Claim Missing Document
Check
Articles

Polysemy Analysis of Song Lyrics In Ed Sheeran’s Album “Divide” Luli, Andre Hisbah Ghalib; Bay, Indri Wirahmi; Ali, Sri Widyarti
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 10 (2025): May
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15337207

Abstract

Polysemy, the phenomenon where a single word carries multiple related meanings, is a fundamental aspect of semantics that plays a crucial role in language interpretation. In song lyrics, polysemy allows for layered meanings, enriching the emotional depth and artistic expression of music. This study examines the presence of polysemy in Ed Sheeran’s album Divide, analysing how words with multiple meanings contribute to the lyrical depth of his songs. The album features numerous instances of logical polysemy, where words retain different but interconnected meanings, enhancing the storytelling and emotional impact of the lyrics. By analysing various songs from Divide, this study aims to highlight Sheeran’s use of polysemy as a stylistic and poetic device. Recognizing polysemy in music not only aids in accurate interpretation but also deepens the emotional connection between the artist and the audience.  
Belajar Bahasa Inggris lewat Imajinasi: Kolase Visual dan Cerita Bergambar sebagai Media Ekspresi Anak Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15577425

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak-anak usia 7–10 tahun melalui pendekatan seni visual, yakni kolase dan cerita bergambar, sebagai media ekspresi dan pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan bermakna. Dilaksanakan selama tiga hari di sebuah rumah belajar di Kota Gorontalo, program ini meliputi pengenalan kosakata, pembuatan kolase visual, dan penyusunan cerita sederhana dalam Bahasa Inggris berdasarkan karya seni anak. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan penguasaan kosakata, keterampilan berbicara, serta rasa percaya diri anak dalam menggunakan Bahasa Inggris. Anak-anak mampu mengaitkan bahasa dengan pengalaman personal mereka secara kreatif dan komunikatif. Selain memberikan manfaat linguistik, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif melalui ekspresi seni. Dengan demikian, integrasi seni dan imajinasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris memberikan model pembelajaran yang efektif, humanistik, dan kontekstual, yang direkomendasikan untuk dikembangkan lebih luas di lingkungan pendidikan formal maupun nonformal.
Membangun Kepercayaan Diri dan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SD melalui Permainan Edukatif Ali, Sri Widyarti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 8 (2025): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/p6vvxq76

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui pendekatan permainan edukatif. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SD Islam Terpadu di Kota Gorontalo dan melibatkan 30 siswa kelas 3 selama dua hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan siswa secara aktif dalam permainan seperti “Simon Says”, “Word Hunt”, dan “Guess the Word”. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Siswa yang awalnya pasif dan ragu-ragu mulai menunjukkan keberanian untuk tampil di depan kelas, berbicara, dan berinteraksi dalam bahasa Inggris. Guru juga mencatat adanya perubahan positif dalam sikap dan motivasi belajar siswa. Selain mendukung perkembangan keterampilan bahasa, kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan keterampilan sosial dan rasa percaya diri siswa. Pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pendekatan permainan edukatif direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
Belajar Bahasa Inggris lewat Imajinasi: Kolase Visual dan Cerita Bergambar sebagai Media Ekspresi Anak Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15577425

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak-anak usia 7–10 tahun melalui pendekatan seni visual, yakni kolase dan cerita bergambar, sebagai media ekspresi dan pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan bermakna. Dilaksanakan selama tiga hari di sebuah rumah belajar di Kota Gorontalo, program ini meliputi pengenalan kosakata, pembuatan kolase visual, dan penyusunan cerita sederhana dalam Bahasa Inggris berdasarkan karya seni anak. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan penguasaan kosakata, keterampilan berbicara, serta rasa percaya diri anak dalam menggunakan Bahasa Inggris. Anak-anak mampu mengaitkan bahasa dengan pengalaman personal mereka secara kreatif dan komunikatif. Selain memberikan manfaat linguistik, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif melalui ekspresi seni. Dengan demikian, integrasi seni dan imajinasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris memberikan model pembelajaran yang efektif, humanistik, dan kontekstual, yang direkomendasikan untuk dikembangkan lebih luas di lingkungan pendidikan formal maupun nonformal.
INTEGRALO: Digital English Learning with Local Values to Foster Inclusive Economy in Padengo Village: Pengabdian Haris Danial; Indri Wirahmi Bay; Muhammad Rezky Friesta Payu; Yulinda L. Ismail; Sri Widyarti Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.2972

