Claim Missing Document
Check
Articles

Academic Word List In Efl Sttudent’s Written Register Ahmad, Karmila; Tanipu, Zulkifli; Ali, Sri Widyarti
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 9 (2025): Vol. 2. No. 9, April 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15227628

Abstract

Academic vocabulary is essential for students to engage effectively in academic discourse. This study analyzes the extent of academic vocabulary usage among students based on Coxhead’s (2000) Academic Word List (AWL). Using a corpus-based approach, the study examines a dataset comprising 902,618 tokens to determine the coverage of AWL words in student writing. The findings reveal that students used 559 out of the 570 AWL words, demonstrating a high level of academic vocabulary coverage. To further investigate the factors influencing academic vocabulary usage, interviews were conducted with students categorized into high and low proficiency groups. High-level academic vocabulary users demonstrated stronger engagement with academic texts, benefited from structured educational support, and employed active learning strategies. Conversely, low-level users exhibited limited exposure to academic texts, lacked explicit vocabulary instruction, and relied on passive learning approaches. These findings highlight the importance of targeted pedagogical interventions to enhance students’ academic vocabulary acquisition and application.  
Polysemy Analysis of Song Lyrics In Ed Sheeran’s Album “Divide” Luli, Andre Hisbah Ghalib; Bay, Indri Wirahmi; Ali, Sri Widyarti
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 10 (2025): May
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15337207

Abstract

Polysemy, the phenomenon where a single word carries multiple related meanings, is a fundamental aspect of semantics that plays a crucial role in language interpretation. In song lyrics, polysemy allows for layered meanings, enriching the emotional depth and artistic expression of music. This study examines the presence of polysemy in Ed Sheeran’s album Divide, analysing how words with multiple meanings contribute to the lyrical depth of his songs. The album features numerous instances of logical polysemy, where words retain different but interconnected meanings, enhancing the storytelling and emotional impact of the lyrics. By analysing various songs from Divide, this study aims to highlight Sheeran’s use of polysemy as a stylistic and poetic device. Recognizing polysemy in music not only aids in accurate interpretation but also deepens the emotional connection between the artist and the audience.  
Belajar Bahasa Inggris lewat Imajinasi: Kolase Visual dan Cerita Bergambar sebagai Media Ekspresi Anak Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15577425

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak-anak usia 7–10 tahun melalui pendekatan seni visual, yakni kolase dan cerita bergambar, sebagai media ekspresi dan pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan bermakna. Dilaksanakan selama tiga hari di sebuah rumah belajar di Kota Gorontalo, program ini meliputi pengenalan kosakata, pembuatan kolase visual, dan penyusunan cerita sederhana dalam Bahasa Inggris berdasarkan karya seni anak. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan penguasaan kosakata, keterampilan berbicara, serta rasa percaya diri anak dalam menggunakan Bahasa Inggris. Anak-anak mampu mengaitkan bahasa dengan pengalaman personal mereka secara kreatif dan komunikatif. Selain memberikan manfaat linguistik, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif melalui ekspresi seni. Dengan demikian, integrasi seni dan imajinasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris memberikan model pembelajaran yang efektif, humanistik, dan kontekstual, yang direkomendasikan untuk dikembangkan lebih luas di lingkungan pendidikan formal maupun nonformal.
Membangun Kepercayaan Diri dan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SD melalui Permainan Edukatif Ali, Sri Widyarti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 8 (2025): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/p6vvxq76

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui pendekatan permainan edukatif. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SD Islam Terpadu di Kota Gorontalo dan melibatkan 30 siswa kelas 3 selama dua hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan siswa secara aktif dalam permainan seperti “Simon Says”, “Word Hunt”, dan “Guess the Word”. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Siswa yang awalnya pasif dan ragu-ragu mulai menunjukkan keberanian untuk tampil di depan kelas, berbicara, dan berinteraksi dalam bahasa Inggris. Guru juga mencatat adanya perubahan positif dalam sikap dan motivasi belajar siswa. Selain mendukung perkembangan keterampilan bahasa, kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan keterampilan sosial dan rasa percaya diri siswa. Pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pendekatan permainan edukatif direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
Belajar Bahasa Inggris lewat Imajinasi: Kolase Visual dan Cerita Bergambar sebagai Media Ekspresi Anak Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15577425

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak-anak usia 7–10 tahun melalui pendekatan seni visual, yakni kolase dan cerita bergambar, sebagai media ekspresi dan pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan bermakna. Dilaksanakan selama tiga hari di sebuah rumah belajar di Kota Gorontalo, program ini meliputi pengenalan kosakata, pembuatan kolase visual, dan penyusunan cerita sederhana dalam Bahasa Inggris berdasarkan karya seni anak. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan penguasaan kosakata, keterampilan berbicara, serta rasa percaya diri anak dalam menggunakan Bahasa Inggris. Anak-anak mampu mengaitkan bahasa dengan pengalaman personal mereka secara kreatif dan komunikatif. Selain memberikan manfaat linguistik, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif melalui ekspresi seni. Dengan demikian, integrasi seni dan imajinasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris memberikan model pembelajaran yang efektif, humanistik, dan kontekstual, yang direkomendasikan untuk dikembangkan lebih luas di lingkungan pendidikan formal maupun nonformal.
INTEGRALO: Digital English Learning with Local Values to Foster Inclusive Economy in Padengo Village: Pengabdian Haris Danial; Indri Wirahmi Bay; Muhammad Rezky Friesta Payu; Yulinda L. Ismail; Sri Widyarti Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.2972

