Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Pelayanan Informasi Obat (PIO) Terhadap Kepuasan Pasien Instalasi Farmasi Klinik Griya Sehat Metro Safira Silvia Revani; Afi Sania Rosanti; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2642

Abstract

Drug information services are an important aspect of improving pharmaceutical services or raising public awareness of the pharmacist profession. By providing drug information services to patients, pharmacists can contribute to ensuring patients receive optimal therapy. The purpose of this study was to analyze the relationship between drug information services (PIO) and patient satisfaction at the Griya Sehat Metro Clinic pharmacy and to determine the level of patient satisfaction with drug information services at the Griya Sehat Metro Clinic. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design and a sample size of 115 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire with five dimensions of Servqual. Based on the results, there was a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro, with a P-value of 0.000. The level of satisfaction with medication information services among patients at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro for medication information services was categorized as very good at 62,6%. Patient satisfaction for the reliability dimension was categorized as satisfied at 74,8%, the responsiveness dimension was categorized as satisfied at 63,5%, the assurance dimension was categorized as satisfied at 67,8%, the empathy dimension was categorized as satisfied at 69,6%, and the tangibility dimension was categorized as satisfied at 70,4%. The conclusion is that there is a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Lotion Kombinasi Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) Dan Minyak Kelapa (Cocos Nucifera) Riza Dwiningrum; Diah Kartika Putri; Afi Sania Rosanti; Khairunisa Azzahra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3316

Abstract

Paparan sinar matahari berlebih dapat memicu pembentukan radikal bebas yang berdampak negatif terhadap kesehatan kulit, seperti penuaan dini, kulit kering, hingga risiko kanker kulit. Proteksi terhadap kerusakan tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan antioksidan alami. Biji kopi robusta (Coffea canephora) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang bersifat antioksidan, sedangkan minyak kelapa (Cocos nucifera) memiliki efek emolien untuk menjaga kelembapan kulit. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan merumuskan sediaan lotion berbasis kombinasi ekstrak biji kopi robusta dan minyak kelapa serta mengevaluasi mutu fisik dan stabilitasnya. Tiga formula diuji, yaitu F1 (4%:2%), F2 (6%:3%), dan F3 (8%:4%). Evaluasi meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, viskositas, dan stabilitas selama 14 hari penyimpanan pada suhu ruang. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi kriteria mutu fisik awal sesuai SNI 16-4399-1996. Variasi konsentrasi ekstrak dan minyak kelapa tidak berpengaruh signifikan terhadap mutu fisik sediaan, namun konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi cenderung menurunkan stabilitas warna akibat oksidasi senyawa aktif. Formula F1 dipilih sebagai yang paling baik karena menunjukkan kestabilan fisik paling konsisten, tidak mengalami perubahan warna selama penyimpanan, serta memiliki daya sebar dan viskositas yang berada dalam rentang standar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi ekstrak biji kopi robusta 4% dan minyak kelapa 2% merupakan formulasi yang optimal berdasarkan uji mutu fisik dan stabilitas.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Pengobatan Asam Urat Oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Dinda Naziah; Riza Dwiningrum; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Penyakit asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat memanfaatkan pengetahuan lokal mengenai tumbuhan obat melalui praktik pengobatan tradisional. Bidang etnomedisin mempelajari pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional yang berkembang di masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pengolahannya dalam pengobatan tradisional asam urat oleh masyarakat Kampung Kalirejo, Kabupaten Kalirejo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan narasumber dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 37 responden yang memiliki pengetahuan tentang tanaman obat. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel untuk menentukan persentase setiap kategori. Hasil penelitian memperoleh 16 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat asam urat, Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan dalah Salam (19%). Bagian yang paling banyak digunakan adalah daun (46%), rimpang (27%), batang (19%), herba (5%) dan buah (3%). Cara pengolahan dengan cara direbus paling dominan digunakan sebesar (84%). Kesimpulan dari penelitian ini masih banyak tumbuhan berkhasiat sebagai pengobatan asam urat yang digunakan oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Kata Kunci: Asam Urat, Etnomedisin, Pemanfaatan ABSTRACT Hyperuricemia is one of the health problems commonly found in rural areas. To overcome this, communities utilize local knowledge of medicinal plants through traditional healing practices. The field of ethnomedicine studies the knowledge and traditional medical practices developed within communities in utilizing plants as medicine. This research aimed to identify the types of plants, plant parts used, and processing methods in the traditional treatment of uric acid disease by the community of Kalirejo Village, Kalirejo District. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Respondents were selected using purposive sampling, involving 37 individuals with knowledge of medicinal plants. Data were analyzed descriptively using Microsoft Excel to determine the percentage of each category. The results showed that 16 plant species were used for uric acid disease treatment, with Syzygium polyanthum (salam) being the most frequently used (19%). The most utilized plant part was leaves (46%), followed by rhizomes (27%), stems (19%), herbs (5%) and fruits (3%). The most dominant processing method was boiling (84%). In conclusion of this study is that there are still many plants with medicinal properties for treating gout that are used by the people of Kalirejo Village in Central Lampung Regency. Keywords: Ethnomedicine, Uric Acid, Utilization
Formulasi Sediaan Lotion Fraksi Etanol Kulit Coklat (Theobroma cacao L) Sebagai Antioksidan Suci Humayroh; Afi Sania Rosanti; Diah Kartika Putri; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3629

