Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perokok Pasif Tentang Dampak Asap Rokok Terhadap Upaya Pencegahannya Di Perumahan Mulya Garden, Kecamatan Sukun, Kota Malang Ambarwati, Floriberta Dewi; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Syukkur, Achmad
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i2.621

Abstract

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Nilai Interdialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang Rosana, Rita; Debora, Oda; Syukkur, Achmad; A Sri S, Sr Felisitas; Wibowo, Wibowo
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.315

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) sebuah keadaan yang terselenggara sebab pengurangan kemampuan ginjal saat menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Gagal ginjal berkembang secara progresif hingga mencapai tahap akhir yaitu drajat 5 bisa dikatakan EndStage Renal Disease (ESRD), penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Penderita gagal ginjal kronis perlu mengawasi gejala dan komplikasi dari penyakit seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan supaya menurunkan kelampauan volume cairan untuk periode interdialitik, faktor penting yang menciptakan prilaku patuh terhadap pembatasan asupan cairan yaitu dukungan keluarga melalui dukungan emosional, penghargaan, instrumental serta informasional. Tujuan: Penelitian tersebut bertujuan supaya mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Metode: Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif cross sectional, dengan sampel sejumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini memakai kuesioner dukungan keluarga yang telah dinyatakan valid dan reliable serta penimbangan berat badan sesudah HD 1 dan sebelum HD Hasil: Didapatkan hasil dengan nilai signifikasi 0,003 dengan kekuatan korelasi r-hitung 0,291 lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam penerapan diet asupan cairan pasien hemodialisa untuk menjaga nilai IDWG dalam batas normal demi mencapai derajat kesehatan yang diinginkan. Kata kunci: Gagal ginjal kronis, hemodialisa, nilai interdialytic weight gain (IDWG),dukungan keluarga.
Pemberdayaan caregiver Lembaga Kesjahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) pangesti lawang tentang teori peaceful end of life pada lansia Prihanto, Yafet Pradikatama; Syukkur, Achmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29028

Abstract

AbstrakLembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) Pangesti Lawang adalah salah satu panti sosial yang yang terletak di Lawang, Kabupaten Malang. Terdapat 13 caregiver dan 1 orang Perawat di Panti tersebut. Rata-rata caregiver telah bekerja di tempat tersebut minimal 3 tahun, sehingga memiliki banyak pengalaman dalam merawat lansia mulai dari membantu lansia beradaptasi saat datang ke panti sampai dengan mendampingi saat menjelang ajal. Studi pendahuluan yang telah dilaksanakan di bulan Juni 2024 didapatkan data bahwa semua tindakan perawatan yang diberikan kepada lansia didapatkan secara otodidak atau belajar kepada caregiver yang lebih senior. Permasalahan utamanya adalah caregiver belum pernah mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai cara pendampingan menjelang ajal. Berdasarkan fenomena ini pelaksana pengabdian kepada Masyarakat berencana untuk memberdayakan caregiver dengan tujuan dapat mendampingi lansia menjelang ajal degan cara mengusahakan lansia terbebas dari rasa sakit/nyeri, membuat lansia merasa nyaman/damai, terhormat dan dekat dengan orang yang disayang (Peaceful end of life) dengan metode Edukasi. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama 3x pertemuan pada tanggal 21 November, 2 dan 5 Desember 2024 dengan jumlah peserta 11 orang di aula LKS LU Pangesti Lawang. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan pre test (pertemuan pertama) dan post test (pertemuan ketiga). Soal pre dan post test berupa pengetahuan peserta mengenai pendampingan ajal lansia berjumlah 10 soal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dikatakan berhasil karena ada kenaikan dari pre dan post test. Rata-rata pre test adalah 5,09 dan post test adalah 8,54, dengan kenaikan sebesar 59,6%. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, modul untuk caregiver; pendampingan lansia menjelang ajal. Implikasi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah caregiver lansia memahami perawatan lansia menjelang ajal. Kata Kunci : caregiver; lansia; menjelang ajal AbstractPangesti Lawang Elderly Social Welfare Institution (LKS LU) is a social institution located in Lawang, Malang Regency. There are 13 caregivers and 1 nurse at the home. On average, caregivers have worked there for at least 3 years, so they have a lot of experience in caring for the elderly, from helping the elderly adapt when they come to the institution to accompanying them when they are nearing death. A preliminary study carried out in June 2024 showed that all care actions given to the elderly were self-taught or learned from more senior caregivers. The main problem is that caregivers have never received education and training regarding how to accompany the dying. Based on this phenomenon, community service implementers plan to empower caregivers with the aim of being able to accompany the elderly as they approach death by ensuring that the elderly are free from pain, making the elderly feel comfortable/peaceful, respected and close to their loved ones (Peaceful end of life) using the education method. This activity was carried out during 3 meetings on November 21, December 2 and 5 2024 with 11 participants in the LKS LU Pangesti Lawang hall. Before and after the training activities, a pre-test (first meeting) and post-test (third meeting) were carried out. The pre and post test questions consisted of participants' knowledge regarding assisting the elderly in death, totaling 10 questions. This community service activity was said to be successful because there was an increase in the pre and post tests. The average pre test was 5.09 and post test was 8.54, with an increase of 59.6%. The output of this community service activity is a report on community service activities, a module for caregivers; assisting the elderly when they are dying. The implication of this community service activity is that elderly caregivers understand the care of elderly people who are dying. Keywords: caregiver; elderly;  approaching death
The Effect of Red Ginger Compress on Joint Pain in the Elderly Setyobudi, Yustina Emi; Syukkur, Achmad; Dwi Astutik, Nanik
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.51347

Abstract

Background : Elderly people will experience physical, social, and psychosocial changes. One of the complaints resulting from physical changes in the elderly is joint pain. Joint pain in the extremities experienced by the elderly is one of the most prevalent. Pain therapy using non-pharmacological techniques is an effective pain treatment and has minimal side effects for the elderly. One non-pharmacological technique that can be used to reduce pain in the elderly is using a red ginger compress. The content of red ginger can help reduce pain and act as an anti-inflammatory. Methods: Using a purposive sampling technique, 70 respondents were involved in this research. The group was divided into 2, namely 35 respondents as the control group and 35 respondents as the intervention group. Results : the results of the multivariate analysis test of a simple linear regression test showed that there was an effect of simultaneously administering red ginger compresses with a p-value of 0.000. Conclusion : Providing red ginger compress intervention has obtained significant results or has an effect on pain in the elderly, it is hoped that the elderly can take advantage of this intervention to reduce the symptoms and impact of musculoskeletal pain.
The Combined Effect Of Red Ginger Oil And Kinesiotaping On Womac Score In Elderly Patients With Osteoarthritis Syukkur, Achmad; Prihanto, Yafet Pradikatama
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.6202

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a gradually worsening, non-inflammatory condition that affects the synovial joints, with its prevalence rising as people age. The initial symptoms often include joint pain during movement, which can limit mobility in older adults. This restriction in movement can lead to stiffness, reduced functional ability, and challenges in fulfilling daily tasks for the elderly. This study aims to analyze the effect of red ginger oil and kinesiotaping on pain, stiffness and functional ability using the WOMAC score instrument. This study is a Quasi Experiment study with a Nonequivalent sample technique (pretest and posttest) control group with a sample size of 60, divided into 4 groups, namely the red ginger oil group, the kinesiotaping group, the combined red ginger oil + kinesiotaping group, and the control group. The red ginger oil and kinesiotaping intervention was carried out for 7 days. The results showed that there was a simultaneous effect of red ginger oil administration (p-value 0.000; RSquare 0.669), kinesiotaping (p-value 0.000; R-Square 0.877) and a combination of red ginger oil kinesiotaping (p-value 0.002; R-Square 0.532). The use of red ginger oil and kinesiotaping interventions showed significant results or had an impact on the WOMAC score, making them promising alternative therapies for reducing the severity of osteoarthritis in the elderly
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Nilai Interdialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang Rosana, Rita; Debora, Oda; Syukkur, Achmad; A Sri S, Sr Felisitas; Wibowo, Wibowo
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.315

