Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Adaptasi Sistem Kardiovaskuler dan Pulmonal terhadap Latihan Aerobik Trisnowiyanto, Bambang; Isna Andriani
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.34665

Abstract

Latihan fisik akan menimbulkan respon perubahan secara fisiologis tubuh manusia, termasuk pada sistem kardiovaskuler dan pulmonal. Indikator kinerja sistem kardiovaskuler dan pulmonal dapat digambarkan melalui denyut nadi, tekanan darah, dan frekuensi pernapasan. Adaptasi terhadap latihan akan terjadi baik sesaat pasca latihan jangka pendek, maupun jangka panjang. Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan adaptasi latihan pada sistem kardiovaskuler dan pulmonal berdasarkan jenis kelamin yang digambarkan melalui indikator denyut nadi dan frekuensi pernapasan yang terjadi sesaat setelah latihan aerobik. Metode penelitian, yaitu quasi experimental dengan two group pre and post-test design. Sampel penelitian adalah remaja akhir dengan usia 17-25 tahun yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil pengukuran pada kelompok perempuan didapatkan selisish mean HR pre-test dengan post-test sebesar -35,867 (thitung = -13,519; p-value= 0,000) dan selisih mean RR pre-test dengan post-test sebesar -18,844 (thitung = -18,982; p-value= 0,000). Hasil pengukuran pada kelompok laki-laki didapatkan selisish mean HR pre-test dengan post-test sebesar -41,9 (thitung = -10,589; p-value= 0,000) dan selisih mean RR pre-test dengan post-test sebesar -14,667 (thitung = -12,582; p-value= 0,000). Simpulan dari penelitian ini, yaitu adaptasi latihan aerobik terhadap sistem kardiovaskuler pada laki-laki dinyatakan memiliki kenaikan HR yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Sedangkan, adaptasi latihan aerobik terhadap sistem pulmonal pada perempuan dinyatakan memiliki kenaikan RR yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
EDUKASI DAN BIMBINGAN TEKNIS HOME PROGRAM HIDROTERAPI PADA ORANG TUA DAN PENDAMPING ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Trisnowiyanto, Bambang; Andriani, Isna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2024.364

Abstract

Children with special needs or disabilities, especially physical dysfunction, require physical therapy to stimulate growth and development throughout their life cycle. Parents and/or caregivers who accompany children with special needs 24 hours a day have a primary role in improving physical functional abilities and achieving children's independence in daily activities. Community service was expected to empower parents and/or caregivers accompanying children with special needs to apply a home hydrotherapy program. Empowerment in the community of parents with children with special needs is carried out using educational methods using power point media and guidance on home hydrotherapy program techniques through direct practical application. Community service activities were carried out in Padang City, which were attended by 130 parents with children with special needs spread across West Sumatra Province. The level of knowledge and skills of parents and/or companions of children with special needs regarding the application of home hydrotherapy programs has increased. Educational activities and guidance on home hydrotherapy program techniques for parents of children with special needs have a positive impact in helping to improve functional abilities and achieve children's independence in daily activities.
Effectiveness of PTR Home-based Exercise and Education Program in COPD Patients: Systematic Review Trisnowiyanto, Bambang; Arif Fadli
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 5 No. 1 (2024): Physiotherapy New Era
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v5i1.3043

Abstract

Introduction: Pulmonary rehabilitation (PR) in chronic obstructive pulmonary disease (COPD) patients requires time and full adherence to the treatment program. The difficulty of transportation and the patient's economic barriers raise the need for pulmonary telerehabilitation (PTR). The purpose of this study was to summarize existing literature data regarding the effectiveness of PTR home-based exercise and education program in COPD Patients. Methods: A systematic review with qualitative descriptive analysis method of the study from the electronic database Pubmed, Willey Online Library, Science Direct, EBSCO, Ovid. Results: There are 6 articles included in this study that stated that the effectiveness of home-based PTR exercise and education programs is comparable to hospital-based PR exercise and education programs in evaluating exercise capacity and quality of life. 5 articles had a dropout rate from participants in the intervention group <20% and 1 article had a dropout rate from participants in the intervention group >20%. 3 articles had a dropout rate from control group participants <20% and 3 articles had a dropout rate from control group participants >20%. Conclusion: Effectiveness of the PTR home-based exercise and education program is comparable to the effectiveness of the hospital-based PR exercise and education program in evaluating exercise capacity and quality of life with the cost efficiency of treatment.
PLYOMETRIC TRAINING DAPAT MENINGKATKAN KONTROL KESEIMBANGAN PADA FUNCTIONAL ANKLE INSTABILITY Nugroho, Fendy; Trisnowiyanto, Bambang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36997

