Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perokok Pasif Tentang Dampak Asap Rokok Terhadap Upaya Pencegahannya Di Perumahan Mulya Garden, Kecamatan Sukun, Kota Malang Ambarwati, Floriberta Dewi; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Syukkur, Achmad
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i2.621

Abstract

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Nilai Interdialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang Rosana, Rita; Debora, Oda; Syukkur, Achmad; A Sri S, Sr Felisitas; Wibowo, Wibowo
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.315

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) sebuah keadaan yang terselenggara sebab pengurangan kemampuan ginjal saat menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Gagal ginjal berkembang secara progresif hingga mencapai tahap akhir yaitu drajat 5 bisa dikatakan EndStage Renal Disease (ESRD), penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Penderita gagal ginjal kronis perlu mengawasi gejala dan komplikasi dari penyakit seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan supaya menurunkan kelampauan volume cairan untuk periode interdialitik, faktor penting yang menciptakan prilaku patuh terhadap pembatasan asupan cairan yaitu dukungan keluarga melalui dukungan emosional, penghargaan, instrumental serta informasional. Tujuan: Penelitian tersebut bertujuan supaya mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Metode: Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif cross sectional, dengan sampel sejumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini memakai kuesioner dukungan keluarga yang telah dinyatakan valid dan reliable serta penimbangan berat badan sesudah HD 1 dan sebelum HD Hasil: Didapatkan hasil dengan nilai signifikasi 0,003 dengan kekuatan korelasi r-hitung 0,291 lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam penerapan diet asupan cairan pasien hemodialisa untuk menjaga nilai IDWG dalam batas normal demi mencapai derajat kesehatan yang diinginkan. Kata kunci: Gagal ginjal kronis, hemodialisa, nilai interdialytic weight gain (IDWG),dukungan keluarga.
Pelatihan kader kesehatan lansia terkait deteksi dini DM Tipe 2 Syukkur, Achmad; Astutik, Nanik Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29107

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah lansia berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan, termasuk diabetes melitus (DM) tipe 2, yang menjadi risiko signifikan pada usia di atas 45 tahun. Berdasarkan laporan Posyandu di lokasi mitra, DM merupakan masalah kesehatan ketiga tertinggi setelah nyeri sendi dan hipertensi. Akan tetapi, kader kesehatan lansia masih minim pengetahuan mengenai deteksi dini DM tipe 2 dan penggunaan glucometer. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi DM tipe 2 melalui edukasi dan pelatihan deteksi dini DM tipe 2. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 63,33 menjadi 86,67 (36,84%) dan peningkatan keterampilan kader dari 57,00 menjadi 80,20 (40,70%). Temuan ini menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Diharapkan program serupa dapat dilanjutkan dan diperluas untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan lansia dalam deteksi dini DM tipe 2. Kata kunci: lansia; kader kesehatan lansia; pengetahuan; pelatihan; deteksi dini DM tipe 2 Abstract The increasing number of elderly individuals has led to a rise in health issues, including type 2 diabetes mellitus (DM), which poses a significant risk for those aged over 45 years. According to reports from Posyandu at the partner location, DM ranks as the third-highest health problem after joint pain and hypertension. However, elderly health cadres still lack adequate knowledge about early detection of type 2 DM and the use of glucometers. This program aims to enhance the knowledge and skills of cadres in detecting type 2 DM through education and glucometer training. The program results showed an average knowledge improvement from 63.33 to 86.67 (36.84%) and an increase in practical blood glucose measurement scores from 57.00 to 80.20 (40.70%). These findings demonstrate the program's success in improving the cadres' knowledge and skills. It is hoped that similar programs can be continued and expanded to optimize the role of elderly health cadres in the early detection of type 2 DM. Keywords: elderly; elderly health cadres; knowledge; training; early detection of type 2 DM.
Pemberdayaan caregiver Lembaga Kesjahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) pangesti lawang tentang teori peaceful end of life pada lansia Prihanto, Yafet Pradikatama; Syukkur, Achmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29028

