Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

TERAPI ZINC DALAM MENURUNKAN NYERI MENSTRUASI (DYSMENORRHEA) Ni Ketut Septriana Damayanti; Sunarsih Sunarsih; Vida Wira Utami
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.1687

Abstract

ABSTRAK   Latar Belakang: Dismenore menempati urutan pertama keluhan yang sering dialami wanita, sebesar 65.3% selain siklus menstruasi yang tidak teratur. Prevalensi dismenore lebih tinggi pada kelompok usia remaja 10-20 tahun sebesar 71.4%. Berdasarkan hasil pre survey kepada 30 siswi melalui tehnik wawancara didapat 21 orang (70%) siswi mengatakan sering mengalami gejala nyeri perut pada saat menjelang dan saat menstruasi berlangsung sehingga menyebabkan rata-rata dalam sebuah absensi kehadiran pada saat proses belajar mengajar ataupun istirahat di rumah 1-2 hari.  Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah terapi zinc dalam menurunkan  nyeri  Menstruasi (Dysmenorhea)  Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif, rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen yaitu kegiatan percobaan (experiment), Quasy Eksperimen yaitu Intact Group Comparison. Populasi sebanyak 203siswi. Sampel sebanyak 40 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol 20 orang, 20 orang untuk kelompok intervensi. Pengambilan sample teknik purposive sampling. Analisa data univariat untuk mengetahui rata-rata nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, analisa bivariat menggunakan uji T-test independent Hasil: Hasil penelitian adalah diketahui rata-rata nyerisaat Menstruasi (Dysmenorhea) pada kelompok diberi zinc yaitu sebesar 4,86. Diketahui rata-rata nyerisaat Menstruasi (Dysmenorhea) pada kelompok tidak diberi zinc yaitu sebesar 6,50. Hasil uji t didapat p value 0,000< 0,05.  Kesimpulan: Diketahui ada pengaruh terapi zinc dalam menurunkan  rasa nyeri saat Menstruasi (Dysmenorhea) Terapi Zinc Dalam Menurunkan  Nyeri Menstruasi (Dysmenorrhea)Saran Bagi tenaga kesehatan diharapkan untuk dapat memberikan promosi kesehatan mengenai penanganan nyeri haid pada remaja putri melalui konseling, KIE, media masa, dan leaflet terutama pada remaja putri yang mengalami nyeri haid agar mengkonsumsi zinc untuk mengurangi nyeri menstruasi.   Kata Kunci  : Zinc,Dismenorhea
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATUK DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Ragillia Elvina Safitri; Ike Ate Yuviska; Astriana Astriana; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4936

