Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Giving Booked Chicken Eggs White Affects Perineal Wound Healing Sunarsih Sunarsih; Rosmiyati Rosmiyati; Ana Mariza; Nana Kristina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5038

Abstract

Latar Belakang: Bagi perempuan, perineum sangatlah penting. Peregangan dan robekan pada perineum selama proses persalinan dapat melemahkan otot – otot dasar panggul pada dinding vagina. Trauma pada perineum juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada saat berhubungan seksual. Diperkirakan 85% ibu bersalin mengalami robekan jalan lahirTujuan: Diketahui pengaruh pemberian putih telur ayam rebus terhadap penyembuhan luka perineum.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group design, penelitian dilakukan diwilayah kerja puskesmas serupa indah, sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 ibu nifas  dengan pembaguan 16 intervensi, 16 kontrol, penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Juli Tahun 2021, teknik sampling purposive sampling, penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat man witneyHasil: Rata-rata luka perineum pada hari 1 kelompok yang tidak diberi putih telur ayam rebus dengan Mean 6,69 Min 5 Max 8.luka perineum pada hari 7 kelompok yang tidak diberi putih telurayam rebus dengan Mean 1,81 Min 0 Max 4.Hasil uji statistic didapatkan nilai P-value= 0.029 (<0,05)Kesimpulan: terdapat pengaruh pemberian putih telur ayam rebus terhadap penyembuhan luka perineum.Saran : Bagi tenaga medis diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya asupan protein salah satunya telur untuk penyembuhan luka khususnya luka perineum. Kata kunci: Protein, telur, perineum ABSTRACT Background : For women, perineum is very important. Stretching and tearing on perineum during childbirth process can weaken the pelvic floor muscles in the vaginal wall. Trauma on perineum causes discomfortable feeling and pain when doing sexual intercourse. It is estimated around 85% of mothers who giving a birth have experience of tearing in the birth canal.Purpose : by known the influence of giving boiled chicken eggswhite toward perineal wound healing.Methods: kind of quantitative research, Quasi- experimental research design by using Pretest-Posttest Control Group design approach, this study was done in worked area of Serupa Indah Public Health Center. The sample of the study is 32 postpartum mother by detailing 16 interventions, and 16 controls. This study was conducted on February – July 2021, purposive sampling technique, this research uses univariate and bivariate Man Witney’s analysis.The result : the average of perineal wound in the first day for the group who was not given boiled chicken eggswhite by Mean 6,69 Min 5 Max 8. Perineal wound in the seventh day for the group who was not given boiled chicken eggswhite by Mean 1,81 Min 0 Max 4. For the result of statistical test is gotten, P-value= 0.029 (<0,05).Conclusion: there is the influence of giving boiled chicken eggswhite toward perineal wound healing.Suggestions: for medical workers are hoped to educate society about the importance of protein intake one of them is egg for would healing, especially the wound of perineum. Keyword: Protein, egg, perineum 
Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil Syamraini Silda; Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.1896

Abstract

Factors for hypertensive disorders of pregnancy among mothers in Lampung, IndonesiaBackground: Hypertension in pregnancy when blood pressure reaching 140/90 mmHg or more, which occurs during pregnancy. Hypertension in pregnancy can cause mortality and the number of prevalent still too high.Purpose: To know the factors associated with hypertension among pregnant women Inpatient public health centre, South Lampung.Method: A quantitative study with a cross-sectional with a prospective approach. The sampling was all pregnant women who follow up at the health center of 80 respondent on May 20 - July 24, 2019 taken by accidental sampling and data collected using observational sheets and interviews. Data analysis using chi-square test to find correlation among variables.Results: Shows that of 80 respondents who suffering of hypertension of 45%, age its risky category of  57.5%, parity its risky category, has obesity of 42.5% and having a history of hypertension in those without a previous history of hypertension of 35%. Statistical test results show that age its risk with p = 0.029, parity its risk (p = 0,000), obesity (p = 0.000) and a history of hypertension (p = 0.000). conclusion that there was a relationship between age its risk, parity its risk, obesity, and hypertension history with the incidence of hypertensionKeywords: Hypertensive disorders; Pregnancy; An age of risk; A parity of risk; Obesity; History of hypertensionPendahuluan:Hipertensi dalam kehamilan adalah tekanan darah mencapai 140/90  mmHg atau lebih yang terjadi saat kehamilan. Hipertensi pada kehamilan dapat menyebabkan mortalitas pada ibu hamil dan angkanya masih cukup relatif tinggi.Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Lampung Selatan.Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional study pendekatan prospektif. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah Accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang ke Puskesmas selama penelitian berlangsung yaitu sebanyak 80 ibu hamil pada tanggal 20 Mei – 24 Juli 2019 . Pengumpulan data diperoleh menggunakan lembar observasional dan wawancara. Analisis hubungan menggunakan uji chi-square.Hasil: Menunjukkan bahwa dari 80 ibu hamil yang mengalami hipertensi sebanyak 36 orang (%) sedangkan yang tidak hipertensi sebanyak 44 orang (%).Umur terbanyak pada yang beresiko 46 orang (57,5%) , Paritas pada yang tidak beresiko sebanyak 43 orang (53,75%) , Obesitas yang terbanyak pada yang tidak obesitas 46 orang (57,5%) dan Riwayat hipertensi sebelumnya terbanyak pada yang tidak ada riwayat hipertensi sebelumnya sebanyak 52 orang (65%).Hasil uji statistik bivariate menunjukkan bahwa umur (p=0,029) , paritas (p=0,000) , obesitas (p=0.000) dan  riwayat hipertensi (p=0.000) sehingga disimpulkan umur, paritas, obesitas dan riwayat hipertensi berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil.
Nyeri persalinan dan tingkat kecemasan pada ibu inpartu kala I fase aktif Sunarsih Sunarsih; Tuti Puspita Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.6053

