Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODULAR PADA RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA SIMPRUG, JAKARTA SELATAN Cindy Novita; Jundi Jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.153-160

Abstract

ABSTRAK. Terdapatnya pemanasan global. Perlunya konsep arsitektur modular yang material yang ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk memahami konsep arsitektur modular yang diterapkan pada Rumah Sakit Pusat Pertamina Simprug. Teori modular Le Corbusier dan teori arsitektur prefabrikasi Ryan E. Smith digunakan sebagai metode deskriptif kualitatif untuk variabel penelitian. Studi ini menemukan bahwa arsitektur modular telah diterapkan pada bangunan, setiap modul ruang maupun struktur prefabrikasi bangunan. Setiap ukuran modul ruang disesuaikan dengan pengguna dan berdasarkan skala manusia. Untuk struktur prefabrikasi, material prefabrikasi berbahan utama baja digunakan. Terlihat pada komponen struktural yang digunakan. Oleh karena itu, semua komponen bangunan ini menggunakan komponen modular. Kata Kunci: Arsitektur, Modular, Bangunan, Rumah, Sakit ABSTRACT. there is global warming. There is a need for a modular architectural concept with environmentally friendly materials. This study aims to understand the concept of modular architecture applied to the Pertamina Simprug Central Hospital. Le Corbusier's modular theory and Ryan E. Smith's prefabricated architectural theory are used as qualitative descriptive methods for research variables. This study found that modular architecture has been applied to buildings, each space module and prefabricated building structures. Each room module size is adjusted to the user and based on human scale. For prefabricated structures, prefabricated materials made from steel are used. It can be seen in the structural components used. Therefore, all components of this building use modular components. Keywords: Architecture, Modular, Building, House, Hospital
KAJIAN PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR ORGANIK PADA HUNIAN MAJEMUK STUDI KASUS : APARTEMEN THE WAVE, DENMARK Ray Faturrahman; Jundi Jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk merupakan permasalahan yang mempengaruhi kualitas hunian masyarakat. Hunian merupakan tempat tinggal yang menjadi dasar kebutuhan bagi manusia yang memenuhi kebutuhan hidup seperti beristirahat, berteduh, dan bersosialisasi. salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan yang baik adalah dengan menggunakan konsep hunian majemuk. Hunian majemuk merupakan hunian yang dikelompokan dan didalamnya terdapat fasilitas pendukung. Salah satu jenis hunian majemuk adalah apartemen.  Apartemen sebagai hunian perlu menciptakan kenyamanan. Konsep arsitektur organik merupakan strategi yang baik dalam menciptakan kenyamanan dengan cara memperhatikan keharmonisan lingkungan alam pada hunian. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara domukentasi dan observasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana penerapan konsep arsitektur organik pada objek studi apartemen yaitu The Wave, dengan menggunakan 8 prinsip arsitektur organik menurut Frank Lloyd Wright. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa apartemen The Wave sudah menerapkan 8 prinsip menurut Frank Lloyd Wright yaitu bangunan terinspirasi dari alam, mengikuti perkembangan zaman, pemanfaatan energi, sesuai kebutuhan, adaptasi lingkungan, material alami, berciri khas, dan memiliki irama. Kata Kunci: Kepadatan penduduk, Hunian, Hunian Majemuk, Metode Kualitatif, Arsitektur organik   ABSTRACT. Population density is a problem that affects the quality of community housing. Housing is a place to live that is a basic need for humans who meet life needs such as resting, shelter, and socialising. one strategy to create a good environment is to use the concept of compound housing. Multiple dwellings are grouped dwellings in which there are supporting facilities. One type of compound housing is an apartment.  Apartment as a residence needs to create comfort. The concept of organic architecture is a good strategy in creating comfort by paying attention to the harmony of the natural environment in housing. The research method used in this research is a qualitative method by means of documentation and observation. The purpose of this research is to examine how the application of the concept of organic architecture in the apartment study object, The Wave, using 8 principles of organic architecture according to Frank Lloyd Wright. The results of this study show that The Wave apartment has applied 8 principles according to Frank Lloyd Wright, namely Buiding as nature, Continous Present, Form follows flow, of The People, of the hill, Of the material, Youtgful and unespected, dan living music. Keywords: Population density, Residential, Multiple occupancy, Qualitative method, Organic architecture
