Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN DI DESA MANTAR KECAMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT Supriastuti, Eko; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1259

Abstract

Kecamatan Poto Tano merupakan gerbang utama kabupaten Sumbawa Barat dari arah utara yang memiliki lahan kering terluas yaitu seluas 5.433 Ha yang terdiri dari Tadah hujan, Tegal/kebun, Ladang/huma dan Perkebunan, serta memiliki lahan dataran tinggi yang terdapat di Desa Mantar, dengan ketinggian > 600 dpl. Desa Mantar juga merupakan Desa wisata yang terkenal dengan para layangnya dan memiliki sejarah yang sangat legendaris, dengan penduduk yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Namun selama ini hasil produksi pertaniannya hanya menanam tanaman pangan. Komoditi yang dikembangkan petani belum mendukung kearah perkembangan Desa Mantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan tanaman pangan yang ada di desa wisata Mantar. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dan kuantitaf serta menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil yaitu 1. kesesuaian lahan secara kualititatif, Desa Mantar mempunyai lahan yang masuk dalam Kelas S2 yang cukup sesuai (Moderately Suitable), artinya lahan yang mempunyai pembatas-pembatas agak berat untuk suatu penggunaan yang lestari. Sedangkan secara klasifikasi kesesuaian lahan kuantitatif, desa tersebut mempunyai produktivitas dan pendapatan tertinggi pada tanaman jagung. 2. Srategi di tingkat petani yaitu 1) Mempertahankan pasar yang ada dengan menciptakan pasar baru melalui meningkatkan kualitas dan kuantitas produkt dengan memaksimalkan SDM guna memenuhi permintaan dengan harga yang tinggi. Sedangkan strategi di tingkat pemerintah yaitu: 1) Memaksimalkan dukungan pemerintah berupa saprodi dan meningkatkan peran kelompok dengan taman teknologi pertanian di KSB
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BAHARI LABUHAN KERTASARI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Anton, Anton; Rirahman, Fiqri; Rakhman, Amry; Supriastuti, Eko
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1115

Abstract

Pengembangan Desa Wisata Bahari menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan pedesaan dengan memperhatikan keterkaitan aktivitas yang akan dikembangkan. Selain itu, dapat menunjang pembangunan wilayah pesisir pantai karena mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mampu menyerap tenaga kerja yang produktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi dan merumuskan strategi pengembangan Desa Wisata Bahari Labuhan Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitaf dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Labuhan Kertasari Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat yang dipilih secara purposive sampling dengan pertimbangan desa yang ditetapkan sebagai desa Wisata Bahari. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kondisi Desa Wisata Bahari Labuhan Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat dan merumuskan strategi pengembangannya adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Desa Wisata Bahari Labuhan Kertasari memiliki kondisi yang mendukung antara lain budidaya rumput laut, perikanan, pulau-pulau kecil, pantai pasir putih, ketersediaan sarana dan prasarana wisata, kondisi budaya, dan ketersediaan akses informasi dan lembaga pengelola wisata. Adapun beberapa strategi yang perlu dilakukan adalah (1) Meningkatkan promosi Desa Wisata Bahari dan produk yang dihasilkan melalui berbagai media baik online maupun offline untuk memudahkan wisatawan yang datang; (2) Meningkatkan investasi dalam rangka pengembangan Desa Wisata Bahari; dan (3) Mengoptimalkan peran SDM dan lembaga pengelola pariwisata di Desa Wisata Bahari.
ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU DAN PENAMPILAN PASAR KOMODITAS KACANG TANAH DI KECAMATAN JONGGAT Anwar, Anwar; Rakhman, Amry
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis struktur pasar kacang tanah di Kecamatan Jonggat, (2) menganalisis perilaku petani dan lembaga pemasaran dalam pasar kacang tanah di Kecamatan Jonggat, (3) menganalisis penampilan pasar kacang tanah di Kecamatan Jonggat, dan (4) menganalisis hambatan-hambatan atau permasalahan yang dihadapi dalam memasarkan kacang tanah di Kecamatan Jonggat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 20 orang yang ditentukan secara quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Struktur Pasar: (a) pemasaran kacang tanah pada tingkat pedagang pengumpul desa mengarah pada pasar oligopsoni dengan konsentrasi rasio rendah (Kr sebesar 35,90%), pada tingkat pedagang pengumpul kecamatan mengarah pada pasar oligopsoni dengan konsentrasi rasio tinggi (Kr sebesar 64,10%), pada tingkat pedagang besar mengarah pada pasar oligopsoni dengan konsentrasi rasio rendah (Kr sebesar 35,90%), pada tingkat pedagang antar pulau mengarah pada pasar oligopsoni dengan konsentrasi rasio tinggi (Kr sebesar 64,10%), dan pada tingkat pedagang pengecer mengarah pada pasar oligopsoni rendah (Kr sebesar 35,90%). (b) perubahan harga di tingkat konsumen tidak dapat ditransmisikan secara sempurna ke tingkat petani, (c) terdapat lima lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran kacang tanah, (d) dalam pemasaran kacang tanah tidak ada differensiasi produk dan (e) terdapat hambatan keluar masuk pasar. Perilaku pasar ditemukan bahwa harga kacang tanah ditentukan oleh pedagang dan terdapat kerjasama antar pedagang, Penampilan pasar kacang tanah di Kecamatan Jonggat efisien, karena share yang diperoleh petani > 40%, Hambatan dalam pemasaran kacang tanah yang dihadapi oleh petani adalah kurangnya informasi harga pasar, dan pedagang perantara adalah kurangnya modal.
STRATEGI PEMASARAN USAHA KERAJINAN ANYAMAN BAMBU DI DESA SERMONG KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Supriastuti, Eko; Nursan, Muhammad; Rakhman, Amry
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1729