Abstract

Background Milk production which is not quite the most common factors that lead to the cessation of the practice of exclusive breastfeeding type in an attempt to increase the rate of secretion and milk production is through the use of traditional herb medicine such as leaf extract katuk S leaves katuk been shown to have a wide variety of non-pharmacological activity. And katuk contains a number of important nutrients such as protein, vitamin C, vitamin D, calcium to folic acid. The purpose of this research is  to determine the effect of giving Katuk leaf extract on breast milk production of breastfeeding mothers at Kemiling Inpatient Health Center Bandar Lampung 2021.Method research design using pre-experimental method with two group pretest – posttest approach. sampling technique with purposive sampling as many as 30 breastfeeding mothers, the results of the study were analyzed by independent t-test. This data was taken using an observation sheet in the form of a checklist for the consumption of katuk leaves extract that was consumed by the mother. This research was conducted in March-July 2021. The results of statistical tests using independent obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaf extract and not giving katuk leaf extract.Conclusion The results of statistical test using independent  t-test obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaves extract and not giving katuk leaves extract. Suggestion Future researchers are expected to use this research source as an additional reference. Further research on the effect of katuk leaf extract on breast milk production by adding other herbal ingredients in accordance with the prescribed dose Keywords: Katuk Leaves Extract, ASI ABSTRAK Latar Belakang Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya praktik pemberian ASI eksklusif ketik salah satu upaya meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat ramuan tradisional seperti ekstrak daun katuk S daun katuk telah terbukti memiliki berbagai macam aktivitas nonfarmakologi. Dan katuk mengandung sejumlah nutrisi penting seperti protein, vitamin C, vitamin D, kalsium hingga asam folat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun  Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021Metode penelitian Desain penelitian menggunakan metode Pra Eksperimental dengan pendekatan two grouppretest – posttest. teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang ibu menyusui, hasil penelitian dianalisa dengan uji independent t- test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-juli 2021.Hasil uji statistik menggunakan independen didapat nilai p-value  0, 001< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan  yang  signifik  antara pemberian ektrak daun katuk dan yang tidak diberikan ektrak daun katukKesimpulan Hasil uji statistik didapatkan nilai p< 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha dierima yang artinya ada pengaruh pemberian ektrak daun katuk terhadap ibu menyusui menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021. Saran untuk Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sumber penelitian ini sebagai referensi tambahan. Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak daun katuk terhadap produksi ASI dengan menambahan bahan herbal lainnya sesuai dengan dosis yang ditentukan Kata Kunci : Ekstrak Daun Katuk,ASI
MANFAAT KAPSUL DAUN KELOR DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Rismawati Rismawati; Vilma Ajijul Jana; Neneng Siti Latifah; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.1958

Abstract

ADVANTAGE OF MORINGA LEAF CAPSULS IN INCREASING HEMOGLOBIN LEVEL TOWARD PREGNANT WOMAN  Introduction: One of the government policies to increase the nutritional needs of pregnant women is iron supplements. Supplements that contain iron are derived from Fe. The national target is 85% and the achievement is for those who consume Fe ≥90 tablets of 30.6% and <90 of 64.5%. This indicates that we have not reached the target.Purpose: to determine the effect of Moringa leaf capsules on increasing hemoglobin levels in pregnant women at Sumanda Public Health Center.Methods: This type of quantitative research, the research design used is a quasi-experimental with a two group pretest posttest approach. The population in this study were 33 pregnant women who experienced anemia. A sample of 30 people, 15 people as the intervention group were given treatment by consuming Moringa leaf capsules + Fe and 15 people as the control group who were only given Fe. Sampling of this study was conducted using purposive sampling technique, data analysis using the Independent T-test.Result: The results of univariate analysis showed that the average hemoglobin level in the intervention group before being given Moringa leaf capsules + Fe was 9.907 gr / dl, while in the control group it was 9,800 gr / dl. The average hemoglobin level after being given Moringa + Fe leaf capsules in the intervention group was 11.327 while in the control group was 10.700 gr / dl. 0.90. Bivariate analysis obtained p value 0.000 <0.075, which means p value <α.Conclusion: there is the effect of giving Moringa leaf capsules to pregnant women on hemoglobin levels at Sumanda Public Health Center, Tanggamus Regency in 2019Suggestion It is hoped that for the community and the Puskesmas the results of this research can be used as evaluation material and a basis for making policies and formulating program plans. For future researchers as a basic source for other researchers to continue research on the comparison of the increase in hemoglobin levels in pregnant women who are given Moringa leaf capsules. Key words: Moringa leaf capsules, hemoglobin, pregnant women ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kebutuhan gizi ibu hamil adalah suplemen zat besi. Suplemen yang mengandung zat besi tersebut berasal dari Fe. Adapun target nasional yaitu 85% dan pencapaiannya yaitu untuk yang mengkosumsi tablet Fe ≥90 sebesar 30,6% dan <90 sebesar 64,5%. Hal ini menunjukkan bahwa belum mencapai target.Tujuan: mengetahui ada pengaruh pemberian kapsul daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil  di Puskesmas Sumanda.Metode:Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian yang di gunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 ibu hamil dimana yang mengalami anemia.  Sampel sebanyak 30 orang, 15 orang sebagai kelompok intervensi diberikan perlakuan dengan mengkonsumsi kapsul daun kelor + Fe dan 15 orang sebagai kelompok control yang hanya diberikan Fe. Pengambilan sample penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, analisa data menggunakan uji T-test Independent.Hasil : Hasil analisa univariat didapatkan rata  - rata kadar hemoglobin  pada kelompok intervensi sebelum diberikan kapsul daun daun kelor + Fe adalah  9,907 gr/dl sedangkan pada kelompok kontrol 9.800 gr/dl. Rata – rata kadar hemoglobin setelah diberikan kapsul daun kelor + Fe pada kelompok intervensi sebesar 11,327   sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 10,700 gr/dl. 0,90. Analisa bivariat didapatkan nilai p value 0,000<0,075 yang berarti p value <α.Simpulan: ada pengaruh pemberian kapsul daun kelor Pada Ibu Hamil Terhadap Kadar Hemoglobin di Puskesmas Sumanda Kabupaten Tanggamus Tahun 2019Saran Bagi masyarakat dna pihak puskesmas hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi dan dasar dalam pengambilan kebijakan serta penyusunan rencana program. Bagi peneliti selanjutnya sebagai sumber dasar bagi peneliti lain untuk melanjutkan penelitian tentang perbandingan kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang diberi kapsul daun kelor. Kata kunci : Kapsul daun kelor, hemoglobin, ibu hamil.
Turmeric Tamarind Tonic Effect On Dysmenorrhea In Premarital Women Eni Farida; Sunarsih Sunarsih; Ledy Octaviani Iqmy; Susilawati Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7748