Abstract

AbstrakLembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) Pangesti Lawang adalah salah satu panti sosial yang yang terletak di Lawang, Kabupaten Malang. Terdapat 13 caregiver dan 1 orang Perawat di Panti tersebut. Rata-rata caregiver telah bekerja di tempat tersebut minimal 3 tahun, sehingga memiliki banyak pengalaman dalam merawat lansia mulai dari membantu lansia beradaptasi saat datang ke panti sampai dengan mendampingi saat menjelang ajal. Studi pendahuluan yang telah dilaksanakan di bulan Juni 2024 didapatkan data bahwa semua tindakan perawatan yang diberikan kepada lansia didapatkan secara otodidak atau belajar kepada caregiver yang lebih senior. Permasalahan utamanya adalah caregiver belum pernah mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai cara pendampingan menjelang ajal. Berdasarkan fenomena ini pelaksana pengabdian kepada Masyarakat berencana untuk memberdayakan caregiver dengan tujuan dapat mendampingi lansia menjelang ajal degan cara mengusahakan lansia terbebas dari rasa sakit/nyeri, membuat lansia merasa nyaman/damai, terhormat dan dekat dengan orang yang disayang (Peaceful end of life) dengan metode Edukasi. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama 3x pertemuan pada tanggal 21 November, 2 dan 5 Desember 2024 dengan jumlah peserta 11 orang di aula LKS LU Pangesti Lawang. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan pre test (pertemuan pertama) dan post test (pertemuan ketiga). Soal pre dan post test berupa pengetahuan peserta mengenai pendampingan ajal lansia berjumlah 10 soal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dikatakan berhasil karena ada kenaikan dari pre dan post test. Rata-rata pre test adalah 5,09 dan post test adalah 8,54, dengan kenaikan sebesar 59,6%. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, modul untuk caregiver; pendampingan lansia menjelang ajal. Implikasi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah caregiver lansia memahami perawatan lansia menjelang ajal. Kata Kunci : caregiver; lansia; menjelang ajal AbstractPangesti Lawang Elderly Social Welfare Institution (LKS LU) is a social institution located in Lawang, Malang Regency. There are 13 caregivers and 1 nurse at the home. On average, caregivers have worked there for at least 3 years, so they have a lot of experience in caring for the elderly, from helping the elderly adapt when they come to the institution to accompanying them when they are nearing death. A preliminary study carried out in June 2024 showed that all care actions given to the elderly were self-taught or learned from more senior caregivers. The main problem is that caregivers have never received education and training regarding how to accompany the dying. Based on this phenomenon, community service implementers plan to empower caregivers with the aim of being able to accompany the elderly as they approach death by ensuring that the elderly are free from pain, making the elderly feel comfortable/peaceful, respected and close to their loved ones (Peaceful end of life) using the education method. This activity was carried out during 3 meetings on November 21, December 2 and 5 2024 with 11 participants in the LKS LU Pangesti Lawang hall. Before and after the training activities, a pre-test (first meeting) and post-test (third meeting) were carried out. The pre and post test questions consisted of participants' knowledge regarding assisting the elderly in death, totaling 10 questions. This community service activity was said to be successful because there was an increase in the pre and post tests. The average pre test was 5.09 and post test was 8.54, with an increase of 59.6%. The output of this community service activity is a report on community service activities, a module for caregivers; assisting the elderly when they are dying. The implication of this community service activity is that elderly caregivers understand the care of elderly people who are dying. Keywords: caregiver; elderly;  approaching death
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Management Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Bareng Kota Malang Santi, Putri Adelia Eka; Sipollo, Berliany Venny; Syukkur, Achmad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21619

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas is no longer able to produce insulin or the body is not able to use insulin effectively. Self-care management is the most important part and should be done by DM patients aimed at preventing complications. In self-care management, family support is needed to change the health behavior of the victim.  This study aims to find out the relationship between family support and self-care management in patients with diabetes mellitus in the Puskesmas of the Poor City.  This research is quantitative with cross-sectional methods. A sample of 172 respondents was taken using purposive sampling. Data analysis using the Spearman correlation test. Statistical test results show a p-value of 0,000 with an r-counting of 0.413, so it can be concluded that there is a significant relationship between family support and self-care management in diabetic patients. Family support is an important component in the management planning of diabetes mellitus, so the support of the family is very necessary to help the patient to have the spirit to carry out self-care management actions. Keywords: Diabetes Mellitus, Self-Care Management, Family Support.   ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Self care management merupakan bagian yang terpenting dan harus dilakukan oleh penderita DM yang bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Dalam melakukan self-care management, dukungan keluarga diperlukan untuk merubah perilaku kesehatan pada penderita. Untukmengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-care management pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bareng Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 172 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 dengan r-hitung 0,413, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self-care management pada pasien diabetes melitus. Dukungan keluarga merupakan komponen penting dalam perencanaan pengelolaan diabetes melitus, sehingga dukungan dari keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu penderita agar memiliki semangat dalam melakukan tindakan self-care management. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Self-Care Management, Dukungan Keluarga 
Optimalisasi peran kader kesehatan dalam pencegahan penyakit arteri perifer pada penderita diabetes mellitus Syukkur, Achmad; Prihanto, Yafet Pradikatama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33426

