Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Borobudur Syariah Hotel: Implementasi Edupreneurship di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Dafit Kurniawan; Dwi Nugroho; Rina pujiati; Tri Kuat
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.929

Abstract

Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tuntutan dunia kerja. Namun, realitas menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan riil industri. Salah satu pendekatan inovatif untuk menjembatani permasalahan tersebut adalah edupreneurship, yaitu integrasi pendidikan dan kewirausahaan yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata atau experiential learning. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi edupreneurship melalui Borobudur Syariah Hotel sebagai teaching factory di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen sekolah dan pengelola hotel, observasi partisipatif terhadap aktivitas pembelajaran dan operasional hotel, serta studi dokumentasi kurikulum dan dokumen kerja sama industri. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edupreneurship telah terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum melalui pembelajaran berbasis proyek yang terhubung langsung dengan operasional Borobudur Syariah Hotel. Hotel tersebut berfungsi sebagai laboratorium bisnis tempat siswa terlibat aktif dalam kegiatan front office, housekeeping, dan layanan tamu. Penerapan prinsip syariah memberikan nilai tambah berupa penguatan etika bisnis, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Implementasi model ini terbukti meningkatkan keterampilan teknis, soft skills, serta karakter kewirausahaan dan kesiapan kerja siswa. Model ini berpotensi menjadi rujukan pengembangan edupreneurship berbasis potensi lokal di pendidikan vokasi.
Implementation of Project-Based Entrepreneurship Learning for Students at the Muhammadiyah Cikampek Industrial Technology Vocational High School Guntur Syahputra Ulung; Tri Kuat; Muhammad Sayuti
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i2.2258

Abstract

This study aims to analyze the implementation of project-based entrepreneurship learning in vocational high schools (SMK), specifically SMK Teknologi Industri Muhammadiyah Cikampek. The focus of the study includes the implementation of project-based entrepreneurship learning, the obstacles encountered in its implementation, and the solutions implemented to improve learning effectiveness. This study used a qualitative approach with a case study design. The research subjects included the principal, the vice principal for curriculum, the entrepreneurship teacher, and eleventh-grade students. Data were collected through in-depth interviews, passive participant observation, and documentation. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and drawing and verifying conclusions. The results indicate that project-based entrepreneurship learning has not yet been fully implemented optimally. Learning remains dominated by theoretical approaches, although efforts have been made to introduce entrepreneurship projects such as product creation and business simulations. The main obstacles faced include limited facilities and infrastructure, insufficient learning time, and teachers’ limited competence in designing project-based learning. Solutions implemented by the school include increasing support for curriculum policies, providing training for entrepreneurship teachers, and strengthening collaboration between the school and students. This research provides theoretical contributions to the development of a project-based entrepreneurship learning model in vocational high schools, as well as practical implications for schools and teachers in improving the quality of entrepreneurship education to make it more applicable and contextual.
MANAJEMEN KELOMPOK ILMIAH REMAJA UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS INOVASI PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK Kartikaningsih Kartikaningsih; Tri Kuat; Muhammad Sayuti; Yoga Sahria
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14169

Abstract

ABSTRACT Vocational education is not only concerned with preparing students to enter the workforce but also with developing their ability to generate ideas and identify entrepreneurial opportunities. In this context, this study examines the management of the Youth Scientific Club (Kelompok Ilmiah Remaja/KIR) at SMK Negeri 1 Panjatan and its contribution to fostering students’ entrepreneurial creativity and innovation. The study focuses on program planning, organizing, implementation, and evaluation through a descriptive qualitative approach with a single case study design. Data were collected through semi-structured interviews and document analysis. Six informants were selected using purposive sampling, comprising the principal, vice principal for student affairs, two KIR supervisors, and two students who actively participated in the program. The collected information was transcribed, reduced, thematically organized, and subsequently examined through source triangulation. The findings indicate that KIR management operates as an interconnected process. Planning is grounded in students’ interests and the school’s vision, while organizing facilitates cross-disciplinary collaboration. In practice, entrepreneurial innovation is developed through nine stages based on local potential. Evaluation is conducted continuously with support from school policies, facilities, and active participant involvement. This management pattern strengthens students’ creativity, self-confidence, and entrepreneurial innovation capabilities within an adaptive vocational education context. ABSTRAK Pendidikan vokasi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga dengan kemampuan peserta didik menciptakan gagasan dan peluang usaha. Dalam konteks tersebut, penelitian ini menelaah pengelolaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMK Negeri 1 Panjatan serta kaitannya dengan tumbuhnya kreativitas dan inovasi kewirausahaan siswa. Kajian diarahkan pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain single case study. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-structured dan telaah dokumen. Enam informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dua guru pembimbing KIR, dan dua siswa yang aktif mengikuti kegiatan. Informasi yang diperoleh ditranskripsikan, direduksi, dikelompokkan secara tematik, kemudian diperiksa melalui triangulasi sumber. Temuan memperlihatkan bahwa pengelolaan KIR berjalan sebagai rangkaian yang saling terhubung. Perencanaan berangkat dari minat siswa dan visi sekolah, sedangkan pengorganisasian membuka kolaborasi lintas keahlian. Pada pelaksanaannya, inovasi kewirausahaan dikembangkan melalui sembilan tahapan berbasis potensi lokal. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan, fasilitas, dan keterlibatan peserta. Pola pengelolaan tersebut memperkuat kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan inovasi kewirausahaan siswa dalam konteks pendidikan vokasi yang adaptif.