Abstract

Desa Sermong merupakan salah satu Desa yang dikenal dengan usaha kerajinan anyaman bambu yang bekerjasama dengan BUMDes di Desa Sermong Kecamatan Taliwang. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh pengrajin usaha kerajinan anyaman bambu masih bersifat tradisional. Akan tetapi, BUMDes Desa Sermong sudah mencoba strategi pemasaran lewat medsos seperti FB, IG, dan lain-lain namun belum ada peningkatan. Salah satunya karena selama ini belum ada inovasi produk yang pemasaran dalam usaha kerajinan anyaman bambu di Desa Sermong saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran usaha kerajinan anyaman bambu dan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diprioritaskan pada usaha kerajinan anyaman bambu di Desa Sermong Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability dengan teknik purposive sampling dimana pemilihan responden berdasarkan pertimbangan peneliti. Metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan menganalis strategi dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian dengan menggunakan anlisis SWOT menunjukan bahwa strategi pemasaran yang diprioritaskan yaitu dengan memanfaatkan digital marketing dalam pemasaran online dan memperluas kerjasama dengan jejaring stakeholder. Dengan memaksimalkan SDM yang terampil dan menjaga kuantitas produk kerajinan anyaman bambu untuk menghadapi persaingan terutama terhadap produk dari bahan plastik, mengoptimalkan kualitas produk dengan cara berinovasi dalam menciptakan produk dengan desain baru dan memaksimalkan hasil produksi lebih kontinyu untuk pemasaran yang lebih efektif dan efisien.
EFEKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN (JARING INSANG MENGGUNAKAN MATA JARING YANG BERBEDA) DI DESA LABUHAN LALAR KABUPATEN SUMBAWA BARAT Supriastuti, Eko; Rakhman, Amry; Nursan, Muhammad; Antonindo, Anton; Apriani, Ari
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i3.1732

Abstract

Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Desa Labuhan Lalar bermata pencaharian dan penghasilan sebagai nelayan, khususnya nelayan tangkap. Hasil nelayan tangkap ikan masyarakat yang ada di Desa Labuhan Lalar saat ini masih sangat minim dan belum dapat memenuhi jumlah permintaan konsumen, hal ini dibuktikan adanya ikan hasil tanggap yang di datangkan dari luar daerah. Jumlah ikan hasil tangkap yang di datangkan dari luar daerah jauh lebih banyak dan ukurannya lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hasil penangkapan dengan menggunakan ala tangkap jaring insang dengan mata jaring yang berbeda di Desa Labuhan Lalar Kabupaten Sumbawa Barat. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan terhadap alat tangkap dan yang diperoleh dari hasil wawancara kepada responden sebanyak 35 orang, khususnya nelayan jaring insang. Metode analisis dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas Dari hasil uji normalitas dan homogenitas mendapatkan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 di antaranya uji normalitas memperoleh nilai signifikan Ukuran Mata jaring 1 ¼” (0,073) dan ukuran 2” (0,105), kemudian dari uji homogenitas memperoleh nilai signifikan sebesar (0,127) lalu pada uji hipotesis memperoleh nilai signifikan sebesar (0,004), sementara dari hasil penangkapan kedua jenis mata jaring yang digunakan mempengaruhi hasil tangkapan jaring insang. Dari hasil penelitian yang dilakukan ukuran mata jaring 1 ¼” lebih banyak hasil tangkapannya. Kesimpulannya jaring insang dengan ukuran mata jaring 1 ¼” lebih efektif hasil tangkapannya.
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Anwar, Anwar; Rakhman, Amry
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Agrimansion April 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i1.1812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis biaya dan pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan Sandubaya, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah di Kecamatan Sandubaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan penentuan daerah sampel secara purposive sampling. Responden petani ditentukan secara accidental sampling sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata biaya produksi pada usahatan padi sawah sebesar Rp 8.721.627,90 per luas lahan garapan atau Rp 9.378.094,52 per hektar, dan rata-rata pendapatan yang diterima dalam usahatani padi sawah sebesar Rp 22.702.812,10 per luas lahan garapan atau Rp 24.411.625,91 per hektar. (2) faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah adalah luas lahan, benih, urea, phonska dan tenaga kerja sedangkan faktor produksi pupuk ZA, pestisida dan pengalaman petani tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Disarankan kepada petani sebaiknya lebih giat lagi dalam kegiatan pengotimalan pemanfaatan lahan dalam teknik penanaman padi, agar mendapatkan hasil produksi padi berdasarkan luas lahan yang dimilikinya, dan kepada peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan melihat jumlah penggunaan faktor-faktor produksi yang optimal sehingga dapat meningkatkan produksi padi dan dapat meningkatkan pendapatan petani padi.