Abstract

Abstrak Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Mencegah Penyakit Arteri Perifer (PAP) melalui Edukasi Faktor Risiko pada Penderita Diabetes Mellitus (DM) dilaksanakan di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program ini dilakukan karena mitra masih menghadapi masalah seperti kurangnya pengetahuan kader tentang faktor risiko PAP, keterampilan pemantauan yang belum optimal, serta terbatasnya upaya pencegahan dini pada penderita DM. Tujuan kegiatan ini  untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mengenali serta mengedukasi masyarakat terkait risiko terjadinya komplikasi PAP pada pasien DM. Bentuk kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, praktik langsung, serta evaluasi pretest dan post-test untuk memperkuat pengetahuan dan melatih kader tentang faktor risiko PAP pada penderita DM. Hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta, yaitu sebesar 55,17%, dari skor rata-rata 52,73 (kategori cukup) menjadi 81,82 (kategori baik). Sementara itu, pada aspek keterampilan pemantauan PAP, terjadi peningkatan sebesar 44,66%, dari nilai rata-rata praktik 58,52 (perlu pembinaan lanjutan) menjadi 84,66 (kategori kompeten). Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi dan melakukan pencegahan PAP pada penderita DM di masyarakat. Kata kunci: kader kesehatan; diabetes mellitus; penyakit arteri perifer; edukasi faktor risiko. Abstract The Optimization of the Role of Health Cadres in Preventing Peripheral Artery Disease (PAD) through Risk Factor Education for Patients with Diabetes Mellitus (DM) was carried out in Pandansari Village, Poncokusumo Subdistrict, Malang Regency. This program was implemented because the partner still faced several issues, such as limited knowledge of cadres regarding PAD risk factors, suboptimal monitoring skills, and inadequate early prevention efforts for patients with DM. The purpose of this activity was to enhance the capacity of health cadres in identifying and educating the community about the risks of PAD complications among DM patients. The activities were conducted through interactive lectures, group discussions, simulations, hands-on practice, as well as pre-test and post-test evaluations to strengthen knowledge and train cadres on PAD risk factors in DM patients. The evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with an increase of 55.17%, from an average score of 52.73 (fair category) to 81.82 (good category). Meanwhile, in terms of PAD monitoring skills, there was an improvement of 44.66%, from an average practice score of 58.52 (requiring further guidance) to 84.66 (competent category). Through this program, health cadres are expected to play a more active role in providing education and implementing PAD prevention efforts for DM patients in the community. Keywords: health cadres; diabetes mellitus; peripheral artery disease; risk factor education.
The Effect of Red Ginger Compress on Joint Pain in the Elderly Setyobudi, Yustina Emi; Syukkur, Achmad; Dwi Astutik, Nanik
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.51347

Abstract

Background : Elderly people will experience physical, social, and psychosocial changes. One of the complaints resulting from physical changes in the elderly is joint pain. Joint pain in the extremities experienced by the elderly is one of the most prevalent. Pain therapy using non-pharmacological techniques is an effective pain treatment and has minimal side effects for the elderly. One non-pharmacological technique that can be used to reduce pain in the elderly is using a red ginger compress. The content of red ginger can help reduce pain and act as an anti-inflammatory. Methods: Using a purposive sampling technique, 70 respondents were involved in this research. The group was divided into 2, namely 35 respondents as the control group and 35 respondents as the intervention group. Results : the results of the multivariate analysis test of a simple linear regression test showed that there was an effect of simultaneously administering red ginger compresses with a p-value of 0.000. Conclusion : Providing red ginger compress intervention has obtained significant results or has an effect on pain in the elderly, it is hoped that the elderly can take advantage of this intervention to reduce the symptoms and impact of musculoskeletal pain.
The Combined Effect Of Red Ginger Oil And Kinesiotaping On Womac Score In Elderly Patients With Osteoarthritis Syukkur, Achmad; Prihanto, Yafet Pradikatama
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.6202

