Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KONTRIBUSI USAHA LEBAH MADU TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA TANI DI DESA MEKARSARI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Yusi Karlina; Wuryantoro Wuryantoro; Rosmilawati Rosmilawati
JURNAL AGRIMANSION Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Agrimansion April 2022
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v23i1.961

Abstract

Meski awalnya hanya mencoba dalam usaha budidaya lebah Trigona, namun pada akhirnya petani mulai berusaha lebih serius setelah mengetahui bahwa lebah Trigona memiliki nilai ekonomi yang baik serta memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui besarnya pendapatan usaha lebah madu di Desa Mekar Sari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. (2) Mengetahui total pendapatan keluarga di Desa Mekarsari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. (3) Mengetahui besar kontribusi usaha lebah madu terhadap pendapatan keluarga di Desa Mekarsari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata pendapatan dari usaha lebah madu di Desa Mekarsari yaitu sebesar Rp 794.000 per tahun. (2) Rata-rata pendapatan keluarga di Desa Mekarsari sebesar Rp 11.001.250. (3) Besar kontribusi usaha lebah madu terhadap pendapatan keluarga yaitu sebesar 7,23%,
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan Di Desa Midang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Sri Maryati; Sri Supartiningsih; Wuryantoro; I Ketut Budastra; Taslim Sjah
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.002 KB)

Abstract

The availability of agricultural land resources was getting smaller every year due to changing land functions. Therefore, it was necessary to optimize the use of land resources, namely one of the ways by utilizing yard land that can be done by housewives who are used to grow various horticultural crops. This activity was also in line with the government's program to develop Sustainable Food House Areas (KRPL). The aim of the activity in general was to motivate the community (especially housewives) to be able to use their yards to plant horticultural crops. The location of community service activities was Midang Village, Gunungsari District, West Lombok Regency. The method used is the method of lectures and discussions as well as nursery practices. Lectures use LCD tools, loudspeakers (mike) and also distribution of copies of material summaries so that participants can easily understand them. Participants in the activity were Midang Village PKK cadres. The results of the activity were considered very positive to increase participants' knowledge and participants were motivated by enthusiastic discussion. The evaluation results show that extension activities were very useful in increasing community knowledge, and activities can be carried out again in the same location as the continuation of previous activities, such as making fertilizer from household waste or in different locations with the same theme
Pemberdayaan Ekonomi Petani Lahan Kering Melalui Pengembangan Agroindustri Tempe Di Desa Segala Anyar Lombok Tengah Candra Ayu; Wuryantoro; Ibrahim; Nurtaji Wathoni; Andi Iva Mundiyah
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.939 KB)

Abstract

All Anyar Village-Pujut District is one of the centers for soybean production in Central Lombok Regency. All Anyar Village in 2018 became the second certified soybean seed breeding ground in NTB after Sukarara Village - Jonggat Subdistrict in 2017. However, the amount of production at the farmer level is only 0.57 tonnes / ha even though the average at the provincial level is 1.3 ton / ha. The low production results in low income from soybean farming. The purpose of this service activity is to motivate and build the participants' self-confidence in the use of free time for productive activities as well as to increase knowledge and skills, participants in service activities in the development of the soybean agro-industry, especially the making of tempe. The results of this service activity show that the participants in the service activities respond positively and participate actively in all programmed activities. The transfer of science and technology can run well where the community service participants have been able to make tempe and its processed products. What is even more important is that the extension participants realize that the use of spare time and work potential in making tempe can be used as a source of food and additional family income.
LUAS LAHAN MINIMAL DAN DAYA DUKUNG PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Nurtaji Wathoni; Ibrahim Ibrahim; Andi Iva Mundiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i1.724

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan sentra produksi pangan kedua di NTB namun mengalami penyusutan lahan pertanian yang cukup tinggi akibat aktivitas pembangunan dan pengembangan kawasan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui jumlah produksi tanaman pangan dan luas lahan minimal per kapita untuk sejahtera di Kabupaten Lombok Tengah, menganalisis daya dukung lahan pertanian tanaman pangan serta kontribusinya terhadap kesejahteraan keluarga petani. Hasil penelitian menunjukkan jumlah produksi tanaman pangan Kabupaten Lombok Tengah setara beras 613.558,70 kg atau setara kalori 2,20881133 x 1012 Kkal dan luas lahan minimal per kapita untuk sejahtera sebesar 0,057 ha/kapita/tahun. Kemampuan daya dukung lahan pertanian tanaman pangan sebesar 2,67 (tergolong tinggi) dan memberi kontribusi terhadap kesejahteraan petani sebesar 3,8 kali nilai Kebutuhan Fisik Minimum.
Analisis Tingkat Potensi Berswasembada Pangan Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Muhammad Nursan
Media Agribisnis Vol 5 No 2 (2021): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v5i2.1622

