Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMBEKALAN KETERAMPILAN LAS DI PONDOK PESANTREN AL IKHSAN II, BENTOK, BATI-BATI Muhammad Firman; Muhammad Saukani; Saifullah Arief; Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.699 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5404

Abstract

Pondok Pesantren Al-Ikhsan II adalah Pondok Pesantren yang memiliki program pembelajaran Tahfidzh Al-Quran dan Program Alim serta program umum kurikulum kementerian agama. Tidak seperti pondok pesantren pada umumnya, di pondok pesantren ini, santri tidak diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan dengan kurikulum kementerian agama, semua keputusan diserahkan kepada santri dan orang tuanya. Sebagai upaya penikatan life skill santri, pihak pondok telah memiliki peralatan las listrik dan alat potong yang cukup lengkap, namun belum ada tenaga terampil untuk menggunakan dan melatih para santri, maka program ini belum terlaksana. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat inilah, permasalahan peningkatan life skill dalam bidang pengelasan akan diberikan. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan berupa penyampaian materi K3, Teknik pengelasan dan pemotongan. Selanjutnya pendampingan praktik pengelasan dan pemotongan dilakukan hingga santri mampu menghasilkan produk. Hasil program ini akan dipublikasikan pada jurnal MEDITEG Politeknik Negeri Tanah Laut atau Jurnal Pengabdian Masyarakat AL IKHLAS Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGELASAN BAGI MASYRAKAT DI DESA MUARA HALAYUNG KECAMATAN BERUNTUNG BARU KABUPATEN BANJAR Muhammad Firman; Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Irfansyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.947 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3892

Abstract

Masyarakat Muara Halayung 50% mata pencahariannya adalah sebagai petani denganproduksi pertanian Desa Muara Halayung adalah padi sawah dengan luas 754 Ha,yang menghasilkan padi per hektarnya 3,5 Ton. Untuk pertanian masa panen sekitarempat bulan antara bulan agustus sampai november, sedangkan masa tanam antarabulan januari sampai maret, jadi masyarakat muara halayung yang khususnya petanisekitar lima bulan bekerja diluar kampung mereka, oleh karena itu pemerintahan desadengan melalui Bamdes berkeinginan meningkatkan keterampilan pengelasan bagimasyarakat, sehingga diharapkan dengan keterampilan yang diberikan dapatmeningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan desa serta mengurangimasyarakat untuk mencari pekerjaan ditempat lain, pada saat tidak musim panen danmusim tanam. Mengelas adalah salah satu cara menyambung dua buah bagian logamsecara permanen dengan menggunakan tenaga panas untuk mencairkan bahan dasaryang akan disambung dengan elektroda atau kawat las sebagai pengisinya. Setelahdingin dan membeku maka akan terbentuklah ikatan yang kuat dan permanen. Darianalisis situasi di atas maka dirumuskan permasalahannya sebagai berikut: Belum adamasyarakat yang benar-benar mengerti tentang proses pengelasan yang baik dan benar.Minimnya pengetahuan masyarakat tentang proses pengelasan. Masih kurangnyaketerampilan masyarakat tentang perbengkelan pengelasan. Sedangkan solusi terhadappermasalahan tersebut dengan sentuhan Ipteks, yaitu : Mitra dapat meningkatkanketerampilan dengan cara pelatihan pengelasan secara intensif sampai mereka benarbenarmemahami baik secara teori maupun praktek dengan hasil pengelasan yang baik.Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan yaitu:dengan melakukan tutorial yaitu dengan memberikan teori sekalian mempraktekkannyalangsung dilapangan sehingga diharapkan transfer ilmu yang Tim pengabdian berikandapat diserap dengan cepat oleh mitra. Mitra nantinya diberikan job buat diselesaikansehingga pada saat selesainya kegiatan pengabdian ini mitra sudah dapat melaksanakanpengelasan yang baik dan menghasilkan produk yang dapat meningkatkanpendapatannya. Pelatihan pengelasan dilaksanakan secara bertahap dimana setiaptahapnya 4 jam, namun apabila masih diperlukan maka akan dilakukan penambahanwaktu pelaksanaannya. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancer danmendapat respon yang sangat baik dari para pemuda dan perangkat desa yangditunjukkan dengan antusiasnya mereka bertanya serta juga mencoba mempraktekkansecara langsung bagaimana cara mengelas yang benar dan menghasilkan hasilpengelasan yang baik. Antusias dari peserta pelatihan juga ditunjukkan dengan tidakberkurangnya peserta pada hari-hari berikutnya walau pun harinya agak hujan, merekasudah siap dari jam 08.00 pagi. Kegiatan pengelasan yang dilakukan adalah membuattempat duduk, memperbaiki media bermain anak-anak dan membuat rak buat tempatmenyusun peralatan dan bahan pengelasan.
DESAIN ULANG INSTALASI PERPIPAAN PADA MESJID NOOR BANJARMASIN Muhammad Firman; Muhammad Irfansyah; Budi Hartadi; Heri Irawan; Mujiburrahman Mujiburrahman
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 3, No 1 (2017): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.142 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v3i1.925

