Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS POWTOON PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PENGUKURAN TANAH DI SMK NEGERI 5 BANDUNG Muhammad Faiq Sani Nugraha; Sudjani Sudjani; Dedi Purwanto
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jptb.v2i1.45983

Abstract

Learning media and learning methods are one aspect that can be developed by teachers to achieve effective and efficient learning. Animated video learning media is the most possible media to be used in learning activities during the pandemic covid-19 because animated video learning media allows students to study independently at home and does not require direct interaction. The research method used in this research is research and development. This research was carried out through six stages of research, namely the collection of potentials and problems; data collection; video product planning; product validation by 2 media experts, 1 material expert, and 1 linguist; product revision; and limited product trials to 61 X KGSP students at SMK Negeri 5 Bandung. From the validation stage, the results obtained that the media was suitable for use without revision after 2 validation tests to media experts and material experts, as well as 1 validation test to linguists and obtained the results of the percentage of student responses of 77.79% with positive criteria so that it can be concluded that the product- based animated video learning media is Powtoon able to assist students in carrying out the learning process in the subject of Soil Measurement Techniques.
Utilization of posters as educational media on balanced nutrition at SD Negeri Citapen Tasikmalaya Ghaitsa Zahira Arya; Dedi Purwanto
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62536

Abstract

KKN is one of the community service activities and implementation of the Tri Dharma of Higher Education. Thematic KKN (KKNT) carried out by the Indonesian Education University carries the theme Si Penting (Mahasiswa Peduli Stunting). This problem is in line with the World Health Organization (WHO) priority to reduce stunting globally. Stunting is a growth obstacle resulting from a lack of nutritional intake in children. To prevent children from experiencing stunting problems, they need to get used to healthy living. The approach taken is through poster educational media to strengthen the material implemented at SD Negeri Citapen Tasikmalaya City, so that the entire school community receives information related to balanced nutrition. The steps in the KKNT program start from the preparation stage to the activity implementation stage. Posters are considered to be an appropriate medium because they contain interesting images and symbols so that information is more easily conveyed. It is hoped that the poster educational media creation program will have the opportunity to become a media for literacy and familiarization regarding the importance of consuming balanced nutrition through guidelines on the contents of my plate, drinking at least 8 glasses of water a day, washing hands properly and correctly using the 6 steps from the Ministry of Health, and diligently exercising for at least 30 minutes a day.   Abstrak Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN Tematik (KKNT) yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia membawakan tema “Si Penting (Mahasiswa Peduli Stunting)”. Permasalahan ini sejalah dengan prioritas World Health Organization (WHO) untuk mengurangi stunting secara global. Stunting merupakan hambatan pertumbuhan yang diakibatkan dari kurangnya asupan gizi yang terjadi pada anak. Untuk menghindari anak dari permasalahan stunting diperlukan pembiasaan untuk hidup sehat. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui media edukasi poster untuk penguatan materi yang dilaksanakan di SD Negeri Citapen Kota Tasikmalaya, agar seluruh civitas sekolah mendapatkan informasi terkait gizi seimbang. Langkah-langkah dalam program KKNT ini dimulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaksanaan kegiatan. Poster dirasa menjadi media yang sesuai dikarenakan berisikan gambar dan simbol yang menarik sehingga informasi lebih mudah tersampaikan. Program pembuatan media edukasi poster diharapkan berpeluang sebagai media literasi dan pembiasaan terkait pentingnya mengonsumsi gizi seimbang melalui pedoman isi piringku, meminum air minimal 8 gelas sehari, melakukan cuci tangan yang baik dan benar dengan 6 langkah dari Kementrian Kesehatan, serta rajin berolahraga minimal 30 menit sehari. Kata Kunci: gizi seimbang; media edukasi; poster; SD Negeri Citapen; stunting 
Program pelatihan pembuatan dan pengelolaan pompa hydram bagi masyarakat di Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat Nandan Supriatna; Istiqomah Istiqomah; Dedi Purwanto
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38810