Abstract

Functional ankle instability sebagai ketidakstabilan pergelangan kaki yang terjadi secara berulang dan menggambarkan kondisi pergelangan kaki yang tidak stabil, serta mengalami keterbatasan fungsional karena adanya penurunan proses proprioseptif, penurunan fungsi neuromuskular, dan penurunan kemampuan kontrol postural. Dalam mengatasi gangguan tersebut salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mengatasi kondisi functional ankle instability yaitu berupa plyometric training. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh plyometric training terhadap kontrol keseimbangan pada functional ankle instability. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest and posttest with control design. Subjek penelitian ini merupakan atlet dari komunitas Taekwondo Kertajaya yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 20 orang atlet dengan rentang usia 9 hingga 15 tahun. Subjek diberikan perlakuan sebanyak 16 kali pertemuan selama 6 minggu yang dimulai pada bulan April hingga Juli 2023. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Cumberland Ankle Instability Tool Youth. Hasil: uji hipotesis dengan menggunakan paired sample t test pada Kelompok I dan II keduanya didapatkan hasil p = 0,000 atau p < 0,05 yang bermakna terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kontrol keseimbangan pada functional ankle stability, sedangkan uji beda kelompok I dan II dengan menggunakan independent sample t test didapatkan hasil p = 0,047 atau p < 0,05 yang bermakna terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kontrol keseimbangan pada functional ankle stability. Kesimpulan: Ada pengaruh plyometric training terhadap peningkatan kontrol keseimbangan pada functional ankle stability.
Pengaruh Plyometric Training terhadap Balance Control pada Functional Ankle Instability: The Effect of Plyometric Training on Balance Control in Functional Ankle Instability Nugroho, Fendy; Trisnowiyanto, Bambang; Wulandari, Endah Tri
Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding 2023: Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Functional ankle instability sebagai ketidakstabilan pergelangan kaki yang terjadi secara berulang dan menggambarkan kondisi pergelangan kaki yang tidak stabil, serta mengalami keterbatasan fungsional karena adanya penurunan proses proprioseptif, penurunan fungsi neuromuskular, dan penurunan kemampuan kontrol postural. Dalam mengatasi gangguan tersebut salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mengatasi kondisi functional ankle instability yaitu berupa plyometric training. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh plyometric training terhadap balance control pada functional ankle instability. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest and posttest with control design. Subjek penelitian ini merupakan atlet dari komunitas Taekwondo Kertajaya yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 20 orang atlet dengan rentang usia 9 hingga 15 tahun. Subjek diberikan perlakuan sebanyak 16 kali pertemuan selama 6 minggu yang dimulai pada bulan April hingga Juli 2023. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Cumberland Ankle Instability Tool Youth. Hasil: uji hipotesis dengan menggunakan paired sample t test pada Kelompok I dan II keduanya didapatkan hasil p = 0,000 atau p < 0,05 yang bermakna terdapat pengaruh yang signifikan terhadap balance control pada functional ankle stability, sedangkan uji beda kelompok I dan II dengan menggunakan independent sample t test didapatkan hasil p = 0,047 atau p < 0,05 yang bermakna terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap balance control pada functional ankle stability. Kesimpulan: Ada pengaruh plyometric training terhadap peningkatan balance control pada functional ankle stability.
The relationship between physical activity level on the severity of dysmenorrhea Trisnowiyanto, Bambang; Andriani, Isna
Jurnal Keolahragaan Vol. 12 No. 1: April 2024
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v12i1.71600

