Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Pengobatan Asam Urat Oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Dinda Naziah; Riza Dwiningrum; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Penyakit asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat memanfaatkan pengetahuan lokal mengenai tumbuhan obat melalui praktik pengobatan tradisional. Bidang etnomedisin mempelajari pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional yang berkembang di masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pengolahannya dalam pengobatan tradisional asam urat oleh masyarakat Kampung Kalirejo, Kabupaten Kalirejo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan narasumber dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 37 responden yang memiliki pengetahuan tentang tanaman obat. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel untuk menentukan persentase setiap kategori. Hasil penelitian memperoleh 16 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat asam urat, Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan dalah Salam (19%). Bagian yang paling banyak digunakan adalah daun (46%), rimpang (27%), batang (19%), herba (5%) dan buah (3%). Cara pengolahan dengan cara direbus paling dominan digunakan sebesar (84%). Kesimpulan dari penelitian ini masih banyak tumbuhan berkhasiat sebagai pengobatan asam urat yang digunakan oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Kata Kunci: Asam Urat, Etnomedisin, Pemanfaatan ABSTRACT Hyperuricemia is one of the health problems commonly found in rural areas. To overcome this, communities utilize local knowledge of medicinal plants through traditional healing practices. The field of ethnomedicine studies the knowledge and traditional medical practices developed within communities in utilizing plants as medicine. This research aimed to identify the types of plants, plant parts used, and processing methods in the traditional treatment of uric acid disease by the community of Kalirejo Village, Kalirejo District. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Respondents were selected using purposive sampling, involving 37 individuals with knowledge of medicinal plants. Data were analyzed descriptively using Microsoft Excel to determine the percentage of each category. The results showed that 16 plant species were used for uric acid disease treatment, with Syzygium polyanthum (salam) being the most frequently used (19%). The most utilized plant part was leaves (46%), followed by rhizomes (27%), stems (19%), herbs (5%) and fruits (3%). The most dominant processing method was boiling (84%). In conclusion of this study is that there are still many plants with medicinal properties for treating gout that are used by the people of Kalirejo Village in Central Lampung Regency. Keywords: Ethnomedicine, Uric Acid, Utilization
Formulasi Sediaan Lotion Fraksi Etanol Kulit Coklat (Theobroma cacao L) Sebagai Antioksidan Suci Humayroh; Afi Sania Rosanti; Diah Kartika Putri; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3629

Abstract

ABSTRACT Kulit salah satu organ terluar tubuh yang rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas dari sinar ultraviolet dan faktor lingkungan lainnya. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan kulit, penuaan dini hingga kanker kulit, sehingga diperlukan perlindungan kulit dengan senyawa antioksidan. Kulit coklat (Theobroma cacao L) diketahui mengandung flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan lotion berbasis fraksi etanol kulit coklat serta menilai sifat fisik dan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan fraksinasi, kemudian diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu F1(0,05gr), F2(0,1gr), dan F3(0,2gr). Evaluasi mutu fisik mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil sediaan lotion fraksi etanol kulit coklat memenuhi semua syarat mutu fisik yang tidak memenuhi syarat mutu fisik pada uji proteksi F1&2. Hasil aktivitas antioksidan sediaan lotion fraksi etanol F1 sedang (126,6 ppm), F2 sangat kuat (48,55 ppm), dan F3 sangat kuat (36,67 ppm). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa F3 memenuhi semua kriteria mutu fisik sediaan lotion dan memiliki kandungan antioksidan terbaik, Penelitian ini juga menjadi Upaya pemanfaatan limbah kulit coklat (Theobroma cacao L) sebagai bahan baku kosmetik yang ramah lingkungan sehingga dapat menjadi dasar untuk pengembangan produk kosmetik herbal yang efektif dan aman. Kata Kunci: Antioksidan, DPPH, IC50, kulit coklat, lotion ABSTRACT The skin is one of the outermost organs of the body that is vulnerable to damage caused by free radicals from ultraviolet radiation and other environmental factors. Such conditions may trigger skin damage, premature aging, and even skin cancer, thus requiring protection with antioxidant compounds. Cocoa shell (Theobroma cacao L.) contains flavonoids and polyphenols that have potential as natural antioxidants. This study aimed to formulate a lotion preparation based on the ethanol fraction of cocoa shell and to evaluate its physical properties and antioxidant activity based on IC50 values. Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol, followed by fractionation, and the fraction was then formulated into three concentrations: F1(0.05gr), F2(0.1gr), and F3(0.2gr). Physical evaluations included organoleptic test, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, and protection, while antioxidant activity was tested using the DPPH method. The results showed that all lotion formulations met physical quality requirements, except that F1 and F2 did not meet the criteria in the protection test. Antioxidant activity of the ethanol fraction lotion was classified as moderate for F1 (126.6 ppm), and very strong for F2 (48.55 ppm) and F3 (36.67 ppm). In conclusion, F3 fulfilled all physical requirements and had the best antioxidant activity. This study also represents an effort to utilize cocoa shell waste (Theobroma cacao L.) as an eco-friendly cosmetic ingredient and a foundation for the development of safe and effective herbal cosmetic products. Keywords: Antioxidant, DPPH, IC50, cocoa shell, lotion
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotik Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Ahmad Zul Khoiri; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4997

Abstract

Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting khususnya di negara berkembang. Pengobatan lini pertama untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan antimikroba antara lain antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoal.  Tujuan penelitian ini untuk  menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien rawat jalan terhadap penggunaan antibiotik. Studi ini menggunakan  metode penelitian  deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 100 pasien rawat jalan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang pernah mengonsumsi antibiotik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukan pasien dengan pengetahuan baik sebanyak 49% responden, pengetahuan cukup sebanyak 37% responden dan pengetahuan rendah sebanyak 14% responden. Pasien dengan kepatuhan tinggi sebanyak 14% responden, kepatuhan sedang sebanyak 23% responden dan kepatuhan rendah sebanyak 63% responden. Uji analisis hubungan pengetahauan dengan kepatuhan pengobatan dengan chi-square menunjukan terdapat hubungan yang signifikat antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien  rawat jalan dengan nilai p-value = 0,004 (p< 0,05).  
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dan Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Juliatika Kurniawati; Vicko Suswidiantoro; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas tersebut, salah satunya berasal dari tumbuhan yang kaya senyawa metabolit sekunder. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian dilakukan melalui tahapan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan pada variasi perbandingan ekstrak (25 mg:75 mg), (50 mg:50 mg), dan (75 mg:25 mg). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Nilai IC₅₀ kombinasi ekstrak berturut-turut sebesar 1,396 ppm; 0,533 ppm; dan 3,164 ppm, yang seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (<50 ppm). Kontrol positif vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 7,214 ppm. Kombinasi ekstrak dengan perbandingan 50 mg:50 mg menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.