Abstract

Padengo Village in West Limboto District, Gorontalo Regency, is rich in natural resources and cultural heritage, but faces challenges in human resource development. Most residents work in the agriculture and livestock sectors with low levels of education, with many having only completed primary education or no schooling at all. To address this issue, the INTEGRALO (Internalization of Local Values) program was introduced, combining digital-based English learning with local wisdom to improve language skills and strengthen cultural identity. This program encourages active community participation by utilizing technology to make learning more engaging and contextual. As a result, residents are able to process corn into chips with simple packaging, compile a Local Wisdom Pocket Book as a cultural archive, and manage a village website, which is now run by youth and officials after training. In the area of ​​social education, teenagers learned about the dangers of early marriage, while children learned about bullying. Student involvement also strengthened academic relationships with the community. Overall, the Thematic KKN II Program has had a tangible impact on Padengo Village, from improving the local economy, cultural preservation, digital literacy, and educating the younger generation.
Exploring Language Wonderland: Pelatihan Bahasa Inggris Kreatif dengan Cerita Interaktif untuk Anak-Anak Ali, Sri Widyarti; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11003218

Abstract

Pelatihan Bahasa Inggris kreatif dengan cerita interaktif untuk anak-anak di Rumah Belajar dan Bermain Griya Nabila Permai, Kota Gorontalo, merupakan upaya inovatif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat pertemuan yang dirancang untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan mendalam. Fokus utama adalah menggunakan cerita interaktif sebagai alat pembelajaran yang menggugah imajinasi dan kreativitas anak-anak. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek bahasa Inggris, termasuk pengenalan kosakata, tata bahasa dasar, dan penerapan praktis dalam konteks sehari-hari. Peserta pelatihan terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti bermain peran, permainan edukatif, dan diskusi kelompok kecil, untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan berbicara mereka dalam bahasa Inggris. Evaluasi berkala menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berkomunikasi dan memahami bahasa Inggris. Melalui pendekatan holistik ini, kegiatan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga untuk merangsang minat anak-anak terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Kesuksesan pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap pendekatan pendidikan bahasa Inggris di lingkungan informal, serta menciptakan fondasi yang kuat untuk perkembangan bahasa anak-anak di masa mendatang.
Fun with English: Belajar Bahasa Inggris Lewat Permainan dan Aktivitas Seru untuk Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Teluk Tomini Husain, Nurlaila; Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11114624

Abstract

English language learning for students often faces challenges in the form of less attractive and monotonous teaching methods, leading to low interest and motivation to learn. The community service activity, "Learning English Through Games and Fun Activities" at SD Negeri 2 Kabila Bone aimed to create an interactive and enjoyable learning environment through the "learning while playing" approach. The implementation method involved games, interactive activities, and demonstrations to increase students' active participation in practicing English language skills. The results showed a significant increase in students' enthusiasm, motivation, and English language abilities, in line with theories on the benefits of games in language learning. Positive impacts were seen in academic and non-academic aspects such as self-confidence. Teachers and school authorities appreciated this approach as an innovation in facing the challenges of English language learning in the globalization era. The output obtained is a plan for the sustainability of similar programs by expanding the scope, developing materials, and increasing collaboration to make a greater contribution to improving the quality of education and English language proficiency.
EXPLORING ENGLISH LANGUAGE EXPOSURE TO STUDENTS OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION STUDY PROGRAM UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Elma Jilan Akili; Indri Wirahmi Bay; Sri Widyarti Ali
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language proficiency is a critical skill, and understanding the dynamics of language exposure is fundamental to its acquisition. This research applied quantitative descriptive research aims to describe language exposure among 2021 English Department students at the English Language Education Study Program (ELESP), Universitas Negeri Gorontalo. The study is guided by Magno's exposure framework, encompassing home, friends, school, and media. The background of the study highlights the importance of language exposure in language acquisition, with a specific focus on the four exposure types within the context of ELESP. The objectives centre on providing information about the language exposure experiences of the 2021 cohort, guided by these four exposure types. The methodology employs a quantitative descriptive approach, using surveys and written interviews. The practical significance of this study lies in its potential use as a resource for ELESP, offering insights into the effectiveness of their English language exposure across these four types. Theoretically, the research contributes to the academic discourse, serving as a learning resource for students of ELESP and offering a new perspective for future researchers in the same field.
English Affixation in Translated Short Stories: Student Error Analysis Bay, Indri Wirahmi; Ali, Sri Widyarti; Nurwegya Dehi
International Journal of English Linguistics, Literature, and Education (IJELLE) Vol. 5 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research scrutinizes the prevalent issue of English affixation errors in the writing of EFL students. These errors have substantial implications for the semantic accuracy of translated words from the student's native language into English. The study focuses on errors in short stories translated by students from Translation Class at the English Education Study Program of Universitas Negeri Gorontalo. The research objectives encompass the identification and categorization of errors in English affixation usage and an exploration of their underlying causes. Dulay, Burt, and Krashen's error classification framework (2016), including omission, addition, misformation, and misordering, is employed and adapted for specific categories of English affixation errors. The study also investigates the causes of these errors, including interlingual transfer, intralingual transfer, context of learning, and communication strategies, as outlined by Brown (2014). Utilizing a qualitative descriptive research approach, the study provides a comprehensive analysis of error types and their causative factors related to affixation. Drawing upon Ellis's data analysis technique (1997), the researchers identify, describe, and explain these errors. The findings reveal omission as the most prevalent error, followed by misformation and addition, each encompassing inflectional and derivational affixes. Notably, the inflectional suffix -ed, signifying the past tense, is a recurrent source of errors. These errors predominantly stem from intralingual transfer, with contextual learning, interlingual transfer, and communication strategies also contributing. In summary, differences in affixation usage between Indonesian and English significantly impact student translations of short stories.