Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Budaya Mutu Akademik di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Ansar Ansar; Andi Mappincara; Syamsurijal Basri
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.001 KB)

Abstract

Abstract. This study examines the culture of academic quality at the Faculty of Education, Makassar State University with the focus of the study being: (1) General description of academic quality culture; (2) The leadership strategy in developing an academic quality culture; (3) Supporting and inhibiting factors in its implementation. This study uses a qualitative approach to the type of expansiatory research. Sources of data in this study were faculty leaders, department leaders, lecturers, and students. Data collection techniques in the form of observation and in-depth interviews. Data analysis techniques are data reduction, data exposure and conclusion drawing or data verification. Checking the validity of the data is done by triangulating techniques and sources. The results showed that (1) The cultural picture of academic quality including lecturing activities carried out had not fully referred to the semester learning plans and operational standards. For reference and literacy culture has not been supported by the availability of adequate library facilities and internet networks. Scientific activities are carried out on a scheduled basis such as national and international seminars and workshops, character development and student creativity programs; (2) Strategies and policies that have been carried out by leaders at both the department level and faculty level refer to the vision and mission. The programs implemented include training in the development of instructional media for lecturers, workshops, publication of scientific papers, and the provision of learning facilities to support the lecture process. (3) Supporting factors are the competence of existing human resources that are adequate and understand their respective duties and duties, there is support from the academic community to faculty leaders so that all policies can be implemented and implemented properly. The inhibiting factor is the presence of several lecturers who get additional assignments outside so as to hamper lectures, facilities and infrastructure that are still limited such as inadequate lecture rooms and some learning facilities such as LCDs and laboratory equipment Keywords: Academic Culture, Quality 
Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Budaya Religius pada SDIT di Kota Makassar Syamsu A. Kamaruddin; Wahira Wahira; Ansar Ansar
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.619 KB)

Abstract

Abstrak. Kepemimpinan merupakan aspek yang urgen dan krusial dalam sebuah organisasi karena ia berperan dalam menggerakan semua sumber daya organisasi. Oleh karena itu, maka artikel ini bertujuan untuk (1) menggambarkan implemengtasi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya religius pada SDIT di Kota Makassar. (2) menggambarkan efektifitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya religius pada SDIT di Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan populasi semua sDIT di Kota Makassar. Adapun jumlah sampelnya adalah 5 SDIT yang ditetapkan berdasrakan kuota sampling. Sedangkan jumlah responden sebanyak 50 orang (masing-masing 10 guru setiap sekolah) yang ditetapkan berdasrakan teknik kuota sampling. Teknik Pengumpulan Data menggunakan instrumen penelitian sedangkan teknik analisis data menggunakan tabulasi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kepala sekolah SDIT di Kota Makassar rata-rata menerapkan gaya kharismatik, gaya moraliss dan demokratis sebagai gaya dominan. Dalam konteks tertentu kepala sekolah juga sering bergaya otoriter. (2) Kepemimpinan terimplementasi dengan efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah gaya kepemimpinan SDIT di Kota Makassar merupakan gaya campuran dari gaya otoriter, gaya demokratis, gaya moralis, dan gaya kharismatik. Tidak ada gaya kepemimpinan tunggal, minimal memiliki 2 gaya yang berbeda. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, SDIT, Kurikulum, Guru
Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah Berbasis Digital di SMAN 2 Makassar Ansar Ansar; Kartini Marzuki
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.703 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Implementasi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berbasis digital di SMA Negeri 2 Makassar. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan kunci adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan staf sebagai informan sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berbasis digital dilakukan dengan penerapan presensi digital, pembagian tugas mengajar secara by system, pengumpulan silabus dan rencana pembelajaran guru memanfaatkan penyimpanan google drive yang memudahkan kepala sekolah dalam melakukan pengawasan. Kepala sekolah juga senantiasa membimbing dan mengarahkan guru dalam memecahkan masalah-masalah kerjanya, dan bersedia memberikan bantuan secara proporsional dan profesional melalui kegiatan supervisi secara terstruktur mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dan tindak lanjut, serta pembinaan langsung dalam kegiatan-kegiatan workshop terkait peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan IT. Melakukan pemantauan nilai yang dilakukan oleh guru secara by system dan melakukan kegiatan peringatan bahkan visiting bagi peserta didik yang memiliki nilai di bawah standar. Sikap dan perilaku kepala sekolah yang memperhatikan kedisiplinan waktu, peduli dengan lingkungan, menghargai prestasi guru, komunikatif dan sikap keteladanan lainnya sehingga dapat ditiru oleh seluruh warga sekolah. Optimalisasi kegiatan kelompok kerja guru dan kelompok paguyuban sekolah serta penyediaan WiFi sebagai sumber belajar bagi seluruh warga sekolah. Kata Kunci: Kepemimpinan, Digital, Kepala Sekolah
Kepemimpinan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Ansar Ansar; Ismail Tolla; Hasan Hasan
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.52 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah di SMA Negeri 2 Makassar. Adapun fokus masalah adalah: (1) Bagaimanakah peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan? (2) Bagaimanakah strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah? (3) Apakah faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis ekspalanatoris. informan kunci adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan staf sebagai informan sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kepala sekolah dalam melaksanakan peran utamanya sebagai leader, manajer, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu   pendidikan   telah   dilakukan diantaranya: pembinaan dan kerjasama kepada seluruh warga sekolah,  meningkatkan partisipasi dan menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder, mengadakan bimbingan dan pelatihan, mengundang narasumber, bakti sosial, promosi, dan lainnya; (2) Strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam  meningkatkan  mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah, yaitu adanya kemandirian yang tinggi bersifat adaptif dan proaktif, jiwa kewirausahaan, kinerja sekolah baik, memiliki kontrol yang kuat dari internal dan eksternal. (3) Faktor pendukung adalah berbagai dukungan yang tersedia seperti sarana pembelajaran yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif serta pemberian reward dan teguran oleh kepala sekolah yang merasa efektif untuk melakukan peningkatan kinerja guru. Sedangkan faktor penghambat adalah kepala sekolah kesulitan dalam mengubah pola pikir guru yang telah melebihi usia produktif dalam mengikuti perkembangan teknologi untuk digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci: Kepemimpinan, Mutu Pendidikan, Manajemen Berbasis Sekolah