Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Faktor Pengawasan K3 dan SOP K3 dengan Penerapan Safety Behavior Pada Pekerja Bagian Produksi di PT. Charoen Pokphand Indonesia: The Relationship between K3 Supervision Factors and K3 SOPs with the Implementation of Safety Behavior in Production Workers at PT. Charoen Pokphand Indonesia Pakaya, Nadia; Jusuf, Herlina; Mahdang, Putri Ayuningtias
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5598

Abstract

Safety behavior adalah perilaku pekerja dalam menggunakan alat keamanan pada saat bekerja yang dapat diamati secara langsung dengan tujuan mengurangi kecelakaan kerja. Penerapan safety behavior pada pekerja bagian produksi di PT. Charoen Pokphand Indonesia masih kurang maksimal terlihat dari pekerja yang sering tidak patuh dalam penggunaan APD. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengawasan K3, dan SOP K3 dengan penerapan safety behavior pada pekerja bagian produksi di PT. Pabrik Charoen Pokphand Indonesia. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling. Populasi penelitian yaitu seluruh pekerja bagian produksi, diketahui jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 50 pekerja. Dengan analisis uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengawasan (p-value=0,005), SOP (p-value= 0,003). Simpulan bahwa pengawasan dan SOP terdapat hubungan secara signifikan dengan penerapan safety behavior pada pekerja bagian produksi di PT. Charoen Pokphand Indonesia dengan hasil p-value (<? 0,05). Disarankan kepada pekerja untuk melaporkan setiap pekerja yang tidak berperilaku aman agar mempermudah tugas dari pengawas, dan pekerja cenderung akan menerapkan safety behavior walaupun sedang tidak dilakukan pengawasan.
Peningkatan Kesadaran K3 Melalui Upaya Promosi K3 pada Pengrajin Bantal Kapuk: Increasing K3 Awareness Through K3 Promotion Efforts for Kapok Pillow Craftsmen Mahdang, Putri Ayuningtias; Mokodompis, Yasir; Bempa, Wimprid I
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5757

Abstract

Kemajuan dalam bidang industri terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini dapat memberikan berbagai dampak positif. Namun dampak negatif juga tidak dapat dielakkan, salah satunya adalah penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Khususnya pada sektor informal tidak sedikit pekerja yang tidak menyadari bahaya di lingkungan kerja. Faktor kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan metode kerja dan lingkungan kerja yang seharusnya memenuhi standar terkait keselamatan dan keamanan bekerja. Salah satu sektor industri rumahan yang banyak berkembang di Desa Buhu adalah industri rumahan (home industry) yang bergerak dalam bidang pembuatan bantal kapuk. Observasi awal yang dilakukan terdapat banyak pengrajin yang pekerjaannya masih dilakukan secara tradisional tanpa memperhatikan aspek-aspek K3 seperti tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) dan bekerja dengan postur yang tidak alamiah. Pengrajin berisiko mengalami gangguan pernafasan karena terpapar dengan debu kapuk dan berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak alamiah. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2023 di Desa Buhu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan sebagai bentuk promosi K3 dengan metode ceramah dan diskusi. Peserta kegiatan merupakan masyarakat Desa Buhu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo yang berprofesi sebagai pengrajin bantal kapuk. Kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat mencapai tujuan pelaksana. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian ini masyarakat yang memiliki profesi sebagai pengrajin bantal kapuk dapat menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat melakukan pekerjaannya agar dapat menjamin keselamatan dan kesehatan mereka
Upaya Penurunan Angka Infeksi TBC Melalui Pemberian Edukasi dan Pendampingan Kader Kesehatan dan Pengawas Menelan Obat (PMO) : Efforts to reduce TB infection rates through providing education and assistance to health cadres and drug swallowing supervisors Mahdang, Putri Ayuningtias; Paramata, Nanang Roswita; Yusuf, Zuhriana K
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6213

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang organ paru serta organ tubuh lainnya. Penyebaran bakteri ini terjadi secara aerogen atau melalui udara dalam bentuk droplet (percikan sputum/dahak). Pasien akan mendapatkan jangka waktu pengobatan kurang lebih 6 sampai 9 bulan. Akibat dari pengobatan dalam waktu yang lama ini banyak dilaporkan bahwa pasien TBC tidak teratur minum obat, putus minum obat, pasien yang sudah menerima obat tetapi malas untuk menyelesaikan pengobatan sampai 6 bulan, sudah merasa sehat akhirnya drop out pengobatan dan keluarga kurang memberikan dukungan dalam menyelesaikan pengobatan. Prinsip pengobatan TB adalah dengan memberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). OAT diberikan dengan dosis yang tepat dan teratur serta diawasi oleh PMO (Pengawas Menelan Obat) sampai tuntas. Berdasarkan data dari WHO tahun 2021 Indonesia menjadi negara dengan prevalensi tuberkulosis ke-2 tertinggi di dunia setelah India. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato tahun 2023, jumlah kasus tuberkulosis pada tahun 2020 ada 290 kasus, pada tahun 2021 sebanyak 234 kasus, dan pada tahun 2022 terjadi kenaikan dimana jumlah kasus di angka 374 kasus. Metode pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan yang berikan kepada kader kesehatan dan Pengawas Minum Obat (PMO) yang ada di Desa Buntulia Jaya. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan keberlanjutan program.
Anxiety Contributing Factors in College Students during the Final Project: Ordinal Logistic Regression Analysis Tiarawati, Ni Wayan; Yahya, Lailany; Adityaningrum, Amanda; Mahdang, Putri Ayuningtias; Arsad, Nikmatisni; Abdussamad, Siti Nurmardia; Payu, Muhammad Rezky Friesta; Nasib, Salmun K.
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i1.6964

Abstract

The prevalence of anxiety disorders among university students is high, particularly during periods of high stress, such as when students are completing their final projects. This research aimed to investigate how self-confidence and anxiety levels relate among students working on their final projects at the Statistics Department at Universitas Negeri Gorontalo. Research was conducted on 86 students aged 21-26 years old using an online questionnaire. Self-confidence, self-efficacy, and social support were independent variables, while anxiety levels (mild, moderate, and severe) were dependent variables. Self-confidence was found to be significantly correlated with anxiety levels, while self-efficacy and social support were not significantly correlated. The result of ordinal logistic regression analysis indicated that students with high self-confidence were 0.13 times more likely to experience mild or moderate anxiety compared to those with moderate self-confidence. Those with high levels of self-confidence, however, are more likely to suffer from severe anxiety (26%) than those with moderate levels of self-confidence (4%). In certain academic situations, high self-confidence may not be a hindrance against anxiety. A more comprehensive understanding of anxiety will require further research considering additional factors that contribute to anxiety, factors that were not considered in this study.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Industri Mebel Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo: The Factors Related to Work Stress Experienced by Workers in the Furniture Industry in Dungingi Sub-District, Gorontalo City Musa, Andini Nurlatiffah H.; Jusuf, Herlina; Mahdang, Putri Ayuningtias
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7085

Abstract

Stres kerja diartikan sebagai suatu kondisi yang muncul saat terjadi interaksi antar manusia dan pekerjaan dan di tandai dengan perubahan pada manusia yang memaksa mereka untuk berperilaku menyimpang dari perilaku normal mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja yang ada di industri mebel Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Populasi penelitian sebanyak 102 orang, dengan rumus slovin didapat 80 orang sampel. Variabel independen penelitian ini yaitu usia, masa kerja, lama kerja, kebiasaan sarapan sebelum bekerja, dan kebisingan. Variabel dependen yakni stres kerja. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dan suvey analitik, dengan pendekatan cross cestional. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-square, untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen. Hasil penelitian didapat ada hubungan antara variabel usia, masa kerja, dan lama kerja dengan stress kerja, kemudian tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan sebelum bekerja dan kebisingan dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja mebel yang ada di Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Disarankan bagi pemilik mebel untuk dapat mengatur jam kerja, melakukan safety talk sebelum bekerja, dan lebih memperhatikan penggunaan APD guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
THE EFFECT OF PHYSICAL WORK ENVIRONMENT ON REPRODUCTIVE HEALTH OF WOMEN WORKERS Putri Ayuningtias Mahdang; Nikmatisni Arsad
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i3.14569

Abstract

Kehidupan dan pekerjaan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Bagi manusia, bekerja merupakan suatu kebutuhan dasar untuk pemenuhan kebutuhan maupun keinginan, baik bagi pria maupun Wanita. Seiring dengan perkembangan dunia industri pekerja perempuan maupun laki-laki sering terpajan dengan berbagai faktor risiko yang berpotensi mengancam kesehatannya termasuk kesehatan reproduksi. Gangguan reproduksi yang sering terjadi pada Wanita adalah gangguan menstruasi, gangguan kesuburan, dan gangguan pada kehamilan. Salah satu faktor risiko penyebab gangguan kesehatan reproduksi pada pekerja wanita yang ditemui di PT. X dan PT. Y yaitu faktor lingkungan kerja fisik. Kebaruan dalam penelitian yaitu melihat pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kesehatan reproduksi pekerja wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap gangguan kesehatan reproduksi pada pekerja wanita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancang bangun cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada dua perusahaan di Sentra Industri Kabupaten Sidoarjo. Responden penelitian berjumlah 109 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran kebisingan dan suhu dilakukan langsung di lokasi penelitian guna mengetahui kondisi lingkungan di perusahaan tersebut. Model analisis data yang digunakan adalah Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 18 responden (81,8%) bekerja di area kerja panas (28oC) dan sebanyak 40 responden (64,5%) bekerja di area kerja bising (85 dB) mengalami gangguan Kesehatan reproduksi. Hasil analisis statistic menunjukan ada pengaruh suhu terhadap gangguan reproduksi (p=0,002) dan tidak ada pengaruh kebisingan terhadap gangguan reproduksi (p=0,640). Simpulan bahwa sebagian besar pekerja wanita mengalami gangguan kesehatan reproduksi.Kata kunci : Suhu, Kebisingan, dan Pekerja Wanita.     Abstract                Life and work are inseparable. For humans, work is a basic need to fulfill needs and desires, both for men and women. Along with the development of the industrial world, female and male workers are often exposed to various risk factors that have the potential to threaten their health, including reproductive health. Reproductive disorders that often occur in women are menstrual disorders, fertility disorders, and disorders of pregnancy. One of the risk factors for reproductive health disorders in female workers found at PT. X and PT. Y is the physical work environment factor. The novelty of the research is to see the effect of the physical work environment on the reproductive health of female workers. The purpose of this study was to determine the factors in the work environment that affect reproductive health disorders in female workers. This research is an observational study with a cross sectional design. This research was conducted at two companies in the Industrial Center of Sidoarjo Regency. The research respondents were 109 people using simple random sampling technique. Noise and temperature measurements were carried out directly at the research site in order to determine the environmental conditions in the company. The data analysis model used is Multiple Logistics Regression. The results showed as many as 18 respondents (81.8%) working in hot work areas ( 28oC) and as many as 40 respondents (64.5%) working in noisy work areas ( 85 dB) experiencing reproductive health problems. The results of statistical analysis showed that there was an effect of temperature on reproductive disorders (p = 0.002) and no effect of noise on reproductive disorders (p = 0.640). The conclusion is that most of the female workers experience reproductive health problems.Keywords: Temperature, Noise, and Female Workers.
RELATIONSHIP OF SMOKING BEHAVIOR WITH HYPERTENSION EVENTS IN BOTUBULOWE VILLAGE, GORONTALO DISTRICT Nikmatisni Arsad; Putri Ayuningtias Mahdang; Amanda Adityaningrum
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i3.14570

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah kebiasaan merokok. Banyak penelitian mengatakan bahwa efek jangka panjang dari merokok adalah peningkatan tekanan darah karena adanya peningkatan zat inflamasi, disfungsi endotel, pembentukan plak, dan kerusakan vascular. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi di Desa Botubulowe, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross-Sectional yang menghubungkan antara dua variabel yaitu perilaku merokok dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Botubulowe pada bulan Juni tahun 2021. Penelitian ini menggunakan instrument dengan menggunakan kuisioner dengan melakukan wawancara langsung dan menggunakan data sekunder dari Kantor Desa Botubulowe dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis statistic uji chi-square. Hasil uji statistic menunjukan Tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi di Desa Botubulowe Kab. Gorontalo dengan hasil analisis data menggunakan uji chi-square diperoleh hasil p-value = 0,478 dan Tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan jenis hipertensi pada masyarakat Desa Botubulowe Kecamatan Dungaliyo. Dengan hasil analisis data menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p (p-value) = 0,583 dimana nilai tersebut lebih besar dari α= 0,05. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Botubulowe Kecamatan Dungaliyo tahun 2021.Kata Kunci : Merokok; Hipertensi AbstractHypertension is an increase in systolic blood pressure 140 mmHg and diastolic blood pressure 90 mmHg. One of the risk factors for hypertension is smoking. Many studies say that the long-term effect of smoking is an increase in blood pressure due to an increase in inflammatory substances, endothelial dysfunction, plaque formation, and vascular damage. The novelty of this study is because it examines the relationship of smoking behavior with the incidence of hypertension. The purpose of the study was to determine the relationship between smoking behavior and the incidence of hypertension in Botubulowe Village, Gorontalo Regency. The research design used was Cross-Sectional which connected two variables, namely smoking behavior with the incidence of hypertension. This research was conducted in Botubulowe Village in June 2021. This study used an instrument using a questionnaire by conducting direct interviews and using secondary data from the Botubulowe Village Office. The analysis was univariate and bivariate using chi-square test statistical analysis. The results of statistical tests show that there is no relationship between smoking behavior and the incidence of hypertension in Botubulowe Village, Kab. Gorontalo with the results of data analysis using the chi-square test, the results obtained p-value = 0.478 and there is no relationship between smoking behavior and the type of hypertension in the community of Botubulowe Village, Dungaliyo District. With the results of data analysis using the Chi-Square test, the p value (p-value) = 0.583 where the value is greater than = 0.05. Conclusion that there is no relationship between smoking behavior and the incidence of hypertension in the people of Botubulowe Village, Dungaliyo District in 2021.Keywords : Smoking; Hypertension
Pencegahan Stunting Melalui Upaya 1000 Hari Pertama Kehidupan Dan Peningkatan Kemandirian Keluarga Di Desa Pilolaheya Hiola, Faramita; Paramata, Nanang Roswita; Mahdang, Putri Ayuningtias
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.18453