Abstract

ABSTRACT Kulit salah satu organ terluar tubuh yang rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas dari sinar ultraviolet dan faktor lingkungan lainnya. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan kulit, penuaan dini hingga kanker kulit, sehingga diperlukan perlindungan kulit dengan senyawa antioksidan. Kulit coklat (Theobroma cacao L) diketahui mengandung flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan lotion berbasis fraksi etanol kulit coklat serta menilai sifat fisik dan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan fraksinasi, kemudian diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu F1(0,05gr), F2(0,1gr), dan F3(0,2gr). Evaluasi mutu fisik mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil sediaan lotion fraksi etanol kulit coklat memenuhi semua syarat mutu fisik yang tidak memenuhi syarat mutu fisik pada uji proteksi F1&2. Hasil aktivitas antioksidan sediaan lotion fraksi etanol F1 sedang (126,6 ppm), F2 sangat kuat (48,55 ppm), dan F3 sangat kuat (36,67 ppm). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa F3 memenuhi semua kriteria mutu fisik sediaan lotion dan memiliki kandungan antioksidan terbaik, Penelitian ini juga menjadi Upaya pemanfaatan limbah kulit coklat (Theobroma cacao L) sebagai bahan baku kosmetik yang ramah lingkungan sehingga dapat menjadi dasar untuk pengembangan produk kosmetik herbal yang efektif dan aman. Kata Kunci: Antioksidan, DPPH, IC50, kulit coklat, lotion ABSTRACT The skin is one of the outermost organs of the body that is vulnerable to damage caused by free radicals from ultraviolet radiation and other environmental factors. Such conditions may trigger skin damage, premature aging, and even skin cancer, thus requiring protection with antioxidant compounds. Cocoa shell (Theobroma cacao L.) contains flavonoids and polyphenols that have potential as natural antioxidants. This study aimed to formulate a lotion preparation based on the ethanol fraction of cocoa shell and to evaluate its physical properties and antioxidant activity based on IC50 values. Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol, followed by fractionation, and the fraction was then formulated into three concentrations: F1(0.05gr), F2(0.1gr), and F3(0.2gr). Physical evaluations included organoleptic test, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, and protection, while antioxidant activity was tested using the DPPH method. The results showed that all lotion formulations met physical quality requirements, except that F1 and F2 did not meet the criteria in the protection test. Antioxidant activity of the ethanol fraction lotion was classified as moderate for F1 (126.6 ppm), and very strong for F2 (48.55 ppm) and F3 (36.67 ppm). In conclusion, F3 fulfilled all physical requirements and had the best antioxidant activity. This study also represents an effort to utilize cocoa shell waste (Theobroma cacao L.) as an eco-friendly cosmetic ingredient and a foundation for the development of safe and effective herbal cosmetic products. Keywords: Antioxidant, DPPH, IC50, cocoa shell, lotion
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotik Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Ahmad Zul Khoiri; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4997

