Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik Komunitas Masyarakat Kota Metro Lampung Agus Sutanto; Hening Widowati; Handoko Santoso; Agus Sujarwanta; Mufahroyin Mufahroyin; Beny Saputra; Mia Cholvistaria; Paulina Eva Rista; Anisa Sholihah; Adinda Purnama Maharani; Elysa Vironica; Anggi Aprilia; Akhmad Syaferi; Bekti Satriadi
SINAR SANG SURYA Vol 9 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4173

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT), Bank Sampah (BS), serta Sekolah Dasar dan Menengah Muhammadiyah di Kota Metro yang terdiri dari 70 perwakilan dalam pengelolaan sampah organik melalui pelatihan pertanian organik dan budidaya sederhana. Tujuan pengabdiannya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengolah sampah organik menjadi kompos, pupuk cair, eco-enzyme, serta menerapkan budidaya ikan dalam ember (DIBER) dan holtikultura serta cabe jawa skala rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, demonstrasi praktik, dan pendampingan intensif dengan instrumen penilaian mencakup pemahaman awal, kesiapan bahan dan alat, motivasi, analisis kendala, pengalaman terkait, ekspektasi, serta penyesuaian materi.  Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pertanian organik (85%), pengolahan kompos (78%), dan teknik DIBER, ecoenzym, budidaya cabe dan holtikultura  (72%). Sebanyak 65% peserta telah mempraktikkan pembuatan kompos, pupuk organik cair dan eco-enzyme di rumah, sementara 70% mulai menerapkan budidaya cabe jawa,  sayuran  dan ikan secara mandiri. Dampak program meliputi pengurangan sampah organik di lingkungan sekolah dan rumah tangga, peningkatan produktivitas pertanian skala kecil, serta terbentuknya kemandirian ekonomi melalui penjualan hasil budidaya.  Kendala utama meliputi keterbatasan waktu luang (45%), bahan baku (30%) dan ruang praktik/alat dan bahan  (25%), namun solusi seperti pemanfaatan limbah rumah tangga dan pendampingan berkelanjutan berhasil mengatasi tantangan tersebut. Ekspektasi peserta mencakup perluasan praktik ke komunitas lebih luas (80%) dan pendampingan teknis (60%). Indikator keberhasilan meliputi pemanfaatan 90% sampah organik, peningkatan produksi pertanian organik, dan adopsi teknologi sederhana seperti budidamber dan budidaya cabe jawa. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap Pembelajaran Hybrid pada Mata Kuliah Sains Mia Cholvistaria; Ade Gunawan; Dasrieny Pratiwi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 2 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i2.5520

Abstract

Pembelajaran hybrid yang menggabungkan tatap muka dan daring telah banyak diterapkan di pendidikan tinggi, namun penerapannya pada mata kuliah sains masih perlu dikaji karena membutuhkan penjelasan konseptual, interaksi, dan praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap pembelajaran hybrid pada mata kuliah sains. Penelitian menggunakan metode survei cross-sectional terhadap 112 mahasiswa dengan kuesioner 15 butir skala Likert dan pertanyaan terbuka. Data dianalisis secara deskriptif dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan Cronbach’s alpha. Hasil menunjukkan bahwa kesiapan teknologi mahasiswa tergolong tinggi, dengan 100% mahasiswa memiliki smartphone dan 75% memiliki laptop. Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran hybrid berada pada kategori positif dengan rerata 3,87 dari skala 5. Aspek kejelasan penjelasan tatap muka memperoleh respons tertinggi sebesar 91%, sedangkan kenyamanan diskusi daring lebih rendah sebesar 68%. Sebanyak 63% mahasiswa memilih pembelajaran tatap muka penuh dan 37% memilih hybrid. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran hybrid diterima cukup baik, tetapi perlu penguatan pada interaksi daring, stabilitas internet, dan desain praktikum.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Program  Agroeduwisata Melon Organik Kalibening (Agromelka) di Lampung Timur Hening Hening; Agus Sutanto; Nani Septiana; Mia Cholvistaria cholvis; Beny Saputra
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.202681.24681

Abstract

Kalibening Village, East Lampung, is dominated by the agricultural sector with a monotonous rice and corn planting pattern that leads to decreased soil fertility, pest escalation, and dependence on chemical inputs. The majority of the harvest is sold to middlemen at low prices, and 234 families are categorized as poor families. Women Farmers Groups (KWT), which constitute 49% of the population, have potential but are hampered by a lack of knowledge and skills in organic cultivation, post-harvest processing, and digital marketing. The Agromelka Community Service Program (PkM) aims to empower KWT through training in organic melon and vegetable cultivation, the production of patented organic fertilizer (Pumakkal), diversification of processed products (organic pecel, ice cream, nuggets, juice), and digital-based agro-edu-tourism management. Implementation methods include socialization, training, intensive mentoring, and the application of technology (Venturi Injectors, IoT, screenhouses). As a result, there has been an increase in KWT capacity in production and marketing management, as evidenced by the ability to make processed products, packaging, branding, and manage educational gardens. This program contributes to SDGs 3 (Healthy Life) and 12 (Responsible Consumption and Production), as well as supporting the university's KPI