Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tiram pada Usahatani Jamur Simbang di Desa Simbang Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Misnatussada Tunnisa; Azisah Azisah; Abd. Asis Pata
Jurnal Agribis Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/g9ccem48

Abstract

This study aims to: (1) determine the income from oyster mushroom farming at Usahatani Jamur Simbang in Simbang Village, Simbang Sub-district, Maros Regency; and (2) assess the feasibility of the oyster mushroom farming business. The research was conducted at Usahatani Jamur Simbang, located in Simbang Village, Simbang Sub-district, Maros Regency, over a period of four months, from February to May 2025. A quantitative descriptive analysis method was used to examine the income and business feasibility. Data were collected through surveys, field observations, and questionnaires. The sampling method used was purposive sampling, selecting active farmers who had completed at least one full production cycle. The data were analyzed using total cost, revenue, net income, and R/C Ratio calculations. The results showed that the net income obtained by Usahatani Jamur Simbang was IDR 15,757,690. The feasibility analysis revealed an R/C Ratio value of 1.78, indicating that the oyster mushroom farming business is financially feasible to pursue.
Diversifikasi Produk Olahan Cabai Merah untuk Akselerasi Hilirisasi pada KWT Anggrek Desa Rompegading Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros Azisah Azisah; Mohammad Anwar Sadat; Hajar Hajar; Asriyani Asriyani; Arifin Arifin; Abd. Asis Pata
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5261

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi akselerasi hilirisasi melalui diversifikasi produk olahan cabai merah, yaitu kerupuk cabai merah (Camer), guna meningkatkan nilai tambah cabai merah dan pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14–15 Juni 2026 di Desa Rompegading dengan melibatkan 20 anggota KWT Anggrek. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi awal untuk memberikan pemahaman program, dilanjutkan dengan pelatihan olahan produk serta penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi. Peserta juga dibekali keterampilan pengemasan, pelabelan, dan digital marketing guna memperluas jangkauan pasar. Seluruh rangkaian ini didukung oleh pendampingan secara berkala serta evaluasi efektivitas program menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan: pada pelatihan kerupuk cabai merah, pengetahuan meningkat dari 41,25% menjadi 83,25% (Sangat Mengetahui) dan keterampilan dari 38,25% menjadi 85,00% (Sangat Terampil); pada pelatihan kemasan dan pelabelan, pengetahuan naik dari 44,00% menjadi 81,00% (Sangat Mengetahui) dan keterampilan naik dari 39,25% menjadi 82,00% (Sangat Terampil); serta pada pelatihan digital marketing, pengetahuan meningkat dari 44,25% menjadi 81,75% (Sangat Mengetahui) dan keterampilan dari 37,75% menjadi 81,25% (Sangat Terampil). Efektivitas kegiatan berada pada kategori efektif dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 95%. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi KWT Anggrek dan mendukung keberlanjutan hilirisasi pertanian lokal. Kegiatan selanjutnya direkomendasikan untuk meningkatkan sarana produksi kerupuk cabai merah. Selain itu, diperlukan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan stakeholder terkait untuk mendukung produksi, pemasaran, serta penguatan kelompok agar berdampak ekonomi secara berkelanjutan.