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling banyak diderita oleh wanita berbagai usia, dialami oleh 30-50% wanita usia subur, dan 10-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja dan mengganggu aktivitas belajar di sekolah dan kehidupan keluarga. . Beberapa cara dapat meredakan gejala nyeri haid, salah satunya dengan menggunakan produk herbal yang biasa dikonsumsi dan familiar di masyarakat, yaitu tonikum kunyit asam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tonikum kunyit asam pada wanita pranikah dengan dismenore di wilayah kerja Puskesmas Makartitama Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang.Jenis penelitian: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah 38 responden yang mengalami dismenore, dengan sampel diambil sebanyak 30 responden secara purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah tonikum kunyit asam dan dismenore. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Makartitama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, pada tanggal 15 Maret sampai dengan 15 Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, sedangkan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat (Wilcoxon uji).Hasil: Diketahui rerata dismenore pada wanita pranikah adalah 5,4 sebelum diberikan tonikum kunyit asam dan 2,9 setelah diberikan tonikum kunyit asam.Kesimpulan: Tonik asam kunyit berpengaruh pada wanita pranikah dengan dismenore di wilayah kerja Puskesmas Makartitama Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang (p-value = 0,000).Rekomendasi: Disarankan kepada wanita pranikah dapat mengkonsumsi tonikum kunyit asam sebagai terapi komplementer dalam mengurangi dismenore. Kata kunci: Dismenore, Tonik Asam Kunyit, Wanita Pranikah  ABSTRACT Background: Dysmenorrhea is one of the most common gynecological problems suffered by women of various ages, experienced by 30-50% of women of reproductive age, and 10-15% of them lose job opportunities and interfere with learning activities at school and family life. Several ways can relieve the symptoms of menstrual pain, one of which is by using herbal products commonly consumed and familiar to the community, i.e., turmeric tamarind tonic.Purpose: This study aims to determine the effect of turmeric tamarind tonic on premarital women with dysmenorrhea in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency.Research type: This quantitative research used a quasi-experimental research design. The population of this study was 38 respondents who experienced dysmenorrhea, with samples taken from as many as 30 respondents by purposive sampling. This study’s variables were turmeric tamarind tonic and dysmenorrhea. This research was conducted in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency, from March 15 to July 15, 2022. The data were collected using observation sheets, while the analysis was carried out by univariate and bivariate (Wilcoxon test).Results: It was revealed that the mean dysmenorrhea in premarital women was 5.4 before being given turmeric tamarind tonic and 2.9 after being given turmeric tamarind tonic.Conclusion: Turmeric tamarind tonic affects premarital women with dysmenorrhea in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency (p-value = 0.000).Recommendation: It is suggested that premarital women can consume turmeric tamarind tonic as a complementary therapy in reducing dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Premarital Women, Turmeric Tamarind Tonic
PENYULUHAN EFEKTIFITAS WEDANG JAHE UNTUK MERINGANKAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL Sunarsih M.Kes; Neneng Siti Lhatifah
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2 November 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.8337

Abstract

Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan didapatkan sebanyak 23 orang ibu hamil mengalami keluhan mual dan muntah dan terganggu dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari dikarenakan adanya mual dan muntah. Pengabdian masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam menangani mual muntah dalam kehamilan yaitu salah satunya dengan terapi nonfarmokologi wedang jahe. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu penyuluhan dengan cara ceramah dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam mengurangi masalah mual muntah pada kehamilan dengan mengkonsumsi wedang jahe. Kata Kunci    : Emesis, Wedang jahe
The Effectiveness of the Kangaroo Method and Cloth Swaddling to Increase the Body Temperature of Newborns Baby and Prevent Hypothermia Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati; Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih; Nita Evriana Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.9186

Abstract

ABSTRACT The coverage of presentations of babies who received exclusive breastfeeding in Indonesia was 61.33%. The government has targeted the achievement of exclusive breastfeeding in Indonesia by 80%, but this has not been achieved until now. The purpose of this study was to determine the factors related to exclusive breastfeeding to infants aged 7 to 12 months. This type of research is quantitative Analytical Survey Design with a cross-sectional approach. The maternal population had babies aged 7-12 months 78 with the number of samples taken by 30 respondents carried out by accidental sampling from July to August. Questionnaire research instruments and data analysis using the pearson chi-square test. The results of moderate education of breastfeeding there are often 7 (23.3%) higher education breastfeeding not often 13 (43.4%), breastfeeding is often 10 (33.3%). Maternal age 20-35 years exclusive breastfeeding 5 (16.7%) not exclusive breastfeeding 14 (46.7%), age >35 years exclusive breastfeeding 8 (26.7%), non-exclusive breastfeeding 3 (10.0%). Not working breastfeeding is often 16 (53.3%), working mothers give breast milk not often 13 (43.3%), breastfeeding is often there as much as 1 (3.3%). Sources of information on breastfeeding are not often 2(6.7%), breastfeeding is often 8 (26.7%). p-value = 0.027(< α 0.05) there is an educational relationship, p-value = 0.000(< α 0.05) there is a relationship, p-value = 0.083(< α 0.05) there is a relationship of information sources, p-value = 0.201(< α 0.05) which means there is no relationship between MCH book users, p-value = 0.77(< α 0.05). There is no relationship of the role of health workers. In conclusion there is an influence of factors related to exclusive breastfeeding in infants. The researcher's advice provides further knowledge for mothers to still give breast milk rights to babies. Keywords: Exclusionary Breast Milk, Baby, Influencing Factors  ABSTRAK Cakupan presentasi bayi yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia adalah sebesar 61,33%. Pemerintah telah menargetkan pencapaian ASI Ekslusif di Indonesia sebesar 80%, namun hal itu masih belum tercapai hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI ekslusif kepada bayi usia 7sampai12 bulan. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif Rancangan Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu memiliki bayi usia 7-12 bulan 78 dengan jumlah sampel yang di ambil 30 responden dilakukan secara accidental sampling dari juli sampai agustus. Instrumen penelitian kuesioner dan analisis data menggunakan uji pearson chi-square. Hasil pendidikan sedang pemberian asi sering ada 7 (23,3%) pendidikan tinggi pemberian asi tidak sering 13 (43,4%), pemberian asi sering 10 (33.3%). Usia ibu 20-35 tahun asi ekslusif 5 (16,7%) tidak asi ekslusif 14 (46,7%), usia >35 tahun asi secara ekslusif 8 (26,7%), yang tidak asi ekslusif 3 (10,0%). Tidak bekerja pemberian asi sering 16 (53,3%), ibu bekerja memberikan asi tidak sering 13 (43,3%), pemberian asi sering ada sebanyak 1 (3,3%). Sumber informasi pemberian asi tidak sering 2(6,7%), pemberian asi sering 8 (26,7%). p-value = 0,027(< α 0,05) ada hubungan pendidikan, nilai p-value = 0,000(< α 0,05) ada hubungan, nilai p-value = 0,083(< α 0,05) ada hubungan sumber informasi, nilai p-value = 0,201(< α 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara pemanfaatn buku KIA, p-value = 0,77(< α 0,05) tidak ada hubungan peran petugas kesehatan. Ada pengaruh faktor yang berhubungan dengan pemberian asi ekslusif pada bayi. Saran peneliti memberikan pengetahuan lebih lanjut untuk ibu agar tetap memberikan hak asi pada bayi. Kata Kunci: ASI Ekslusi, Bayi, Faktor yang Mempengaruhi
Counseling By Leaflet Media In Increasing Brides And Groom’s Knowledge And Attitude About Reproductive Health Lamtioma Lamtioma; Sunarsih Sunarsih; Dainty Maternity; Achmad Farich
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i2.7852

Abstract

Latar Belakang: Diperlukan bekal pengetahuan dan sikap serta dukungan yang baik tentang kesehatan reproduksi bagi calon pengantin yang akan menikah dan membangun rumah tangga. Calon pengantin merupakan sasaran yang tepat dalam upaya meningkatkan kesehatan masa pra-kehamilan. Calon pengantin perlu mempersiapkan kesehatan reproduksi baik calon pengantin, agar setelah menikah dapat memiliki status kesehatan yang baik guna menghasilkan generasi yang berkualitas.Tujuan penelitian: diketahui perbedaan pengetahuan dan sikap calon pengantin tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah penyuluhan.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Desain penelitian adalah pre-experimental design dengan pendekatan one group pretest posttest. Penelitian ini dilakukan di RSIA Santa Anna Teluk Betung Bandar Lampung pada tanggal 14 Februari 2022 – 11 Juli 2022. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner penelitian sebelumnya dan telah diuji valid dan reliabel. Analisis data menggunakan program komputer. Analisis univariat digunakan dengan melihat nilai rata-rata skor pengetahuan dan sikap. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji t dependen dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil : Diketahui rata-rata calon pengantin yang mengikuti kelas pranikah sebelum diberikan penyuluhan adalah 57,1 dan setelah diberikan penyuluhan adalah 87,1. Diketahui rata-rata sikap calon pengantin yang mengikuti kelas pranikah sebelum diberikan penyuluhan adalah 24,4 dan setelah diberikan penyuluhan adalah 33,0. Berdasarkan hasil uji statistik antara konseling terhadap pengetahuan dan sikap diperoleh skor P value < α 0,005.Kesimpulan : ada perbedaan pengetahuan dan sikap calon pengantin yang mengikuti kelas pranikah sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi.Saran : Bagi para pemberi pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjalin silaturahmi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program penyuluhan kesehatan reproduksi melalui kelas pranikah yang dilakukan sebulan sekali. Kata kunci: Penyuluhan, pengetahuan, sikap, calon pengantin ABSTRACT  Background: Needed a good preparation of knowledge and attitude and support about reproductive health for brides and grooms who will marry and build a household. The brides are the right target in an effort to improve the health of pre-pregnancy period.  The brides and grooms need to prepare reproductive health either the bride or groom, so that after marrying can have good health status in order to produce quality generations.Purpose of the research: known the difference of knowledge and brides and grooms’ attitude about reproductive health before and after counseling.Method: kind of the research which used was quantitative. Research design was pre-experimental design by one group pretest posttest approach. This research was done in RSIA Santa Anna Teluk Betung Bandar Lampung on 14th February 2022 – 11th July 2022. The amount of sample was 30 people. Sample taking used purposive sampling. Data taking used questionnaire.  Questionnaire which used was researched questionnaire at before and it was tested valid and reliable.   Data Analysis used computer program. Univariate analysis was used by seeing average values of score knowledge and attitudes. Bivariate analysis in this research used uji t dependent by level of significance 0,05.Result : Known the average of brides and grooms who followed premarital class before being given counseling was 57,1 and after  being given counseling was 87,1. Known attitude average of bride and groom who followed premarital class before being given a counseling was 24.4 and after being given counseling was 33,0. Based on the result of statistic test between counseling toward knowledge and attitude was gotten the score P value < α 0,005.Conclusion :there was difference of knowledge and brides and grooms’ attitude who followed premarital class at before and after being  given a counseling about reproductive health.Suggestion : for health service providers are hoped that they can build a relationship to improve public health by reproductive health education program through premarital class which done once a month. Key words: Counseling , knowledge, attitude , brides and grooms
Sosialisasi Optimalisasi Daun Sirih sebagai Antiseptik Kewanitaan dalam Bentuk Sediaan Sabun Daun Sirih Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih; Ade Maria Ulfa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12051

Abstract

ABSTRAK Keputihan tidak mengenal batasan usia, berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan. Kasus kanker leher rahim 90% ditandai dengan keputihan. Tidak semua keputihan disebabkan karena kanker serviks, tetapi salah satu gejala kanker serviks adalah keputihan. Keputihan yang menimbulkan rasa gatal, berbau dan berwarna merupakan ciri keputihan yang abnormal. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mitra serta kemampuan masyarakat secara mandiri membuat terapi non farmakologi yaitu sabun daun sirih yang dapat mengurangi keputihan. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Kebon Jeruk Bandar Lampung. Kegiatan terdiri dari penyuluhan tentang keputihan dan pengukuran pH vagina dengan menggunakan stik pH serta sosialisasi pembuatan sabun sirih hijau dengan metode infussa.  adanya peningkatan kesehatan mitra yaitu kejadian keputihan  berkurang  sebanyak 75%. Sedangkan evaluasi untuk peningkatan level keberdayaan mitra diketahui kemampuan masyarakat untuk membuat sabun daun sirih sesuai prosedur dengan skor minimal 80. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal dalam hal ini daun sirih hijau Kata Kunci: Keputihan, pH Vagina, Daun Sirih, Antiseptik  ABSTRACT  Vaginal discharge does not recognise the age limit, regardless of a woman’s age, can get vaginal discharge. 90% case of cervical cancer are characterised by vaginal discharge. Not all vaginal discharge  is caused by cervical cancer, but one of the symtoms of cervical cancer is vaginal discharge. Vaginal discharge that causes itching, smeel an colour is a characteristic of abnormal vaginal discharge. The puspose of this community service activity is to improve the health of partners as well as the ability of the community to independently make non- pharmacological therapy, namely  betel leaf soap that can reduce vaginal discharge. The activity consists of counselling about vaginal discharge and measurement of vaginal pH by using pH sticks as well as socialisation of making green betel soap with the infussa method. There is an improvement in partner's health, namely the incidence of vaginal discharge is reduced by 75%. Meanwhile, the evaluation for increasing the level of empowerment of partners is known to be the ability of the community to make betel leaf soap according to the procedure with a minimum score of 80. This activity is the first step in improving the reproductive health of the community by utilising the local potential in this case green betel leaf Keywords: Vaginal Discharge, Vagina pH, Betel Leaf, Antiseptic
The Effect Of Cold Compress On Perineum Pain Reduction In Public Women Merinda Sari; Anggraini Anggraini; Sunarsih Sunarsih; Ledy Octaviani Iqmy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.7763

