Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemantauan dan Kontrol Otomatis Efisiensi Sel Surya melalui Simulasi Solar Tracker dengan Mikrokontroler Samsurizal, Samsurizal; Awaluddin, Muhammad; Azzahra, Septianissa
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n3.2726

Abstract

Efektivitas panel surya dalam penerimaan iradiasi matahari menjadi permasalahan yang masih mempengaruhi adalah bahwa daya yang dihasilkan oleh panel surya belum mencapai titik maksimumnya. Terdapat beberapa faktor-faktor yang memengaruhi, salah satunya intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan matahari terhadap panel surya. Sudut kemiringan ini biasanya tetap karena banyak panel surya dipasang dalam instalasi statis. Oleh karenanya diperlukan sistem otomatis dalam penerimaan iradiasi matahari pada panel surya. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif dilakukan dengan melakukan pengujian solar tracker baik dalam keaadaan tracking dan keaadan non tracking melalui observasi langsung. Data yang diambil merupakan data hasil outputan panel surya baik itu tegangan, arus serta daya baik dalam keadaan tracker diaktifkan dan tracker nonaktif. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa efisiensi panel surya dalam keadaan tracker lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi panel surya dalam keadaan tracker dinonaktifkan, dimana pada pengujian yang telah di lakukan nilai efisiensi dari panel surya dalam keadaan tracker lebih besar 1,326951 % terhadap efiensi yang dihasilkan oleh panel surya dalam keadaan tracker dinonaktifkan
Pemantauan dan Kontrol Otomatis Efisiensi Sel Surya melalui Simulasi Solar Tracker dengan Mikrokontroler Samsurizal, Samsurizal; Awaluddin, Muhammad; Azzahra, Septianissa
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n3.2726

Abstract

Efektivitas panel surya dalam penerimaan iradiasi matahari menjadi permasalahan yang masih mempengaruhi adalah bahwa daya yang dihasilkan oleh panel surya belum mencapai titik maksimumnya. Terdapat beberapa faktor-faktor yang memengaruhi, salah satunya intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan matahari terhadap panel surya. Sudut kemiringan ini biasanya tetap karena banyak panel surya dipasang dalam instalasi statis. Oleh karenanya diperlukan sistem otomatis dalam penerimaan iradiasi matahari pada panel surya. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif dilakukan dengan melakukan pengujian solar tracker baik dalam keaadaan tracking dan keaadan non tracking melalui observasi langsung. Data yang diambil merupakan data hasil outputan panel surya baik itu tegangan, arus serta daya baik dalam keadaan tracker diaktifkan dan tracker nonaktif. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa efisiensi panel surya dalam keadaan tracker lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi panel surya dalam keadaan tracker dinonaktifkan, dimana pada pengujian yang telah di lakukan nilai efisiensi dari panel surya dalam keadaan tracker lebih besar 1,326951 % terhadap efiensi yang dihasilkan oleh panel surya dalam keadaan tracker dinonaktifkan
Optimasi Keluaran Tegangan pada Moist Electric Generator (MEG) Azzahra, Septianissa; Okvasari, Rudina; Garniwa Mulyana K., Iwa
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 6, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2025.26767

Abstract

Baterai mengandung batang karbon yang dapat didaur ulang menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan efisien. Batang karbon yang didapat dari limbah  baterai dapat diolah menjadi graphene  oksida  (GO) atau  graphene  oxide  tereduksi  (rGO).  Bahan-bahan  ini  merupakan  bahan  yang  sangat  efektif  untuk pembuatan  produk bernilai tinggi, khususnya elektronik. GO merupakan hasil oksidasi grafit dengan penambahan oksigen, yang memutus sebagian ikatan van der Wall dan mengurangi ketebalan sampel. Di sisi lain, rGO adalah hasil reduksi oksigen dari GO, dan gugus fungsi pada bidang GO, yaitu oksigen, dihilangkan dan konduktivitas listrik meningkat dari 340/Ωcm menjadi 550/Ωcm. Pada penelitian ini, rGO  dimanfaatkan  sebagai  penyerap  kelembaban  yang  digunakan  pada  pembangkit  listrik  berbasis kelembaban  (MEG).   Untuk   memaksimalkan  penyerapan   kelembaban   rGO   diberikan   campuran senyawa higroskopis yaitu PVA. Dalam menganalisis tegangan yang dihasilkan dari MEG, dilakukan 3 jenis campuran antara rGO dengan PVA dengan perbandingan konsentrasi berturut-turut yaitu 25:75; 50:50; dan 75:25.  Rata-rata  nilai  hasil  keluaran  tegangan  yang  didapatkan  dari  ketiga  jenis  percobaan  tersebut adalah 4,26 V, 4,45 V, dan 4,69 V. Dari percobaan yang dilakukan, didapatkan bahwa perbandingan konsentrasi antara rGO dengan PVA yang menghasilkan keluaran tegangan optimal adalah 50:50.
Simulation-Based Parameter Optimization Using Genetic Algorithm for Microalgae Bioethanol Production Samsurizal Samsurizal; Septianissa Azzahra; Kartika Tresya Mauriraya; Dody Dody; Yulisya Zuriatni; Istianto Budhi Rahardja
Journal of Electrical, Electronic, Information, and Communication Technology Vol 7, No 2 (2025): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONIC, INFORMATION, AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jeeict.7.2.108704

Abstract

Bioethanol is a promising renewable energy source, and microalgae such as Chlorella vulgaris and Spirulina platensis offer high productivity potential. This work applies a Genetic Algorithm (GA) to optimize key environmental parameters—pH, light intensity, and temperature—within a simulation framework over a 100-day cultivation period. GA optimization resulted in a 25% increase in total ethanol yield, from baseline values of 51.00 to 63.66 g/L for Chlorella and 32.64 to 40.79 g/L for Spirulina. We benchmarked GA against Particle Swarm Optimization (PSO), Differential Evolution (DE), and Simulated Annealing (SA); GA consistently delivered superior convergence and final yields. The model incorporates phase‑dependent carbohydrate accumulation and realistic environmental disturbances, though biological complexities such as photoinhibition and nutrient limitations are acknowledged as future work. To enable meaningful convergence, the growth model was extended with mild photoinhibition and nutrient limitation terms, ensuring a more realistic fitness landscape. Findings support the viability of metaheuristic optimization in microalgae biofuel systems and indicate potential for intelligent control integration in photobioreactor operations.