Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotropika

FENOLOGI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN STRAWBERRY DI DATARAN RENDAH SEBAGAI KAJIAN AWAL DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN Timotiwu, Paul B; Manik, Tumiar Katarina; Agustiansyah, Agustiansyah; Pramono, Eko
JURNAL AGROTROPIKA Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Agrotropika Vol 20 No 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v20i1.4596

Abstract

Climate change has been understood from air temperature that constantly rising.  Therefore, to study the impact of climate change on crops growth and production should begin with study the impact of air temperature on crops, so that the technique of making crops adapt to the climate change could be developed.  Crops reaction on temperature change could be detected from the phenology and quantified with the Growing degree days (GDD). The objective of this research was to identify the impact of temperature change on strawberry phenology and production through cultivating on low land area and calculating the GDD at the end of the planting period.  The results showed that Strawberry on low land experienced some difficulties to grow in optimal rate; up to the 10th week plant still did not reach the generative state uniformly and canopy coverage was below 20 percent.
Laju Pengisian Biji Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Sistem Tanam yang Berbeda Samsun, Achmad; Setiawan, Kukuh; Manik, Tumiar Katarina; Timotiwu, Paul Benjamin
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 1 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i1.8784

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan bahan pangan alternatif setelah padi. Untuk memenuhi permintaan akan bahan pangan jagung perlu dilakukan inovasi agar kebutuhan tersebut tercukupi, salah satunya dengan melakukan pengujian mengenai sistem tanam yang berbeda pada budidaya jagung. Sistem tanam yang berbeda diduga akan menghasilkan jumlah populasi tanaman akan berbeda, sehingga jumlah bobot panen jagung akan berbeda pula. Jagung membutuhkan banyak cahaya dan sumber daya lingkungan lainnya untuk tumbuh. Apabila pertumbuhan tanaman baik, maka proses laju pengisian biji yang diduga berpengaruh pada hasil produksi tanaman akan berlangsung optimal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam yang berbeda terhadap proses laju pengisian biji pada tanaman jagung dan mengetahui sistem tanam yang paling optimal untuk pertumbuhan vegetatif, laju pengisian biji, dan produksi tanaman jagung. Penelitian dilakukan pada tanaman jagung varietas NK Sumo yang ditanam dengan 3 sistem berbeda yaitu legowo, konvensional, dan zig-zag. Variabel penelitian terdiri dari 3 bagian pengamatan yaitu laju pengisian biji, pertumbuhan vegetatif, dan variabel lingkungan. Hasil pengamatan laju pengisian biji menunjukkan hasil yang fluktuatif pada setiap waktu pengamatan. Meskipun sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanam tidak mempengaruhi hasil pengamatan, namun terlihat bahwa sistem tanam zig-zag menghasilkan hasil paling tinggi diantara sistem tanam lainnya. Sistem tanam terbaik adalah pada perlakuan sistem tanam zigzag dengan bobot biji basah dan bobot biji kering seberat 216,58gram dan 56,25 gramsistem tanam ini diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman jagung per hektar.
Pengaruh Kombinasi Populasi Tumpangsari Kedelai-Singkong pada Pertumbuhan dan Hasil Benih Tanaman Kedelai dan Hasil Umbi Singkong Pramono, Eko; Manik, Tumiar Katarina B.; Hadi, Muhammad Syamsoel; Salsabila, Erika Fadia
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 23 No. 1 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i1.8321

Abstract

Intercropping soybeans with cassava can become one solution to increase the production of soybean in Indonesia. This research aimed to determine the most optimal population combination of soybean-cassava intercropping for the growth and yield of soybean seeds, cassava tuber yield, and land use efficiency (LUE)..  The research was carried out on the farm land of the Main Seed Center in Sekincau District, West Lampung Regency, Lampung Province, Indonesia at -5°02’27” South and 104°18’16” East at elevation of 1173.1 meter from sea level and at the Seed and Plant Breeding Laboratory Faculty of Agriculture University of Lampung during June 2022 - February 2023. The four treatments of population combination of soybean-cassava intercropping were applied in a completely randomized block design (CRBD) and replicated five times in five blocks. The four population combination treatments of soybean-cassava intercropping were a) 100% soybean and 0% cassava (monoculture) (p₁), b) 67% soybean and 97% cassava (p₂), c) 67% soybean and 89% cassava (p₃), and d) 50% soybeans and 97% cassava (p₄). The growth and the seed yield per soybean stem of monoculture did not differ to those of the soybean-cassava intercropping, but the soybean seed yield per plot area of the intercropping was lower than those of monoculture. Its mainly due to the soybean population of the intercropping was lower compared to monoculture. All population combinations in soybean-cassava intercropping were effective in supporting the growth and yield of soybean seeds, but the population combination of 50% soybean and 97% cassava (p₄) was also effective in supporting cassava tuber yield, and had the highest land use efficiency among other population combinations. Key words:  flowering age, plant height, seed weight, tuber weight of cassava
Laju Pengisian Biji Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Sistem Tanam yang Berbeda Samsun, Achmad; Setiawan, Kukuh; Manik, Tumiar Katarina; Timotiwu, Paul Benjamin
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 23 No. 1 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i1.8784

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan bahan pangan alternatif setelah padi. Untuk memenuhi permintaan akan bahan pangan jagung perlu dilakukan inovasi agar kebutuhan tersebut tercukupi, salah satunya dengan melakukan pengujian mengenai sistem tanam yang berbeda pada budidaya jagung. Sistem tanam yang berbeda diduga akan menghasilkan jumlah populasi tanaman akan berbeda, sehingga jumlah bobot panen jagung akan berbeda pula. Jagung membutuhkan banyak cahaya dan sumber daya lingkungan lainnya untuk tumbuh. Apabila pertumbuhan tanaman baik, maka proses laju pengisian biji yang diduga berpengaruh pada hasil produksi tanaman akan berlangsung optimal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam yang berbeda terhadap proses laju pengisian biji pada tanaman jagung dan mengetahui sistem tanam yang paling optimal untuk pertumbuhan vegetatif, laju pengisian biji, dan produksi tanaman jagung. Penelitian dilakukan pada tanaman jagung varietas NK Sumo yang ditanam dengan 3 sistem berbeda yaitu legowo, konvensional, dan zig-zag. Variabel penelitian terdiri dari 3 bagian pengamatan yaitu laju pengisian biji, pertumbuhan vegetatif, dan variabel lingkungan. Hasil pengamatan laju pengisian biji menunjukkan hasil yang fluktuatif pada setiap waktu pengamatan. Meskipun sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanam tidak mempengaruhi hasil pengamatan, namun terlihat bahwa sistem tanam zig-zag menghasilkan hasil paling tinggi diantara sistem tanam lainnya. Sistem tanam terbaik adalah pada perlakuan sistem tanam zigzag dengan bobot biji basah dan bobot biji kering seberat 216,58gram dan 56,25 gramsistem tanam ini diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman jagung per hektar.