Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Kesulitan Belajar Peserta Didik Kelas XI MIPA 3 SMAN 3 Maros pada Materi Larutan Penyangga Muhammad Jasri Djangi; Sugiarti Sugiarti; Ramdani Ramdani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.228 KB)

Abstract

Abstrak. Kesulitan peserta didik memahami materi larutan penyangga masih sangat tinggi, untuk itu perlu mengetahui pola-pola kesulitan yang dialami agar dapat diatasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indikator apa saja yang sulit dan bagaimana bentuk kesulitan yang dialami peserta didik kelas XI MIPA 3 SMAN 3 Maros pada materi larutan penyangga saat pembelajaran daring. Subjek penelitian ini adalah kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 36 peserta didik, pengambilan subjek penelitian dikarenakan hasil belajar peserta didik yang rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan pedoman wawancara. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan 3 jenis kesulitan belajar yaitu kesulitan dalam memahami konsep, kesulitan dengan angka, dan kesulitan membaca, istilah atau kalimat. Hasil yang dicapai setelah pembelajaran daring menggunakan google meet dan whatsapp dengan model direct instruction pada materi pokok larutan penyangga adalah: kesulitan belajar peserta didik pada materi larutan penyangga berkisar antara sedikit sulit dan sangat sulit. Persentase tiap indikator pencapaian kompetensi yaitu menjelaskan pengertian larutan penyangga sebesar 67 %, menentukan larutan penyangga dan bukan larutan penyangga sebesar 71 %, menghitung pH larutan penyangga asam dan basa sebesar 82 %, menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam, basa, dan pengenceran sebesar 100 %, dan menjelaskan fungsi larutan penyangga pada tubuh makhluk hidup sebesar 69,7 %. Berdasarkan data tersebut disimpulkan kesulitan belajar kimia pada materi larutan penyangga dikategorikan sulit. Pola kesulitan berupa kurang pemahaman konsep, pengetahuan dasar perhitungan kimia rendah Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Larutan Penyangga
Pengaruh Penambahan Litium Hidroksida (Lioh) Terhadap Konduktivitas Membran Kitosan Untuk Aplikasinya Dalam Baterai Polimer Litium Diana Eka Pratiwi; Sugiarti Sugiarti; Moh. Wijaya
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.313 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan basa litium hidroksida (LiOH) terhadap konduktivitas membran kitosan untuk aplikasinya dalam baterai polimer litium. Membran kitosan-LiOH dibuat menggunakan metode blending dengan variasi penambahan LiOH yaitu 0, 5, 10, 15, dan 16 % b/b. Konduktivitas membran diukur menggunakan alat LCR meter. Dari hasil penelitian diperoleh membran kitosan-LiOH berwarna kuning ransparan dengan ketebalan rata-rata 1 mm. Dari hasil pengukuran dengan LCR meter diketahui bahwa penambahan LiOH akan meningkatkan konduktivitas membran kitosan-LiOH, dimana konduktivitas maksimum sebesar 3,50 x 10-3 S m-1 diperoleh pada penambahan LiOH sebesar 15 % b/b. Kata kunci: membran, kitosan, LiOH, konduktivitas, baterai
Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran Kimia sebagai Upaya Menanamkan Sikap Ilmiah Peserta Didik SMA Sugiarti Sugiarti; I. Nyoman Mariantha
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.997 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan model pembelajaran discovery berbasis kontekstual pada mata pelajaran kimia sebagai upaya menanamkan sikap ilmiah peserta didik SMA 11 Makassar bertujuan untuk (1) mengasilkan model pembelajaran berbasis kontekstual pada materi asam basa yang valid; (2) mengasilkan model pembelajaran berbasis kontekstual pada materi asam basa yang praktis; (3) mengetahui efektivitas pembelajaran dengan menggunakan model discovery berbasis kontekstual dalam menanamkan sikap ilmiah peserta didik pada materi asam basa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model Plomp sampai tahap empat, yaitu: investigasi awal, perancangan, realisasi/konstruksi, dan pengujian/evaluasi, revisi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara, observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Hasil observasi keterlaksanaan dan pengelolaan pembelajaran model PDBK berada pada kategori terlaksana seluruhnya pada kriteria baik yang menunjukkan model PDBK bersifat praktis. Keefektifan modelPDBK berdasarkan angket respon guru dan peserta didik terhadap model PDBK kategori baik dan sangat tinggi, sedangkan sikap ilmiah untuk rasa ingin tahu, sikap demokrasi, dan kejujuran akademik masing-masing dalam kategori baik (secara keseluruhan sikap ilmiah termasuk kategori baik). Selanjutnya semua perangkat pembelajaran dan instrumen yang telah divalidasi oleh ahli dan praktisi kimia telah direvisi dan memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan. Keefektifan model PDBK juga. Dengan demikian disimpulkan bahwa model PDBK dapat digunakan pada pembelajaran kimia asam basa sebab model dan instrumennya kategori valid, praktis dan efektif dalam menenamkan sikap ilmiah peserta didik
Analisis Kesulitan Belajar Kimia Melalui Pembelajaran Daring Peserta Didik Kelas XI SMAN 3 Maros pada Materi Pokok Larutan Penyangga Muhammad Jasri Djangi; Sugiarti Sugiarti; Ramdani Ramdani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.385 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas XI MIPA SMAN 3 Maros pada materi larutan penyangga saat pembelajaran daring dan bagaimana pola kesulitan yang dialami siswa kelas XI MIPA SMAN 3 Maros pada materi larutan penyangga saat pembelajaran daring. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 yang berjumlah 36 siswa, adapun penelitian ini dilaksanakan 3 kali pertemuan yang terdidri dari 2 pertemuan proses pembelajaran dan 1 pertemuan posttest. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan 3 jenia kesulitan belajar yaitu kesulitan dalam memahami konsep, kesulitan dengan angka, dan kesulitan membaca, dan memahami istilah atau kalimat. Hasil yang dicapai setelah pembelajaran daring menggunakan google meet dengan model direct instruction pada materi pokok larutan penyangga adalah: (1) kesulitan belajar siswa pada materi larutan penyangga berkisar antara sedikit sulit dan sangat sulit. Persentase tiap indicator pencapaian kompetensi yaitu menjelaskan pengertian larutan penyangga sebesar 67 %, menentukan larutan penyangga dan bukan larutan penyangga sebesar 71 %, menghitung pH larutan penyangga asam dan basa sebesar 82 %, menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam, basa, dan pengenceran sebesar 100 %, dan menjelaskan fungsi larutan penyangga pada tubuh makhluk hidup sebesar 69,7 %.Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Larutan Penyangga, Pembelajaran daring