Abstract

Pompa hidram adalah pompa air dijalankan dengan tenaga air itu sendiri. Pompa tersebut bekerja dengan menggunakan energi air yang jatuh ketinggian kecil untuk mengangkat sebagian kecil dari jumlah air ke ketinggian yang lebih besar. Dengan cara ini, air dari mata air atau sungai di lembah dapat dipompa ke daerah di lereng bukit. Keuntungan utama dan keunikan pompa hidram adalah bahwa dengan aliran air yang kontinu, pompa hidram beroperasi secara otomatis dan terus menerus tanpa sumber energi eksternal lainnya — baik itu listrik atau bahan bakar hidrokarbon, sehingga biaya operasionalnya rendah. Pompa hidram ini sangat sesuai untuk digunakan di daerah di mana terdapat sumber air yang mempunyai head rendah, serta diperlukan memompa air ke lokasi pemukiman yang mempunyai elevasi lebih tinggi dari sumber air tersebut. Pada kondisi seperti inilah pompa hidram menjadi sangat bermanfaat sekali, karena pompa ini tidak membutuhkan sumber daya lain selain energi kinetik dari air yang mengalir itu sendiri. Kegiatan pelatihan pembuatan dan pemeliharaan pompa hidram bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam hal pembuatan dan pemeliharaannya, sebagai alternatif penghematan tenaga listrik dan pemenuhan kebutuhan air bersih. Metode kegiatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan demonstrasi serta praktek dan pembimbingan. Metode ceramah dan demonstrasi digunakan untuk memberikan informasi dan pengetahuan peserta berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi hidram. Adapun praktek dan pembimbingan digunakan untuk memberikan kesempatan berlatih membuat hidram.
Enhancing digital competence through ICT training for custodial staff at FPTI UPI Sri Rahayu; Dedi Purwanto; Danny Meirawan; Sukadi Sukadi; Dewi Ayu Sofia; Hanifah Indah Rahmawati; Rieske Iswardhany
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.83840

Abstract

This community service project aims to enhance Information and Communication Technology (ICT) skills among cleaning staff at the Faculty of Technical and Industrial Education (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The primary objective is to improve both technical and soft skills to increase the efficiency, service quality, and professionalism of custodial personnel. Limited ICT proficiency has been identified as a barrier to effective campus cleaning operations, especially in a digitally transforming environment. To address this, the project implemented a structured program comprising needs assessment, targeted training sessions, intensive mentoring, and performance evaluation through pre-test and post-test instruments. The results indicate a significant increase in participants’ ability to use digital tools, leading to better task management and improved motivation. Despite these positive outcomes, challenges remain in maintaining consistent service standards and effective time management. Overall, the project highlights the importance of continuous ICT capacity-building efforts as a strategic approach to strengthening non-academic support functions in higher education institutions.    Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi petugas kebersihan di Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan keterampilan teknis dan soft skills demi mendorong efisiensi kerja, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan profesionalisme tenaga kebersihan. Literasi TIK yang masih rendah seringkali menjadi penghambat dalam mendukung digitalisasi operasional kampus. Untuk menjawab tantangan tersebut, serangkaian tahapan telah disusun, dimulai dari asesmen kebutuhan, pelatihan berbasis kompetensi, pendampingan secara intensif, hingga evaluasi melalui pendekatan pre-test dan post-test. Implementasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan perangkat digital, yang berdampak pada pengelolaan tugas secara lebih efisien dan meningkatnya motivasi kerja peserta. Di balik capaian tersebut, tantangan terkait konsistensi mutu layanan serta manajemen waktu tetap perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Secara umum, kegiatan ini menegaskan urgensi pengembangan kapasitas digital berkelanjutan, terutama dalam memperkuat peran strategis tenaga nonakademik sebagai bagian integral dari proses transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi. Kata Kunci: kualitas kerja; pelatihan tik; petugas kebersihan
Efektivitas Penggunaan Jobsheet dalam Pembelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan Kelas XI Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Bandung Dedi Purwanto; Eddy Susanto
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v3i1.41888

