Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ulkus Kaki Diabetik Di Poliklinik Kaki Diabetik Dewi Nurhanifah
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i1.914

Abstract

Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya yaitu ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik adalah kerusakan sebagian atau keseluruhan pada kulit yang dapat meluas ke jaringan bawah kulit, tendon, otot, tulang atau persendian yang terjadi pada seseorang yang menderita penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ulkus kaki diabetik Poliklinik Kaki Diabetik di BLUD Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive samplingdengan sampel sebanyak 50 orang di Poliklinik Kaki Diabetik di BLUD Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan observasi.Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan faktor durasi diabetes (p=0,001), usia (p=0,042), dan sensasi (p=0,016) merupakan faktor yang berhubungan dengan ulkus kaki diabetik sedangkan faktor denyut nadi perifer (p=0,186) dan deformitas anatomi (p=0,147) tidak berhubungan dengan ulkus kaki diabetik.
Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Rungan Terhadap Kepatuhan Perawat Memakai APD Sesuai Prosedur Pada Pemeriksaan TTV Di Ruang IGD Rumah Sakit Dewi Nurhanifah; Muhammad Rizal Firdaus
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.919

Abstract

Gaya kepemimpinan didefinisikan suatu pola perilaku yang ditampilkan sebagai pemimpin ketika mencoba mempengaruhi orang lain. Kepatuhan perawat adalah perilaku perawat sebagai seorang yang professional terhadap suatu anjuran, prosedur atau peraturan yang harus dilakukan atau di taati. Adapun praktik memakai APD sesuai prosedur untuk mengendalikan infeksi dalam lingkungan perawatan akan selalu menjadi prioritas bagi para petugas kesehatan. Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kepatuhan Perawat Memakai APD Sesuai Prosedur Pada Pemeriksaan TTV di Ruang IGD Rumah SakitKorelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 31 orang perawat IGD Rumah Sakit. Teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Data di analisis dengan univariat, bivariat dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Gaya kepemimpinan kepala ruangan IGD menerapkan yang demokratis, sedangkan kepatuhan perawat memakai APD Sesuai Prosedur Pada Pemeriksaan TTV yaitu patuh 68%. Hasil analisis uji Chi-Square p=0,029 <0,05 yang artinya Ho ditolak.
Pengaruh Guided Imaginary Terhadap Penurunan Nyeri Pada Klien Gastritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Di Banjarmasin Dewi Nurhanifah; Annisa Resa Nur Afni; Rahmawati Rahmawati
Healthy-Mu Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v2i1.926

Abstract

Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung dengan tanda dan gejala nyeri. Indonesia secara global menempati urutan keempat dengan 430 juta orang dengan gastritis. Guided Imagery adalah salah satu intervensi keperawatan yang menggunakan imajinasi seseorang dengan cara yang dirancang khusus untuk mencapai efek positif tertentu salah satu tujuannya untuk mengurangi rasa sakit. Untuk mengetahui pengaruh Citra Terpandu terhadap Pengurangan Nyeri pada Klien Gastritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mekar Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode Pre Exsperimental Design dengan desain One Group Pretest-Posttest Design, uji statistik wilcoxon dengan populasi 110 klien gastris di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mekar Banjarmasin, metode yang digunakan Non-Probability, dengan teknik purposive sampling dengan sampel 15 responden. Hasil Guided Imagery menunjukkan nyeri ringan 9 responden (60,0%), nyeri sedang 6 responden (40,0%), dan setelah Guided Imagery tidak ada nyeri 10 responden (66,7%) dan nyeri ringan 5 responden (33, 3%), ada pengaruh Guided Perumpamaan Terhadap Pengurangan Rasa Sakit pada Klien Gastritis.
Pengaruh Tirah Baring Terhadap Penurunan Rasa Mual Pada Klien Gastritis Di Pelayanan Kesehatan Dewi Nurhanifah; Desy Noor Latifah Sari; Rahmawati Rahmawati
Healthy-Mu Journal Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v3i1.936