Abstract

Service aims to assist the pilgrims so that not too long queue when the purification ritual, so that problems that had been faced by the mosque Noor about the uneven distribution of water during ablution can be resolved by means of installing a piping system so that the water supply everyone on water tank or reservoir can be filled and evenly all these divisions reservoir, so that when the full-full of pilgrims could be served all and not so many pilgrims who cannot attend the prayer in congregation. The main target of this activity is the management of the mosque and the mosque, because they always get complaints and direct censure of pilgrims due to uneven supply of water during ablution, so they need to know how to properly install piping system.The method used to achieve the objectives that have been implemented are: to perform the installation of the channel that goes into reservoirs and channels out of the reservoir so that the distribution of water for ablution can be evenly and flowed perfectly.From the results of this activity all the reservoir can get a direct supply from the pump or other sources, the supply of water for ablution can run smoothly is that during these 14 taps of 43 taps for ablution place of men who do not get water supply now is 100% get water or completely get water supply, in the place of ablution women there are six taps that do not get water from 17 taps installed there now entirely get water supply, as well as the bathroom which amounted to 14 taps, as well as urinal male 8 taps obtain equitable water supply. Djuhur prayers and implementation are now only approximately 1 shap or 40 worshipers who pray it too late due to the late arrival of pilgrims.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DESAIN DAN RAB UNTUK PERANGKAT GAMPONG DAN PEMUDA KARANG TARUNA Irwansyah Irwansyah; Heri Irawan; Faiz Isma
Global Science Society Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diusulkan menyiapkan tenaga teknis yang akan dibekali kemampuan mendesain dan membuat rencana anggaran Biaya (RAB) dalam mendukung kegiatan peningkatan fasilitas Gampong Kuala Geulumpang. 6 bulan. Sasaran program kegiatan ini adalah perangkat Gampong Kuala Geulumpang sebagai mitra 1 dan pemuda karang taruna sebagai mitra 2. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Mitra 1 adalah belum adanya tenaga teknis di kalangan perangkat gampong sehingga semua kegiatan perencanaan di percayakan pihak ketiga.Permasalahan utama yang dihadapi oleh Mitra 2 adalah kurangnya wadah untuk menggali potensi pemuda gampong selain kegiatan olahraga.Kegiatan yang akan dilaksanakan selama Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Mitra 1 adalah melatih perangkat gampong untuk monitoring dan evaluasi .Kegiatan dilanjutkan pada mitra 2 yaitu bimbingan teknis desain gambar dan RAB menggunakan Autocad.Target dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu menyiapkan kader desa sebagai tenaga teknis yang mampu merancang desain gambar dan RAB pembangunan prasarana Gampong dan melatih perangkat Gampong supaya mampu memonitoring dan mengevaluasi pekerjaan teknik
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT FRESS ARANG BRIKET SEKAM PADI DI DESA TATAH BELAYUNG Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Suprapto; Saifullah Arief
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.8810

Abstract

Desa Tatah Belayung masyarakatnya rata-rata berpropesi sebagai petani tentunya dari hasil panen padi menghasilkan banyak limbah gabah biasanya masyarakat disana membungan limbah sekam padi sebagian lagi dijual ke pengepul. Padahal jika limbah sekam kulit padi diolah dan dijadikan sebagai prodak bahan bakar seperti briket, tentunya akan menghasilkan penghasilan tambahan selain dari beras. Sekam padi sering diartikan sebagai bahan buangan atau limbah penggilingan padi, keberadaannya cendrung meningkat yang mengalami proses penghancuran secara alami dan lambat, sehingga dapat mengganggu lingkungan juga kesehatan manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuat program pelatihan teknik pengolahan limbah sekam padi menjadi briket dan pembuatan alat press briket. Program ini melibatkan diskusi langsung dengan mitra untuk menentukan prioritas masalah dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat limbah sekam padi sebagai bahan bakar. Pelatihan yang diberikan memungkinkan masyarakat memahami proses pembuatan briket sekam padi dan pembuatan alat press briket.  Metode pelaksanaan kegiatan pengapdian kepada masyarakat ini di lakukan secara langsung melakukan diskusi awal dengan mitra untuk menentukan skala prioritas pemecahan masalah dan memperlacar kegiatan berikutnya. Mengadakan sosialisasi pentingnya manfaat sekam padi untuk memenuhi kebutuhan konsumen/pasar. Memberi pelatihan mengolah sekam padi menjadi briket arang untuk bahan bakar. Memberi pelatihan membuat alat press untuk mengolah sekam padi menjadi briket arang untuk bahan bakar. Kesimpulan dari hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa program pelatihan teknik pengolahan limbah sekam padi menjadi briket dan pembuatan alat press briket berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Tatah Belayung. Dalam program ini, dilakukan diskusi langsung dengan mitra untuk menentukan prioritas masalah dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat limbah sekam padi sebagai bahan bakar. Melalui pelatihan ini, masyarakat belajar cara membuat briket dari limbah sekam padi dan pembuatan alat press briket, serta mengerti bagaimana mengomposisikan limbah sekam padi dengan tepung kanji yang baik. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan dengan mengurangi dampak limbah sekam padi, program ini juga membantu meningkatkan potensi ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan limbah sekam padi sebagai sumber penghasilan tambahan. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan keterampilan dianggap sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat. Kesimpulannya, hasil pelatihan ini sangat positif dan berdampak baik bagi masyarakat Desa Tatah Belayung.
Pengembangan Turbin Angin Bubungan Atap Dengan Variasi Desain Bilah Sudu dan Sudut Kemiringan Sudu Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Suprapto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14302

Abstract

Turbin angin bubungan atap dirancang untuk memanfaatkan energi angin yang melintasi kemiringan atap bangunan untuk menghasilkan daya listrik yang kecil hingga sedang. Namun demikian, yang menjadi urgensi penelitian yaitu, turbin ini memiliki keterbatasan seperti, efisiensi dan keandalan kinerja masih kurang optimal, akibat desain yang kurang sesuai dengan karakteristik angin pada bubungan atap. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki efisiensi, keandalan, dan efektivitas desain turbin angin bubungan atap yang optimal di aplikasikan pada berbagai kondisi lingkungan, khususnya kecepatan angin bubungan atap yang tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kinerja turbin angin bubungan atap dengan membuat ekspriment tiga jenis desain prototipe turbin yang di uji pada wind tunnel untuk melihat efektivitas keandalan kinerja turbin angin bubungan atap paling optimal. Hasil pengujian kinerja turbin pada kecepatan angin terendah 3,48 m/s, sudu lengkung U sudut kemiringan sudu 150 mampu menampilkan efektivitas kinerja lebih optimal dimana putaran turbin sebesar 76,33 rpm, daya generator 69,76 Watt, dan efesiensi sebesar 11,26 %. di bandingkan sudu lengkung segitiga sudut kemiringan sudu 150 yang hanya mampu menampilkan efektivitas kinerja putaran 71,16 rpm, daya generator 61,69 Watt, dan efesiensi 9,65 %. Sedangkan sudu lengkung L sudut kemiringan sudu 150 menampilkan efektivitas kinerja paling rendah di mana putaran yang di hasilkan sebesar 59,13 rpm, daya generator 60,54 Watt, dan efesiensi sebesar 9,77 %. tetapi lebih baik jika di bandingkan dengan sudut kemiringan sudu 00, dan 300. Hal ini di perkuat hasil pengujian pada kecepatan angin tertinggi 6,21 m/s, sudu lengkung U dengan sudut kemiringan sudu 150 memiliki efektivitas keandalan kinerja lebih optimal di bandingkan sudu lengkung segitiga dan lengkung L dengan nilai putaran sebesar 249,28 rpm, daya generator 157,56 Watt, dan efesiensi sebesar 4,47%. Jika di bandingkan dengan hasil pengujian sudut kemiringan sudu 00, dan 300.
PELATIHAN PEMBUATAN AQUAPONIK DALAM UPAYA MEMBANTU MASYARAKAT MEMAHAMI DAN MEMANFAATKAN SISTEM PERTANIAN TERPADU Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Suprapto; Riadhul Muttaqin; Muhammad Irfansyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12603

Abstract

Kemajuan teknologi di era milenial ini mendorong petani maupun warga untuk mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan serta memiliki nilai efisiensi, kehigienisan, dan efektivitas tinggi. Sistem Pertanian secara akuaponik dengan penambahan perangkat sistem siplai aliran terintegrasi adalah salah satu teknologi pertanian tepat guna dan merupakan solusi yang tepat memanfaatkan pekarangan rumah yang terbatas dengan perpaduan budidaya tanaman dan ikan menggunakan sistem terpadu. Dalam kondisi sosial masyarakat warga komp griya anisah blok d Handil Bakti, Kec. Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Terdapat 26 KK mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah sangat beragam, mulai dari karyawan swasta, pekerja bangunan,  buruh angkut, ibu rumah tangga, dan  kebanyakan pekerja lepas. Di saat tidak bekerja kebanyakan warga berkebun sayur sayuran, beternak, dan budidaya ikan sebagian sampingan memamfaatkan lahan sempit, akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan membuat sistem ini jarang kita jumpai di pekarangan warga. Padahal pemanfaatan sistem akuaponik sangat tepat diterapkan pada wilayah perkotaan khususnya warga komp. Griya annisah blok d. Kabupaten Batola/Handil Bakti, banyak perumahan dengan lahan yang terbatas dan pola konsumtif air yang tinggi. Dengan perangkat solar sell sebagai penghasil energi listrik untuk mengoperasikan pompa dapat membuat sistem ini lebih efesien. Adapun tujuan pkm ini memberikan sosialisasi, pelatihan, dan mendemonstrasikan perangkat sistem akuaponik kepada warga. Hasilnya, warga lebih memahami pentingnya sistem akuaponik  perpaduan budidaya ikan dan sayuran yang saling terhubung dan memberi manfaat satu sama lain. Ini menunjukkan tingginya keingin tahuan warga terhadap perangkat akuaponik, dari 16 orang peserta 11 di antaranya memberikan respon positif terkait kegiatan ini. Selain itu, warga memiliki keterampilan dan pemahaman baik secara konsep maupun prinsif kerja penggunaan perangkat  teknologi pengkonversian solar sell sebagai sumber listrik alternatif yang ramah lingkungan untuk operasi pompa, Ini di ukur dari tingkat pemahaman warga dari 16 orang peserta 9 orang peserta mampu memperaktekkan baik secara konsep maupun prinsif kerja sistem ini. Selanjutnya, dengan  program demonstrasi perangkat akuaponik dapat meningkatkan pengetahuan warga, Hal ini di ukur dari tingginya keingin tahuan warga melalui program lanjutan terkait sistem akuaponik.
Proposed Improvements in Shrimp Business Productivity Irwan Efendi; Meri Andriani; Heri Irawan
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 11 No 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v11i01.9319