Abstract

Media pembelajaran Jobsheet merupakan salah satu bentuk median yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran penyaluran informasi untuk memperoleh aspek kognif, afektif dan psikomotor yang lebih baik. Di dalam proses pembelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan Kelas XI DPIB di SMKN 5 Bandung, untuk memudahkan penyampaian materi baik teori maupun praktik perlu digunakan media yang dapat membantu proses pembelajaran yang dapat dijadikan pegangan untuk guru dan siswa di dalam proses praktikum. Media yang digunakan dalam proses pembelajaraan ini berupa Jobsheet. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana gambaran tingkat efektivitas dengan menggunakan Jobsheet dalam pembelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan Kelas XI DPIB di SMKN 5 Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas XI DPIB V SMKN 5 Bandung yang berjumlah 34 siswa. Tingkat efektivitas penggunaan Jobsheet dalam pembelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan dilihat dari hasil belajar. Dari hasil analisis bahwa tingkat efektivitas penggunaan Jobsheet dalam pembelajaran menunjukkan hasil yang efektif sebagai media pembelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan di Kelas XI DPIB di SMKN 5 Bandung dengan persentasi sebesar 79,4%.The Effectiveness of Using Jobsheets in Learning Road and Bridge Construction Class XI Modeling Design and Building Information (DPIB) at State Vocational High School 5 BandungAbstractJobsheet learning media is one form of median that is used as an intermediary in the learning process for distributing information to obtain better cognitive, affective and psychomotor aspects. In the learning process of Road and Bridge Construction Class XI DPIB at SMKN 5 Bandung, to facilitate the delivery of material both theory and practice, it is necessary to use media that can help the learning process that can be used as a guide for teachers and students in the practicum process. The media used in this learning process is a Jobsheet. The purpose of this study was to find out how to describe the level of effectiveness using Jobsheets in learning Road and Bridge Construction Class XI DPIB at SMKN 5 Bandung. The method used is descriptive method. The sample used in the study were students of class XI DPIB V SMKN 5 Bandung, amounting to 34 students. The level of effectiveness of using Jobsheets in learning Road and Bridge Construction is seen from the learning outcomes. From the results of the analysis that the level of effectiveness of using Jobsheets in learning shows effective results as a learning medium for Road and Bridge Construction in Class XI DPIB at SMKN 5 Bandung with a percentage of 79.4%.
Tingkat Kesiapan Peserta Didik Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan dalam Menghadapi Dunia Kerja (Studi di SMK Negeri 2 Garut) Hanna Siti Anisa; Nandan Supriatna; Dedi Purwanto
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v3i1.41889

Abstract

Peserta didik SMK diprogram oleh pemerintah untuk bisa terjun ke dunia kerja/ dunia industri setelah lulus dan selesai dari masa studinya. Kerja merupakan pencapaian yang dilakukan untuk menerapkan antara pengetahuan teori dan praktek yang diperoleh di sekolah dan dunia industri. Pengalaman bekerja merupakan salah satu aspek tingkat kesiapan dari peserta didik yang didapat dari dunia industri ketika melaksanakan praktek kerja lapangan. Tingkat kesiapan peserta didik yang beragam merupakan salah satu hal yang bisa menjadi tolak ukur ketika para peserta didik lulus dari sekolah. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesiapan kerja dari peserta didik kompetensi keahlian desain pemodelan dan informasi bangunan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner/angket dengan metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif dengan presentase. Responden pada penelitian difokuskan kepada para peserta didik kompetensi keahlian desain pemodelan dan informasi bangunan SMK Negeri 2 Garut yang telah melaksanakan praktek kerja lapangan dengan pengumpulan data menggunakan metode angket tertutup. Hasil penelitian yang didapat berdasarkan aspek-aspek tingkat kesiapan kerja yang digunakan pada penelitian ini menunjukkan 8% peserta didik sangat siap, 55% peserta didik siap, 27% peserta didik menyatakan tidak siap dan 10% peserta didik sangat tidak siap. Berdasarkan hasil tersebut tingkat kesiapan kerja peserta didik ada di kategori baik dan cukup siap untuk menghadapi dunia kerja.Level of Readiness of Learners Competency in Design Modeling and Building Information in Facing the World of Work (Study at SMK Negeri 2 Garut)AbstractVocational High School students are programmed by the government to be able to enter the world of work/industrial world after graduating and completing their studies. Work is an achievement made to apply the theoretical and practical knowledge acquired in school and industry. Work experience is one aspect of the readiness level of students obtained from the industrial world when carrying out field work practices. The level of readiness of students who are diverse is one thing that can be used as a benchmark when students graduate from school. Therefore, the purpose of this study is to determine the level of work readiness of students with competency in modeling design skills and building information. The instrument used in this study is a questionnaire/questionnaire with data analysis methods used, namely descriptive methods and quantitative approaches with percentages. Respondents in the study focused on the students' competence in modeling and building information design skills at SMK Negeri 2 Garut who had carried out field work practices by collecting data using a closed questionnaire method. The results obtained based on the aspects of the level of work readiness used in this study showed 8% of students were very ready, 55% of students were ready, 27% of students said they were not ready and 10% of students were much unprepared. Based on these results, the level of work readiness of students is in the good category and quite ready to face the world of work.
The Influence of Industrial Work Practices on Student Work Readiness at Smk Negeri 1 Cilaku Yola Ananda Putri; Odih Supratman; Dedi Purwanto; Wei-Te Liu
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v5i1.61858

