Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KARAKTERISTIK KUANTITATIF UKURAN TUBUH DAN BODY CONDITION SCORE PADA SAPI FRIES HOLLAND PERIODE DARA DI BPPIB-TSP BUNIKASIH CIANJUR Nisa, Khoirun; Indrijani, Henni; Tasripin, Didin Supriat
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 6, No 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v6i1.58073

Abstract

Sapi perah Fries Holland merupakan komoditas ternak perah yang paling popular di kalangan peternak, karena dapat memproduksi susu dengan jumlah yang tinggi.  Sapi dara adalah ternak yang belum mengalami perkawinan sehingga belum memproduksi susu, oleh karena itu pemeliharaan dara perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kuantitatif ukuran tubuh meliputi lingkar dada, tinggi pundak dan panjang badan sapi perah Fries Holland dan nilai Body Condition Score di BPPIB-TSP Bunikasih Kecamatan Warungkonang, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024 dengan menggunakan sampel sebanyak 12 ekor sapi perah Fries Holland periode dara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sapi perah Fries Holland periode dara umur 15-18 bulan memiliki rata-rata ukuran lingkar dada 162,25 ± 1,80 cm, tinggi pundak  126,91 ± 1,25 cm, dan panjang badan 133,58 ± 1,63 cm. Nilai BCS sapi perah Fries Holland periode dara di BPPIB-TSP Bunikasih adalah 3.25 sebanyak 2 ekor, nilai BCS 3.5 sebanyak 6 ekor dan nilai BCS 3.75 sebnayak 4 ekor. ukuran tubuh sapi perah Fries Holland periode dara di BPPIB-TSP Bunikasih pada umumnya seragam dan memenuhi standar pada Badan Standarisasi Nasional Tahun 2022 dan juga nilai BCS yang dikategorikan cukup baik.
Pengaruh Pemberian Feed Supplement dalam Ransum Lengkap Terhadap Performans Pedet Sapi Perah yang Dipelihara Di Dataran Sedang Santoso, Ivanna Griselda Dasaliani; Salman, Lia Budimulyati; Tasripin, Didin Supriat; Mutaqin, Bambang Kholiq; Tanuwiria, Ujang Hidayat
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i2.35887

Abstract

Feed supplement adalah bahan tambahan yang ditambahkan ke dalam ransum yaitu zat-zat nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian feed supplement dalam ransum lengkap terhadap performans pedet sapi perah yang dipelihara di dataran sedang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL). Perlakuan terdiri atas P0= 65% Hijauan + 35% K0 (100% konsentrat); P1= 65% Hijauan + 35% K1 (97% konsentrat + 3% tepung ikan terproteksi); P2= 65% Hijauan + 35% K2 (95% konsentrat + 3% tepung ikan terproteksi + 2% Ca-PUFA); P3= 65% Hijauan + 35% K3 (93% konsentrat + 3 % tepung ikan terproteksi + 2% Ca-PUFA + 2% mineral organik). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, pertambahan panjang badan, dan pertambahan tinggi pundak.
Body measurements of etawa crossbreed goats in Sidamulih District, Pangandaran Regency Fajar rahman syawali; Bambang Kholiq Mutaqin; Didin Supriat Tasripin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i1.12971

Abstract

Goats are small ruminants useful for humans as animal protein producers in the form of milk and meat. This research was carried out on 25-26 May 2024 in Sidamulih District, Pangandaran Regency. This research aimed to determine the measurements of etawa crossbreed goats, measuring 33 goats with ages <1 year, 1-2 years, and >2 years in the Sidamulih District. The research method used is a quantitative descriptive method. The results showed that the body measurements of etawa crossbreed goats in Sidamulih District are relatively uniform; however, in Doethe, the doe <1 year old is not uniform. The average chest circumference in Doedoe and bucks aged <1 year, 1-2 years, >2 years were 53.10±13.90 cm, 72.92±10.92 cm, 78.55±12.75 cm, and 51.90±0.60 cm, 82.83±6.83 cm, 90.20±14.20 cm, respectively. The average body lengths of Doedoe and bucks aged <1 year, 1-2 years, >2 years were 53.10±13.90 cm, 72.92±10.92 cm, 78.55±12.75 cm, and 51. 90±0.60 cm, 76.83±5.83 cm, 81.80± 12.20 cm, respectively. The average shoulder height of Doedoe and bucks aged <1 year, 1-2 years, >2 years were 51.37±10.37 cm, 73.88±10.88 cm, 77.30±7.89 cm, and 50.25±1.75 cm, 78.05±1.95 cm, 86.00±9.70 cm, respectively. The last variable, the average body weights of Doe and bucks aged <1 year, 1-2 years, >2 years were 17.50±9.50 kg, 42.13±4.88 kg, 53.00±4.00 kg, and 14.50±0,50 kg, 43.20±11.80 kg, 68.40±27.40 kg. These results indicate that female and male goats aged 1-2 years and >2 years have met the SNI requirements. Female goats aged <1 year do not meet the SNI requirements, while male goats aged <1 year and >2 years do not meet the SNI requirements.
Body size performance (shoulder height, body length, and chest size) of Murrah Buffalo Alvin Syah Muhammad Noor; Didin Supriat Tasripin; Bambang Kholiq Mutaqin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i1.13088

