan, dan kemampuan untuk menyesuaikan dan memperluas bangunan kapan saja. Namun demikian, ada beberapa masalah yang belum diselesaikan. Ini termasuk batasan desain, ketergantungan pada sistem manufaktur, dan kebutuhan untuk koordinasi yang lebih baik selama proses instalasi. Arsitektur modular memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berperan penting dalam arsitektur masa depan karena perkembangan teknologi konstruksi dan kebutuhan akan solusi bangunan yang lebih cepat dan berkelanjutan
Kajian Konsep Arsitektur Gerak Pada Bangunan Mixed Use Ardi Wiratama Soedarmoko; Jundi Jundullah Afgani
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 7 (2026): NJMS - Februari 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur gerak merupakan pendekatan desain arsitektur yang berfokus pada interaksi dinamis antara bangunan, lingkungan, dan pengguna melalui elemen-elemen yang bergerak. Konsep ini menekankan fleksibilitas, adaptabilitas, dan responsivitas terhadap kebutuhan fungsional serta perubahan kondisi lingkungan. Dalam movement architecture, struktur bangunan tidak lagi statis, melainkan mampu berubah bentuk, posisi, atau elemen visualnya untuk mendukung fungsi dan estetika yang lebih dinamis. Arsitektur ini memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti mekanisme kinetik, material cerdas, dan sistem otomatisasi, yang memungkinkan bangunan untuk merespons rangsangan internal maupun eksternal, termasuk cuaca, pola penggunaan, dan aktivitas sosial. Contoh penerapan movement architecture terlihat pada fasad bangunan yang dapat berubah untuk mengatur cahaya dan ventilasi, atau ruang-ruang yang dapat direkonfigurasi untuk berbagai kegiatan. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dan estetika, movement architecture menawarkan solusi desain yang lebih berkelanjutan dan adaptif. Arsitektur ini tidak hanya menghadirkan pengalaman ruang yang lebih interaktif bagi pengguna, tetapi juga mendefinisikan ulang peran bangunan dalam konteks sosial, budaya, dan ekologis. Melalui pendekatan ini, arsitektur mampu menciptakan ruang-ruang yang lebih hidup, berkesinambungan, dan relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat modern
Typomorphology of Historical Old Mosques in Jakarta: Urban Islamic Heritage Preservation Strategy in Today's City Dynamics Anisa Anisa; Wafirul Aqli; Jundi Jundullah Afgani; Irma Nurjannah; Muhammad Raufal Islamy
Architectural Research Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.5.1.2025.1-7

Abstract

Jakarta holds a variety of cultural and architectural heritage. One of the architectural heritages that can be traced to this day is the Mosque. There are several historical mosques that can be traced to this day, including the Angke Mosque, Al Arif Mosque, Ansor Mosque, Kampung Bandan Mosque, and Luar Batang Mosque. These mosques reflect a mixture of cultures and changes in social, religious, and architectural aspects. This study aims to explore and analyze the architectural characteristics of the five historical mosques in Jakarta. This study uses a qualitative method with typomorphological analysis that obtains data from field observations and literature. The results of the study show that each mosque has a distinctive spatial typology, influenced by a blend of local vernacular, colonial, and Islamic architectural traditions. Elements such as tiered roofs, wooden structures, open porch spaces, and the absence of domes reflect adaptation to the tropical climate and local building culture. 
Kenyamanan dan Kemandirian Penghuni Sebagai Dasar Desain Senior Care di Kota Depok, Jawa Barat. Anisa Anisa; Jundi Jundullah Afgani; Dahlia Nauly; RM Abdurrofi
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3515

