Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Archipelago Engineering

ANALISIS ZONASI UNTUK PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR KOTA AMBON BERKELANJUTAN DENGAN MODEL SPASIAL DINAMIK Pieter Th Berhitu
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.211-217

Abstract

Abstrak Pembangunan kawasan pesisir dan teluk merupakan bagian terintegrasi dari pembangunan kota Ambon sehingga dalam rangka mengoptimalkan potensi wilayah teluk dan pesisir kota Ambon dan kelestarian ekosistemnya, diperlukan pengelolaan dan pemanfaatan secara terpadu dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun zonasi wilayah pesisir di kota Ambon berdasarkan undang-undang zonasi dengan melihat fungsi dan peran serta kesesuaian lahan dalam menunjang keberlanjutan pengelolaan wilayah pesisir kota Ambon dan membuat model spasial dinamik untuk melihat bagaimana aspek sosial, ekonomi mempengaruhi pengelolaan kawasan pesisir berdasarkan zona pemanfaatan. Hasil análisis GIS sesuai Undang undang Zonasi berdasarkan pembobotan tingkat kerusakan dan kepentingan maka diperoleh s Zona Perlindungan Pesisir dan Pantai, serta Zona Konservasi,. Hasil GIS sesuai Undang undang Zonasi untuk tingkat kesesuaian lahan diperoleh ; Tingkat kesesuaian lahan dengan skor > 80 – 100, katagori S1, sangat sesuai untuk dimanfaatkan dimana daerah ini mendukung dan layak untuk dikembangkan terdapat pada 15 lokasi atau 57,69 %. Tingkat kesesuaian lahan dengan skor ≥ 60 - 80, katagori S2, daerah ini sesuai untuk pemanfaatan dan layak untuk dikembangkan tapi dengan syarat tertentu sebanyak 11 lokasi atau 42,31 %. Hasil analisis Model Dinamik untuk sub model penutupan lahan kota Ambon diperoleh areal hutan diperidiksi menurun sampai 2025sekitar, 155 ha. Pemukiman bertambah 485 hektar. Model Dinamik untuk sub model Ekonomi lahan kota Ambon tercatat sektor perikanan meningkat sebesar 68 miliard lebih. Sub model sosial dan budaya diperoleh pendapatan tenaga kerja sektor perikanan juga mengalami peningkatan.sebesar menjadi 18.849.636.45 milliard, atau sekitar 24,514% (sangat signifikan).
MODEL STUKTURAL BERBASIS SISTIM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR SECARA BERKELANJUTAN Pieter Th. Berhitu
ALE Proceeding Vol 4 (2021): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.4.2021.160-169

Abstract

Geographical Information System-Based Structural Model in Sustainable Management of Coastal Areas which is the background is that the management of the coastal areas of Ambon City and Central Maluku Regency in the last 10-20 years has not been managed properly and sustainably so that various aspects of development do not work well causing various The problems include damage to the coastal physical environment, namely abrasion, erosion, and sedimentation, water damage due to pollution, damage to protective building infrastructure, coastal mitigation issues, declining quality of coastal environmental resources due to the increasing number of residents in coastal areas, causing the development of slum areas. coastal ecosystem. The purpose of the study is to determine the model and strategy for managing coastal areas in Ambon City and Central Maluku District in a sustainable manner. The method used in this research is the descriptive method. Primary data collection was carried out using a questionnaire for respondents from the community, expert respondents, community institutions, and policymakers. The analysis carried out is Sustainability Analysis with Multi Dimension Scale (MDS), geographic information system analysis, SEM structural analysis, Process Hierarchy analysis (AHP). The results of the sustainability analysis with MDS obtained the Multi-Dimensional Sustainability Index value of 50.13% is in the moderately sustainable category. The results of the SEM model analysis on the role of zoning and community roles in sustainable coastal area management is an acceptable “fit model”. The results of the AHP provide an overview of the assessment by policymakers in the implementation of the program, prioritizing the strategy for Management of Sustainable Coastal Area Management Based on Geographic Information Systems with an assessment score of 39.3%, with the largest presentation being “Coastal Area Arrangement in accordance with GIS-Based Zoning Laws” of 13, 6%.
PERENCANAAN FASILITAS PELABUHAN KAMARIAN UNTUK MENUNJANG PELAYARAN RAKYAT ANTAR-PULAU DI PROVINSI MALUKU Izak R Kakerisa; Pieter Th Berhitu; Hanok Mandaku
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.68-75

Abstract

Pengembangan Pelabuhan Kamarian di Provinsi Maluku sangat penting guna menunjang eksistensi pelayaran rakyat antar-pulau. Namun, pengembangannya membutuhkan investasi dan dukungan informasi tentang arahan pengembangan dan kapasitas setiap fasilitas agar sesuai dengan kebutuhan. Oleh sebab itu, perencanaan yang komprehensif sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pertumbuhan muatan dan kebutuhan fasilitas serta mendesain lay-out Pelabuhan Kamarian. Metode yang digunakan adalah regresi linear untuk peramalan pertumbuhan muatan, standart pelayanan pelabuhan untuk analisis kebutuhan fasilitas dan activity relationship chart (ARC) untuk mendesain tata letak pelabuhan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa untuk 5 tahun mendatang tingkat pertumbuhan muatan mencapai 5,5%/tahun untuk penumpang, 1,2%/tahun untuk kendaraan R-2 dan 1,3%/tahun untuk barang. Berdasarkan data tersebut, dengan beroperasinya 2 unit kapal, maka diperkirakan pada tahun 2026 masing-masing kapal akan mengangkut 47 orang penumpang pergi (LF = 1,56), 38 orang penumpang datang (LF = 1,26), 1 unit motor (LF = 0,33), dan 3,8 ton barang (LF = 7,59). Kondisi tersebut membutuhkan adanya fasilitas dermaga berukuran 32,5 x 1,5 meter; gedung terminal seluas 206 m2; dan areal parkir seluas 96,0 m2. Sedangkan lay-out pelabuhan didesain dengan pendekatan activity relationship chart. Pengembangan Pelabuhan Kamarian diharapkan dapat menunjang pelayaran rakyat antar-pulau di Provinsi Maluku.