Abstract

The research on the body measurements of female and male Murrah Buffalo was carried out in December 2023 on Pagar Merbau Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra. The research aimed to know body measurements, including shoulder height, body length, and chest size, of Murrah Buffalo which were aged <1.5 years old, 1.5-3.5 years old and >3.5 years old on Pagar Merbau Subdistrict. The number of buffalo studied was 113, including 99 female buffalo and 14 male buffalo. The research method uses a descriptive quantitative method with a case study approach. Data collection uses the snowball sampling technique. The results showed that the averaged shoulder height of Murrah Buffalo females aged <1.5 years old, 1.5-3.5 years old and >3.5 years old were 89.82±15.77 cm, 124.67±3.25 cm, and 135.65±6.24 cm; in males, they were 84.79±16.40 cm, 121 cm, and 147 cm, respectively. Meanwhile, the average body length in females was 83.50±26.74 cm, 122.73±2.92 cm, and 131.26±6.23 cm; in males, it was 89.67±23.04 cm, 119 cm, and 151 cm, respectively. Furthermore, the average chest size in females was 102.82±24.73 cm, 189.15±13.76 cm, and 202.61±12.24 cm; in males, it was 106.33±26.13 cm, 201 cm, and 209 cm. The conclusion is that the body size of the Murrah buffalo in Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency, is relatively proportional to the body size of the cheap buffalo.
Peningkatan Performa Sapi Perah melalui Teknologi Rekayasa Reproduksi di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang Salimah, Aldena Bina; Christi, Raden Febrianto; Tasripin, Didin Supriat; Suryanah, Sari; Suharwanto, Dwi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.64651

Abstract

This community service program was designed to enhance the knowledge and practical skills of dairy farmers in Cijambu Village, Tanjungsari Subdistrict, Sumedang Regency, regarding the application of reproductive biotechnology. Farmers commonly experienced repeated failures in artificial insemination (AI) due to inaccurate estrus detection and insufficient understanding of reproductive management. The program was conducted through a pre-test, counseling session, discussion, and post-test. Evaluation results showed improved farmer comprehension, as seen in post-test scores: reproductive technology (from 45% to 85%), estrus and reproductive cycles (from 60% to 90%), and reproductive management (from 35% to 80%). This activity effectively enhanced the farmers' capabilities in managing dairy cattle reproduction more optimally.Keywords: dairy cattle, artificial insemination, reproductive technology, counseling
PENGARUH PAKAN SUPLEMEN TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN DAN EFISIENSI PRODUKSI SUSU SAPI PERAH LAKTASI DI KELOMPOK TERNAK BOJONG KAWUNG PASIR JAMBU Salsabila, Aleefa Devi; Tanuwiria, Ujang Hidayat; Tasripin, Didin Supriat
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.2970

Abstract

Rendahnya produktivitas sapi perah laktasi yang disebabkan oleh rendahnya kualitas pakan yang dikonsumsi perlu ditangani dengan adanya perbaikan kualitas pakan. Perbaikan kualitas pakan tersebut dilakukan dengan penambahan pakan suplemen disertai dengan proteksi kandungannya agar kandungan nutrien yang terkandung dalam pakan lolos dari degradasi rumen sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sapi perah laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan suplemen terhadap konsumsi, kecernaan dan efisiensi produksi susu sapi perah laktasi di Kelompok Ternak Bojong Kawung Pasir Jambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan analisis matematika Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan selama 10 minggu menggunakan 20 ekor sapi perah laktasi dengan periode laktasi 1-2, bulan laktasi 3-5 dan produksi susu 8-14 kg. Perlakuan penelitian terdiri atas R0: 70% hijauan + 30% konsentrat (100% konsentrat), R1: 70% hijauan + 30% konsentrat (97% konsentrat + 3% protein by-pass), R2: 70% hijauan + 30% konsentrat (95% konsentrat + 3% protein by-pass + 2% asam lemak essensial by-pass) dan R3: 70% hijauan + 30% konsentrat (90,7% konsentrat + 3% protein by-pass + 2% asam lemak essensial by-pass + 4,3% mineral organik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan efisiensi produksi susu sapi perah laktasi.Kata kunci: kata kunci terdiri dari 3-6 kata dari istilah-istilah yang dikupas secara khusus pada artikel.