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami adalah penyakit gastritis. Gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita gastritis adalah mual. Salah satu penatalaksanaan keperawatan yang dapat mengurangi rasa mual adalah tirah baring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tirah baring terhadap penurunan rasa mual pada klien gastritis di Pelayanan Kesehatan. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan bentuk penelitian one group pretest-posttest design. Populasi dan sampel adalah klien yang mengalami mual di Wilayah Kerja Puskesmas yang berjumlah 15 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data menggunakan observasi. Analisa data melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menujukkan klien gastritis sebelum tirah baring mengalami mual ringan sebanyak 7 orang (46,7%), sesudah tirah baring mengalami tidak mual sebanyak 7 orang (46,7%). Ada pengaruh tirah baring terhadap penurunan rasa mual pada klien gastritis di Pelayanan Kesehatan (ρ value = 0,001).
Empowerment of the PKK Women's Group in Tabing Jungle Village through the Introduction of Live Pharmacies and Self-Medication using Family Medicinal Plants Herda Ariyani; Dewi Nurhanifah; Muhammad Anshari; Dieny Redha Rahmani
Borneo Community Development Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v1i1.183

Abstract

The Living Pharmacy is the use of land which is usually located in the yard of the house which is used to grow plants that have many benefits. Especially traditional medicine to cure the diseases suffered and can be treated by yourself without having to use drugs that contain chemicals that are sold in pharmacies. Empowerment of vacant land in the village environment aims to maintain the village environment so that it remains beautiful and can obtain useful results. This community service method is carried out face-to-face with PKK women in Tabing Rimbah Village with media in the form of booklets and also PPT. With the theme of Socializing How to Empower Life Pharmacies. use the pretest and posttest as a measure of participants' understanding of the information provided. And from the scores obtained, it can be seen that there is an increase in participants' understanding of the material that has been presented, in addition to the pretest and posttest, additional evaluations regarding TOGA are also given. Take advantage of TOGA for health. Apotek Hidup merupakan pemanfaatan tanah yang biasanya terletak di halaman atau di pekarangan rumah yang digunakan untuk ditanami berbagai tanaman yang mempunyai banyak khasiat. Khususnya obat tradisonal untuk menyembuhkan bermacam penyakit yang diderita dan bisa diobati sendiri tanpa harus menggunakan obat yang mengandung kimia yang dijual di apotek. Pemberdayaan lahan kosong dilingkungan desa bertujuan menjaga lingkungan agar senantiasa tetap asri dan bisa memperoleh hasil yang bermanfaat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara face to face langsung bersama ibu-ibu PKK di Desa Tabing Rimbah dengan media berupa Booklet dan juga PPT. Digunakan pretest dan posttes sebagai tolak ukur pemahaman peserta terhadap informasi yang diberikan. Berdasarkan hasil nilai yang didapatkan dapat terlihat bahwa ada peningkatan pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan. Selain pretest dan posttest, diberikan juga evaluasi tambahan mengenai TOGA, berdasarkan evaluasi dapat ditarik kesimpulan bahwa ibu-ibu PKK di desa Tabing rimbah sudah mulai membiasakan dalam menanam serta memanfaatkan TOGA untuk kesehatan.
Capacity building of cadres in the preparation of MP-ASI formula as a family nutrition booster based on Kelakai: A critical innovation (Care for Stunting) for families. Herda Ariyani; Aziza Fitriah; Rizqi Amalia Aprianty; Dyta Setiawati Hariyono; Dewi Nurhanifah; Muhammad Anshari; Anna Diniati; Firni Noviyanti Fatimah; Pitria Ulfah; Saputri Nurrifanti Dewi; Siti Lailan Azima
Borneo Community Development Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v2i2.794

Abstract

In addition to being a national health issue, stunting is a worldwide health concern because it lowers productivity, inhibits IQ, and causes disease in human resources. The purpose of this activity is to enhance cadres' proficiency in processing MP-ASI using the traditional knowledge of kelakai leaves in Samuda village, Belawang District, Barito Kuala Regency, as well as their knowledge base about stunting and MP-ASI. The KPM Cadres (Human Development Cadres), Posyandu Cadres, TPK (Family Assistance Team), and village food cadets are the targets of this community service project. The initial step in this activity's methodology is creating an MP-ASI Formula Book using Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd. Second, the practice of directly preparing meals and educating people about health and nutrition The information is delivered through interactive lecture and discussion methods as well as simulations. This community service was carried out over two meetings. The location for this service activity is at the Samuda Village Hall. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge after the training activity was held, namely that the level of understanding increased significantly from 0% to 100% in two aspects of knowledge, namely MP-ASI criteria and family medicinal plants that stimulate appetite. The results of the analysis of different tests showed that there was a difference in the mean knowledge scores of participants before and after being given the training (p = 0.000). Conclusion: The application of nutritional literacy with the help of formula books and job sheets has been proven to be able to increase cadres' knowledge and skills and effectively foster innovation in making MP-ASI formulas as potential family-based family nutrition boosters