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR SURYA PASIF PADA BANGUNAN PERKANTORAN SOUTH QUARTER Lutpi Alfian Firdaus; Jundi Jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Indonesia merupakan negara yang terletak digaris khatulistiwa sehingga memiliki iklim tropis. Wilayah negara yang memiliki iklim tropis akan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dengan skala yang cukup intens. Sinar matahari yang terik dapat membuat hunian menjadi tidak nyaman untuk ditempati oleh penggunanya. Biasanya masalah ini disebabkan oleh kurangnya ventilasi alami dan juga pencahayaan yang masuk ke dalam bangunan sehingga penggunaan AC akan terus meningkat. Arsitektur Surya pasif mengacu pada bangunan modern yang mempertimbangkan masalah ini. Banyak penyesuaian yang dilakukan pada bangunan gaya lama untuk melindunginya dari berbagai iklim seperti hujan, terik matahari, dan angin. Arsitektur surya pasif dibentuk dengan menggabungkan penggunaan energi matahari dengan arsitektur terkini yang berorientasi pada matahari. Arsitektur surya pasif menggunakan energi matahari untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang efisien (lebih hemat energi) serta memiliki ruang sirkulasi udara yang cukup, dan merupakan tipe arsitektur yang mengedepankan penghematan energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memahami penerapan prinsip arsitektur surya pasif dengan menganalisis bangunan perkantoran South Quarter sebagai objek penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penulis mendeskripsikan dan mengidentifikasikan setiap aspek-aspek yang terdapat pada penelitian ini berdasarkan landasan teori yang diangkat sebagai panduan. Pada penelitian ini terdapat temuan bahwa bangunan South Quarter ini telah menerapkan dan memenuhi aspek-aspek yang terkandung di dalam konsep Arsitektur Surya Pasif. Kata Kunci: Arsitektur surya pasif, Bangunan Perkantoran, hemat energi, energi matahari  ABSTRACT. Indonesia is a country located on the equator so it has a tropical climate. Areas of the country that have a tropical climate will receive sunlight all year round on a fairly intense scale. Hot sunlight can make a residence uncomfortable for its users to occupy. Usually this problem is caused by a lack of natural ventilation and lighting entering the building so that AC use will continue to increase. Passive Solar Architecture refers to modern buildings that take these issues into consideration. Many adjustments were made to old style buildings to protect them from various climates such as rain, hot sun and wind. Passive solar architecture is formed by combining the use of solar energy with the latest architecture that is oriented towards the sun. Passive solar architecture uses solar energy to meet electrical energy needs efficiently (more energy efficient) and has sufficient air circulation space, and is a type of architecture that prioritizes energy savings. The aim of this research is to find out and understand the application of the principles of passive solar architecture by analyzing the South Quarter office building as the object of its application. This research uses a qualitative descriptive method, the author describes and identifies each aspect contained in this research based on the theoretical basis which is adopted as guide. In this research, there are findings that the South Quarter building has implemented and fulfilled the aspects contained in the Passive Solar Architecture concept. Keywords: Passive solar architecture, Office Buildings, energy saving, solar energy  
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN, Bangunan Politeknik Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Muhammad Sidiq Alnawawi; Jundi Jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.143-152

Abstract

ABSTRAK. Seorang arsitek bertindak sebagai perancang konsep untuk pembangunan sebuah struktur. Oleh karena itu, konsep bangunan harus dipertimbangkan secara serius oleh seorang arsitek. Salah satu konsep yang bisa diadopsi adalah konsep industrial, yang menitikberatkan pada aspek fungsional dari suatu bangunan yang akan dibangun. Konsep arsitektur industrial pada dasarnya melibatkan perencanaan mengenai bentuk, bahan, dan elemen lainnya. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dalam penelitian ini. Pendekatan ini melibatkan observasi langsung dan tidak langsung terhadap objek penelitian, kemudian menganalisis data yang terkumpul melalui observasi dan menjelaskannya dalam bentuk narasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan wawasan atau gambaran yang sesuai dengan realitas di lapangan mengenai konsep arsitektur industrial. Hasil penelitian ini mencakup penjelasan rinci tentang konsep arsitektur industrial pada bangunan fasilitas pendidikan politeknik multimedia nusantara. Mulai dari bagaimana bentuk bangunannya, penggunaan material pada politeknik UMN ini, penggunaan warna, hingga bagian ekspos pada bangunan, sehingga mengetahui prinsip apa saja yang di terapkan pada politeknik UMN ini yang di duga menggunakan konsep arsitektur industrial. Kata Kunci: Arsitektur, Bangunan, Fasilitas Pendidikan, Industrial ABSTRACT. An architect acts as a concept designer for the construction of a structure. Therefore, the building concept must be considered seriously by an architect. One concept that can be adopted is the industrial concept, which focuses on the functional aspects of a building to be built. The concept of industrial architecture basically involves planning regarding form, materials and other elements. The author used descriptive qualitative research methods in this research. This approach involves direct and indirect observation of the research object, then analyzing the data collected through observation and explaining it in narrative form. The aim of this research is to provide insights or descriptions that are in accordance with the reality in the field regarding the concept of industrial architecture. The results of this research include a detailed explanation of the concept of industrial architecture in the Nusantara Multimedia Polytechnic educational facility building. Starting from the shape of the building, the use of materials at the UMN polytechnic, the use of color, to the exposed parts of the building so that later you will know what principles are applied at this UMN polytechnic which is thought to use the concept of industrial architecture. Keywords: Architecture, Building, Educational Facilities, Industrial