Abstract

Labor pain and anxiety levels in the mothers inpartu active phase of the first stage at Metro medical center, Lampung-IndonesiaBackground: Anxious feeling whom mother felt at give birth process would influence toward painful sensation in giving a birth. The presurvey result that done at Metro medical center, finding of 7 mother who give birth, most of them (71,4 %) had  anxious level  that was medium, and there were of 4 mother (57, 2%) had a light pain, and of 3 was a medium pain.Purpose: Knowing the correlation of labor pain and anxiety levels in the mothers inpartu active phase of the first stageatmedical center, Metro Lampung-IndonesiaMethod: A quantitative with cross sectional and the sample of 31 inpartu active phase by using accidentall sampling method. Instrument for painful intensity used Baurbanispainful scale and for anxious level’s by using State-trait anxiety inventory (STAI) Form Y-1. This research had done  on2018 and data analyses used person product moment test.Results: Finding that the average of anxious level inpartu mother was of 51.35 and the average of pain score was of 4,68.Conclusion: There was correlation between of labor pain and anxiety levels in the mothers inpartu active phase of the first stage at medical center, Metro Lampung-Indonesia. Medical care provider to be give more information regarding  the birth physiology in order to mother could prevent anxious feeling during giving birth process.Keywords:  Labor Pain; Anxiety Levels; Mothers InpartuPendahuluan: Rasa cemas yang dialami ibu pada proses persalinan akan berpengaruh terhadap nyeri pada persalinan. Hasil prasurvey yang dilakukan di BPS P Kota Metro menunjukkan bahwa dari 7 ibu bersalin, sebagain besar (71,4%) memiliki tingkat kecemasan sedang dan sebanyak 4 ibu bersalin (57,2%) memiliki intensitas ringan, 3 ibu (42,8%) memiliki intensitas nyeri sedang.Tujuan: Diketahuinya hubungan tingkat kecemasan terhadap nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif di BPS P Kota Metro.Metode:Penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional dan sampel berjumlah 31. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data intensitas nyeri menggunakan skala nyeri Bourbanis, sedangkan pengumpulan data tingkat kecemasan ibu bersalin dilakukan menggunakan State-trait anxiety inventory (STAI) Form Y-1. Penelitian telah dilaksanakan pada tahun 2018. Analisa data menggunakan uji person product moment. Hasil: Diperoleh rata-rata tingkat kecemasan ibu inpartu adalah 51,35 dan rata-rata skor nyeri yang dirasakan adalah 4,68.Simpulan: Adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan nyeri ibu inpartu kala I fase aktif. Bagi ibu yang akan menjalani proses persalinan hendaknya menggali informasi tentang fisiologis persalinan agar ibu bersalin mampu mencegah terjadinya kecemasan selama proses persalinan. 
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN PRESTAI BELAJAR PADA REMAJA PUTRA DI SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG Sunarsih Sunarsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.222 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i1.230