Abstract

One of the health problems for toddlers that is relatively high in various regions in Indonesia is stunting. Nutrition Study reached 2021 prevalence of stunting in Indonesia was 24.4%. Stunting is a growth and development disorder in the form of chronic malnutrition during a period of growth and development from the beginning of life. Pilolaheya Village is one of the loci for stunting in Bone Bolango Regency. This service aims to provide socialization on the incidence of stunting in Pilolaheya Village. After determining the child's nutritional status, education is carried out in the form of socialization on stunting prevention for pregnant women and mothers with toddlers using lecture and discussion methods and demonstrations of making healthy MPASI using local food ingredients, procurement of billboards as a health promotion tool regarding ODF (Open Defecation Free). The results show that there are still 13 toddlers at risk of stunting. In addition to nutritional factors, environmental health was closely related to the incidence of stunting. In Pilolaheya Village, most people still defecate in the river, as can be seen from the fact that there are still 50 houses that do not have a toilet. Another condition was the habit of the head of the family smoking in any place was dangerous for pregnant women and toddlers. This activity can help provide information and education to the public regarding the importance of the first 1000 days of life for children and increase awareness of the Pilolaheya community about the importance of maintaining a healthy environment to prevent the spread of disease.
Penyuluhan Pencegahan Risiko Stunting 1000 Hari Pertama Kehidupan pada Masyarakat di Desa Huntu Barat Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango Paramata, Nanang Roswita; Mahdang, Putri Ayuningtias; Hiola, Faramita
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.18445

Abstract

Stunting or stunted body growth is a form of malnutrition. Stunting describes chronic undernutrition during the growth and development period from the beginning of life. The nutrition program that the current government has carried out has contributed to overcoming existing nutritional problems. Efforts that need to be made in the future are accelerating nutrition improvement with a priority of the First Thousand Days of Life or 1000 HPK. The purpose of this service activity is to prevent stunting and increase knowledge about stunting and PHBS in the community in Huntu Barat Village, Bulango Selatan District. The service is carried out through stunting counseling activities and prevention efforts. This activity is expected to provide information and education to the public regarding the importance of the first 1000 days of life for children as an effort to prevent stunting.Stunting atau terhambatnya pertumbuhan tubuh merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi. Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Program gizi yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini telah memberikan kontribusi terhadap penanggulangan masalah gizi yang ada. Upaya yang perlu dilakukan ke depan adalah percepatan perbaikan gizi dengan prioritas Seribu Hari Pertama Kehidupan atau 1000 HPK. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah upaya pencegah stunting dan meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan PHBS pada masyarakat di Desa Huntu Barat Kecamatan Bulango Selatan. Pengabdian dilakukan melalui kegiatan penyuluhan stunting dan upaya pencegahannya serta PHBS yang diberikan oleh Tim Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi anak sebagai upaya untuk mencegah stunting.
Edukasi Interaktif tentang Bahaya Rokok pada Siswa SMP Negeri 4 Limboto Mahdang, Putri Ayuningtias; Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Sunardi, Sunardi
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v4i1.32824

Abstract

Smoking behavior is a common phenomenon in Indonesian society. For the majority of Indonesians, smoking is a behavioral pattern that occurs in daily life. Smoking habits among adolescents in Indonesia are quite frequent, as this age represents a transitional period from adolescence to adulthood. The development of smoking behavior in adolescents is influenced by the knowledge they possess. Knowledge serves as the most fundamental basis for shaping a person's actions; it is the result of sensory perception or awareness of an object through their senses. The community service activity was conducted at SMP Negeri 4 Limboto with a total of 39 participants, consisting of 7th and 8th grade students. The activity was carried out in May 2025. The method used involved providing interactive education to the students. The activity was implemented in three stages: planning, preparation, implementation, and evaluation. Most of the students already possessed a very good level of knowledge and were aware of the health risks associated with smoking. However, smoking practices among students still occur, mainly due to peer pressure, lack of supervision, and easy access to cigarettes. Through collaboration among all parties, it is hoped that smoking behavior among students can be minimized and a culture of healthy living can be fostered within the educational environment.Keywords:Adolescents, Education, Knowledge, Smoking behavior