Abstract

Padengo Village in West Limboto District, Gorontalo Regency, is rich in natural resources and cultural heritage, but faces challenges in human resource development. Most residents work in the agriculture and livestock sectors with low levels of education, with many having only completed primary education or no schooling at all. To address this issue, the INTEGRALO (Internalization of Local Values) program was introduced, combining digital-based English learning with local wisdom to improve language skills and strengthen cultural identity. This program encourages active community participation by utilizing technology to make learning more engaging and contextual. As a result, residents are able to process corn into chips with simple packaging, compile a Local Wisdom Pocket Book as a cultural archive, and manage a village website, which is now run by youth and officials after training. In the area of ​​social education, teenagers learned about the dangers of early marriage, while children learned about bullying. Student involvement also strengthened academic relationships with the community. Overall, the Thematic KKN II Program has had a tangible impact on Padengo Village, from improving the local economy, cultural preservation, digital literacy, and educating the younger generation.
Exploring Language Wonderland: Pelatihan Bahasa Inggris Kreatif dengan Cerita Interaktif untuk Anak-Anak Ali, Sri Widyarti; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11003218

Abstract

Pelatihan Bahasa Inggris kreatif dengan cerita interaktif untuk anak-anak di Rumah Belajar dan Bermain Griya Nabila Permai, Kota Gorontalo, merupakan upaya inovatif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat pertemuan yang dirancang untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan mendalam. Fokus utama adalah menggunakan cerita interaktif sebagai alat pembelajaran yang menggugah imajinasi dan kreativitas anak-anak. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek bahasa Inggris, termasuk pengenalan kosakata, tata bahasa dasar, dan penerapan praktis dalam konteks sehari-hari. Peserta pelatihan terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti bermain peran, permainan edukatif, dan diskusi kelompok kecil, untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan berbicara mereka dalam bahasa Inggris. Evaluasi berkala menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berkomunikasi dan memahami bahasa Inggris. Melalui pendekatan holistik ini, kegiatan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga untuk merangsang minat anak-anak terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Kesuksesan pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap pendekatan pendidikan bahasa Inggris di lingkungan informal, serta menciptakan fondasi yang kuat untuk perkembangan bahasa anak-anak di masa mendatang.
Fun with English: Belajar Bahasa Inggris Lewat Permainan dan Aktivitas Seru untuk Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Teluk Tomini Husain, Nurlaila; Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11114624

