Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Kelelahan Kerja Terhadap Human Error Pada Sopir Bus Di Terminal Tipe A Dungingi: Analysis of the Effect of Work Fatigue on Human Error in Bus Drivers at Dungingi Type A Terminal Ellyna Veron Kuganda; Laksmyn Kadir; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9593

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada pengemudi bus. Kondisi kelelahan dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan rasa kantuk, serta memperlambat waktu reaksi sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan manusia (human error) saat mengemudi. Observasi awal terhadap 10 sopir bus menunjukkan adanya gejala kelelahan seperti penurunan konsentrasi, rasa kantuk, dan kesalahan ringan saat mengemudi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan reaksi, kesalahan menginjak pedal, serta ketidaktepatan dalam memperkirakan jarak kendaraan di depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan kerja terhadap human error pada sopir bus di Terminal Tipe A Dungingi. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh sopir bus AKDP dan AKAP yang beroperasi di Terminal Tipe A Dungingi sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Ordinal dengan tingkat signifikansi ? < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelelahan kerja terhadap human error pada sopir bus dengan nilai p-value = 0,001. Nilai Pseudo R-Square Nagelkerke sebesar 0,406 menunjukkan bahwa kelelahan kerja mampu menjelaskan 40,6% variasi human error yang terjadi pada sopir bus di Terminal Tipe A Dungingi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja berpengaruh signifikan terhadap terjadinya human error pada sopir bus. Oleh karena itu, pihak terminal disarankan untuk mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat sopir serta meningkatkan pemeriksaan kesehatan dan pelatihan keselamatan kerja guna meminimalkan risiko human error.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROSES PEMBUATAN TAHU MENGGUNAKAN METODE STRUCTURED WHAT IF TECHNIQUE (SWIFT) DI PABRIK SUMBER SARI Finarti Finarti; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.169

Abstract

Kecelakaan kerja dapat terjadi karena adanya unsafe action, unsafe condition, serta pengelolaan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja yang tidak dilaksanakan dengan baik. Pabrik Sumber Sari pada proses produksinya terdapat potensi bahaya, unsafe action, dan unsafe condition yang dapat menyebabkan insiden kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses pembuatan tahu dan tempe dengan menggunakan metode SWIFT. Jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 6 orang, terdiri dari 1 informan utama, 2 informan kunci, dan 3 informan pendukung. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive, dengan pertimbangan pengalaman kerja dan peran dalam proses produksi di pabrik. Data penelitian diperoleh melalui survei dan wawancara dengan seluruh pekerja di area pembuatan tahu serta observasi langsung terhadap aktivitas kerja. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan bantuan analisis semi-kuantitatif menggunakan metode SWIFT. Hasil penelitian berupa penilaian risiko prioritas masalah, yang pada proses pembuatan tahu didapatkan 3 prioritas utama, 6 prioritas menengah, 2 prioritas rendah, dan 5 prioritas paling rendah. Simpulan penelitian ini yaitu proses pembuatan tahu memiliki potensi dan tingkat risiko bahaya yang tinggi. Saran untuk pemilik pabrik dan pekerja agar lebih mengenal ruang lingkup K3, meningkatkan kesadaran terhadap potensi bahaya di setiap tahapan kerja dan memperhatikan prosedur keselamatan kerja, terutama dalam penggunaan alat pelindung diri (APD).
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE (DRAWS) DENGAN KINERJA PETUGAS PELAYANAN TEKNIK DI PT. PLN NUSA DAYA UNIT LAYANAN GORONTALO Della Puspita Palewai; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.210

