Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Single spore culture of Arbsucular Mycorrhizal Fungi from the Rhizosphere of Siompu Citrus (Citrus nobilis Lour.) Husna, Husna; H, Rahmawati; Tuheteru, Faisal Danu; Arif, Asrianti; Nurdin, Wiwin Rahmawati
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.47-54

Abstract

Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) are the most common type of mycorrhiza and are the result of an obligate symbiont between fungi and roots that form a mutualistic symbiosis in several plants. This research aims to determine the increase in AMF spore production from the rhizosphere of Siompu oranges using single culture at the Nggula-nggula location. This research was conducted at the Plastic House of the Indonesian Mycorrhizal Association (AMI) Southeast Sulawesi Branch, UHO Old Campus and the UHO Forestry and Environmental Science Laboratory Unit which lasted for 3 months from May – July 2023. This research was designed using a Completely Randomized Design consisting of 12 treatments, each treatment was repeated 3 times and 5 plants were used for each repetition so that the total plants were 180 plants. The results showed that AMF spore production was not influenced by the type of AMF treatment. The types of spores produced in a single spore culture range from 13-127 spores at 3 months of age.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD DI DESA BOKORI KEC. SOROPIA KAB. KONAWE PROV. SULAWESI TENGGARA Sarinah, Sarinah; Raharjo, Sapto; Leomo, Sitti; Tunda, Amin; Indarsyih, Yusna; Tuheteru, Faisal Danu; Lestari, Lina; Fahrun, Ghery Safitra; Mukmin, Nur Azisyah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6050

Abstract

Upaya memerangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus mengancam kawasan desa pesisir membutuhkan pendidikan sanitasi, pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), dan kesadaran tentang kebersihan lingkungan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini agar masyarakat dapat menghadapi ancaman DBD dengan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian. Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe merupakan desa pesisir yang diidentifikasi sebagai lokasi yang dapat menjadi perindukan nyamuk aedes aegypti. Maka, pada pelaksanaan pengabdian ini dilakukan workshop pembuatan lilin aroma terapi berbahan baku daun sereh, penyebaran brosur dan pamflet, bakti sosial kebersihan lingkungan pemukiman, serta penaman toga. Produk utama yang dihasilkan adalah lilin aroma terapi yang memiliki legalitas dan berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat. Aktivitas ini dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam mengenal, mencegah, serta menemukan solusi terhadap kasus DBD pada wilayah pesisir. Selain itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran kasus DBD merupakan bentuk dari keberdayaan masyarakat pesisi di Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
JENIS-JENIS POHON SEPANJANG JALUR TRACKING PENANGKARAN ANGGREK UNTUK MENDUKUNG EKOWISATA DI KEBUN RAYA UHO Mariana Zainun; Albasri; Tuheteru, Faisal Danu; Husna; Asrianti Arif; Wiwin Rahmawati Nurdin; Yusuf Palada Sule
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v3i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pohon di Kebun Raya UHO. Riset bersifat jelajah dengan pendekatan deskriptif yaitu pengamatan morfologi pohon dilakukan dengan empat tahapan yaitu tahap persiapan dan pengumpulan data sekunder, tahap observasi, tahap pengumpulan data primer, dan tahap identifikasi dengan durasi waktu empat bulan yaitu pada bulan april sampai juli 2019. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 jenis pohon yang terdiri dari 17 famili. Famili Myrtaceae termasuk famili yang mendominasi. Selain itu pada jalur tracking penangkaran angrek kebun raya UHO terdapat jenis pohon khas Sulawesi
Penanaman Ruang Terbuka Hijau untuk Mendukung Pewujudan Pelabuhan Perikanan Berwawasan Lingkungan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Husna; Alimina, Naslina; Asnani; Sara, La; Tuheteru, Faisal Danu; Muskita, Wellem H.; Raup, Syahril Abd.; Arami, Hasnia; Mustafa, Ahmad; Santoso, Budi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7540

Abstract

Kualitas lingkungan merupakan salah satu parameter dalam pengelolaan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan di mana salah satu indikatornya adalah adanya ruang terbuka hijau. Penanaman pohon di lingkungan PPS Kendari merupakan kegiatan yang ditujukan terutama untuk perluasan ruang terbuka hijau dan sebagai bagian dari kampanye peningkatan kesadaran lingkungan bagi seluruh pengguna fasilitas pelabuhan. Jenis-jenis pohon yang ditanam memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai penjerap debu dan penyimpan Karbon, sekaligus juga dapat digunakan sebagai material atau bahan baku bagi berbagai keperluan. Peran serta dari berbagai pihak diharapkan dapat terus terjalin sehingga PPS Kendari sebagai salah satu pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan di Indonesia dapat terwujud dengan baik.
Bimbingan teknis penanganan benih Jabon Merah bagi pengelola persemaian permanen Anduna BPDAS sampara Tuheteru, Faisal Danu; Husna, Husna; Asnani, Asnani; Kabe, Abigael; Hadjar, Nurhayati; Hamzah, Nurnaningsih; Zainun, Mariana; Resi, Resi; Ahsoni, Aziz; Nurdin, Wiwin Rahmawati; Laksanany, Satya Agustina
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024815

Abstract

Penanganan benih jabon merah oleh pengelola persemaian permanen Anduna, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara masih terbatas. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan pengetahuan para pengelola melalui bimbingan teknis. Tujuan pelaksanaan bimbingan teknis adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pengelola persemaian permanen tentang ekstraksi dan perkecambahan benih jabon merah. Bimtek ini telah dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2024 bertempat di Persemaian permanen Anduna, Konawe Selatan dengan jumlah peserta 30 orang. Metode yang digunakan dalam program ini adalah metode Technology Transfer. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan kapasitas pengelola persemaian terkait pengenalan jabon merah, teknik ekstraksi dan perkecambahan benih jabon merah. Selain itu, tersedia benih jabon merah untuk kebutuhan produksi bibit jabon merah di persemaian permanen BPDAS Sampara.han produksi bibit jabon merah di persemaian permanen BPDAS Sampara.Abstarct. Handling of red jabon seedlings by managers of the Anduna permanent nursery, South Konawe, Southeast Sulawesi is still limited. Therefore, efforts are needed to increase managers' knowledge through technical guidance. The aim of implementing technical guidance is to increase the knowledge and capacity of permanent nursery managers regarding extraction and germination of red jabon seeds. This technical guidance was carried out on 11 May 2024 at the Anduna permanent nursery, South Konawe with a total of 30 participants. The method used in this program is the Technology Transfer method. The results of the service show an increase in the knowledge and capacity of nursery managers regarding the introduction of red jabon, extraction techniques and germination of red jabon seeds. Apart from that, red jabon seeds are also available for the production of red jabon seedlings at the BPDAS Sampara permanent nursery.
Response of Lonkida (Nauclea orientalis L.) towards Mycorrhizal Inoculum in Waterlogged Condition Tuheteru, Faisal Danu; Kusmana, Cecep; Mansur, Irdika; Iskandar, Iskandar
BIOTROPIA Vol. 22 No. 1 (2015): BIOTROPIA Vol. 22 No. 1 June 2015
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2136.803 KB) | DOI: 10.11598/btb.2015.22.1.416

Abstract

Waterlogged condition is one of the environmental stresses unfavorable for plants and mycorrhizal fungi. Arbuscular Mycorrhizal (AM) species that are tolerant tend to be more adaptive to waterlogged conditions. Besides increasing plant tolerance, the documented effects of AM fungi (AMF) inoculation on wetland plant performance remain inconsistent, and AMF application may also cause plant growth depression under waterlogging. This study aimed to examine the morpho-anatomical adaptation, survival, growth, biomass, and nutrient uptake of Nauclea orientalis (L.) seedlings from different habitats inoculated with Arbuscular Mycorrhizal Fungi under waterlogged conditions for 90 days. Experimental procedures included seed germination, preparation of AMF inoculum, inoculation, and waterlogging treatment. The results showed that N. orientalis seedlings formed lenticels (100%), adventitious roots (41%), and aerenchyma under waterlogged conditions. Seedlings originating from dryland habitats, both mycorrhizal and non-mycorrhizal, had lower height growth rate compared to those from other habitat types. Similar patterns were observed in relative growth rate for shoot (RGRs), root (RGRr), total (RGRt), and root-to-shoot ratio. Treatments of swamp habitat seedlings without waterlogging and with waterlogging, as well as savannah seedlings under waterlogged conditions, showed higher total plant dry weight and RGRt than other treatments. In general, total nitrogen concentration in roots and shoots was highest in the interaction between swamp habitat seedlings and non-mycorrhizal treatment under waterlogging. However, seedlings from dryland habitats required AMF under waterlogging to improve biomass and nitrogen accumulation in roots. Independently, waterlogging increased average height gain (18%), stem diameter (46%), leaf area (40%), leaf length (17%), and leaf width (21%). Nonetheless, waterlogged treatment decreased the number of leaves (9%) and AMF colonization (71%). The results indicate that seedlings from temporary swamp habitats demonstrated better growth performance and higher biomass under waterlogged conditions, regardless of AMF inoculation.