Abstract

Makmur Jaya is a vaname shrimp farming business, located in Kebun Kelapa Village, Secanggang District, Stabat. The problem faced by SMEs. Makmur Jaya is that poor input utilization causes productivity to decline. The research objective is to identify productivity and productivity improvement strategies at SMEs. Makmur Jaya. The method used in this research is the American Productivity Center (APC) method. The results of the study, the largest increase in the productivity index in period 4 by 1% while the largest decrease in the productivity index in period 2 by -46.74%, the highest increase in the profitability index in period 3 by 1% while the highest decrease in profitability index in period 2 by -55.06%, and the largest price improvement index occurred in capital period 2 by 1.62, while the smallest price improvement index occurred in material period 2 by 0.79. The study concludes that the decline in productivity occurred in period 2 by 46.74%, so it is necessary to increase productivity. Strategy to increase productivity in SMEs. Makmur Jaya is minimizing the use of inputs to produce large outputs. Based on the results of the calculation, the input can be reduced by 36.49% (RP. 107,969,896) and the output can be increased by 56.53% (RP. 107,296,767) so that the total productivity increases by 0.94% from the initial total productivity.
PENGARUH PENGGUNAAN SPOILER PADA MOBIL BOX TERHADAP KOEFISIEN DRAG Rendi, Rendi; Firman, Muhammad; Mujiburrahman, Mujiburrahman; Irawan, Heri
INFO-TEKNIK Vol 25, No 1 (2024): INFOTEKNIK VOL. 25 NO. 1 JULI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v25i1.15943

Abstract

This research aims to investigate the effect of spoiler usage on box trucks on the coefficient of drag. A high coefficient of drag on box trucks can result in inefficient fuel consumption and higher exhaust gas emissions. Spoilers are installed on the top of the box truck to help streamline airflow and reduce air pressure above the vehicle, thereby reducing air resistance and improving vehicle performance. Although spoilers on box trucks have been used in the logistics and transportation industry, their effect on the coefficient of drag has not been extensively studied. Therefore, this research is expected to provide information to optimize vehicle performance and reduce the negative impact of vehicles on the environment.
PENGUJIAN TURBIN ANGIN DARRIEUS DENGAN PENAMBAHAN DUEL STAGE KOMBINASI SUDU ., Mujiburrahman; Irawan, Heri
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING VOLUME 9, ISSUE 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14404

Abstract

Turbin angin Darrieus kombinasi adalah sebuah jenis turbin angin yang terdiri dari beberapa bentuk Darrieus rotor yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan efisiensi turbin angin. penelitian ini di tekankan pada kombinasi rotor sudu yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. Mengingat kecepatan angin di wilayah banjarmasin tergolong rendah. Sehingga di perlukan desain turbin yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. penambahan duel stage kombinasi sudu pada rotor turbin angin darrieus, yang di posisikan secara vertikal dan sejajar satu sama lain di duga mampu mengoptimalkan kinerja turbin. Darrieus dengan penambahan duel stage kombinasi sudu juga memiliki swap area lebih besar dalam mengekstrak energi kinetik menjadi energi mekanik. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh penambahan duel stage kombinasi sudu terhadap kinerja  turbin angin darrieus saat pengujian, Mengetahui penambahan duel stage kombinasi sudu darrieus terhadap berbagai kondisi kecepatan angin saat pengujian. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini melakukan ekspriment membuat  alat, pengujian alat, yang di simulasikan menggunakan wind tunnel, selanjutnya melakukan pengamatan data secara langsung pada Turbin Darrieus tanpa penambahan duel stage kombinasi sudu  dan menggunakan konsep penambahan duel stage kombinasi sudu. Hasilnya Turbin Darrieus dengan penambahan duel stage kombinasi sudu  menghasilkan kinerja lebih baik di bandingkan  tanpa menggunakan konsep penambahan duel stage kombinasi sudu. Pada kecepatan angin terendah 2,14 m/s putaran generator sebesar 49,40 rpm, daya generator sebesar 0,71 Watt, dan efesiensi 0,02%. Sedangkan pada kecepatan angin tertinggi 6,33 m/s mampu mencapai putaran generator sebesar 301,80 rpm, daya generator sebesar 217,53 Watt, dan efesiensi 2,59%. Sedangkan Pengaruh penambahan duel stage kombinasi sudu  mampu mengoptimalkan swap area sapuan angin lebih besar sehingga membuat rasio putaran ujung bilah sudu memiliki keseimbangan akibat gaya dorong  angin yang besar memutar generator. Hal ini dapat di lihat dari nilai tsr yang di hasilkan pada berbagai kondisi angin, di mana pada kecepatan angin terendah sebesar 2,99 dan tertinggi sebesar 53,9  lebih baik jika di bandingkan tanpa penambahan duel stage kombinasi sudu.Kata Kunci : Kecepatan angin, duel stage kombinasi , kinerja turbin.