Abstract

Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting khususnya di negara berkembang. Pengobatan lini pertama untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan antimikroba antara lain antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoal.  Tujuan penelitian ini untuk  menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien rawat jalan terhadap penggunaan antibiotik. Studi ini menggunakan  metode penelitian  deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 100 pasien rawat jalan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang pernah mengonsumsi antibiotik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukan pasien dengan pengetahuan baik sebanyak 49% responden, pengetahuan cukup sebanyak 37% responden dan pengetahuan rendah sebanyak 14% responden. Pasien dengan kepatuhan tinggi sebanyak 14% responden, kepatuhan sedang sebanyak 23% responden dan kepatuhan rendah sebanyak 63% responden. Uji analisis hubungan pengetahauan dengan kepatuhan pengobatan dengan chi-square menunjukan terdapat hubungan yang signifikat antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien  rawat jalan dengan nilai p-value = 0,004 (p< 0,05).  
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dan Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Juliatika Kurniawati; Vicko Suswidiantoro; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas tersebut, salah satunya berasal dari tumbuhan yang kaya senyawa metabolit sekunder. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian dilakukan melalui tahapan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan pada variasi perbandingan ekstrak (25 mg:75 mg), (50 mg:50 mg), dan (75 mg:25 mg). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Nilai IC₅₀ kombinasi ekstrak berturut-turut sebesar 1,396 ppm; 0,533 ppm; dan 3,164 ppm, yang seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (<50 ppm). Kontrol positif vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 7,214 ppm. Kombinasi ekstrak dengan perbandingan 50 mg:50 mg menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.
The Correlation Between Mothers’ Knowledge Level And Polio Immunization Coverage At Dahlia Integrated Healthcare Center Of Datarajan adi saputra; Vicko Suswidiantoro; Fina Aulika Lestari; Diah Kartika Putri
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.4306

Abstract

Polio is a dangerous contagious disease that continues to threaten children, with recent cases re-emerging in Indonesia due to low immunization coverage. A lack of maternal knowledge has been identified as one of the main barriers to the success of polio immunization programs. This study aims to analyze the correlation between mothers’ knowledge level and polio immunization coverage among children at Dahlia Integrated Healthcare Center of Datarajan Village. A quantitative cross-sectional study was conducted from February to April 2025 in Datarajan Village of Tanggamus Regency, involving 47 respondents. Data were collected using a questionnaire on mothers’ knowledge and children’s immunization status and analyzed using univariate and bivariate methods. The results showed that most mothers had a “Moderate” level of knowledge (53%), while the majority (91%) of children had received complete polio immunization. Statistical analysis revealed no significant correlation between mothers’ knowledge level and completeness of polio immunization p value 0,071. The high coverage of complete immunization despite varying knowledge levels highlights the important role of reminders provided by local midwives in ensuring immunization completion. Factors such as a child’s illness were cited as reasons for incomplete immunization. In conclusion, no significant correlation was found between mothers’ knowledge level and polio immunization coverage. The completeness of immunization was more strongly influenced by the proactive role of healthcare workers in reminding parents of immunization schedules.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WARGA DESA TANJUNG AGUNG DALAM MEMANFAATKAN KULIT KAKAO SEBAGAI ANTIDIABETES Iga Mayola Pisacha; Dewi Damayanti Abdul Karim; Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Iqfan Adi Rismawan; Doni Faizal; Etik Purwanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40245