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a gradually worsening, non-inflammatory condition that affects the synovial joints, with its prevalence rising as people age. The initial symptoms often include joint pain during movement, which can limit mobility in older adults. This restriction in movement can lead to stiffness, reduced functional ability, and challenges in fulfilling daily tasks for the elderly. This study aims to analyze the effect of red ginger oil and kinesiotaping on pain, stiffness and functional ability using the WOMAC score instrument. This study is a Quasi Experiment study with a Nonequivalent sample technique (pretest and posttest) control group with a sample size of 60, divided into 4 groups, namely the red ginger oil group, the kinesiotaping group, the combined red ginger oil + kinesiotaping group, and the control group. The red ginger oil and kinesiotaping intervention was carried out for 7 days. The results showed that there was a simultaneous effect of red ginger oil administration (p-value 0.000; RSquare 0.669), kinesiotaping (p-value 0.000; R-Square 0.877) and a combination of red ginger oil kinesiotaping (p-value 0.002; R-Square 0.532). The use of red ginger oil and kinesiotaping interventions showed significant results or had an impact on the WOMAC score, making them promising alternative therapies for reducing the severity of osteoarthritis in the elderly
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Nilai Interdialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang Rosana, Rita; Debora, Oda; Syukkur, Achmad; A Sri S, Sr Felisitas; Wibowo, Wibowo
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.315

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) sebuah keadaan yang terselenggara sebab pengurangan kemampuan ginjal saat menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Gagal ginjal berkembang secara progresif hingga mencapai tahap akhir yaitu drajat 5 bisa dikatakan EndStage Renal Disease (ESRD), penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Penderita gagal ginjal kronis perlu mengawasi gejala dan komplikasi dari penyakit seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan supaya menurunkan kelampauan volume cairan untuk periode interdialitik, faktor penting yang menciptakan prilaku patuh terhadap pembatasan asupan cairan yaitu dukungan keluarga melalui dukungan emosional, penghargaan, instrumental serta informasional. Tujuan: Penelitian tersebut bertujuan supaya mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Metode: Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif cross sectional, dengan sampel sejumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini memakai kuesioner dukungan keluarga yang telah dinyatakan valid dan reliable serta penimbangan berat badan sesudah HD 1 dan sebelum HD Hasil: Didapatkan hasil dengan nilai signifikasi 0,003 dengan kekuatan korelasi r-hitung 0,291 lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam penerapan diet asupan cairan pasien hemodialisa untuk menjaga nilai IDWG dalam batas normal demi mencapai derajat kesehatan yang diinginkan. Kata kunci: Gagal ginjal kronis, hemodialisa, nilai interdialytic weight gain (IDWG),dukungan keluarga.
Hubungan Kadar Gula Darah dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Bareng Kota Malang Puspita, Vrenova Armelya; Pradikatama, Yafet; Syukkur, Achmad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20267

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a group of heterogeneous disorders characterized by elevated blood glucose levels or hyperglycemia. People with diabetes mellitus have a high sugar content of over 200 mg/dl. Regular control of blood sugar to prevent worsening symptoms is the management of the action. Uncontrolled blood sugar levels will cause anxiety for people with diabetes mellitus. To analyze the relationship between blood sugar levels and anxiety levels in diabetic mellitus patients at the Bersama Health Center in Malang City. This type of study is quantitative non-experimental with a spearman correlation test. The sampling technique uses a non-probability sampling technique with 172 respondents. Based on the results of the univariate analysis, respondents had a blood sugar level of > 200 mg/dl and had a mild anxiety level. Based on the results of the Spearman correlation test results, there is a significant relationship between blood sugar levels and anxiety levels showing a value of P=0.003 (p<0.05). Based on the results of a study conducted at Puskesmas Bareng, Malang with 172 samples, it can be concluded that there is a significant relationship between blood sugar levels and anxiety levels with the results of a spearman correlation analysis showing a value of P=0.003 (p<0.05). Keywords: Diabetes Mellitus, Blood Sugar Levels, Levels of Anxiety  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Penderita penyakit diabetes mellitus mempunyai kadar gula yang tinggi melebihi 200 mg/dl. Penatalaksaan yang dapat dilakukan adalah kontrol gula darah secara rutin untuk mencegah perburukan gejala. Kadar gula darah yang tidak terkontrol akan menimbulkan kecemasan bagi penyandang diabetes mellitus. Untuk menganalisis hubungan kadar gula darah dengan tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bareng Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non experimental dengan uji korelasi spearman. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik non-probability sampling (purposive sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 172 responden. Berdasarkan hasil analisis univariat, responden memiliki kadar gula darah > 200 mg/dl dan memiliki tingkat kecemasan ringan. Berdasarkan hasil uji korelasi spearman didapatkan hasil, terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan tingkat kecemasan yang menunjukkan nilai P=0.003 (p<0.05). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Bareng kota Malang dengan jumlah sampel sebanyak 172 orang, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan tingkat kecemasan dengan hasil analisis korelasi spearman yang menunjukkan nilai P=0.003 (p<0.05). Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kadar Gula Darah, Tingkat Kecemasan