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada perencanaan dan perancangan layanan perawatan lansia yang mengutamakan kenyamanan dan kemandirian para penghuni. Hal ini didasarkan pada kondisi para lansia yang mengalami penurunan fungsi fisik namun tetap perlu memperhatikan kemandirian dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bersama mitra dari Kepengurusan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Bedahan, tujuan layanan ini adalah merencanakan dan merancang perawatan lansia dengan: (1) Menyediakan tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi para lansia; (2) Menyediakan layanan kesehatan dan bantuan; (3) Memfasilitasi kegiatan ibadah melalui bimbingan spiritual. Metode pelaksanaannya dimulai dari identifikasi masalah dan kebutuhan, yang diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan mitra serta para lansia. Berdasarkan hal tersebut, perawatan lansia dapat dirumuskan dengan mengutamakan kenyamanan dan kemandirian penghuninya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah desain perawatan lansia yang mengakomodasi kebutuhan para lansia terkait kenyamanan dan kemandirian dalam bentuk gambar dua dimensi berupa Denah Lokasi, Denah Blok, Denah Lantai, dan Tampak Bangunan.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN PENDIDIKAN P.K. OJONG-JAKOB OETAMA TOWER Azka Raihan Zulfa; Jundi Jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.27-32

Abstract

ABSTRAK. Ilmu merupakan sebuah kunci akan segala kebaikan serta pengetahuan. Ilmu menjadi sebuah sarana untuk bisa menjalankan hidup ini dan apa yang menjadi perintah Allah SWT kepada kita. Dalam perkembangannya pembangunan bangunan pendidikan sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan bermanfaat bagi pengguna, sekaligus sebagai penanda bahwa pendidikan tidak hanya berkembang pada sistem saja akan tetatapi juga dengan pembangunan penunjang fasilitas yang berkualitas dan menjadi citra yang baik untuk pendidikan Indonesia. Kajian ini bertujuan lebih memehami konsep kontemporer terhadap prinsip dan penerapan pada bangunan pendidikan lebih tepatnya universitas dengan rumusan masalah Bagaimana bangunan pendidikan dalam studi kasus dikatakan menerapkan konsep arsitektur kontemporer?. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kulaitatif dengan pendekatan deskriptif pada studi kasus bangunan kontemporer pada bangunan pendidikan lebih tepatnya universitas. Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa konsep kontemporer memiliki prinsip tersendiri dari segi bentuk yang dinamis, kompleks, dan bentuk pengulangan dan simetri. Kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai awal pengembangan desain dalam rancangan arsitektur kontemporer. Kata Kunci: Konsep Kontemporer, Bangunan Pendidikan, Arsitektur ABSTRACT. Science is the key to all goodness and knowledge. Science becomes a means to be able to live this life and what Allah Almighty commands us. In its development, the construction of educational buildings is very important to create a comfortable and useful learning atmosphere for users, as well as a sign that education will not only develop in the system, but also with the construction of supporting quality facilities and become a good image for Indonesian education. This study aims to better understand the contemporary concept of principles and application to educational buildings, more precisely universities with the formulation of the problem How is educational building in case studies said to apply the concept of contemporary architecture?. The method used in this study is quantifiable with a descriptive approach to case studies of contemporary buildings in educational buildings, more precisely universities. The results of this study show that contemporary concepts have their own principles in terms of dynamic, complex shapes, and forms of repetition and symmetry. This study is expected to be used as a prelude to design development in contemporary architectural design. Keywords: Contemporary Concepts, Educational Buildings, Architecture
KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA BANGUNAN PERKANTORAN (STUDI KASUS : SHANGHAI TOWER,SHANGHAI,PUDONG) Gitra Febriadi; Jundi jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.37-42