JEJAK ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA MASJID-MASJID TUA BERSEJARAH DI JAKARTA: Studi Kasus: Masjid Almukarromah Kampung Bandan, Masjid Luar Batang, Masjid Angke, Masjid Al Arif, dan Masjid Al Ansor Anisa Anisa; Irma Nurjannah; Jundi Jundullah Afgani; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 01 (2026): Purwarupa Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Masjid-masjid tua bersejarah di Jakarta adalah bangunan peribadatan dan juga bukti perkembangan Masyarakat multikultural yang berada di sekitar Pelabuhan. Penelitian ini mengambil kasus pada lima masjid tua bersejarah di Jakarta untuk menggali jejak arsitektur vernakular yang terkandung di dalamnya. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana bentuk bangunan, material, tata ruang, dan ornamen berkembang dari pengetahuan lokal dan adaptif terhadap budaya, sosial, dan iklim setempat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kelima masjid tersebut memiliki ciri vernakular, seperti atap limas atau tumpang yang merespons iklim tropis, penggunaan material lokal seperti kayu dan bata, serta detail sambungan kayu tradisional. Tata ruang terbuka dengan serambi luas mendukung fungsi sosial-keagamaan dan interaksi komunitas. Setiap masjid memiliki konteks unik, Masjid Almukarromah Kampung Bandan berada di sekitar komunitas pelabuhan dengan tradisi maritimnya; Masjid Luar Batang menjadi pusat ziarah yang menarik peziarah dari berbagai daerah; Masjid Angke yang menjadi saksi pengaruh Melayu, Arab, dan Bugis dalam bentuk bangunannya; sedangkan Masjid Al Arif dan Masjid Al Ansor mempertahankan skala kampung dengan suasana sosial yang akrab. Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Masjid Tua, Jakarta, Warisan Budaya, Islam Urban   ABSTRACT. Jakarta's historic old mosques are both places of worship and evidence of the development of a multicultural society around the port. This study examines five historic old mosques in Jakarta to explore the traces of vernacular architecture they contain. A qualitative approach using case studies was used to explore how building forms, materials, spatial layouts, and ornaments evolved from local knowledge and adapted to the local culture, society, and climate. The findings of this study indicate that all five mosques share vernacular characteristics, such as pyramidal or overlapping roofs that respond to the tropical climate, the use of local materials such as wood and brick, and traditional wood joinery details. Open layouts with spacious verandas support socio-religious functions and community interaction. Each mosque has a unique context: the Almukarromah Mosque in Kampung Bandan is located around a port community with its maritime traditions; the Luar Batang Mosque serves as a pilgrimage center that attracts pilgrims from various regions; the Angke Mosque bears witness to Malay, Arab, and Bugis influences in its architectural form; while the Al Arif Mosque and Al Ansor Mosque maintain a kampung scale with a friendly social atmosphere.  Keywords: Vernacular Architecture, Old Mosque, Jakarta, Cultural Heritage, Urban Islam
Kajian Konsep Techno Architecture Pada Jakarta International Stadium Fariz Amin Shobri; Jundi Jundullah Afgani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 01 (2026): Purwarupa Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arsitektur kontemporer yang semakin terintegrasi dengan teknologi mendorong lahirnya konsep techno architecture sebagai kelanjutan dari arsitektur industri dan high-tech. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan techno architecture pada Jakarta International Stadium melalui analisis sistem struktur, material, dan teknologi bangunan dengan metode kualitatif deskriptif naratif berbasis studi literatur dan studi kasus. Dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif naratif hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ini diwujudkan melalui penggunaan struktur bentang lebar baja, sistem atap adaptif dan bergerak, material berteknologi tinggi seperti ETFE dan PTFE, serta integrasi sistem mekanikal dan digital yang diekspose sebagai bagian dari ekspresi arsitektur, yang secara keseluruhan meningkatkan efisiensi struktural, fleksibilitas ruang, dan kinerja bangunan, sehingga menegaskan techno architecture sebagai pendekatan desain yang rasional dan relevan dalam menjawab tuntutan fungsional, keberlanjutan, dan adaptabilitas bangunan olahraga. Kata Kunci: Arsitektur Tekno, Teknologi Digital, Stadion, Jakarta ABSTRACT. The development of contemporary architecture, increasingly integrated with technology, has given rise to the concept of techno architecture as a continuation of industrial and high-tech architecture. This study aims to examine the application of techno architecture to the Jakarta International Stadium through an analysis of the building's structural systems, materials, and technology using qualitative, descriptive narrative methods based on literature reviews and case studies. Using qualitative research methods and a descriptive narrative approach, the results show that this concept is realized through the use of wide-span steel structures, adaptive and movable roof systems, high-tech materials such as ETFE and PTFE, and the integration of mechanical and digital systems exposed as part of the architectural expression. Overall, this enhances structural efficiency, spatial flexibility, and building performance, thus confirming techno architecture as a rational and relevant design approach in addressing the functional, sustainable, and adaptable demands of sports buildings.   Keywords: Techno Architecture, Digital Technology, Stadium, Jakarta