Abstract

Berdasarkan data pada tahunh 2010 dari 56 jumlah Sekolah Menengah Atas di Bandar Lampung diantaranya yaitu 17 SMA negeri dan 39 diantaranya SMA Swasta diketahui bahwa hampir 80% siswa yang merokok lebih banyak di SMA swasta dibandingkan dengan SMA negeri. Hasil pre survey terhadap 17 siswa dari 131 siswa remaja putra di SMA PersadaBandar Lampung pada tanggal 15 maret 2013 diperoleh data 14 (82,3%) mengatakan merokok dan 3 (17,6%) tidak merokok. Hasil wawancara diketahui bahwa dari 14 orang siswa yang merokok terdapat 10 (71,5%) siswa mengalami penurunan prestasi belajar sedangkan 4 (28,5%) lainnya tidak mengalami penurunan prestasi belajar. Dengan penelitian inidiketahui hubungan antara perilaku merokok dengan prestasi belajar pada remaja putra di SMA Persada Bandar Lampungtahun 2013.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di SMA Persada Bandar Lampung sebanyak 131 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 98 responden yang didapatkan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil uji statistik didapat ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan prestasi belajar pada siswa remaja putra di SMA Persada Bandar Lampung tahun 2013 dengan P value 0,000. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi serta dapat memberi masukan untuk mengurangi kebiasaan merokok khususnya remaja putra saat ini.
Terapi Relaksasi (Napas Dalam) dalam Mengurangi Nyeri Persalinan Juistira Safitri; Sunarsih Sunarsih; Dewi Yuliasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3003

Abstract

Masalah yang paling sering muncul pada ibu bersalin adalah nyeri persalinan. Apabila tidak di atasi akan menimbulkan kecemasan, ketakutan serta stress pada ibu yang akan meningkatkan lagi intensitas nyeri yang dirasakan. Nyeri selama proses persalinan yang disertai dengan ketakutan akan memperlambat proses persalinan. Nyeri persalinan akan menimbulkan hiperventilasi, meningkatkan konsumsi oksigen, menimbulkan alkalosis respiratorik, vasokontriksi pembuluh darah dalam uterus dan asidosis pada fetus. Meningkatkan noradrenalin akan menurunkan darah ke plasenta dan menurunkan kontraksi uterus sehingga mengganggu keselamatan ibu dan fetus dan keberhasilan partus pervaginam. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi (napas dalam) dalam mengurangi nyeri persalinan. Jenis penelitia kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Teknik sampling dengan cara purposive sampling. Sasaran dalam penelitian seluruh ibu bersalin kala 1 pembukaan 4 – 7 cm, sampel berjumlah 30 orang. Tempat penelitian telah dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan D Kota Bandar Lampung pada 16 Februari – 30 Juni 2019. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, analisa data bivariate dengan uji t. Hasil penelitian rata- rata nyeri persalinan sebelum diberikan terapi relaksasi (nafas dalam) adalah 6.7 dengan standar deviasi 0.8. Rata – rata nyeri persalinan setelah diberikan terapi relaksasi (napas dalam) adalah 4.3 dengan standar deviasi 0.9, dan p-value <0.001. Ada pengaruh terapi relaksasi (napas dalam) dalam mengurangi nyeri persalinan. Kepada bidan untuk dapat memberikan terapi norfarmakologi dalam mengurangi nyeri persalinan dengan terapi relaksasi (napas dalam).
Penyuluhan Penggunaan Jahe Merah Sebagai Terapi Non Farmakologi Untuk Mengatasi Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih; Dewi Yuliasari; Anggraini Anggraini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3758