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) sebuah keadaan yang terselenggara sebab pengurangan kemampuan ginjal saat menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Gagal ginjal berkembang secara progresif hingga mencapai tahap akhir yaitu drajat 5 bisa dikatakan EndStage Renal Disease (ESRD), penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Penderita gagal ginjal kronis perlu mengawasi gejala dan komplikasi dari penyakit seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan supaya menurunkan kelampauan volume cairan untuk periode interdialitik, faktor penting yang menciptakan prilaku patuh terhadap pembatasan asupan cairan yaitu dukungan keluarga melalui dukungan emosional, penghargaan, instrumental serta informasional. Tujuan: Penelitian tersebut bertujuan supaya mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Metode: Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif cross sectional, dengan sampel sejumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini memakai kuesioner dukungan keluarga yang telah dinyatakan valid dan reliable serta penimbangan berat badan sesudah HD 1 dan sebelum HD Hasil: Didapatkan hasil dengan nilai signifikasi 0,003 dengan kekuatan korelasi r-hitung 0,291 lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam penerapan diet asupan cairan pasien hemodialisa untuk menjaga nilai IDWG dalam batas normal demi mencapai derajat kesehatan yang diinginkan. Kata kunci: Gagal ginjal kronis, hemodialisa, nilai interdialytic weight gain (IDWG),dukungan keluarga.
PENDAMPINGAN KADER LANSIA DALAM PEMANFAATAN TOGA UNTUK MENGATASI NYERI SENDI PADA LANSIA Syukkur, Achmad; Handini, Febrina Secsaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17777

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki hutan tropis terkaya kedua di dunia setelah Brazil, dan potensi hayatinya merupakan sumber pangan dan obat-obatan dengan 25.000 sampai 30.000 tanaman yang berpotensi dijadikan sebagai tanaman obat. Namun demikian, pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan pengobatan khususnya pada lansia di Indonesia masih belum optimal, begitu pula di Desa  Pandansari. Masyarakat di desa ini masih sering menggunakan obat-obatan bebas dalam mengatasi masalah kesehatan, sedangkan banyak tanaman obat di desa ini yang dapat dimanfaatkan. Tujuan kegiatan PkM ini yaitu memberikan pendampingan kepada kader lansia dengan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan pembuatan kebun TOGA. Kegiatan PkM yang dilaksanakan meliputi edukasi kesehatan kepada kader tentang pengelolaan dan pemanfaatan TOGA, mempraktikkan cara penggunaan atau pemanfaatan TOGA, dan membuat kebun tanaman TOGA. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pre test dan post test pengetahuan kader tentang pemanfaatan dan pengelolaan TOGA. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik penggunaan TOGA untuk pengobatan nyeri. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan kader lansia tentang TOGA dan pemanfaatannya mengalami peningkatan sejumlah 60,2% dari nilai rata-rata 53 (kategori kurang) menjadi rata-rata 88 (kategori baik). Begitu pula hasil evaluasi terhadap kemampuan kader lansia dalam melakukan praktik pemanfaatan TOGA untuk nyeri sendi juga mengalami peningkatan 55,1%.  Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan sebuah taman TOGA yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam mengatasi masalah kesehatan khususnya nyeri sendi pada lansia. Kata kunci: kader lansia; lanjut usia; nyeri sendi; pengobatan; TOGA. ABSTRACTIndonesia has the second richest tropical forest in the world after Brazil, and its biological potential is a source of food and medicine with 25,000 to 30,000 plants that have the potential to be used as medicinal plants. However, the use of medicinal plants as medicinal ingredients, especially for the elderly in Indonesia, is still not optimal, as is the case in Pandansari Village. People in this village still often use over-the-counter medicines to treat health problems, while many medicinal plants in this village can be used. The purpose of this PkM activity is to assist elderly cadres by providing education about the use of family medicinal plants (TOGA) and making TOGA gardens. The PkM activities carried out include health education to cadres about the management and use of TOGA, cleaning up the way TOGA is used or utilized, and creating a TOGA plantation. The evaluation was carried out by conducting a pre-test and post-test on the cadre's knowledge of the use and management of TOGA. The results of this activity indicate that there has been an increase in knowledge and practice of using TOGA for the treatment of pain. The results of this activity show that there has been an increase in knowledge and practice of using TOGA for pain treatment. The evaluation results of elderly cadres' knowledge about TOGA and its use increased by 60.2% from an average score of 53 (poor category) to an average of 88 (good category). Likewise, the results of the evaluation of the ability of elderly cadres to practice using TOGA for joint pain also increased by 55.1%. In addition, this activity produces a TOGA garden that can be utilized by the community in overcoming health problems, especially joint pain in the elderly. Keywords: elderly cadres; elderly; joint pain; medication; TOGA.
Optimalisasi peran kader kesehatan dalam pencegahan penyakit arteri perifer pada penderita diabetes mellitus Achmad Syukkur; Yafet Pradikatama Prihanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33426