Abstract

Beban kerja mental merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kinerja. Ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kapasitas individu dalam melaksanakannya dapat menyebabkan kelelahan, penurunan ketelitian dan ketegangan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara beban kerja mental menggunakan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dengan kinerja petugas pelayanan teknik di PT. PLN Nusa Daya Unit Layanan Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif metode penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian seluruh petugas pelayanan teknik di ULP Telaga dan ULP Limboto sebanyak 73 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner metode DRAWS untuk menilai beban kerja mental dan kuesioner penilaian kinerja untuk mengukur performa. Data dianalisis dengan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan petugas mengalami beban kerja mental pada kategori overload (63,0%), dan kinerja petugas kategori kurang (56,2%). Hasil uji Spearman’s Rank diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,000 (P<0,05) ada hubungan antara beban kerja mental dengan kinerja petugas pelayanan teknik di PT. PLN Nusa Daya Unit Layanan Gorontalo. Koefisien korelasi (r) = –0,501 bersifat negatif berarti semakin tinggi beban kerja mental yang dialami, maka semakin rendah kinerja petugas. Perlu adanya pengelolaan beban kerja mental secara optimal serta peneliti selanjutnya menambahkan variabel pendukung lain untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kinerja petugas.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Bagian Penanganan Kebakaran Di BPBD Kab. Gorontalo Menggunakan Metode Task Risk Assessment (TRA): Occupational Accident Risk Analysis in the Fire Management Division of the Gorontalo Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD) Using the Task Risk Assessment (TRA) Method Putrianing Nur M. Bakari; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10357

Abstract

Keselamatan petugas pemadam kebakaran dalam operasi pemadaman harus mendapatkan perhatian serius. Masih ditemukan kecelakaan petugas dalam menangani kebakaran yang mengakibatkan 2 orang luka parah dan 4 orang meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada bagian UPTD pemadam kebakaran di BPBD Kab. Gorontalo menggunakan metode Task Risk Assessment (TRA). Jenis penelitian deskriptif menggunakan metode Task Risk Assessment (TRA) untuk menganalisis risiko kerja. Sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu seluruh pekerja pada bagian penanganan kebakaran di BPBD Kabupaten Gorontalo sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi TRA, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode TRA. Hasil penelitian teridentifikasi potensi bahaya saat melakukan kaji cepat dan survey lokasi tim resque, menuju lokasi tempat kejadian, dan saat melakukan penanganan kebakaran. Penilaian risiko pada bidang penanganan kebakaran terdapat 8 risiko high dan 1 risiko extreme. Pengendalian risiko pada bidang penanganan kebakaran menggunakan hirarki pengendalian yaitu pengendalian subtitusi, perancangan, administrasi dan APD. Simpulan penelitian berdasarkan metode TRA bahwa terdapat risiko kecelakaan kerja pada bagian UPTD pemadam kebakaran di BPBD Kab. Gorontalo yaitu saat melakukan kaji cepat dan survey lokasi Tim Resque, menuju lokasi tempat kejadian, dan saat melakukan penanganan kebakaran. Saran untuk petugas pemadam kebakaran lebih mematuhi SOP agar dapat meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi.
Pengaruh Self – Esteem Dan Dukungan Sosial Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo: The Influence of Self-Esteem and Social Support on the Mental Health of Final Year Students of the Public Health Department, Gorontalo State University Merni; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10621

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase akhir masa studi di perguruan tinggi yang ditandai dengan tuntutan akademik yang tinggi, tekanan penyusunan skripsi, serta persiapan memasuki dunia kerja. Kondisi ini membuat mahasiswa rentan mengalami stres, kecemasan dan kesehatan mental tidak baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh self-esteem dan dukungan sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian mahasiwa tingkat akhir yang berjumlah 175, sedangkan sampel 122 mahasiswa dengan teknik pemgambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian self-esteem yang paling banyak pada kategori cukup baik sebanyak 62 responden (50,8%), dukungan sosial kategori cukup baik 62 responden (50,8%), kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir kategori cukup baik 60 responden (40,2%). Simpulan penelitian berdasarkan uji regresi logistik bahwa ada pengaruh signifikan self-esteem terhadap kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir (p- value 0.000 < 0.05), dukungan sosial tidak berpegaruh terhadap kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir (p-value 0.0078 < 0.05). Saran bagi mahasiswa diharapkan agar lebih meningkatkan self-esteem dan dukungan sosial melalui pengembangan potensi diri, berpikir positif, dan menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi. Mahasiswa juga perlu mengembangkan streategi adaptasi individu (coping strategy) yang sehat dalam menghadapi tekanan akademik.
Penilaian Stres Kerja dan Dukungan Organisasi serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai Putri Ayuningtias Mahdang; Riana Kiay
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5583