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan sentra produksi pangan, khususnya beras di Propinsi NTB. Namun potensi untuk berswasembada pangan tersebut terancam akibat alih fungsi lahan untuk aktivitas di luar pertanian. Penelitian ini menggunakan data sekunder terakhir yang tersedia (tahun 2019 dan 2020) untuk menganalisis di tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten (Kabupaten Lombok Tengah) tentang: luas tanam tanaman pangan/kapita/tahun, luas lahan minimal/kapita/tahun untuk mencapai swasembada pangan; jumlah produksi tanaman pangan dan menentukan tingkat potensi berswasembada pangan setiap kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tanam tanaman pangan per kapita tahun 2020 di Kabupaten Lombok Tengah sebesar 216,67 % dari lahan minimal untuk berswasembada pangan (minimal 0,06 ha/kapita/tahun); tersempit di Kecamatan Praya dan terluas di Kecamatan Praya Barat Daya. Jumlah produksi tanaman pangan setara kalori 2.208.837.325.200 Kilo kalori atau setara 613.565.924 kg beras/tahun. Kecamatan dengan potensi daya dukung berswasembada pangan tinggi (mampu berswasembada pangan dan memberi kehidupan layak) adalah Praya Barat Daya, Pujut, Praya Timur dan Praya Barat; sedangkan yang berdaya dukung sedang (mampu berswasembada minimal sejumlah Kebutuhan Fisik Minimum tapi kehidupan belum layak) adalah kecamatan: Jonggat, Janapria, Praya Tengah, Kopang, Batukliang Utara, Pringgarata, Batukliang, dan Praya. Kecamatan Praya merupakan wilayah yang paling rawan mengalami penurunan potensi berswasembada pangan menjadi rendah akibat dari tingginya laju pembangunan ekonomi dan pertambahan penduduk yang mengkonversi lahan pertanian produktif.
PENINGKATAN DAYA DUKUNG USAHATANI LAHAN MARJINAL DAN SINERGITAS PEMANFAATANNYA DENGAN POTENSI KELOMPOK PEREMPUAN DI KAWASAN BEKAS TAMBANG BATU APUNG LOMBOK TENGAH Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Asri Hidayati
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marjinalitas lahan pasca penambangan batu apung mengakibatkan hanya tanaman tertentu yang mampu bertahan dan umumnya bernilai ekonomi rendah serta gap periodnya lama. Hal ini menciptakan pengangguran musiman serta ketidakberlanjutan dan rendahnya perolehan pendapatan. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini membangun jiwa kewirausahawan masyarakat untuk pengembangan agroindustri berbasis hasil usahatani di lahan bekas tambang batu apung. Kegiatan KKN-PPM ini dilaksanakan selama 45 hari di Dusun Cerorong Selatan dan Dusun Cerorong Utara Desa Pemepek-Kecamatan Pringgarata- Kabupaten Lombok Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan praktek kerja lapang yang diikuti dengan metode pelatihan manajemen usaha, Focus Group Discussion terhadap kelompok petani dan kelompok perempuan/ibu rumahtangga serta transfer teknologi pembuatan pupuk organik serta pengolahan pangan berbasis produk pertanian unggulan lokal. Hasil pelaksanaan Program KKN-PPM ini adalah dibentuk Kelompok Petani beranggotakan 20 orang untuk peningkatan daya dukung lahan bekas tambang dengan pupuk organik yang dibuat petani; serta dibentuk Kelompok Usaha Bersama beranggotakan 20 orang perempuan dari keluarga binaan. Pembentukan KUB tersebut dapat memanfaatkan potensi kerja perempuan yang sebelumnya menganggur untuk mengolah ubi kayu menjadi keripik rasa original dan rasa bumbu balado, tape ubi kayu dan dodolnya, serta mengolah talas menjadi stik talas dan keripik talas masing-masing rasa original dan rasa bumbu balado. Peningkatan nilai tambah setelah diolah menjadi berbagai bahan pangan serta akibat pendampingan mahasiswa yang dikoordinasi Dosen Pembimbing Lapangan mampu meningkatkan jiwa kewirausahaan kelompok binaan dan tanggap menangkap peluang bisnis terkait program yang diaposi.
IMPLEMENTASI MODEL PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT PETANI PESERTA USAHATANI KONSERVASI BERBASIS REVITALISASI POTENSI SISTEM AGRIBISNIS LAHAN KERING-MARJINAL ZONA TAMBANG EMAS PULAU LOMBOK Wuryantoro Wuryantoro; Candra Ayu; Asri Hidayati
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini secara umum adalah membangun jiwa kewirausahawan masyarakat lahan keringan-marjinal di zona tambang emas di Desa Taman Baru Sekotong untuk mengembangkan sistem agribisnis berbasis hasil usahatani unggulan lokal. Tujuan tersebut diwujudkan melalui 4 pendekatan, yaitu a. melalui perbaikan produktivitas lahan, b.pengolahan pangan berbasis komoditi unggulan lokal yang dapat memberi nilai tambah dan berdaya saing, d). Meningkatkan kemampuan petani dan wanita tani dalam melakukan pemasaran produk olahan yang telah diproduksi. Hasil pelaksanaan Program KKN-PPM ini adalah dibentuk Kelompok Petani binaan beranggotakan 17 petani yang bersedia melakukan perbaikan lahan melalui pemanfaatan pupuk organik yang dihasilkan petani; serta dibentuk Kelompok Usaha Bersama beranggotakan 17 orang perempuan tani yang mampu menghasilkan produk agroindustri berbasis bahan baku unggulan lokal, yakni mengolah pisang menjadi keripik rasa original dan rasa manis, mengolah talas menjadi stik talas dan keripik talas masing-masing rasa original dan rasa bumbu balado, serta mampu menghasilkan tempe. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai tambah atas produk yang diolah menjadi produk agroindustri yang lebih bermanfaat dan memiliki peluang pasar yang cukup besar. Pembentukan KUB tersebut secara tidak langsung dapat memanfaatkan potensi kerja perempuan yang sebelumnya menganggur menjadi tenagakerja yang lebih produktif. Di sisi lain, mahasiswa menjadi peka terhadap permasalahan masyarakat binaan dan lebih terampil secara teknis dan pengelolaan untuk membantu memberdayakan kelompok binaan.
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN DI DAERAH AGROWISATA GUMANTAR, KABUPATEN LOMBOK UTARA taslim sjah; Wuryantoro Wuryantoro; Sri Supartiningsih; Sri Maryati
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i2.230

Abstract

Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang giat melakukan pembangunan di segala bidang, termasuk bidang ekonomi, antara lain dengan pengembangan agrowisata pada lokasi-lokasi yang potensial, seperti di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan. Pengembangan agrowisata ini salah satunya adalah dengan pengembangan sayuran dan buah-buahan. Untuk memperoleh manfaat maksimum dari produksi maka usaha tanaman dilakukan dengan pendekatan agribisnis, memadukan kegiatan dari hulu hingga hilir, dari pra produksi hingga ke konsumen. Wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Tujuan kegiatan ini secara umum adalah untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha dalam wilayah agrowisata tersebut. Tahapan kegiatan untuk mencapai tujuan umum tersebut dilakukan melalui tujuan-tujuan khusus untuk meningkatan kemampuan teknis dan manajemen dalam bisnis terkait. Cakupan materi dirancang untuk mencapai efisiensi dan efektivitas operasi, dari dua sisi kegiatan bisnis yaitu peningkatan penerimaan dan pengurangan biaya operasi bisnis. Penyampaian materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Evaluasi terhadap kegiatan menunjukkan hasil positif berupa peningkatan pengetahuan dan motivasi usaha karena adanya potensi peningkatan keuntungan yang diperoleh dengan penerapan pengetahuan yang telah diberikan. Oleh karena itu kegiatan semacam ini perlu dilakukan lagi di lokasi-lokasi baru maupun pada bidang-bidang bisnis baru.
Analisis Rantai Nilai Dan Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Lombok Barat Wuryantoro Wuryantoro; Ayu Candra
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 8 No. 3 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.294 KB) | DOI: 10.29303/jseh.v8i3.113

Abstract

The measurement of added value in the rice distribution flow is a strategic approach that can be used to increase competitive advantage, where customer value can be increased by better understanding the relationship between producers, suppliers (suppliers) and customers. One of the regencies in NTB with abundant rice/rice production is West Lombok Regency.  Rice milling is one of the central points in the rice agroindustry and an institution that connects every actor in the post-harvest rice supply chain, starting from unhulled rice to producing rice as the main product. The purpose of this research is to identify and examine the rice value chain mechanism related to product flow, financial flow and information flow on rice commodity, as well as to analyze the efficiency of rice distribution channel. The results show that in the rice supply chain there has been a product flow, financial flow and information flow that flows between marketing actors or institutions, and is able to provide adequate profits for each actor involved in the rice supply chain. The results also show that in West Lombok Regency there are 3 patterns of marketing channels and overall the three rice marketing channels are efficient. This is indicated by the results of the calculation of the value of the marketing efficiency measurement, both the results of the analysis of the margin, efficiency index and price share, have met the efficient criteria.
NILAI TUKAR DAN KESEJAHTERAAN RUMAHTANGGA PETANI DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Wuryantoro Wuryantoro; Candra Ayu
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i1.1349

Abstract

Pembangunan pertanian suatu daerah tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, namun juga mengarah pada peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup petani serta peningkatan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui struktur pendapatan rumahtangga petani; (2) Mengetahui struktur pengeluaran rumah tangga petani; (3) Mengetahui nilai tukar dan kesejahteraan rumah tangga petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pringgasela dengan mewawancarai 30 responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa struktur pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Pringgasela di dominasi pendapatan yang diperoleh dari luar sektor pertanian (off farm), yang berkontribusi sebesar 63%, sedangkan sektor pertanian (on farm) berkontribusi sebesar 37%. Sementara itu struktur pengeluaran rumah tangga petani, selain pengeluaran untuk biaya usahatani, terdiri dari pengeluaran untuk pangan dan non pangan, dimana besarnya pengeluaran rumah tangga untuk pangan sebesar 57 % sedangkan non pangan adalah 43%. Dengan NTRP 1,17 menunjukkan bahwa rumah tangga petani telah cukup sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan hidup hidupnya sehari-hari. Namun jika dilihat dari NTP, maka sumber pendapatan yang diperoleh dari sektor pertanian belum mampu mensejahterakan keluarga petani.