Abstract

ABSTRAK. Isu Permasalahan lingkungan global tidak hanya mendorong munculnya kebutuhan akan penerapan konsep arsitektur berkelanjutan. Penggunaan konsep arsitektur berkelanjutan itu sendiri wajib mengikuti prinsip-prinsip pada standar arsitektur, Namun kondisi lingkungan alam tetap diutamakan dalam melakukan suatu perubahan yang baru. Topik ini dipilih untuk mengetahui bagaimana cara konsep arsitektur berkelanjutan dapat diterapkan di sebuah bangunan, seperti efisiensi lahan, efisiensi penggunaan energy,efisiensi konservasi air,efisiensi material,efisiensi kesehatan dan kenyamanan,efisiensi pengolahan limbah. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemahaman mengenai aspek penting dalam konsep arsitektur berkelanjutan dan bagaimana cara penerapannya pada bangunan. Penerapan arsitektur berkelanjutan dicermati pada berbagai aspek yang terkait dengan perancangan bangunan, serta dampak aspek tersebut terhadap lingkungan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep arsitektur pada bangunan perkantoran merupakan suatu pendekatan berkelanjutan yang diterapkan dengan maksimal. Kajian olahan ini dilakukan berharap menjadi suatu pengetahuan dan referensi nantinya mengenai pemanfaatan dari hasil rancangan bangunan yang menerapkan konsep arsitektur berkelanjutan.  Kata Kunci:Arsitektur Berkelanjutan,Penerapan Arsitektur Berkelanjutan, Perkantoran,Lingkungan ABSTRACT. Issues Global environmental problems not only encourage the emergence of the need for the application of sustainable architectural concepts. The use of the concept of sustainable architecture itself must follow the principles of architectural standard, however, the condition of the natural environment is still prioritized in making a new change. This topic was chosen to find out how the concept of sustainable architecture can be implemented in a building, such as land efficiency, energy use efficiency, water conservation efficiency, material efficiency, health and well-being efficiency, waste treatment efficiency. This study aims to find out about the understanding of important aspects in the concept of sustainable architecture and how to apply it to buildings. The application of sustainable architecture is examined in various aspects related to building design, as well as the impact of these aspects on the environment using a qualitative descriptive method. The results of the study show that the application of architectural concepts to office buildings is a sustainable approach that is maximally applied. This processed study is carried out hoping to become a knowledge and reference later regarding the utilization of the results of building designs that apply the concept of sustainable architecture. Keywords: Sustainable Architecture,Application of Sustainable,Office,Environment
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR POSTMODERN PADA BANGUNAN TEATER JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI ALIFVIA MALINDA PUTRI; Jundi Jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.69-76

Abstract

ABSTRAK. Awal mula muncul konsep postmodern ini berawal dari kejenuhan masyarakat terhadap era modern yang hanya terlihat kaku dan monoton. Seperti pemakaian elemen geometris dalam suatu bentuk yang terlihat tidak fungsional dan sangat kurangnya inovasi dalam arsitektur modern yang telah berkembang pada masa itu. Konsep postmodern ini mulai dikenal sejak tahun 1970. Dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisis bangunan studi kasus yang menerapkan konsep arsitektur postmodern, bangunan yang menjadi studikasus yaitu bangunan Teater Jakarta di Taman Ismail Marzuki yang akan di analisis menggunakan prinsip arsitektur postmodern. Dengan tujuan penelitian yaitu untuk memahami konsep arsitektur postmodern dan penerapannya di bangunan studikasus. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan data yaitu primer dan sekunder. Bangunan Teater Jakarta ini dirancang dengan penggunaan material modern atau masa kini, tetapi tetap menonjolkan konsep tradisional dan tidak terlepas dari sejarahnya.Kata Kunci: Arsitektur, Postmodern, Teater Jakarta  ABSTRACT. The beginning of the emergence of this postmodern concept stems from the saturation of society against the modern era which only looks stiff and monotonous. Such as the use of geometric elements in a form that looks non-functional and the lack of innovation in modern architecture that had developed at that time. This postmodern concept has been known since 1970. With this in mind, this research will analyze a case study building that applies the concept of postmodern architecture, the building which is the case study, namely the Jakarta Theater building in Taman Ismail Marzuki which will be analyzed using postmodern architectural principles. With the aim of research is to understand the concept of postmodern architecture and its application in case study buildings. This research was conducted using a qualitative descriptive method with primary and secondary data collection. This research produces an analysis of the postmodern architectural principles applied to the Jakarta Theater building. The Jakarta Theater building was designed using modern or contemporary materials, but still emphasizes traditional concepts and is inseparable from its history. Keywords: Architecture, Postmodern, Jakarta Theatre