Abstract

Abstrak Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Mencegah Penyakit Arteri Perifer (PAP) melalui Edukasi Faktor Risiko pada Penderita Diabetes Mellitus (DM) dilaksanakan di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program ini dilakukan karena mitra masih menghadapi masalah seperti kurangnya pengetahuan kader tentang faktor risiko PAP, keterampilan pemantauan yang belum optimal, serta terbatasnya upaya pencegahan dini pada penderita DM. Tujuan kegiatan ini  untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mengenali serta mengedukasi masyarakat terkait risiko terjadinya komplikasi PAP pada pasien DM. Bentuk kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, praktik langsung, serta evaluasi pretest dan post-test untuk memperkuat pengetahuan dan melatih kader tentang faktor risiko PAP pada penderita DM. Hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta, yaitu sebesar 55,17%, dari skor rata-rata 52,73 (kategori cukup) menjadi 81,82 (kategori baik). Sementara itu, pada aspek keterampilan pemantauan PAP, terjadi peningkatan sebesar 44,66%, dari nilai rata-rata praktik 58,52 (perlu pembinaan lanjutan) menjadi 84,66 (kategori kompeten). Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi dan melakukan pencegahan PAP pada penderita DM di masyarakat. Kata kunci: kader kesehatan; diabetes mellitus; penyakit arteri perifer; edukasi faktor risiko. Abstract The Optimization of the Role of Health Cadres in Preventing Peripheral Artery Disease (PAD) through Risk Factor Education for Patients with Diabetes Mellitus (DM) was carried out in Pandansari Village, Poncokusumo Subdistrict, Malang Regency. This program was implemented because the partner still faced several issues, such as limited knowledge of cadres regarding PAD risk factors, suboptimal monitoring skills, and inadequate early prevention efforts for patients with DM. The purpose of this activity was to enhance the capacity of health cadres in identifying and educating the community about the risks of PAD complications among DM patients. The activities were conducted through interactive lectures, group discussions, simulations, hands-on practice, as well as pre-test and post-test evaluations to strengthen knowledge and train cadres on PAD risk factors in DM patients. The evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with an increase of 55.17%, from an average score of 52.73 (fair category) to 81.82 (good category). Meanwhile, in terms of PAD monitoring skills, there was an improvement of 44.66%, from an average practice score of 58.52 (requiring further guidance) to 84.66 (competent category). Through this program, health cadres are expected to play a more active role in providing education and implementing PAD prevention efforts for DM patients in the community. Keywords: health cadres; diabetes mellitus; peripheral artery disease; risk factor education.
Pendampingan pembuatan produk minuman dan snack sehat dari bahan dasar jahe merah pada kader lansia Achmad Syukkur; Yafet Pradikatama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25317