Abstract

Dysmenorrhea is a disorder in which women experience pain or cramping in the abdominal region throughout the menstrual cycle. It has been noted that physical activity and psychological variables can exacerbate dysmenorrhea. The purpose of this study was to examine the association between  physical activity level and the severity of dysmenorrhea in late adolescence. This cross-sectional study involved 126 late female adolescents aged 17 to 25 years experiencing dysmenorrhea. The independent variable was physical activity, which was measured using the International Physical Activity Questionnaires (IPAQ), categorized into high and low physical activity levels . The dependent variable was dysmenorrhea, measured using the working ability, location, intensity, days of pain, and dysmenorrhea (WaLIDD), which was categorized into severe and mild dysmenorrhea. The association between physical activity  and dysmenorrhea was analysed using simple binary logistic regression analysis.The findings indicated that mild dysmenorrhea was 93.65% and severe dysmenorrhea was 6.35%. Adolescents who engage in high physical activity were more likely to experience severe dysmenorrhea than adolescents who engage in light physical activity (OR= 5.11; p= 0.032; 95% CI= 1,15 to 22,72). The probability of adolescents who participated in high physical activity in experiencing severe dysmenorrhea was 14.70%. It can be concluded that high physical activity level is correlated to higher risk of experiencing severe dysmenorrhea.
PENGARUH LATIHAN WALL SQUAT TERHADAP DAYA TAHAN OTOT TUNGKAI PEMAIN BULUTANGKIS Aqzal Dwi Kuncoro; Jasmine Kartiko Pertiwi; Bambang Trisnowiyanto
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.17

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Daya tahan otot tungkai merupakan salah satu biomotor yang penting dalam permainan bulutangkis, dimana pemain harus bergerak mengikuti gerakan dari shuttlecock lawan tanpa adanya kelelahan. Fisioterapis dapat memberikan latihan berupa wall squat dalam meningkatkan daya tahan otot tungkai pemain bulutangkis. Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh latihan wall squat terhadap daya tahan otot tungkai pada pemain bulutangkis. Metode : Rancangan penelitian menggunakan penelitian experimental one group pre and post test with control group design. Kelompok perlakuan diberikan intervensi latihan wall squat dan latihan standar 3 kali per minggu selama 4 minggu. Sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan latihan standar dari pelatih. Total jumlah subjek adalah 20 pemain bulutangkis PB Spensaga. Hasil : Hasil uji beda daya tahan otot tungkai awal dan akhir kelompok I dan II menggunakan Uji Paired Sample t-test dengan kelompok I didapatkan hasil yang sama yaitu p = 0,000 (p<0,05). Uji beda post test kelompok I dan II menggunakan Independent Sample t-test didapatkan hasil p = 0,000. Selisih rata-rata didapatkan bahwa kelompok I mendapatkan hasil 10,7 dan kelompok II mendapatkan hasil 3,2. Kesimpulan : Ada pengaruh latihan wall squat terhadap daya tahan otot tungkai pemain bulutangkis.
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC PADA FUNCTIONAL ANKLE INSTABILITY ATLET TAEKWONDO Endah Tri Wulandari; Bambang Trisnowiyanto; Fendy Nugroho
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v1i2.25

Abstract

Background: Functional ankle instability is ankle instability that occurs repeatedly and describes an unstable ankle condition, and experiences functional limitations due to decreased proprioceptive processes, decreased neuromuscular function, and decreased postural control ability. To overcome this disorder, the action that can be given to someone who experiences functional ankle instability is in the form of plyometric exercises. Objective: To find out whether there is an effect of plyometric training on functional ankle instability in taekwondo athletes. Method: This research uses one group pretest and posttest design. The subjects of this research were athletes from the Kertajaya Taekwondo community who had met the inclusion and exclusion criteria of 14 athletes with an age range of 9 to 15 years. Subjects were given treatment in 16 meetings over 6 weeks starting from February to March 2023. The measuring tool used in this research was the Cumberland Ankle Instability Tool Youth questionnaire. Results: In this study, to prove that plyometric training has an effect on ankle stability, a hypothesis test was carried out using the Wilcoxon test as part of the non-parametric test, the result was p = 0.01 or p < 0.05, which means there is a significant effect on ankle stability in functional ankle stability of taekwondo athletes. Conclusion: There is an effect of plyometric training on increasing ankle stability in the functional ankle stability of taekwondo athletes