Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Permainan Ular Tangga Stunting Bagi Kader Kesehatan Dukuh Pakis Sebagai Strategi Jitu Pencegahan Balita Stunting Kartika Ishartadiati; Noer Kumala Indahsari; Olivia Herliani; I Made Subhawa Harsa
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting di Asia Tenggara merupakan masalah serius, dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Kota Surabaya telah menunjukkan penurunan signifikan dalam kasus stunting, namun masih ada tantangan yang harus diatasi. Kader Kesehatan, kini dikenal sebagai Kader Surabaya Hebat, berperan penting dalam pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membuat penyampaian informasi mengenai stunting menjadi menyenangkan dan mudah diingat melalui permainan ular tangga. Metode: Metode yang dilakukan dengan memberikan kuesioner berupa pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi kepada kader kesehatan Dukuh Kupang. Hasil: Didapatkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan edukasi 54,38 dan setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi 63,76. Dilakukan uji Paired T-test didapatkan p hitung = 0.000. Kesimpulan: Ada peningkatan Pengetahuan yang signifikan para kader kesehatan Dukuh Kupang dari sebelum diberikan edukasi dengan sesudah diberikan edukasi.
Penyuluhan Kesehatan Tahap 2 untuk Memonitor Upaya Pencegahan Stroke dan Penyakit Jantung di Dupak Badarejo Surabaya Olivia Herliani; Suhartati; Noer Kumala Indahsari; Chenny Andriani Wiyono; Masfufatun; Ayu Cahyani Noviana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit katastropik meningkat tajam 18,6% pada tahun 2022 berdasarkan data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk skrining penyakit jantung dan stroke telah dilakukan pada Pengabdian kepada Masyarakan (PkM) tahap 1 di Dupak Bandarejo, namun sesuai roadmap PkM dan data JKN terbaru, maka rangkaian kegiatan ini perlu dilanjutkan. Tujuan: PkM Tahap 2 ini bertujuan melakukan pengawasan terhadap upaya pencegahan stroke dan penyakit jantung di Dupak Bandarejo Surabaya.   Metode: Kegiatan PkM tahap 2 ini dimulai dengan penyuluhan lanjutan mengenai penyakit jantung dan stroke. Pengabdi kemudian mengadakan pemeriksaan kesehatan, berupa pemeriksaan vital sign (terutama tekanan darah), anamnesis keluhan yang dimiliki, pemeriksaan darah (kolesterol, glukosa darah, dan asam urat), memfasilitasi konsultasi dokter agar peserta mendapat saran dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Hasil: Peserta sejumlah 41 orang terdiri dari 22 orang wanita dan  19 orang laki-laki, dengan rata-rata usia di atas 50 tahun. Rata-rata nilai posttest mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata nilai pretest. Hasil pemeriksaan menunjukkan 42% peserta (17 orang) memiliki tekanan darah lebih tinggi dari nilai normal, 39% peserta (16 orang) memiliki kadar glukosa darah lebih tinggi dari nilai normal, 59% peserta (24 orang) memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari nilai normal, dan 27% peserta (11 orang) memiliki kadar asam urat lebih tinggi dari nilai normal. Kesimpulan: Penyuluhan memperbaiki pengetahuan peserta namun karena faktor usia dan kondisi kesehatan, maka hasil penyuluhan kurang maksimal. Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol dan glukosa darah yang dilakukan, sudah sesuai untuk memonitor pencegahan penyakit jantung dan stroke.
Pengaruh Ekstrak Etanol Lada Hitam (Piper nigrum L) dan Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Kadar Trigliserida pada Rattus Novergicus yang Hiperkolesterolamia Silitonga, Evanri Matthew; Noer Kumala Indahsari; Herliani, Olivia
Calvaria Medical Journal Vol 2 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v2i2.134

Abstract

Pendahuluan: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Sebagian besar kolesterol dalam tubuh dibentuk melalui dua jalur utama, yaitu jalur eksogen yang berasal dari makanan dan jalur endogen yang disintesis di dalam tubuh. Lada hitam (Piper Nigrum L) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan lipid. Kedua tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa aktif seperti polifenol dan flavonoid yang memiliki potensi dalam menurunkan kadar trigliserida. Cymbopogon citratus adalah tanaman tahunan aromatik yang penting secara ekonomi dari keluarga Poaceae. Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Ekstrak Etanol Lada Hitam (Piper nigrum L) dan Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Kadar Trigliserida Pada Rattus Novergicus Yang Hiperkolesterolamia. Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitiannya adalah post-test only controlled group design. Pada penelitian ini terbagi menjadi 6 kelompok, yaitu 3 kelompok kontrol berupa kelompok kontrol negatif (K-), kelompok kontrol positif (K+) dan kelompok perlakuan sebanyak 4 kelompok (P1, P2, P3, dan P4). Hasil:  Hasil didapatkan rata-rata pengaruh ekstrak yang terbentuk pada kontrol negatif memiliki rata-rata sebesar 36,51, kontrol positif memiliki rata-rata sebesar 108.80, lada hitam 200mg memiliki rata-rata sebesar 66,02, lada hitam 500mg memiliki rata-rata sebesar 36,72, serai 200mg sebesar 50,26, dan serai 500mg sebesar 47,71. Kesimpulan: Ekstrak lada hitam yang dapat menurunkan kadar trigliserida lebih baik adalah lada hitam dengan kadar 200mg sedangkan untuk ekstrak serai yang dapat menurunkan kadar trigliserida lebih baik adalah serai dengan kadar 200 mg.
Incidence of Obesity in Diabetes Mellitus Rates, Profile of Teachers and Employees at SMA X Surabaya Noer kumala indahsari; Olivia Herliani; Suhartati Suhartati
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 13, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v13i2.3752