Abstract

Kulit kakao memiliki peran penting dalam mencegah diabetes, berfungsi sebagai pengobatan herbal yang membantu proses penurunan diabetes. Namun, di Kabupaten Pesawaran, masyarakat menghadapi tantangan dalam akses terhadap obat berkualitas dan kurangnya kemampuan mengolah tumbuhan pertanian lokal sebagai alternatif pengobatan dan penghasilan. Observasi menunjukkan banyak warga Desa Tanjung Agung kesulitan mendapatkan pengobatan efektif, dengan keterbatasan dana dan masalah dalam rantai pasokan obat. Kurangnya metode pembelajaran yang variatif membuat masyarakat kurang mengenal dan menghargai tanaman tradisional sebagai alternatif pengobatan, padahal warga memiliki kelompok tani kakao yang sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tanpa intervensi yang tepat, pengetahuan masyarakat mengenai pengobatan herbal menjadi sangat terbatas, berpotensi mengakibatkan hilangnya warisan budaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan manfaat teh kulit buah kakao dengan menggunakan metode ceramah dan pelatihan. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan dan pengecekan kesehatan. Dengan harapan dapat mengatasi permasalahan utama yang diidentifikasi termasuk rendahnya pengetahuan tentang diabetes dan manfaat kulit kakao. Antusias warga begitu besar terhadap adanya kegiatan tersebut, parameter kesuksesan program diukur dari peningkatan pengetahuan peserta saat pretest dan posttest. Hasil analisis data diperoleh terjadinya peningkatan pengetahuan warga dari 49,40% menjadi 87,80%. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan tradisional, sehingga dapat mengembangkan identitas dan kebanggaan terhadap budaya lokal yang melimpah.
ESTUTI: Ethnomedicine and Transformation of Ice Cream to Prevent Stunting Using Family Medicinal Plants in Tanggamus Diah Kartika Putri; Fina Aulika Lestari; Taufiki Miftausakina; Amalia Siti Nurazizah; Adi Saputra; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2951

Abstract

The stunting prevalence rate for Lampung Province based on the 2022 SSGI averages 15.2% and Tanggamus Regency is ranked fourth with the highest stunting prevalence, namely 20.4%. This research aims to use TOGA as a spearhead for treating stunting in toddlers using Moringa leaves and ginger rhizomes. Moringa leaves (Moringa Oleifera Lam.) can be used as a potential alternative source of protein and calcium to meet children's nutritional needs. The ESTUTI formulation is divided into 3 formulations with differences in Moringa leaf extract and ginger, namely 25gr/100ml water, 50gr/100ml water, and 75gr/100ml water. Tests in this research include organoleptic tests, hedonic tests and melting point tests. The results show that the most preferred "ESTUTI" formulation is F1 with the formula Moringa leaves: ginger 25gr/100ml water. The combination of ginger and Moringa leaves is rich in nutritional value as an anti-stunting agent which the community responded well to during outreach. So it is hoped that it will be able to provide information on snacks as functional foods that have new qualities and qualities as anti-stunting by utilizing plants that grow abundantly around and developing the community's innovation and entrepreneurship experience.Key words: Curcuma xanthorriza; Ethnomedicine; Formulation; Ice cream; Moringa oleifera Lam; Stunting 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Swamedikasi Dismenorea Pada Siswi Di SMAN 1 Gading Rejo Yola Oktarina; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri; Fina Aulika Lestari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya kejadian dismenorea mendorong remaja melakukan penanganan secara swamedikasi. Pengetahuan yang baik mengenai dismenorea diperlukan agar penanganan yang dilakukan tepat dan aman. Kurangnya pengetahuan dapat memengaruhi sikap remaja dalam melakukan swamedikasi dismenorea.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap swamedikasi dismenorea pada siswi di SMAN 1 Gading Rejo.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap responden. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 105 responden (45,65%) dan baik sebanyak 102 responden (44,35%). Sikap swamedikasi dismenorea mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 204 responden (88,70%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,064 (>0,05).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap swamedikasi dismenorea pada siswi di SMAN 1 Gading Rejo. Tingkat pengetahuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap siswi dalam melakukan swamedikasi dismenorea.