Abstract

Background:  Internship is one of the programs implemented to connect vocational schools with the working world. Working readiness is the ability to carry out or complete in accordance with the predetermined conditions. In this case, this research was carried out to: (1) know the description of internships carried out by vocational school students; (2) know the description of the working readiness of students after participating in internship activities; and (3) know the effect of internship on working readiness of final year students in building information modelling design at SMKN 1 Cilaku.Methods: There are two variables studied in this research, including industrial work practices (X) and work readiness (Y). The research method used in this research is a quantitative method, while in order to answer the problem, the authors used a trend test and simple linear regression analysis. Furthermore, the data collection was done using questionnaires with a Likert scale.Results: Based on the findings and discussion, (1) internship outcomes have a tendency of quite decent with an average score of 79%, (2) working readiness outcomes have a tendency of quite decent with an average score of 79%, and (3) internship on working readiness have a positive and significant influence and the influence of internship on working readiness by 42%.Conclusion: It can be concluded that the implementation of industrial work practices in Cilaku State Vocational School 1 students has a tendency to be in the sufficient category, class student work readiness is in the sufficient category, and industrial work practices have a positive influence on student work readiness. In other words, students are quite ready to enter the world of work.
Pemetaan Kemampuan Mahasiswa Dalam Penulisan Akademik Sebagai Dasar Sistem Pembelajaran Pendidikan Tinggi Berbasis AI Sri Rahayu; Hanifah Indah Rahmawati; Zahra Ghinaya; Danny Meirawan; Sukadi Sukadi; Dedi Purwanto; Rieske Iswardhany; Dewi Ayu Sofia; Rais Amin
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.248

Abstract

AbstractRecent advancements in Artificial Intelligence (AI) technology have yet to fully address fundamental challenges in academic writing within the context of higher education. Most existing systems remain focused on surface-level corrections, offering limited support for students struggling to construct logical arguments, organize ideas coherently, and adhere to the structural conventions of academic discourse. This study aims to analyze and map students’ academic writing proficiency as a foundation for developing AI-based learning systems that are responsive to actual needs in higher education. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended online questionnaire distributed via Google Forms. The instrument was designed based on five key dimensions: writing structure, language proficiency, argumentation and logic, referencing, and technical skills, using a 5-point Likert scale. A total of 132 final-year students from various Indonesian universities—particularly those in construction-related disciplines—participated in the study. Contextual analysis was conducted based on study programs, and data validity was enhanced through triangulation. The findings reveal that while most students fall within the “competent” category, notable deficiencies remain in language mastery and logical argumentation, preventing many from reaching a “highly competent” level. These results highlight persistent gaps in academic literacy that necessitate innovative learning interventions. The development of AI-assisted systems capable of delivering both technical and conceptual feedback is therefore essential to improving the quality of student academic writing. Further research is recommended to design an integrated AI-based academic writing platform and to expand the study population across institutions to strengthen the generalizability of the findings. AbstrakSaat ini, kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan mendasar dalam hal penulisan akademik mahasiswa. Banyak sistem yang tersedia masih berfokus pada perbaikan teknis, sementara mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam menyusun argumen logis, mengorganisasi ide secara koheren, dan memahami struktur wacana akademik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan kemampuan menulis akademik mahasiswa sebagai dasar dalam merancang sistem pembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan aktual di pendidikan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran angket tertutup menggunakan kuesioner daring berbasis Google Form. Instrumen dirancang berdasarkan lima aspek utama: struktur penulisan, penguasaan bahasa, argumentasi dan logika, penggunaan referensi, serta keterampilan teknik, dengan skala Likert 1–5. Responden terdiri atas 132 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dari rumpun keilmuan teknik konstruksi. Data dianalisis secara kontekstual berdasarkan program studi serta diverifikasi melalui triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori “mampu” dalam menulis akademik, namun belum mencapai kategori “sangat mampu”, terutama pada aspek penguasaan bahasa dan argumentasi logis. Hasil ini mengindikasikan adanya kesenjangan dalam keterampilan literasi akademik yang memerlukan intervensi pembelajaran inovatif. Oleh karena itu, pengembangan sistem pembelajaran berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik teknis dan konseptual secara adaptif menjadi penting untuk mendorong peningkatan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup pengembangan sistem AI terintegrasi dan perluasan populasi lintas institusi guna memperluas generalisasi hasil.