Abstract

Background: Reduced metabolic function can cause the human body to experience a lack of energy, resulting in the possibility of diseases including diabetes mellitus, hypertension, atherosclerosis, and even coronary heart disease. Objective: This study aims to analyze the incidence of obesity through Body Mass Index on the incidence of diabetes mellitus and Lipid Profile at SMA X Surabaya. Methods: The research design used was cross-sectional. Sampling was carried out using non-probability sampling with a random sampling technique. Data collection was carried out at SMA X Surabaya by 64 teachers and employees of SMA X Surabaya. Respondents were gathered to receive health education, then went through the registration stages, and vital signs, and then 5 mL of venous blood was taken to measure blood sugar levels and lipid profiles, namely total cholesterol and triglyceride levels. This research uses the Chi-Square test statistical test. Result: There is a significant relationship based on the chi square test between body mass index and cholesterol levels and triglyceride levels. because the p-value < 0.05 is 0.041 and 0.050 respectively, but there is no significant relationship between body mass index and glucose levels with a p-value of 0.181. Conclusion: There is a relationship between the incidence of obesity through Body Mass Index and the incidence of Lipid Profile but there is no relationship with the incidence of diabetes mellitus at SMA X Surabaya
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK BAWAH LIMA TAHUN DI PUSKESMAS KALIRUNGKUT SURABAYA Wiyono, Chenny A; Herliani, Olivia; Suhartati, Suhartati; Indahsari, Noer Kumala; Masfufatun, Masfufatun
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) angka kejadian stanting pada anak usia dibawah 5 tahun (balita) merupakan yang tertinggi di dunia selama 10 tahun terakhir (2010–2020) di wilayah Asia Tenggara. Persentase angka kejadian stunting di Indonesia juga masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan kemampuan motorik kasar dan halus pada anak balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak balita di Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang didapat dalam penelitian ini sebanyak 30 anak balita normal dan 30 anak balita stunting. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Tambahan hasil uji statistik juga mengindikasikan adanya hubungan antara stunting dengan perkembangan balita dengan nilai p = 0,001 (α < 0,05) dan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan sosialisasi dan kemandirian dengan nilai p = 0,009 (α < 0,05), namun tidak terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan bicara dan bahasa dengan nilai p = 0,592 (α > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa keadaan stunting pada anak balita menghambat perkembangan motorik kasar dan halus. Adanya gangguan dalam perkembangan motorik balita akan mengurangi kemampuannya untuk mandiri dan beraktivitas, termasuk bermain, sehingga dapat pula menghambat perkembangan otak, tubuh, kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Intervensi sedini mungkin seperti perbaikan asupan gizi harian dan stimulasi motorik sangat penting untuk dilakukan. Intervensi dini ini diharapkan dapat mencegah kehilangan potensial dan memperbaiki tumbuh kembang anak. Kata kunci: balita, perkembangan motorik, stunting DOI : 10.35990/mk.v7n1.p12-23
Program Intervensi Kesehatan Pasien Diabetes Melitus dengan Edukasi Makanan Sehat Serta Pemeriksaan Kadar Glukosa dan HbA1c Indahsari, Noer Kumala; Yaniari, Roethmia; Masfufatun, Masfufatun; Herliani, Olivia; Tjandra, Lusiani; Purbowati, Rini
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat, khususnya pola makan tinggi gula, lemak, dan rendah serat, menjadi faktor risiko utama. Pengelolaan DM tidak hanya melalui pengobatan farmakologis, tetapi juga membutuhkan edukasi berkelanjutan terkait pola makan sehat dan pemantauan kadar glukosa darah serta HbA1c untuk menilai keberhasilan kontrol glikemik. Tujuan: Program intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien DM terhadap pentingnya pengetahuan kesehatan serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah dan HbA1c setelah diberikan edukasi kesehatan dan intervensi pemeriksaan laboratorium. Metode: Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test one group design dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 35 partisipan yang terdiri guru dan karyawan di SMA X dilibatkan dalam program intervensi. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan gizi sehat berbasis pedoman Diet Diabetes Indonesia (PERSAGI), konseling individual, serta pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c. Data dianalisis menggunakan uji Spearmans-test untuk melihat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta p-value=0,015(p < 0,05) dan hubungan signifikan antara kadar glukosa dan HbA1c dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), namun tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kadar glukosa darah (p value = 0,1333) dan kadar HbA1c (p-value = 0,497)  Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi terarah dan pemantauan berpengaruh positif terhadap kontrol metabolik peserta. Kesimpulan:Program intervensi kesehatan berbasis edukasi makanan sehat  dan pemeriksaan glukosa serta HbA1c terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan memperbaiki kendali glikemik.