Abstract

Kemampuan pegawai dalam menjalankan tugas-tugasnya dapat dilihat melalui kinerja, sehingga kinerja pegawai menjadi hal yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya demi mencapai target. Stres kerja dan dukungan organisasi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja seorang pegawai. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh stres kerja, kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap kinerja pegawai. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai di Dinas Kesehatan Kotamobagu berjumlah 50 orang, sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan uji Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara stres kerja terhadap kinerja pegawai (p-value = 0,131; R = 0,217; R2 = 0,047), dan ada pengaruh signifikan antara dukungan organisasi terhadap kinerja pegawai (p-value = 0,023; R = 0,322; R2 = 0,104). Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kotamobagu untuk lebih memperhatikan tingkat stres kerja pegawai dan memaksimalkan dukungan organisasi kepada pegawai.
Hubungan Aggressive Driving Behavior Dengan Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Pada Pengemudi Bus AKAP dan AKDP di Terminal Kota Gorontalo: The Relationship Between Aggressive Driving Behavior and Traffic Accidents in AKAP and AKDP Bus Drivers at the Gorontalo City Terminal Fenadila Kanaila Putri Bobihhu; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5597

Abstract

Aggresive driving behavior merupakan perilaku mengemudi secara agresif yang disengaja dapat mengakibatkan resiko kecelakaan karena dipicu oleh rasa ketidaksabaran dalam mengemudi dalam upaya menghemat waktu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara aggressive driving behavior dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengemudi bus AKAP dan AKDP di Terminal Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan survey analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh supir bus dengan trayek AKAP maupun AKDP yang ada di Gorontalo yakni sebanyak 1.010 pengemudi bus, dan sampel yang diperoleh sebanyak 287 responden. Data di analisis dengan uji chi-square. Hasil pada penelitian ada hubungan antara variabel aggresive driving behavior dengan kejadian kecelakaan diperoleh (p-value=0,001 < ? = 0,05). Simpulan, variabel aggressive driving behavior ada hubungan dengan variabel kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengemudi bus AKAP dan AKDP di Terminal Kota Gorontalo. Saran kepada pengemudi bus agar lebih memperhatikan keamanan dalam mengemudi dengan selalu menerapkan sikap safety driving agar pengemudi bisa terhindar dari perilaku aggressive driving yang dapat menyebabkan bahaya kecelakaan lalu lintas.
Hubungan Faktor Pengawasan K3 dan SOP K3 dengan Penerapan Safety Behavior Pada Pekerja Bagian Produksi di PT. Charoen Pokphand Indonesia: The Relationship between K3 Supervision Factors and K3 SOPs with the Implementation of Safety Behavior in Production Workers at PT. Charoen Pokphand Indonesia Nadia Pakaya; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5598

Abstract

Safety behavior adalah perilaku pekerja dalam menggunakan alat keamanan pada saat bekerja yang dapat diamati secara langsung dengan tujuan mengurangi kecelakaan kerja. Penerapan safety behavior pada pekerja bagian produksi di PT. Charoen Pokphand Indonesia masih kurang maksimal terlihat dari pekerja yang sering tidak patuh dalam penggunaan APD. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengawasan K3, dan SOP K3 dengan penerapan safety behavior pada pekerja bagian produksi di PT. Pabrik Charoen Pokphand Indonesia. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling. Populasi penelitian yaitu seluruh pekerja bagian produksi, diketahui jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 50 pekerja. Dengan analisis uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengawasan (p-value=0,005), SOP (p-value= 0,003). Simpulan bahwa pengawasan dan SOP terdapat hubungan secara signifikan dengan penerapan safety behavior pada pekerja bagian produksi di PT. Charoen Pokphand Indonesia dengan hasil p-value (<? 0,05). Disarankan kepada pekerja untuk melaporkan setiap pekerja yang tidak berperilaku aman agar mempermudah tugas dari pengawas, dan pekerja cenderung akan menerapkan safety behavior walaupun sedang tidak dilakukan pengawasan.
Peningkatan Kesadaran K3 Melalui Upaya Promosi K3 pada Pengrajin Bantal Kapuk: Increasing K3 Awareness Through K3 Promotion Efforts for Kapok Pillow Craftsmen Putri Ayuningtias Mahdang; Yasir Mokodompis; Wimprid I Bempa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5757

Abstract

Kemajuan dalam bidang industri terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini dapat memberikan berbagai dampak positif. Namun dampak negatif juga tidak dapat dielakkan, salah satunya adalah penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Khususnya pada sektor informal tidak sedikit pekerja yang tidak menyadari bahaya di lingkungan kerja. Faktor kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan metode kerja dan lingkungan kerja yang seharusnya memenuhi standar terkait keselamatan dan keamanan bekerja. Salah satu sektor industri rumahan yang banyak berkembang di Desa Buhu adalah industri rumahan (home industry) yang bergerak dalam bidang pembuatan bantal kapuk. Observasi awal yang dilakukan terdapat banyak pengrajin yang pekerjaannya masih dilakukan secara tradisional tanpa memperhatikan aspek-aspek K3 seperti tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) dan bekerja dengan postur yang tidak alamiah. Pengrajin berisiko mengalami gangguan pernafasan karena terpapar dengan debu kapuk dan berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak alamiah. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2023 di Desa Buhu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan sebagai bentuk promosi K3 dengan metode ceramah dan diskusi. Peserta kegiatan merupakan masyarakat Desa Buhu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo yang berprofesi sebagai pengrajin bantal kapuk. Kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat mencapai tujuan pelaksana. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian ini masyarakat yang memiliki profesi sebagai pengrajin bantal kapuk dapat menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat melakukan pekerjaannya agar dapat menjamin keselamatan dan kesehatan mereka
Upaya Penurunan Angka Infeksi TBC Melalui Pemberian Edukasi dan Pendampingan Kader Kesehatan dan Pengawas Menelan Obat (PMO) : Efforts to reduce TB infection rates through providing education and assistance to health cadres and drug swallowing supervisors Putri Ayuningtias Mahdang; Nanang Roswita Paramata; Zuhriana K Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6213

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang organ paru serta organ tubuh lainnya. Penyebaran bakteri ini terjadi secara aerogen atau melalui udara dalam bentuk droplet (percikan sputum/dahak). Pasien akan mendapatkan jangka waktu pengobatan kurang lebih 6 sampai 9 bulan. Akibat dari pengobatan dalam waktu yang lama ini banyak dilaporkan bahwa pasien TBC tidak teratur minum obat, putus minum obat, pasien yang sudah menerima obat tetapi malas untuk menyelesaikan pengobatan sampai 6 bulan, sudah merasa sehat akhirnya drop out pengobatan dan keluarga kurang memberikan dukungan dalam menyelesaikan pengobatan. Prinsip pengobatan TB adalah dengan memberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). OAT diberikan dengan dosis yang tepat dan teratur serta diawasi oleh PMO (Pengawas Menelan Obat) sampai tuntas. Berdasarkan data dari WHO tahun 2021 Indonesia menjadi negara dengan prevalensi tuberkulosis ke-2 tertinggi di dunia setelah India. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato tahun 2023, jumlah kasus tuberkulosis pada tahun 2020 ada 290 kasus, pada tahun 2021 sebanyak 234 kasus, dan pada tahun 2022 terjadi kenaikan dimana jumlah kasus di angka 374 kasus. Metode pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan yang berikan kepada kader kesehatan dan Pengawas Minum Obat (PMO) yang ada di Desa Buntulia Jaya. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan keberlanjutan program.