Abstract

Latar Belakang : Wilayah Kerja Puskesmas Desa Tri Tunggal Jaya Kec. Banjar Agung dengan melihat data persalinan tahun 2021 didapatkan total persalinan sebanyak 823 ibu bersalin, dan didapat 31 ibu (3,77%) dengan laserasi perineum dan 2 ibu mengalami infeksi post partum pada perineum akibat tidak baiknya perbaikan luka dan kebersihan perawatan organ perineum ibu. Selanjutnya dilakukan wawancara bebas terpimpin, terhadap 3 ibu bersalin dengan laserasi perineum ke 3 ibu menyatakan jika tidak menggunakan pengobatan lain, melainkan resep obat yang diberikan oleh bidan saat persiapan pulang dan pemeriksaan yang dilakukan dirumah pada 1 minggu pasca bersalin.Tujuan : Diketahui pengaruh kompres dingin terhadap pengurangan nyeri perineum pada ibu nifas di Desa Tri Tunggal Jaya Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang Tahun 2022.Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif,  desain penelitian metode pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah perata ibu nifas di Desa Tri Tunggal Jaya Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang, penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Juli 2022.Hasil :Rata-rata nyeri perineum pada ibu nifas sebelum diberi kompres dingin terhadap 30 responden, dengan mean 6,07 standar deviasi 0,907 standar eror 0,166 dan nilai min-max 5-8 sesudah  diberi kompres dingin dengan mean 2,83 standar deviasi 1,085 standar eror 0,198 dan nilai min-max 1-5.Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh kompres dingin terhadap pengurangan nyeri perineum pada ibu nifas di Desa Tri Tunggal Jaya Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang Tahun 2022.Saran : Dapat memberi informasi bagi perkembangan keperawatan maternitas/ kebidanan tentang tehnik kompres dingin dengan metode ice pack pada ibu yang mengalami nyeri laserasi perineum, hingga dapat mengurangi kejadian stress akibat nyeri yang ditimbulkan Kata Kunci : Kompres Dingin, Nyeri Perineum, Ibu Nifas ABSTRACT Background : The Working Area of Tri Tunggal Jaya Village Health Center, Kec. Banjar Agung by looking at the delivery data in 2021, a total of 823 mothers gave birth, and 31 mothers (3.77%) with perineal lacerations and 2 women experienced post partum infection in the perineum due to poor wound repair and cleanliness of maternal perineal organ care. After that, free guided interviews were conducted, for 3 mothers who gave birth with perineal laceration, the 3 mothers stated that if they did not use other treatments, they had prescription drugs given by the midwife when preparing to go home and examinations were carried out at home 1 week after giving birth.Objective: To know the effect of cold compresses on the reduction of perineal pain in postpartum mothers in Tri Tunggal Jaya Village, Kec. Banjar Agung Kab. Onions 2022.Research Methods: This type of research is quantitative, the research design is a pre-experimental method with a one group pretest - posttest approach. The population in this study was the average postpartum mother in Tri Tunggal Jaya Village, Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang, this research was conducted in February-July 2022.Results: The average perineal pain in postpartum women before being given cold compresses to 30 respondents, with a mean of 6.07 standard deviations of 0.907 standard errors of 0.166 and a min-max value of 5-8 after being given cold compresses with a mean of 2.83 standard deviations of 1.085 standard error 0.198 and min-max value 1-5. The results of statistical tests using dependent tests obtained p-value 0.000 (α<0.05) which means that there is an effect of cold compresses on reducing perineal pain in postpartum mothers in Tri Tunggal Jaya Village, Kec. Banjar Agung Kab. Onions 2022.Suggestion: Can provide information for the development of maternity/midwifery nursing about the cold compress technique with the ice pack method on mothers who experience perineal laceration pain, so as to reduce the incidence of stress due to pain caused Keywords : Cold Compress, Perineal Pain, Postpartum MotherÂ