Abstract

English language learning for students often faces challenges in the form of less attractive and monotonous teaching methods, leading to low interest and motivation to learn. The community service activity, "Learning English Through Games and Fun Activities" at SD Negeri 2 Kabila Bone aimed to create an interactive and enjoyable learning environment through the "learning while playing" approach. The implementation method involved games, interactive activities, and demonstrations to increase students' active participation in practicing English language skills. The results showed a significant increase in students' enthusiasm, motivation, and English language abilities, in line with theories on the benefits of games in language learning. Positive impacts were seen in academic and non-academic aspects such as self-confidence. Teachers and school authorities appreciated this approach as an innovation in facing the challenges of English language learning in the globalization era. The output obtained is a plan for the sustainability of similar programs by expanding the scope, developing materials, and increasing collaboration to make a greater contribution to improving the quality of education and English language proficiency.
English Affixation in Translated Short Stories: Student Error Analysis Bay, Indri Wirahmi; Ali, Sri Widyarti; Nurwegya Dehi
International Journal of English Linguistics, Literature, and Education (IJELLE) Vol. 5 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research scrutinizes the prevalent issue of English affixation errors in the writing of EFL students. These errors have substantial implications for the semantic accuracy of translated words from the student's native language into English. The study focuses on errors in short stories translated by students from Translation Class at the English Education Study Program of Universitas Negeri Gorontalo. The research objectives encompass the identification and categorization of errors in English affixation usage and an exploration of their underlying causes. Dulay, Burt, and Krashen's error classification framework (2016), including omission, addition, misformation, and misordering, is employed and adapted for specific categories of English affixation errors. The study also investigates the causes of these errors, including interlingual transfer, intralingual transfer, context of learning, and communication strategies, as outlined by Brown (2014). Utilizing a qualitative descriptive research approach, the study provides a comprehensive analysis of error types and their causative factors related to affixation. Drawing upon Ellis's data analysis technique (1997), the researchers identify, describe, and explain these errors. The findings reveal omission as the most prevalent error, followed by misformation and addition, each encompassing inflectional and derivational affixes. Notably, the inflectional suffix -ed, signifying the past tense, is a recurrent source of errors. These errors predominantly stem from intralingual transfer, with contextual learning, interlingual transfer, and communication strategies also contributing. In summary, differences in affixation usage between Indonesian and English significantly impact student translations of short stories.
Gamifikasi Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Kau, Magvirah El Walidayni; Helena Badu; Fahria Malabar; Sri Widyarti Ali; Nurlaila Husain; Indri Wirahmi Bay; Irmawaty Umar
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober, 2025
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v4i3.537

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Satu Atap Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan latar belakang rendahnya minat dan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris serta pelaksanaan English Club yang belum optimal.  Kegiatan ini merupakan tahap awal dari rangkaian program pengabdian yang diawali dengan observasi untuk memotret kondisi awal siswa dan mengukur perubahan motivasi serta keterampilan berbahasa Inggris mereka setelah intervensi dilakukan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa, khususnya kemampuan berbicara dan menulis, serta membekali guru dengan keterampilan merancang dan mengelola pembelajaran berbasis gamifikasi agar English Club dapat berjalan lebih komunikatif, kreatif, dan menyenangkan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, pelatihan guru, implementasi program English Club berbasis gamifikasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mulai aktif, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti English Club, sedangkan guru memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam menerapkan strategi gamifikasi. Pihak sekolah juga menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan komitmen untuk melanjutkan tahapan berikut dari kegiatan pengabdian ini. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris melalui pembelajaran di English club dan memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran inovatif, serta menghasilkan model kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi berkelanjutan di sekolah mitra. Kata Kunci : Pengabdian Masyarakat; gamifikasi; klub Bahasa Inggris
Implementasi "Fun English Corner" Berbasis Lagu dan Gerak untuk Pengenalan Kosakata Profesi pada Siswa Sekolah Dasar Husain, Nurlaila; Ali, Sri Widyarti
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7600

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kosakata bahasa Inggris bertema profesi pada siswa kelas V SDN 22 Dungingi Kota Gorontalo, melalui pendekatan pembelajaran aktif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan menggunakan model “Fun English Corner” yang terstruktur dengan mengintegrasikan tiga strategi utama: lagu tematik, gerakan Total Physical Response (TPR) yang mensimulasikan profesi, serta permainan interaktif seperti bermain peran dan tebak gerakan. Program dilaksanakan dalam tiga sesi dengan pendekatan monitoring dan evaluasi partisipatif melalui observasi dan asesmen sederhana pra-pasca. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada partisipasi aktif siswa, dari 60% pada sesi pertama menjadi 85% pada sesi berikutnya. Penguasaan kosakata yang diukur melalui aktivitas “Point & Say” menunjukkan peningkatan dari rata-rata pengenalan 3 dari 8 kata (37,5%) menjadi 6,5 dari 8 kata (81,25%). Program berhasil menghasilkan luaran konkret berupa modul ajar siap pakai “Fun English Corner: Professions for Grade 5”, paket media pembelajaran fisik dan digital (flashcard, gesture card, audio lagu), serta bahan dokumentasi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan pembelajaran multisensori yang memadukan lagu, gerak, dan permainan efektif memfasilitasi akuisisi kosakata, meningkatkan motivasi, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi siswa kelas tinggi sekolah dasar.