Abstract

Abstrak Jahe merah merupakan tanaman tradisional yang kaya akan manfaat untuk kesehatan, antara lain dapat mengurangi nyeri, menurunkan skor WOMAC pada pasien osteoarthritis, dan meningkatkan dayat tahan tubuh. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan keterampilan kader lansia dalam pengolahan jahe merah menjadi minuman dan snack sehat dalam bentuk serbuk atau bubuk dan ting ting jahe merah. Metode pelaksanaan kegiatan memberikan edukasi kepada kader terkait manfaat dan khasiat jahe merah terhadap kesehatan, dan memberikan pelatihan dalam pembuatan produk jahe merah dalam bentuk bubuk jahe dan ting ting jahe merah. Hasil evaluasi pengetahuan kader didapatkan peningkatan 45,8% pada aspek kognitif dari hasil pretest didapatkan nilai rata-rata 59 (kategori kurang) menjadi nilai rata-rata 86 pada hasil post test atau dengan kategori baik. Sedangkan hasil evaluasi aspek keterampilan kader dalam mengolah jahe merah menjadi serbuk/bubuk dan ting-ting jahe merah didapatkan peningkatan 46,7% dari nilai rata-rata 60 (kategori cuku) saat pretest menjadi nilai rata-rata 88 (kategori baik) saat post test. Kata kunci: kader lansia; jahe merah; kesehatan; bubuk jahe merah; ting ting jahe merah. Abstract Red ginger is a traditional plant that is rich in health benefits, including reducing pain, reducing WOMAC scores in osteoarthritis patients, and increasing endurance. The aim of this community service activity is to improve the skills of elderly cadres in processing red ginger into healthy drinks and snacks in the form of red ginger powder and ting ting. The activities carried out were to increase cadres' knowledge regarding the benefits and properties of red ginger for health, and to improve the skills of elderly cadres in making red ginger products by making snacks and drinks from red ginger base ingredients in the form of ginger powder and red ginger ting ting. Evaluation is carried out by conducting pre-tests and post-tests on cadres' knowledge and utilization/processing of red ginger into a product. The results of the evaluation of cadre knowledge showed an increase of 45.8% in the cognitive aspect. From the pretest results, the average score was 59 (poor category) to an average score of 86 in the post test results or in the good category. Meanwhile, the results of the evaluation of the cadres' skill aspects in processing red ginger into powder/powder and red ginger ting-ting showed an increase of 46.7% from an average score of 60 (cuku category) at pretest to an average score of 88 (good category) at post test. Keywords: elderly cadres; red ginger; health; red ginger powder; ting-ting jahe merah.
Pelatihan kader kesehatan lansia terkait deteksi dini DM Tipe 2 Achmad Syukkur; Nanik Dwi Astutik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29107

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah lansia berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan, termasuk diabetes melitus (DM) tipe 2, yang menjadi risiko signifikan pada usia di atas 45 tahun. Berdasarkan laporan Posyandu di lokasi mitra, DM merupakan masalah kesehatan ketiga tertinggi setelah nyeri sendi dan hipertensi. Akan tetapi, kader kesehatan lansia masih minim pengetahuan mengenai deteksi dini DM tipe 2 dan penggunaan glucometer. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi DM tipe 2 melalui edukasi dan pelatihan deteksi dini DM tipe 2. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 63,33 menjadi 86,67 (36,84%) dan peningkatan keterampilan kader dari 57,00 menjadi 80,20 (40,70%). Temuan ini menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Diharapkan program serupa dapat dilanjutkan dan diperluas untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan lansia dalam deteksi dini DM tipe 2. Kata kunci: lansia; kader kesehatan lansia; pengetahuan; pelatihan; deteksi dini DM tipe 2 Abstract The increasing number of elderly individuals has led to a rise in health issues, including type 2 diabetes mellitus (DM), which poses a significant risk for those aged over 45 years. According to reports from Posyandu at the partner location, DM ranks as the third-highest health problem after joint pain and hypertension. However, elderly health cadres still lack adequate knowledge about early detection of type 2 DM and the use of glucometers. This program aims to enhance the knowledge and skills of cadres in detecting type 2 DM through education and glucometer training. The program results showed an average knowledge improvement from 63.33 to 86.67 (36.84%) and an increase in practical blood glucose measurement scores from 57.00 to 80.20 (40.70%). These findings demonstrate the program's success in improving the cadres' knowledge and skills. It is hoped that similar programs can be continued and expanded to optimize the role of elderly health cadres in the early detection of type 2 DM. Keywords: elderly; elderly health cadres; knowledge; training; early detection of type 2 DM.