Abstract

ABSTRAK  Dismenorea merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi. Dismenorea adalah nyeri pada waktu haid terasa diperut bagian bawah atau daerah bujur sangkar michaelis, nyeri terasa  sebelum, selama dan sesudah haid. Dapat bersifat kholik atau terus-terus.Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Tujuan kegiatan penyuluhan ini  untuk agar remaja putri mengerti mengenai cara menangani dismenorea secara non-farmakologi tanpa ada efek samping serta tidak menimbulkan kekhawatiran yang akan berdampak kepada kelangsungan siklus hormonal wanita dan proses kesehatan reproduksi. jika tidak mendapat penanganan dapat menghambat aktivitas dan kreatifitas remaja putri  sebagai calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa. Selain itu dismenorea merupakan salah satu keluhan paling umum pada endometriosis. Dimana endometriosis dapat mengakibatkan seorang wanita mengalami infertilitas. Kegiatan ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja putri mengenai nyeri haid. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah didapatkan peningkatan pengetahuan remaja tentang nyeri haid sebanyak 70%. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi khususnya remaja putri untuk dapat mengatasi keluhan nyeri haid dengan terapi non farmakologi Kata Kunci : Penyuluhan, jahe merah, remaja putri, nyeri haid  ABSTRACT Dysmenorrhoea is the most common complaint of gynecological patients. Dysmenorrhoea is pain when menstruation is felt in the lower abdomen or the Michaelis square area, pain is felt before, during and after menstruation. Can be cholic or persistent. Primary dysmenorrhoea often occurs at a young age / adolescent with complaints of pain such as cramps and its location in the middle of the uterus. The purpose of this counseling activity is to make young women understand how to treat dysmenorrhoea in a non-pharmacological manner without any side effects and does not cause concerns that will impact the continuity of women's hormonal cycles and reproductive health processes. if not treated, it can hamper the activities and creativity of young women as prospective mothers who will give birth to the nation's next generation. In addition, dysmenorrhea is one of the most common complaints of endometriosis. Where endometriosis can result in a woman experiencing infertility. This activity was carried out at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. This activity begins by asking questions about the knowledge of young women about menstrual pain. Followed by providing material using power points and giving leaflets. The result of this activity was an increase in adolescent knowledge about menstrual pain by 70%. This activity is the first step to improve reproductive health, especially young women, to be able to overcome menstrual pain complaints with non-pharmacological therapy Key Words : Counseling,  Red ginger, Adolescent, dysmenorrhoea
Edukasi Manfaat Jus Wortel Sebagai Terapi Dismenorea Pada Remaja Sunarsih Sunarsih; Aryati Sumarlinda; Fijri Rachmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5236

Abstract

ABSTRAK Dismenore adalah nyeri ringan yang dapat ditolerir tanpa obat, namun dalam kondisi berat bisa mengganggu aktivitas sehari – hari atau absen sekolah. Pemicu utama dismenore primer adalah prostaglandin yang berperan penting menyebabkan kram dan kontraksi serta gejala lainnya. Mengatasi dismenore dapat dilakukan dengan menggunakan jus wortel yang kaya akan karotin, pectin, aspargin, serat, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, sodium, asam amino, minyak esensial dan beta karote serta vitamin A,B,C,D,E dan K. Vitamin E membantu block formasi prostaglandin dan membantu mengatasi efek dari peningkatan prostaglandin, sehingga efektif menurunkan nyeri. Kegiatan penyuluhan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mulya Asri tanggal 15 maret 2021. Kegiatan diawali dengan melakukan pertest lalu penyampaian materi, demonstrasi pembuatan jus dan diakhiri dengan evalusi dalam bentuk post test. Terdapat  peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore serta cara mengatasi dismenorea menggunakan jus wortel yaitu sebesar 55%. Kata Kunci: Edukasi, Jus Wortel, Remaja, Dismenore ABSTRACTDysmenorrhea is mild pain that can be tolerated without medicine, however, severe conditions can disturb daily activity or be absent in school. The main trigger of primer dysmenorrhea is a prostaglandin that has an important role in causing cramps, contraction, and other symptoms. The way to overcome dysmenorrhea can be done by using carrot juice in which very rich in carotene, pectin, asparagine, fiber, fat, carbohydrate, calcium, phosphorus, iron, sodium, amino acids, essential oil, beta carotene, and A, B, C, D, E, K vitamin. Vitamin E helps block the formation of prostaglandin and helps in overcoming the effects of increased prostaglandin so that it is very effective in decreasing pain.  Counseling activity was done in the worked area of Mulya Asri’s Public Health Center on 15th March 2021.  This activity was started by doing a pretest, delivering the material, demonstrating in making juice, and ended by evaluating in the form of the posttest. The results were that teenage girls have had increased their knowledge about dysmenorrhea and they have had known in overcoming dysmenorrhea by using carrot juice totally 55%. Keywords : Education, Carrot Juice, teenage, Dysmenorrhea
MANFAAT MINUMAN JAHE MERAH DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.886

