Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENENTUAN KANDUNGAN TOTAL FLAVONOID DAN FENOLAT EKSTRAK n-HEKSANA AKAR, BATANG, DAN DAUN TUMBUHAN Crotalaria Retusa L Santos, Adelina Dos; Lulan, Theodore Y.K.; Nitti, Fidelis
Chemistry Notes Vol 6 No 2 (2024): Chem. Notes, 6(2), 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v6i2.18083

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder, kandungan total flavonoid dan kandungan total fenolat pada ekstrak n-heksana akar, batang, dan daun tumbuhan Crotalaria retusa L. Penelitian ini meliputi pengujian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pada ekstrak n-heksana akar, batang, dan daun tumbuhan C. retusa mengandung golongan senyawa metabolit sekunder flavonoid dan fenolat. Kandungan total flavonoid pada ekstrak akar, batang, dan daun tumbuhan C. retusa secara berturut- turut yaitu; 105, 282 ± 0, 376; 13, 326 dan 97,021 ± 0,100 mg QE/g, dan kandungan total fenolat akar, batang dan daun secara berturut-turut yaitu; 220,69 ± 0,464; 152,239 ± 0,066 dan 107, 309 ± 0,066 mg GAE/g
UJI TOKSISITAS EKSTRAK AIR DAUN KELOR (Moringan oleifera, L) ASAL LAHAN KERING NUSA TENGGARA TIMUR da Cunha, Theo; Darmakusuma, Dodi; Ola, Antonius R.B.; Lulan, Theodore Y.K.
Chemistry Notes Vol 7 No 1 (2025): Chem. Notes, 7(1), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i1.22611

Abstract

Tumbuhan Kelor (Moringa oleifera Lamk) banyak tumbuh di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang beriklim Lahan Kering. Daun Kelor banyak digunakan masyarakat NTT sebagai bahan makanan. Daun kelor mempunyai kandungan gizi yang tersebar mulai dari buah, sampai akarnya. Selain itu kelor mempunyai manfaat lain seperti koagulan, vitamin dan sebagai obat. Penelitian ini mempelajari efek toksik ekstrak air daun kelor terhadap larva udang Artemia Salina Leach dengan menggunakan metode BST. Metode ini sebagai pengujian awal dari efek anti bakteri dan anti kanker, penggunakan air (suhu kamar) sebagai pelarut agar dapat diaplikasikan secara langsung oleh masyarakat. Daun kelor dimaserasi selama 3 x 24 jam menggunakan air, hasil uji fitokimia teridentifikasi kandungan metabolic sekunder antara lain, Alkaloid, Flavonoid, Triterpen, dan Tanin. Hasil uji BSLT menunjukan bahwa ekstrak air (suhu kamar) daun kelor mempunyai tingkat toksisitas terhaap Artemia Salina Leach yang ditunjukan dengan nilai LC50 888, 34 kurang dari 1000 ppm. Dapat disimpulkan bahwa daun kelor mempunyai potensi sebagai tanaman yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai anti bakteri dan anti kanker.
PENENTUAN KANDUNGAN FENOLAT DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI DIKLOROMETANA EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN Sterculia foetida L. Lulan, Theodore Y. K.; Asanab, Fitriani; Gauru, Imanuel; Rozari, Philipi D.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.26455

Abstract

Sterculia foetida L. diketahui memiliki kandungan senyawa fenolat yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat dan sebagai agen antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total kandungan fenolat tumbuhan S. foetida serta mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan fraksi diklorometana tumbuhan S. foetida. Total kandungan fenolat ditentukan dengan metode Follin- Ciocalteu. Pengujian aktivitas antioksidan S. foetida dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode 1,1-difenil-2- pikrilhidrazil (DPPH). Prinsip dari metode ini adalah penurunan intensitas warna atau absorbansi larutan DPPH yang sebanding dengan kenaikan konsentrasi senyawa antioksidan. Hasilnya dinyatakan dengan nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) yang menunjukkan konsentrasi suatu senyawa antioksidan yang mampu menangkal 50% radikal DPPH. Hasil penelitian menunjukan bahwa total kandungan fenolat sebesar 87.76 ± 0.85 mg GAE/g dan fraksi diklorometana ekstrak kulit batang tumbuhan S. foetida memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 45.4521µg/mL.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK FONGASAMA DALAM PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK KOMPOS DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SORGUM DI NTT Djou, Laurentius Dominicus Gadi; Murdaningsih, Murdaningsih; Lanamana, Willybrordus; Lulan, Theodore Y.K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24424

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam Program Desa Binaan (PDB) pada kelompok Fongasama di Desa Ondorea Barat dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan soft skill anggota kelompok melalui kegiatan pembangunan rumah kompos, penyuluhan dan Pelatihan pembuatan pupuk kompos. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pembangunan rumah kompos berukuran 4×6meter, dibagi dua bak untuk fermentasi. Bak pertama berukuran 1,5 x 2meter dan tinggi 2 meter, dan bak kedua berukuran 1,5 x 1,5meter dan tinggi 1,5 meter. Penyuluhan dan pelatihan dimulai dengan pre-test, dan rata-rata jawaban benar 33,3% dalam kategori rendah. Kegiatan pelatihan menggunakan alat pencacah, ember, sekop, cangkul, dan sekop, dan bahan baku yang digunakan kotoran hewan, dedak padi, sekam padi, limbah pertanian, gula pasir, EM4 dan air. Fermentasi pada bak pertama selama 14 hari dan pada bak kedua selama 8 hari. Kompos dikeluarkan dari bak kedua dan diangin-anginkan, selanjutnya diaplikasikan. Post-test dilakukan di akhir kegiatan dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 86,7% dengan kategori tinggi.Abstract: Community empowerment activities through the implementation of community service programs in the Assisted Village Program (PDB) in the Fongasama group in West Ondorea Village with the aim of improving the skills and soft skills of group members through activities of building compost houses, counseling and training in making compost fertilizer. The methods used consist of counseling, training and mentoring. The activity began with the construction of a 4×6meter compost house, divided into two tanks for fermentation. The first tub measures 1.5 x 2 meters and 2 meters high, and the second tub measures 1.5 x 1.5 meters and 1.5 meters high. Counseling and training began with a pre-test, and the average correct answer was 33.3% in the low category. Training activities use choppers, buckets, shovels, hoes and shovels, and the raw materials used are animal waste, rice bran, rice husks, agricultural waste, granulated sugar, EM4 and water. Fermentation in the first tank for 14 days and in the second tank for 8 days. The compost is removed from the second tub and aired, then applied. The post-test was carried out at the end of the activity and the results showed an increase in knowledge and skills of 86.7% in the high category.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SORGUM DI DESA ONDOREA BARAT, NTT Djou, Laurentius Dominicus Gadi; Murdaningsih, Murdaningsih; Lanamana, Willybrordus; Lulan, Theodore Y. K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34774

Abstract

Abstrak: Program Desa Binaan (PDB) di Desa Ondorea Barat, dengan mitra Kelompok Tani Pati Tau Mbadhe (25 orang), Kelompok Peternak Fongasama (25 orang) dan Kelompok PKK (25 orang), dengan tingkat pendidikan SD-SMA, dan berprofesi sebagai petani, peternak dan ibu-ibu rumah tangga. Adapun kegiatan ini bertujuan mempersiapkan Masyarakat memiliki kemandirian melalui berbagai kegiatan mulai teknik budidaya sorgum, Teknik pascapanen sorgum, pembangunan rumah kompos, penyuluhan dan Pelatihan pembuatan pupuk kompos, Pengolahan berbagai produk turunan, pelatihan dan pendampingan usaha serta pemasaran. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pembangunan rumah kompos berukuran, pelatihan pembuatan kompos, pelatihan dan pendampingan budidaya, pascapanen, pengolahan berbagai produk turunan sorgum, pendampingan pengembangan usaha dan pemasaran. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dimulai dengan pre-test, dan rata-rata jawaban benar 30,3% dalam kategori rendah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kompos dengan menggunakan bahan dasar dari limbah ternak dan limbah pertanian. Pada pelatihan dan pendampingan kegiatan Teknik budidaya sorgum dan pasca panen sorgum dengan melakukan pengolahan tanah dan pemupukan untuk meningkatkan produktivitas. Hasil yang diperoleh dari budidaya sorgum, dilakukan pelatihan dan pendampingan pengolahan berbagai produk turunan mulai dari pembuatan beras sorgum menjadi tepung sorgum, kue kering berbahan sorgum, kue kembang sorgum serta pengolahan limbah budidaya sorgum yang berupa batang sorgum menjadi gula sorgum. Selanjutmya Masyarakat juga didampingi dalam mengurus perijinan registrasi usaha berupa PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Kabupaten Ende sehingga Masyarakat menjadi mandiri mulai dari penyediaan bahan baku sampai dengan produk turunan untuk dipasarkan yang dapat meningkatkan pendapatan masyakat atau keluarga. Post-test juga dilakukan pada akhir kegiatan dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 87% dengan kategori tinggi.Abstract: The Assisted Village Program (PDB) in West Ondorea Village, with partners from the Pati Tau Mbadhe Farmers Group (25 people), the Fongasama Livestock Group (25 people) and the PKK Group (25 people), with elementary to high school education levels, and working as farmers, livestock breeders and housewives. This activity aims to prepare the community to have independence through various activities starting from sorghum cultivation techniques, sorghum post-harvest techniques, compost house construction, extension and training in making compost, processing various derivative products, business training and mentoring and marketing. The methods used consist of extension, training, and mentoring. The activity begins with the construction of a compost house, compost making training, cultivation training and mentoring, post-harvest, processing of various sorghum derivative products, business development and marketing mentoring. The extension and training activities begin with a pre-test, and the average correct answer is 30.3% in the low category. Training and mentoring activities for composting using livestock and agricultural waste as the basic materials. In the training and mentoring activities, sorghum cultivation techniques and post-harvest sorghum were carried out by processing the soil and fertilizing to increase productivity. The results obtained from sorghum cultivation were trained and mentored in processing various derivative products ranging from making sorghum rice into sorghum flour, sorghum-based cookies, sorghum flower cakes and processing sorghum cultivation waste in the form of sorghum stalks into sorghum sugar. Furthermore, the community was also assisted in processing business registration permits in the form of PIRT (Household Industry Products) at BPOM (Food and Drug Monitoring Agency) of Ende Regency so that the community became independent from providing raw materials to derivative products for marketing which could increase community or family income. A post-test was also conducted at the end of the activity and the results showed an increase in knowledge and skills of 87% with a high category.