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi. Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Dismenorea dialami 75% dari seluruh wanita. Sebanyak 14-26% remaja tidak dapat mengikuti kegiatan sebagai akibat dari dismenorea. Dismenorea dapat ditangani melalui terapi non farmakologis, salah satunya menggunakan jahe  merah.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat jahe merah dalam mengurangi dismenorhea primer pada siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung.Jenis penelitian eksperimen, rancangan penelitian menggunakan pre eksperimental pendekatan one group pre test post test design). Pupolasi adalah siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 224 siswi, sampel berjumlah 34 dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji T-Test.            Hasil penelitian menunjukkan hasil uji T bahwa p-value 0,000 < α ( 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa jahe merah bermanfaat dalam mengurangi dismenorea primer pada remaja. Bagi remaja diharapkan untuk dapat mengkonsumsi minuman jahe merah dalam menangani dismenorea
PENYULUHAN TENTANG KANKER SERVIK MEMPENGARUHI PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Jumaida Jumaida; Sunarsih Sunarsih; Rosmiyati Rosmiyati; Dessy Hermawan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.1804

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang Kejadian kanker serviks dapat dicegah dengan deteksi dini lesi prakanker. Data yang didapat di Wilayah Puskesmas Tanjung Bintang  Kecamatan Tanjung Bintang bulan september – desember 2018, dari 430 wanita usia subur yang melakukan pap smear dan IVA, sebanyak 2 orang (0,46%) terdeteksi kanker rahim stadium 1b, 57 orang (13,4%) mengalami lesi pra kanker serviks. Tujuan penelitian diketahui pengaruh penyuluhan tentang kanker servik terhadap  pengetahuan dan motivasi pemeriksaan IVA pada wus di wilayah puskesmas tanjung bintang  kecamatan tanjung bintang kabupaten lampung selatan tahun 2019 Metode Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan Quasi Eksperimen. Populasi penelitian ini seluruh Wanita usia subur berjumlah 11.361 dengan sampel sebanyak 39 orang, pengambilan sampel purposive sampling. Objek dalam penelitian ini pengetahuan, morivasi dan pengetahuan menggunakan data primer langsung dari responden. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 20 Mei – 21 Juni 2019 di Wilayah Puskesmas Tanjung Bintang Kecamatan Tanjung Bintang  Kabupaten Lampung Selatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian Rata-rata pengetahuan ibu sebelum penyuluhan  adalah 10,28 dengan standar deviasi 2,224 dan setelah penyuluhan adalah 17,41 dengan standar deviasi 1,773. Rata-rata motivasi ibu sebelum penyuluhan  adalah 43,59 dengan standar deviasi 7,556 dan setelah penyuluhan adalah 62,26 dengan standar deviasi 6,142.  Kesimpulan Ada Pengaruh penyuluhan tentang  kanker servik terhadap  Pengetahuan (p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05) dan Motivasi (p-value = 0,000) pada WUS . Saran lebih meningkatkan ketrampilan kepada petugas dilapangan tentang teknik penyuluhan, serta memberikan fasilitas untuk penyuluhan yang lebih memadai hingga dapat meningkatkan motivasi kepada wanita usia subur  Kata kunci: kanker servik, pengetahuan, motivasi, penyuluhan  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Yanti Rukmana Sari; Ike Ate Yuviska; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.1726

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Berdasarkan persentase bayi yang mendapat ASI ekslusif di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2016 sebesar 74,9% (6.494 bayi) mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 93,8% (19.722 bayi). Hal ini berarti capaian ASI eksklusif sudah melampaui target sebesar 70%. Sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 59,7% berarti apaian ASI eksklusif belum melampaui target sebesar 100%. Berdasarkan presurvey peneliti bulan Mei 2019 di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb bahwa dari 54 orang ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga, maupun negaraTujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb Katibung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Seluruh ibu yang memiiliki bayi usia 0-6 bulan di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb Katibung Kabupaten Lampung Selatan bulan Maret – Mei Tahun 2019 sebanyak 54 orang. teknik sampling yang digunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian diketahui pemberian pemberian ASI Eksklusif sebanyak 20 orang (37,0%), Motivasi yang mendukung sebanyak 39 orang (72,2%), Pengetahuan kurang baik sebanyak 33 orang (61,1%). Tidak ada hubungan antara teknik menyusui dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 364. Tidak ada hubungan antara motivasi dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 507.Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 000.Saran Bagi ibu diharapkan para ibu menyusui menambah pengetahuan, wawasan dan mencari informasi yang sebanyakbanyaknya tentang cara menyusui yang benar serta meningkatkan hubungan antar individu yang nantinya bisa berbagai informasi, pengalaman serta saling mendukung dalam memberikan ASI kepada anaknya. Kata Kunci             : faktor-faktor pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan